
Mataku nanar memandang sehelai kertas yang berisikan persetujuan pencabutan alat medis.
Tanganku gemetar menandatangani bagian yang bertuliskan namaku disitu.
Setelah berhari hari memikirkan tindakan apa yang harus ku ambil,,, akhirnya dengan berat hati ku setujui saran dokter. Aku menyetujui dokter melepas semua alat bantu medis.
Mengingat kondisi Chaira yang semakin lemah dan beberapa alat vitalnya telah satu persatu berhenti berfungsi. Aku tak ingin membuatnya tersiksa lagi walau dia tak bisa mengungkapkan rasa sakitnya itu.
Aku meminta secara khusus pada dokter agar diperbolehkan hanya aku saja yang mendampinginya. Anak anakku masih terlalu kecil untuk menyaksikan itu.
Aku tepat berada di sampingnya saat alat bantu terakhir dilepas. Aku mencium keningnya.
"Pergilah sayang,,, Temuilah imam pilihanmu,,, Sekali lagi aku merelakanmu pergi. Damailah disana bersamanya. Aku berjanji akan menjaga titipanmu,,, Aku berjanji akan menjadi ayah terbaik bagi Levi dan Rayya,,, Akan ku pastikan mereka menjadi anak soleh dan soleha" ku bisikkan kalimat itu di telinganya.
Setetes airmata keluar dari sudut sudut matanya. Perlahan kulihat bibirnya tergerak walau pelan sekali. Dia tersenyum bersamaan dengan bunyi alat detektor yang membentuk garis lurus.
"Selamat jalan bidadariku,,, Jadilah bidadari tercantik di surgaNYA"
Ku cium dua kelopak matanya yang sudah terpejam hampir setengah tahun terakhir ini. Walau sebenarnya besar inginku melihat mata yang begitu teduh itu bisa kembali terbuka.
Tapi aku ikhlas jika mata itu hanya akan terbuka saat imamnya telah menyambut tangannya disana. Tak ada setetes pun airmata duka mengalir mengiringi kepergiannya.
Airmata ini hanya airmata bahagiaku sayang,,,
Aku yang bahagia melihatmu tersenyum saat aku merelakanmu menyusul imammu,,,
Sudah saatnya kamu bahagia,,, Dunia yang ku ciptakan untukmu terlalu kejam untuk bidadari sepertimu. Berbahagialah bersama Ray di dunia cinta kalian,,,
Cinta sehidup semati kalian sekali lagi membuktikan padaku bahwa cintaku belum seberapa jika dibanding cinta Ray terhadapmu,,,
CHAIRA FAJIRA
Namamu selalu hidup dalam hati dan jiwaku,,, Tak akan pernah terganti.
Aku mencintaimu,,,
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dua belas tahun kemudian,,,,
Aku tetap mencintaimu bidadariku,,,,
__ADS_1
"Setidaknya seperti itulah kalimat yang ayah ucapkan pada bunda kalian dua belas tahun lalu" ujarku pada Levi dan Rayya.
Hari ini aku memenuhi janjiku untuk menjelaskan pada mereka untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada pernikahan kami. Mereka sudah cukup dewasa dan aku yakin mereka bisa pelan pelan mengerti apa yang ku sampaikan.
Tak satu pun ku tutupi dari mereka. Aku telah menunggu cukup lama untuk menjelaskan semua pada mereka.
Aku pun pasrah jika mereka akan membenciku nantinya setelah mengetahui betapa ayah yang selama ini mereka banggakan tak lebih hanyalah seorang pria yang telah begitu banyak melukai bunda mereka.
Selama ini aku tetap bertahan dalam kesendirianku. Aku tak menikah lagi walau ada beberapa wanita yang hadir. Aku berhasil menjaga hatiku. Aku memilih untuk fokus membesarkan anak anakku.
Aku tak ingin menghadirkan sosok ibu baru bagi mereka karena aku tau Chaira telah begitu baik mengurus mereka. Aku juga tak ingin mereka terbebani mentalnya jika harus punya ibu baru lagi.
Aku tau mereka telah berusaha keras memahami kenapa mereka bisa memiliki ayah dan abi. Aku tak pernah lagi menyalahkan keputusan Chaira untuk menikah dengan Ray walau dulu itu sangat membuatku terpuruk.
