BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S ( LEVI & RAYYA ) Part 10


__ADS_3

Selamat membaca ya πŸ€“


Maaf banyak typo πŸ˜πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌺🌺


Sejak saat itu Ratna terus berdoa agar tuhan mempertemukannya dengan Darren. Dia ingin membalas semua sakit hatinya. Untuk itu Ratna mengubah sikapnya dari culun menjadi lebih berani lagi.


Hingga akhirnya doanya terkabul,,,,


Tuhan begitu baik mempertemukan dirinya dengan Darten yang sangat membutuhkannya dan belum habis juga kebaikan Tuhan,,,


Tuhan pun membawa kembali Dion dalam hidupnya,,, Dion dan istrinya yang harus tau siapa dirinya. Karena bagaimana pun,,, Ratna adalah istri pertama Dion yang secara lisan maupun tertulis tidak pernah diceraikan oleh Dion.


Selama bertahun tahun ini juga Ratna tak pernah menikah lagi,,,


Dendamnya itu membuat Ratna ingin memiliki Darren dan Dion secara bersamaan hingga membuat mereka akhirnya saling bermusuhan.


🌺🌺


Pagi itu Ratna telah berada kembali di rumah Darren.


"Dare,,, boleh minta waktu sebentar?? Aku ingin bicara padamu,,," kata Ratna saat Darren turun dari tangga dengan pakaian sudah rapi.


"Ada apa Na,,," tanya Darren yang memegang jas dan tas kerjanya.


"Apa aku boleh tinggal di rumahmu ini?? Pemilik kontrakanku telah mengusirku karena aku sudah lama menunggak bayar Dare,,, awalnya aku ingin meminjam dulu padamu tapi sudah terlanjur diusir." kata Ratna berbohong.


Darren merasa iba pada nasib sahabatnya.


"Lagipula kalau aku tinggal disini aku akan lebih bisa dengan leluasa dan lebih lama menjaga anak anak kan??" tanya Ratna yang langsung maju dan membenarkan dasi Darren yang terlihat agak miring.


Posisinya yang sangat dekat membuat Darren merasa kikuk namun tidak bisa berkutik karena kedua tangannya membawa barang.


"Tenang saja,,, aku akan segera pindah jika sudah dapat kontrakan lagi,,," ucap Ratna lagi sembari memegang bahu Darren dan merapikan kemejanya juga.


Darren beristighfar dalam hatinya dan minta agar Rabb nya menguatkan hati dan imannya agar tak tergoda dengan apapun yang dilakukan Ratna.


"Eh iya Na,,, kamu boleh tinggal di sini sementara. Maaf,,, sementara saja ya karena aku tidak enak dengan tetangga jika kamu berlama lama tinggal di sini bersamaku." kata Darren.

__ADS_1


"Aku mengerti Dare,,, kamu mau menerimaku sementata saja aku sudah sangat berterima kasih." ucap Ratna manis.


Darren yang masih kikuk karena Ratna masih menghalangi jalannya berusaha keras melepaskan dirinya dari godaan wanita itu dengans segera berpamitan ke kantor.


"Aku harus ke kantor sekarang Na,,, aku akan menelpon nanti siang." ucap Darren cepat.


Ratna mengangguk dan menyingkir. Darren melangkah dengan cepat seiring detak jantungnya yang makin cepat. Ratna hanya memandangi dirinya yang terlihat sangat tegang dan kikuk tadi.


"Aku ingin tau seberapa tahan kamu dengan status songle daddy mu itu Dare,,, aku yakin kamu telah lama tidak mendapat sentuhan wanita bukan?? Dan aku bisa memberikannya untukmu,,," kata Ratna yang masih terua memandangi mobil Darren dari balik tirai.


Darren lega bisa lepas dari Ratna.


"Meski kamu pernah menjadi cintaku Na,,, tapi itu dulu jauh sebelum aku mengenal bidadariku. Dan kini aku tau tak ada lagi wanita sebaik bidadariku yang layak untuk menggantikannya baik sebagai ibu dari anak anakku maupun sebagai pemilik hatiku,,," lirih Darren.


"Tidak Na,,, kamu tak akan pernah menggantikan Chairaku,,, Aku sudah memilih sendiri bidadari surgaku kelak,,, dan itu bukan kamu atau pun yang lainnya lagi." batin Darren.


