
Kami semua ikut ke rumah sakit.
Aku tak tau harus bersikap seperti apa. Harus senangkah atau sedihkah? Senang karena Febby celaka atau sedih karena bagaimana pun juga dia memang istriku.
Bayanganku melayang saat pertama aku menyentuhnya. Tubuhnya yang indah itu mampu meluluhkan benteng pertahananku. Aku yang saat itu telah lama pisah ranjang dengan Chaira tergoda juga dengan tubuhnya.
Aku tak sering memberinya nafkah batin. Muncul sesikit rasa bersalah di sudut hatiku. Mungkin itulah alasan yang tepat untukku bersedih atas kejadian yang menimpa dirinya saat ini.
Angga segera menghampiri dokter yang baru keluar dari ruangan tempat Febby ditindaklanjuti.
Aku diam saja bahkan tak beringsut sedikit pun walau Dion sudah berusaha menyuruhku untuk maju. Dion hanya menggelengkan kepalanya melihat sikapku itu.
"Beruntung pasien segera dibawa kemari. Pasien cukup banyak kehilangan darah akibat luka sayatan di nadinya. Saat ini pasien sudah melewati masa kritisnya dan bayinya juga selamat. Pasien sudah boleh dijenguk tapi saya sarankan untuk menjaga emosinya mengingat kondisinya yang sedang hamil." pesan dokter
"Terima kasih dok" ucap Angga.
Dia segera beranjak masuk ke kamar Febby. Aku yang melihat hal itu tiba tiba saja merasa muak dan jijik dengan kelakuan Angga.
"Kenapa dia sebegitu perhatiannya pada Febby? Jelas jelas ada aku suaminya disini" sungutku dalam hati
Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam dengan malasnya. Aku mendengar suara Febby.
"Rupanya dia sudah sadar" batinku
"Sayang,,,, " suara Febby terdengar lemah memanggilku
"Kamu sudah pulang,,, Mike,,, " airmata Febby mulai menetes
Aku bisa merasakan kesedihannya kehilangan Mike namun aku masih belum bisa bersimpati dengan keadaannya.
"Aku tau" jawabku singkat
Febby menatap Angga yang mengangguk padanya. Melihat mereka berpandangan aku semakin muak. Ingin rasanya ku ludahi mereka berdua tapi aku menahan diri.
Aku tak mau Febby mengira aku cemburu melihat kedekatan mereka. Aku hanya sakit hati karena kedekatan mereka mengingatkanku pada kebodohanku yang gampang ditipu dan mereka permainkan.
"Dare,,, maafkan aku" lirih Febby dengan sangat lemah
"Sudah diamlah,,, kau harus cepat pulih" ketusku dingin
Mata Febby berbinar mendengar ucapanku itu. Angga dan orang tuanya pun begitu. Hanya Dion yang tetap berwajah datar.
"Terima kasih sayang, ternyata kamu masih perhatian padaku" kata Febby semangat
"Jangan salah sangka!!! Aku ingin kau cepat pulih agar kau bisa cepat pertanggung jawabkan semua perbuatanmu!!!" aku tak bisa menahan lagi emosiku
"Darren!!! Jangan keterlaluan begitu. Dia istrimu dan sedang mengandung" Angga berusaha mengingatkanku.
Ucapan Angga itu membuat aku makin naik pitam. Aku melangkah mendekatinya dengan tangan sudah mengepal keras.
__ADS_1
Dion yang melihatnya langsung berusaha menengahi dan menghalangiku.
"Istri kau bilang hahhh??? Mengandung??? Aku bahkan tak tau disini siapa sebenarnya suaminya???? Dan anak yang dikandungnya itu,,, aku pun tak yakin itu anak siapa!!!! Bisa jadi anakmu lagi kan???? Atau pria lain lagi???" aku dengan lantang menyuarakan emosiku
"Darren!!!! ini anakmu!!!" seru Febby
Aku mencibir mendengar ucapannya itu.
"Anakku?? yang kau rekayasa hasil tes DNA nya lagi??? Hasil kerjasama lagi dengan kekasih gelapmu itu untuk mengelabuiku?? " aku terus mencercanya
"Tidak lagi Feb,,, aku tidak akan mau masuk perangkapmu lagi. Lagipula aku tak akan membiarkanmu kali ini membunuh orang terdekatku hanya demi mendapatkanku seperti kau membunuh mama!!!!!! Bang**t kamu!!!!" aku hampir tak bisa mengontrol emosiku
Febby terkejut mendengar semua pernyataanku itu. Dia tak menyangka aku bisa mengetahui semua belangnya. Bahkan Angga yang mendengar perihal kematian mama pun terkejut.
"Jangan bilang kamu tidak tau menahu masalah itu!!!" tudingku ke Angga
"Dare,, gue gak tau masalah itu. sumpah Dare,,, " kata Angga berusaha meyakinkan.
"Pulang Angga!!! Mama gak mau kamu mengurus wanita pembunuh ini lagi. Bukan tidak mungkin besok mama atau papa yang akan dibunuhnya" Mama Angga bersuara
"Tapi ma,, " sanggah Angga
"Pulang!!! ini perintah mama" kata mamanya tegas
Angga tak bisa lagi mengelak jika mamanya sudah bilang seperti itu. Febby mulai panik karena selama ini Anggalah yang paling melindunginya.