Aku paham,,, Sebagai seorang wanita Chaira butuh pelindung. Dia butuh pendamping. Walau aku tau banyak wanita diluar sana yang mampu untuk menjadi orang tua tunggal dari anak anaknya namun aku lebih bisa bahagia dan tenang jika bidadariku itu tak terpuruk dalam kesendirian sepertiku.
Aku terus bekerja keras dan telah mempersiapkan banyak tabungan dan kekayaan untuk kedua anakku. Tapi aku tetap menomersatukan urusan mereka. Karena aku tau segunung hartaku tetap tak mampu menggantikan waktu kebersamaan kami yang pernah hilang dulu.
Aku telah membuang banyak waktuku melewatkan pertumbuhan mereka dulu jadi sekarang aku tak mau melewatkan perkembangan apa pun dari mereka.
Semua yang ku lakukan untuk mereka cukup membuat mereka merasa tak membutuhkan sosok ibu lagi. Ayahnya ini telah mampu menjadi ayah dan ibu bagi mereka.
Aku,,, Darren Narendra,, Anak manja yang taunya hanya terima beres selama ini akulah yang memasak untuk mereka. Aku bersyukur karena Rayya juga menunjukkan bakat memasaknya seperti bundanya. Kami sering menghabiskan waktu bersama di dapur mencoba segala macam kreasi baru makanan.
"Rayya juga ingin mengucapkan terima kasih banyak pada ayah yang sudah sedemikian baik merawat dan menyayangi Rayya. Rayya yakin abi tersenyum disana. Rayya mewakili abi disana sekali lagi mengucapkan terima kasih ayah. Rayya sayang ayah" Rayya memelukku.
"Alhamdulillah,,, Ayah juga sayang kalian semua" ucapku sembari merangkul mereka berdua. Airmata bahagia mulai berlinangan.
Terima kasih tuhan karena telah melunakkan hati kedua anakku,,,
Terima kasih telah membukakan pintu maaf dari kedua anakku untukku,,,
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku menyaksikan sendiri dan menjadi wali dari pernikahan putraku. Namun saat Rayya yang menikah aku meminta salah satu wali dari keluarga Ray yang menikahkannya. Aku cukup menjadi saksi.
Aku juga bersyukur Tuhan memberiku umur panjang sehingga aku bisa merasakan bahagianya menimang cucu.
Aku mencintaimu Bidadariku,,,
Ku usap pusara Chaira. Hari itu kami semua menyempatkan diri untuk mengunjungi makam Chaira dan Ray. Aku sudah membayar mahal agar bisa memakamkan mereka semua di satu lahan.
__ADS_1
Aku bahkan menyisakan satu lahan lagi tepat di samping pusara Chaira.
"Kelak jika ayah meninggal,, Ayah ingin kalian makamkan ayah disini." ucapku pada Levi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Levi menitikkan airmatanya.
"Terima kasih ayah,, atas cinta ayah untuk bunda. Semoga kalian semua berkumpul di Jannah NYA"
Disini terbaring Ayah kami tersayang,,,,
DARREN NARENDRA
Levi memeluk Rayya sembari memandang ketiga nisan yang berjejer itu.
"Kami bangga memiliki orang tua seperti kalian"
TAMAT
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
*PENGUMUMAN*
Jangan lupa nantikan dan baca juga novel baru karya Author yaaaaa,,,,
"AKU ISTRIMU,,, BEGITUPUN DIA"
Dan ada juga novel yang berjudul PRIA PRIAKU,,,,
Yang sebelumnya sudah terlebih dulu author tulis.
Tapi author harus banyak merevisi dulu beberapa bagiannya yaaa,,,
Maklum waktu itu author masih belum jago nulis 😁😁😁😁
Sekali lagi author ucapkan terima kasih banyak untuk semua pembacaku tersayang atas semua komen, like dan juga vote nya untuk karya BIDADARI YANG KU SAKITI ini.
Jika ada bagian bagian yang kurang berkenan di hati pembaca author secara pribadi meminta maaf yang sebesar besarnya 🙏🙏🙏
Akhir kata,,,
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen yaaaaa 😁😁😁😁
Terima kasih 😍