BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 86


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


Tiara tersentak dengan pertanyaan itu. Dirinya lantas mengutuk dirinya sendiri dalam hati.


"Kenapa aku begitu mengganggu indahnya kebersamaan kami ini,,,Bodoh sekali. Bukannya aku juga menginginkan hal semacam ini terjadi dalam hidupku. Dan sekarang semua sudah jadi kenyataan. Aku menikah dengan Levi yang sudah lama ku cintai tapi kenapa malah bayangan kelam itu ku biarkan mengganggu kami,,,," runtuknya dalam hati.


"Sayang,,,Maafkan aku,,," kata Tiara pelan.


Levi melepaskan Tiara dengan pandangan kecewa. Dia tau Tiara mengatakan maaf karena Tiara belum bisa memberikan apa yang diinginkannya kali ini.


"Tiara belum siap Levi dan kamu harus menunggu,,," ucap Levi pada dirinya sendiri dalam hati.


Dengan lesu dan berusaha menelan lagi hasratnya dalam dalam,,, Levi bangkit dan hendak turun dari ranjang pengantinnya saat tangan Tiara mencegahnya. Levi menoleh dengan pandangan tak mengerti.


"Mau kemana??" tanya Tiara sambil tersenyum.


"Aku mau pakai bajuku dulu. Aku kedinginan. Lagipula aku tak ingin,,," Levi belum selesai bicara.


"Katanya mau menunaikan kewajiban suami,,,Ayo,,, Istrimu sudah siap." kata Tiara lagi.


Levi mengerutkan dahinya dan membuat Tiara tak bisa menahan tawanya. Tawa renyah yang selama ini selalu menghiasi persahabatan mereka. Tawa yang hampir tak pernah dilihat lagi oleh Levi sejak peristiwa kelam yang menimpa Tiara tempo hari.


"Sayang,,, Aku tadi belum selesai bicara tapi kamunya main mau pergi saja,,, Aku minta maaf bukan karena aku belum mau mengijinkanmu,,, tapi aku minta maaf karena sebagai istri aku bersalah. Tak seharusnya suamiku sampai harus meminta ijin demi tak ingin menyakiti atau memaksaku,,,Seharusnya aku dengan sukarela menyerahkan diriku pada suamiku." ucap Tiara dengan mengulas senyumnya.


Diraihnya jemari Levi lalu dibawanya ke atas kepalanya.


"Maafkan aku suamiku,,, Maukah kamu melanjutkan yang sempat tertunda tadi??" wajah Tiara memerah.


Levi tersenyum saat Tiara siap melaksanakan kewajiban pertamanya sebagai istri.Hujan yang tiba tiba turun mengguyur bumi seakan menambah syahdunya kebersamaan pengantin baru itu.


"Aaawww,,,," pekik Tiara ketika merasakan yang memaksa masuk.

__ADS_1


Keduanya berpandangan dengan alis mengkerut. Levi pikir dirinya mungkin terlalu kasar memperlakukan istrinya. Diulanginya lagi mencoba lebih pelan dan lembut,,,


"Sakit sayang. Pelan pelan,,," Tiara meringis menahan sakit.


Levi tak mengerti harus sepelan apa lagi dirinya melakukannya. Dia merasa sudah sangat pelan tapi kenapa Tiara masih saja kesakitan. Setau Levi untuk wanita yang bukan pertama kalinya melakukannya,,Seharusnya tak terlalu menyakiti.


Sambil menahan sakit Tiara pun berpikir keras. Tiara juga tak mengerti mengapa dirinya masih merasa kesakitan.


"Bukankah aku sudah bukan perawan lagi?? Seharusnya sudah bisa lebih gampang,,," pikirnya.


Levi tidak putus asa dan terus mencoba. Tiara menahan napas.


"Jangan tegang biar gak sakit. Begitu sih yang ku tau,,," Levi mengatakannya sambil meringis karena dirinya juga belum berpengalaman.


Tiara mengangguk dan menarik napas mencoba menenangkan dirinya dan menahan semua rasa ngilu yang makin dirasakannya.Tiara meringis merasakan pedih.


Dan akhirnya,,, tugas pertama mereka terselesaikan dengan sempurna.


