BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S ( LEVI & RAYYA ) Part1


__ADS_3

Selamat membaca 🌺


Sepeninggal Chaira dan Ray,,,


Darren memandangi foto bidadarinya itu,,, buliran airmatanya kembali berjatuhan.


"Semoga kamu bahagia disana bidadariku,,, Aku yakin Ray telah menuntunmu ke jalan surgaNYA. Tunggu aku di sana sayang." lirih Darren sembari mencium foto itu.


Didekapnya foto itu.


"Abiii,,, abiii,,, huaaaa,,,"


Suara tangisan Rayya kecil memecah kesunyian malam. Darren segera bergegas ke kamar putri kecilnya itu. Dilihatnya Rayya sudah duduk di ranjangnya dengan berurai airmata.


"Ehh anak ayah kok bangun?? Ada apa sayang??" tanya Darren sembari meraih tubuh Rayya kecil.


"Ayya mau ikut abi ayah,, tadi Ayya lihat abi di cini,,," isaknya.


Darren tersenyum kecut. Rayya kecil pasti sangat merindukan abinya yang telah pergi meninggalkannya itu hingga terbawa mimpi.


Darren sedikit bingung bagaimana cara menjelaskan pada si kecil bahwa abinya tak benar benar berada di sini.


"Ayah caliin abi,,, abi pasti macih ada di lual,,, Ayya mau digendong abi,,, " rengek Rayya kecil dengan bicaranya yang masih belum sepenuhnya bisa mengeja huruf.


"Iya nanti ayah carikan abi ya,,, tapi sekarang Rayya bobo lagi ya nak,,, atau rayya mau ayah gendong seperti abi yang gendong Rayya??" Darren menawarkan diri.


"Ayya maunya abi yang gendong,,, bukan ayah,,, abiiii,,, abiiiiii,,," Rayya kecil terus menangis memanggil manggil abinya.


Hal itu membuat Darren sangat bersedih. Tak terasa airmatanya pun ikut mengalir.


"Ya Rabb,,, berikan kekuatan pada hamba dan anak anak hamba menghadapi cobaanMU ini ya Rabb,,, bantu hamba menemukan cara untuk menjelaskan pada mereka bahwa Engkau jauh lebih menyayangi abi dan bundanya,,," Darren berdoa dalam hati.


Tak dilepaskannya Rayya yang masih menangis terisak meminta abinya di dekapannya. Darren hanya ingin memberikan ketenangan pada si kecil. Rayya kecil masih terlalu kecil untuk mengerti semua ini.


Darren menghela napas lega ketika makin lama suara isakan tangis Rayya makin melemah. Rupanya Rayya telah kembali tertidur karena lelah menangis.


"Alhamdulillah,,, terima kasih ya Rabb untuk bantuanMU malam ini. Setidaknya malam ini Rayya masih bisa melanjutkan tidurnya." gumam Darren.


Darren keluar dari kamar Rayya dan menuju ke kamar Levi. Levi tampak pulas di balik selimut tebalnya dan tak terganggu dengan tangisan Rayya meski kamarnya bersebelahan.

__ADS_1


Darren mengecup kening putranya itu.


"Maafkan ayah ya nak,,, semasa hidup bunda hingga kini bunda telah meninggalkan kita semua,,, ayah tidak juga bisa menyatukan kembali keluarga kita. Semoga kelak kalian berdua memaafkan ayah" lirih Darren.


Puas memandangi wajah tampan putranya yang sangat mengingatkannya pada masa kecilnya dulu,,, Darren pun kembali ke kamar Rayya untuk menemaninya tidur malam itu.


Darren tak ingin si kecil kembali terjaga dan menangis karena tak menemukan siapa pun. Dipeluknya tubuh Rayya kecil dan menyusulnya tidur.


πŸŒΊπŸ’ž


"Terima kasih Dare,,, aku yakin kamu bisa menjadi ayah terbaik bagi mereka." ucap Chaira.


Guratan di sekitar matanya membuat Darren yang melihatnya yakin bahwa Chaira tengah tersenyum setelah mengucapkan kalimat itu padanya meski wajahnya tertutup cadar.


"Aku juga titip Rayya padamu Dare,,, aku ingin kau mendidiknya dengan ilmu agama. Menjadikannya wanita soleha seperti bundanya ini." ucap Ray sembari merangkul bahu Chaira.


"Sayangi Rayya seperti kamu menyayangi Levi Dare,,, Meski mereka berdua berbeda ayah,,, namun keduanya terlahir dari rahimku. Pastikan keduanya saling menyayangi sebagai saudara. Jika kamu memang mencintaiku,,, maka tunjukkan cinta itu pada mereka." ucap Chaira lagi.


