BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
Ayah bayi


__ADS_3

"kauuuu!!! mau apalagi sihhhh!!! " bu Wati berusaha menyeret Toni keluar ruangan


"Tunggu,, biarkan saja pria itu disini!!! " titahku


"aku ingin tau siapa dia dan apa alasannya meminta untuk mengadzani putraku" lanjutku


"dia bukan siapa siapa nak,,, dia hanya tetangga ibu saja" Bu Wati berusaha menutupi


"Aku tak ingin kamu yang menjelaskan semuanya bu!!!" ucapku


Aku menghampiri pria itu dan menatapnya tajam.


"katakan siapa namamu dan kenapa kau menghentikanku tadi" tanyaku menyelidik


Toni tak segera menjawab dan memilih menatap Rosa yang menatapnya juga dengan perasaan cinta yang tertahan. Dia bisa melihat masih ada sinar cinta dimata wanita itu untuknya. Toni menatap bu Wati yang memandangnya dengan tatapan mengintimidasi. Toni segera membuang pandangannya dan menghela napas.


"Bolehkan aku menggendong putraku?" pria itu memintaku menyerahkan putraku padanya


"apa?? putramu??" aku sedikit terkejut


"iya tuan Darren,, namaku Toni. bayi yang tuan gendong adalah putraku,, buah cinta kami,, aku dan Rosa. Jadi ku mohon serahkan bayi itu padaku. Aku akan dengan senang hati merawatnya walau mungkin Rosa sudah tak mau lagi menerimaku karena telah menikah denganmu yang lebih segala galanya dariku" lirih Toni


Chaira mendekatiku dan mengambil alih bayi itu agar lebih aman. Dia jauh lebih bisa menguasai diri daripada aku yang sekali lagi bingung dengan semua ini.


"mari kita duduk dulu dan berbicara." Chaira mempersilahkan Toni


"Bu,, mama,, papa dan umi,,, tanpa mengurangi rasa hormat Chai pada kalian semua,, bolehkah Chai meminta izin untuk membicarakan masalah ini berempat saja?" Chaira penuh sopan meminta izin

__ADS_1


"Tidakkk!!! aku disini saja" ketus bu Wati


"Bu,, Chai mohon berikan kami ruang untuk menyelesaikan masalah ini" sekali lagi Chaira dengan sangat sopan bicara


"Sudah ibu bilang,, ibu,,,, "


"Cukup bu cukupppp!!! Rosa mohon kali ini biarkan Rosa yang menyelesaikan masalah ini" Rosa memotong ucapan ibunya


Bu Wati beringsut pergi dengan kesal.


"Baiklah,,, sekarang hanya ada kita berempat. Mari kita selesaikan masalah ini,, berbicara dari hati ke hati" Ajak Chaira setelah kami semua duduk di dekat ranjang Rosa yang masih belum bisa duduk.


"Rosa,,, kakak mohon kamu jujur. Siapa pria ini?" Chaira mulai bertanya sambil sesekali menimang nimang bayi itu


Rosa menitikkan airmatanya dan memberi isyarat agar Toni mendekat. Toni segera duduk di tepi ranjangnya. Rosa langsung menggenggam tangannya dan berkali kali menciumnya. Aku dan Chaira saling berpandangan melihat itu. Sejenak kemudian Rosa menghapus airmatanya.


"Dia kekasih Rosa kak,, sudah hampir 5 tahun Rosa menjalin kasih dengannya sejak Rosa masih sekolah. Kami pernah begitu lalai hingga kami melakukan hal itu." Kenangnya


"lalu sekarang bagaimana??? aku harus bagaimana??" aku mulai mengingatkan mereka padaku yang bingung ini


"aku tidak akan meminta pertanggungjawaban apa pun darimu mas,, bagaimana pun juga kamu tidak sadar melakukannya. Walaupun kamu sadar tapi kamu dalam kondisi tidak mengingat semuanya. Jadi aku menganggap tidak pernah terjadi apa apa diantara kita. Kamu bisa kembali menjadi milik kak Chai sepenuhnya. Dan aku akan menikah dan merawat bayi kami berdua" tukas Rosa sembari menggenggam erat tangan Toni yang tersenyum


"iya tuan,,, saya tidak akan pernah mempermasalahkan apa yang telah terjadi diantara kalian" tukas Toni meyakinkan


Aku lega dengan pernyataan mereka tapi tetap saja aku bukan pria yang tidak punya perasaan dan bisa melenggang bebas begitu saja.


"Terima kasih atas semua kebijakan yang telah kalian berikan padaku. Dan sekarang aku mohon kalian tak menolak kebijakanku" ucapku

__ADS_1


Chaira memandangku heran dan penasaran kebijakan apa yang akan kutawarkan.


"Sebagai permohonan maaf dan bentuk tanggung jawabku karena bagaimana pun juga aku pernah menyentuhmu Rosa, untuk itu aku minta maaf padamu juga Toni,,, sungguh aku tak menyadari semuanya saat itu,,, aku akan menanggung seluruh keperluan bayi ini hingga dia dewasa kelak. Biarkan aku dan Chaira akan menganggap bayi ini sebagai anak kami juga."pungkasku


Toni dan Rosa berpandangan. Saling mencari persetujuan di mata mereka.


"terima kasih atas kebaikanmu tuan,,, tapi sungguh kami merasa itu sangat berlebihan" ucap Toni


"Benar mas, mengingat apa yang pernah ku lakukan pada kak Chaira,, aku merasa tak pantas menerimanya. Aku sudah banyak menyakitimu kak" Rosa mulai meneteskan airmata mengingat begitu jahatnya dirinya pada Chaira


Chaira menyerahkan bayi itu pada Toni.


"ini putramu. kamu berhak atas bayi ini" ujarnya lantas menghampiri Rosa yang masih menangis.


Diusapnya perlahan airmata adik tirinya itu.


"Maafkan aku kak jika kamu bisa" ucapnya lirih


"Rosa sayang,, jangan meminta maaf padaku. Aku sudah memaafkanmu dari dulu jauh sebelum kamu memintanya. Mohon ampunlah pada tuhan dan berjanji padaNYA bahwa kamu tak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi" Chaira begitu lembut menasehati Rosa


Aku yang mendengarkan itu pun merasa bangga memiliki istri sedemikian baiknya. Aku lega ketika masalah ini berujung damai. Rosa dan Toni akhirnya menyetujui keputusanku untuk menanggung seluruh keperluan bayi itu. Ketika suasana sudah cair kami memanggil para orang tua kami untuk masuk dan mendengarkan semua kesepakatan kami. Kami meminta agar mereka tak lagi ikut campur dalam masalah ini. Terutama bu Wati yang awalnya menolak namun mendengar bahwa aku akan menanggung hidup bayi itu,,, matanya langsung berbinar dan cukup puas dengan itu.


"maafkan ibu ya Chai,," ucap bu Wati


Chaira memeluk dan mencium tangan ibu tirinya itu dengan penuh rasa hormat.


"Chaira sayang sama ibu"

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaaaa


Terima kasih 😍


__ADS_2