🌹🌹


"Sayang,,, Kamu,,, Kamu,,, Kamu berdarah,,, Kamu tidak apa apa?? Apa aku terlalu menyakitimu??" tanya Levi panik dan dengan rasa sangat bersalah pada Tiara.


Seketika rasa lelahnya hilang dan berganti dengan kecemasan. Tiara yang mendengar pertanyaan itu terbelalak dan langsung berusaha bangun meski seluruh tubuhnya terasa pegal pegal.


Dilihatnya seprai putih itu telah berwarna merah. Dirabanya juga miliknya yang terasa sangat ngilu itu. Tiara meringis.


"Kita ke rumah sakit ya,,,Aku takut kamu kenapa kenapa,,," kata Levi merasa bersalah.


Tiara tak banyak protes dan menurut saja. Tiara berdiri Dibantu oleh Levi bangkit dari ranjang itu untuk membersihkan diri sebelum ke dokter.


"Sayang,,, Aku gak bisa jalan. Sakit sekali,,," Tiara menunjuk ke arah bawahnya.


"Aku gendong ya,,," Levi langsung membopong tubuh Tiara ke kamar mandi.


Levi ingin membantu membersihkan tubuh Tiara yang masih meringis kesakitan itu namun ditolak oleh Tiara.


"Aku masih bisa sendiri sayang. Sebaiknya kamu bersihkan diri kamu juga ya." kata Tiara.

__ADS_1


Meski cemas tapi Levi menurut saja dan ikutan mandi. Dia melakukannya dengan cepat agar bisa segera membawa Tiara ke rumah sakit. Dia ingin segera tau kenapa istrinya bisa berdarah begitu.


🌹🌹


Dokter yang menangani Tiara tersenyum ke arah dua pasangan muda yang duduk cemas di depannya itu.


"Berdasarkan hasil pemeriksaan,,,Bisa saya katakan bahwa tidak ada masalah. Istri anda sehat sehat saja." kata Dokter.


"Sehat???" Levi dan Tiara serempak kaget.


Dokter kembali tersenyum.


"Benar,,,Istri anda sehat. Tidak ada penyakit apa pun


Anda tidak perlu cemas. Ini adalah hal yang wajar."jawab Dokter.


"Wajar bagaimana?? Kalau memang wajar,,,Tapi kenapa dia sampai begitu dok?? Dokter yakin dia tidak apa apa?? Tidak ada penyakit serius??" Levi cemas dan tak percaya pada dokter itu.


"Sangat yakin. Saya pastikan istri anda sehat. Mengenai darah itu,,,Itu wajar bagi pasangan baru menikah yang pertama kalinya melakukan hubungan suami istri. Anda berdua tentu pernah mempelajarinya kan semasa di sekolah??" Dokter mencoba sebisa mungkin menahan senyumnya agar tak menyinggung keduanya.


Maklum ini pertama kalinya dokter ini mendapat pasien yang cemas melihat darah istrinya setelah malam pertamanya.


"Maksudnya??" tanya Tiara.


"Ya wajar saja kalau anda berdarah nona. Ini kan pertama kalinya kalian melakukan hubungan suami istri jadi selaput dara anda robek dan mengeluarkan darah. Mengenai rasa nyeri atau ngilu yang anda rasakan itu juga normal. Karena organ kewanitaan anda belum terbiasa saja dengan aktifitas seperti itu. Nanti juga lama lama akan terbiasa dan tidak sakit lagi." dokter itu tersenyum simpul.


"Ini keadaan normal yang tidak perlu dicemaskan. Anda hanya masih belum terbiasa." tekannya lagi.


Levi dan Tiara berpandangan. Mereka bukan tidak paham dengan penjelasan dokter tapi mereka tidak paham bagaimana bisa Tiara dinyatakan tidak apa apa karena itu wajar bagi seorang gadis yang pertama kali melakukannya.


"Bukankah aku??" Tiara tak menyelesaikan pertanyaanya karena Levi menggeleng.


"Terima kasih dokter atas penjelasannya." ucap Levi tak ingin berlama lama di ruangan dokter dan bingung dengan keadaan Tiara.


\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya 🌸

__ADS_1


__ADS_2