"Tanpa kalian minta,,, aku dengan segala kerendahan hati dan kesadaranku,,, berjanji pada kalian bahwa aku tak akan pernah membedakan cinta kasihku untuk keduanya." sahut Darren.


"Terima kasih Dare." ucap Chaira dan Ray hampir bersamaan.


Keduanya tampak bahagia. Baju dan gaun serba putih yang mereka kenakan tampak sangat bersih tanpa sedikit pun noda.


Darren hanya memandang Chaira yang masih tampak tersenyum di balik cadarnya.


"Ijinkan aku pergi Dare,,, terima kasih sekali lagi atas cintamu padaku,,, atas keputusanmu melepasku agar aku bisa mengikuti imamku. Terima kasih juga atas perubahan yang sudah kau lakukan atas dirimu. Sungguh perubahanmu itu membuatku tenang menitipkan Levi dan Rayya padamu." ucap Chaira kemudian.


Darren menangis mendengarnya. Dirinya kembali teringat akan semua perbuatannya yang pasti menyakiti bidadarinya itu.


Dan kini,,, perubahan atas dirinya membuat Chaira bahagia dan berterima kasih padanya meski dirinya tak bisa kembali padanya.


"Inshaallah aku sudah ikhlas sayang,,, Pergilah,,, temukanlah damaimu di JannahNYA." sahut Darren sembari menghapus airmatanya.


"Jika kami memintamu menjaga Levi dan Rayya,,, maka dengan ijinmu juga kami membawa Putri berkumpul bersama kami." kata Ray.


Tampak Ray telah menggendong Putri,,, anak Darren bersama mendiang Febby. Putri kecil itu juga berpakaian serba putih dan wajahnya berseri seri.


Darren pun kembali meneteskan airmatanya mengingat anak itu belum banyak mendapat curahan kasih sayang darinya.

__ADS_1


Darren ingat betapa dirinya telah menyianyiakan ibunya saat tengah mengandung Putri,,, Meski ibunya pernah begitu jahat pada Chaira dan kepadanya hingga membuat dirinya berpisah dengan Chaira,,,


Tetap saja Putri tak berhak dijadikan Darren sebagai pelampiasan kemarahannya pada mendiang Febby.


"Terima kasih Ray,,, terima kasih Chai,,, telah dengan tangan dan hati terbuka menerima dan mencintai putriku." ucap Darren.


Bidadari surga itu pun melambaikan tangannya kepada Darren. Begitu pula dengan Ray dan Putri. Ketiganya melambaikan tangan dengan wajah penuh senyum kebahagiaan yang makin lama makin tidak bisa Darren lihat seiiring dengan semakin mengaburnya bayangan mereka.


"Chairaaaaa,,,,!!!!!"


Darren pun terbangun dari mimpinya.


"Astaghfirullah,, rupanya aku bermimpi." gumam Darren berusaha duduk sambil mengusap wajahnya.


Dilihatnya Rayya yang masih tertidur pulas. Dilihatnya jam dinding yang ada di kamar itu.


"Sudah sepertiga malam rupanya. Mungkin Rabb ku rindu padaku hingga membangunkanku dengan caraNYA yang indah." gumam Darren lagi.


Dikecupnya kening Rayya sebelum beranjak mengambil wudhu. Darren pun mengerjakan sholat tahajjud di kamar Rayya karena masih tak tega meninggalkan si kecil sendirian.


"Terima kasih ya Rabb karena masih memberikan hamba kesempatan melihat bidadari hamba meski hanya dalam mimpi." ucap Darren setelah menyelesaikan dua rakaat malamnya.


Dirinya berjanji pada Rabb nya dan pada dirinya sendiri bahwa dia akan menjaga baik baik titipanNYA dan titipan bunda Chaira dan abi Ray.


"Levi dan Rayya akan saling menyayangi seperti saudara kandung,,, keduanya akan saling menjaga,,, saling mencintai,,, dan saling menguatkan. Itu janjiku pada kalian,,," kata Darren yang masih duduk di atas sajadahnya.


Darren memutuskan untuk tetap terjaga sembari menantikan adzan subuh. Untaian kalimat wirid mengiringi gerakan jemarinya yang terus memainkan tasbihnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Halo readersku sayang,,,


Author berencana membuat lanjutan novel ini dengan mengulas kehidupan Darren yang menjadi single daddy setelah meninggalnya Ray dan Chaira.


Author juga akan mengulas cerita Levi dan Rayya yang akhirnya terjebak cinta terlarang sebelum mereka benar benar menemukan cinta sejatinya.


Setuju gak kalau author lanjutkan cerita ini disini???


Kasih kritik dan saran kalian semua yaa,,,

__ADS_1


B.Y.K.S ( LEVI & RAYYA )


🌺🌺🌺


__ADS_2