Dia tambah panik membayangkan siapa yang akan mengurusnya jika semua meninggalkannya. Semua beranjak keluar. Bahkan Dion juga.
"Dare,,, Jangan tinggalkan aku!!! Aku ini istrimu Dare,, dan aku hamil. Kamu tak bisa seenaknya kepadaku" Febby mengingatkan
"Aku memang tak akan menceraikanmu" ucapku
"Benarkah Dare???" Febby berharap
"Yaaa setidaknya sampai kau melahirkan. Dan anak itu,,,, Aku tak akan pernah mengakuinya!!! Aku tak akan tertipu lagi!!! Camkan itu!!! " ujarku dan langsung pergi
"Darreeeeeeennnnn,,,, ini anakmu!!!!!!" Febby berteriak teriak
Suster yang mendengarnya datang dan segera menyuntikkan penenang yang sesuai dosis untuk ibu hamil. Febby tertidur setelah beberapa menit.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Dengar ya Angga,,, jangan buat mama terpaksa mencarikanmu jodoh lagi. Mama akan menerima siapa pun pilihanmu kali ini kecuali wanita sinting itu" Mama Angga mengingatkan lagi
"Ma,,, Angga mencintainya." lirih Angga
"Lalu kamu mau mengorbankan kami juga seperti mamanya Darren?" tanya Papa ikut bicara
"Tapi pa,,, Febby pasti bisa berubah" Angga berusaha meyakinkan orang tuanya
__ADS_1
"Begini saja,,, jika kau tetap memilih dia untuk menjadi istrimu,,, Mama ingin kamu tanyakan padanya apa dia sanggup hidup bersamamu tanpa harta warisan kami??? Jika dia bersedia maka mama akan dengan sukarela melepas anak yang tidak mau mendengar perkataan mama!!!!" ucap mama sembari mulai menangis
Angga mulai bingung dengan syarat mama. Dia tau Febby pasti tak akan mau diajak hidup susah namun dia tak bisa menghapus rasa cintanya.
Mama naik ke kamarnya sambil terus menangis. Papa menggelengkan kepala melihat Angga yang masih saja terlihat memikirkan Febby.
"Ingat Angga,,, Febby itu masih istri sahabatmu. Kenapa kamu tidak berpikir untuk mengalah dan memperbaiki persahabatan kalian? Masih banyak wanita lain diluar sana yang bisa kamu pertimbangkan. Coba pikirkan perkataan papa ini" Kata papa sambil menepuk bahu Angga lalu menyusul mama
Angga diam. Otaknya mampu mencerna perkataan papanya.
"Papa benar. Aku harus berusaha melupakan Febby. Mungkin aku memang benar tidak mencintainya. Aku hanya terbelenggu rasa bersalahku telah menyia nyiakan Mike. Aku mencintai Mike bukan ibunya." Angga mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
"Lebih baik aku pertahankan persahabatan kami" pikirnya lagi dengan mantapnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Chai,, aku akan kembali ke Jakarta. Aku ingin segera mengurua dan memastikan bahwa anak buahku telah mengatur segala sesuatunya disana" Ray berpamitan pagi ini pada Chaira
"Iya Ray,, berhati hatilah. Dan sekali lagi ku ucapkan terima kasih banyak" Kata Chaira
"Jaga Levi untukku. Aku akan segera kembali menjenguk kalian jika semua urusanku telah selesai disana. Jangan sungkan meminta asisten untuk membantumu" ucap Ray
"Dan jangan lupa sisakan uangmu,, jangan kau habiskan untuk bolak balik menjenguk kami" tukas Chaira
Ray menatap matanya dengan pandangan serius.
"Aku rela kehilangan apa pun demi kalian Chai,,, kau tau itu" ucap Ray
Chaira salah tingkah dipandang seperti itu. Matanya bergerak ke kanan dan ke kiri. Bibirnya tak mampu bicara.
"Aku tak menuntutmu untuk membalas perasaanku. Kau pun tau itu" ucap Ray lagi
"Ray,, tolong jaga sikapmu. Aku masih istri Darren" lirih Chaira
"Aku tau,,, Bahkan jika bukan Darren suamimu saat ini pun aku akan tetap mengatakan hal yang sama. Aku hanya ingin memastikan bahwa kau tau tak hanya Darren pria yang mencintaimu di dunia ini dan kau tak perlu membalasnya.Itu saja Chai,,, " lanjutnya memperjelas
"Baiklah aku pamit. Assalamualaikum" ucap Ray
"Walaikumsalam Ray" balas Chaira
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Kerja bagus" Ray puas melihat pekerjaan asistennya mengubah butik Chaira.
Namanya sudah diubah dan barang yang dijual pun sudah lebih dominan barang dengan merek lain.
"Pastikan semua pegawai tau siapa pemilik baru butik ini. Buka lagi Chaira Fajira tapi kamu" ucap Ray sambil menunjuk diri asistennya
"Baik pak" sahut asistennya sopan
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen yaaaaa
Terima kasih 😍