Darren melaju dengan kencang dan berhenti tepat di depan kantornya. Satpamnya langsung menyambut dan membantunya memarkirkan mobilnya.


Beberapa karyawan wanita yang baru dan tak tau tentang Chaira mulai melancarkan sapaan menggodanya pada single daddy itu. Darren pun hanya membalas dengan anggukan dan senyum saja.


Seberapa manis godaan mereka pun bagi Darren tidak ada yang mengalahkan Chaira yang tidak perlu mengumbar auratnya dan hanya dengan mata teduhnya saja mampu memikat hatinya.


Berbeda dengan karyawan baru,,,


Darren hari ini akan sangat sibuk dengan semua pekerjaannya karena Dion sudah cuti.


🌺🌺


"Sayang,,, ayo dong bangun. Aku sudah siapkan semuanya lho,,, nanti kita ketinggalan pesawat loh,,," kata Hana menarik narik tangan Dion agar bangun.


Dion hanya mengerjap ngerjapkan matanya karena rasa kantuk yang masih begitu berat. Semalaman dia tidak bisa tidur mengingat semua kenangan manisnya bersama Ratna.


"Mau kemana memangnya kita??" tanya Dion.


"Sayang!!! Kita kan mau bulan madu,,, kamu lupa???" tanya Hana merajuk.


"Hah,,, bulan madu?? Oh ya,,, maaf sayang aku lupa saking ngantuknya,,, Baiklah aku segera bangun dan mandi ya,," ucap Dion yang tidak mau membuat Hana makin merajuk.


Sebenarnya bukan karena kantuknya tapi memang sehak pertemuannya dengan Ratna kemarin,, Dion kehilangan fokusnya.


Sembari mandi Dion berusaha mengingat ingat kemana memangnya tujuan bulan madu mereka,,, tapi Dion tak berhasil mengingatnya karena saat Hana mengatakannya di rumah Darren semalam,, Dion benar benar hanya sekedar mengiyakan saja.

__ADS_1


"Sepertinya Paris,,," gumamnya setelah mandi.


Dion pun keluar dan mengenakan bajunya yang sudah disiapkan Hana di atas ranjang seperti biasanya. Hana sudah tak ada di kamar itu. Mungkin sedang menyiapkan sarapan mereka di dapur.


Dion pun kemudian menyusul turun dengan membawa turun koper koper mereka. Di rumah Dion tidak ada asisten rumah tangga karena Hana tidak mau dicarikan asisten.


Diletakkannya koper itu di ruang tamu dekat pintu utaman dan segera menuju ke dapur mencari Hana. Dipeluknya Hana yang tengah mengoleskan selai di roti.


"Ayo kita ke Paris dan segera proses bayi kita sayang,,," kata Dion setengah berbisik.


Hana menghentikan tangannya dan meletakkan roti itu du piring. Hana kemudian berbalik badan menghadap ke Dion dengan tatapan tajam.


Dion heran kenapa Hana menatapnya seperti itu.


"Ada apa sebenarnya denganmu?? Sejak semalam kamu berubah,,, Kamu seperti orang linglung yang tidak bisa mengingat apa pun,,, Semalam di rumah Darren kamu tidak menjawab meski Darren sudah bertanya berkali kali,,," Kata Hana.


"Memangnya tanya apa dia sayang??" tanya Dion yang memang tidak fokus semalam.


"Dion!! Fokus,,,!!" ketus Hana.


Dion yang tak biasa dipanggil namanya langsung oleh Hana semenjak menikah jadi sadar betul bahwa Hana memang sangat marah padanya saat ini.


"Tadi kamu lupa bahwa hari ini adalah bulan madu kita,,, terus kamu juga lupa kemana tujuan kita padahal kamy pun sudah mengiyakan,,, lalu sekarang kamu juga lupa bahwa Darren menanyakan kemana tujuan kita semalam. Ada apa denganmu???" tanya Hana.


Dion menelan ludahnya.


"Maaf sayang,,, sepertinya aku kurang sehat." jawab Dion sekenanya.


Hana berubah wajahnya mendengarnya. Suaranya bahkan melembut.


"Kamu sakit sayang??" tanyanya sembari menempelkan punggung tanganya di kening Dion.


"Sayang aku bukan anak kecil,,," ucap Dion.


Hana pun terkekeh dibuatnya.


"Apa kamu ingin kita batalkan saja bulan madu kita ini dulu??" tanya Hana.


\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 🌺


__ADS_2