
Meski Ray tau bahwa aku masih menyimpan sejuta cinta untuk Chaira dia tak lantas membatasi ruang gerakku. Aku masih tetap diperbolehkan mengunjungi rumahnya selama untuk keperluan anak anak saja.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat,,,
Melihat tumbuh kembang anak anakku membuat aku makin bersemangat mencari nafkah untuk kebutuhan mereka yang tentunya makin banyak.
Aku tau Ray tak kekurangan namun aku juga tidak mau jika semua kebutuhan anak anakku juga ditanggungnya. Aku sudah sangat berterima kasih atas cintanya pada anak anakku.
Kami bahkan kembali bekerjasama. Perubahan sifatku yang signifikan membuat dia yakin kali ini aku tak akan mengecewakannya seperti dulu.
Tak hanya dengan perusahaanku saja,,, Ray juga membuka tangannya untuk bergabung dengan perusahaan Dion. Angga tidak perlu ku bahas disini karena dia sudah bahagia dengan istri Jepangnya itu.
Dia tak pernah pulang ke Indonesia sejak terakhir kali memutuskan memboyong orang tuanya ikut serta tinggal di Jepang.
Single daddy,,, Single life,,, Single happy,,,
Kehidupan seperti itulah yang ku jalani selama beberapa tahun ini. Bergantian dengan Chaira mengantar jemput Levi dan Putri yang sudah mulai bersekolah adalah merupakan bagian hidupku juga.
Kami jadi lebih sering berkomunikasi sejak anak anak mulai sekolah. Ray mengijinkan Chaira untuk menerima atau menelponku asalkan itu urusan antar jemput anak anak.
Seperti ini saja sudah cukup membuatku bahagia. Aku tetap bahagia hidup dengan cintaku untuknya.
Ray memutuskan untuk tidak menambah anak karena terakhir kali saat Rayya berusia setahun Chaira hamil lagi namun dia mengalami keguguran.
Dokter menyarankannya untuk mengambil tindakan steril saja mengingat usianya yang juga sudah tidak muda. Ray menyetujuinya demi kebaikan Chaira juga.
Lagipula memiliki tiga anak bagi Ray juga sudah cukup. Dia tidak ingin Chaira terlalu capek apalagi sekarang juga ditambah dengan kondisi mama yang mulai sakit sakitan.
Ray memutuskan menyewa satu asisten rumah tangga yang bisa membantu Chaira mengurus anak anak. Ray sebenarnya ingin menyewa satu untuk merawat mamanya juga namun Chaira menolaknya karena dia ingin merawat mama sendiri.
\=\=\=\=\=\=\=\=
"Sayang,, maukah kau menemaniku menghadiri undangan pernikahan putra salah satu klienku?" tanya Ray
"Tentu saja sayang,, Nanti Rayya biar sama mbak saja. Levi sama Putri kan memang lagi jadwal ikut ayahnya" kata Chaira.
"Iya sayang,,, bersiaplah. Sejam lagi kita berangkat" ucap Ray.
Chaira segera menyiapkan pakaian Ray terlebih dulu baru bersiap dengan dirinya sendiri. Setelah siap mereka segera melaju menuju tempat resepsi.
Karena ini adalah pesta pengusaha yang sudah banyak memiliki perusahaan tentu saja para tamu yang diundang termasuk dari golongan pejabat dan orang orang ternama.
Ray menggandeng tangan Chaira saat memasuki tempat resepsi. Beberapa mata tampak memandang Chaira yang mengenakan cadar. Mungkin mereka berpikir dengan penampilan seperti itu dia tak seharusnya berada di sana.
Tapi Ray tetap dengan bangga melenggang bersamanya. Ray tidak peduli seperti apa rekan bisnisnya menilai istrinya karena dialah yang lebih tau apa kelebihan istrinya.
__ADS_1
"Bundaaaaaaaaa"
Chaira menoleh ke arah suara yang sudah bisa dipastikannya itu suara Levi. Dan benar saja saat dia menoleh Levi sedang berlari menuju ke arahnya.
"Loh Levi kok ada disini juga?? Sama siapa nak? Ayah mana?" Chaira heran
Levi menunjuk ke satu arah. Chaira segera menoleh.
Aku mengenakan setelan jas yang sama dengan yang dipakai oleh Levi,,, kemudian ada Putri yang mengenakan gaun imut berwarna pastel sesuai dengan tema undangan.
"Rupanya kalian juga disini,,, " sapaku pada Ray dan Chaira.
"Iya Dare,,, aku juga mendapat undangan. Tidak ku sangka kau juga hadir. Apa kau juga terlibat kerjasama dengan PT*** ini?" tanya Ray.
"Ya Ray,,, bahkan Dion juga. Dia sudah hadir disana. Apa tidak sebaiknya kita bergabung saja dengan mereka?" ajakku.
Ray menoleh Chaira yang dengan anggukannya mengatakan dirinya tak keberatan.
"Uncleeee,,, Aunty,,, itu bunda Levi juga ada disini!!!!!" seru Levi pada Dion dan Hana.
"Chaira" lirih Dion saat melihat Chaira yang berjalan mendekat.
Ada gurat kesedihan di wajahnya. Penyesalan telah pernah memberikan ide membawa Febby masuk ke dalam rumah tanggaku menjalari pikirannya. Namun saat melihat Ray dia berusaha menyembunyikan perasaannya.
"Halo Dion,,, apa kabarmu? kenalkan ini Ray,, suamiku. Kurasa kalian mungkin sudah saling mengenal sebelumnya" tukas Chaira sembari mengalungkan tangannya di lengan Ray.
Dion menatapku. Dia tau aku pasti tengah bergulat dengan akar akar kecemburuan dihatiku. Dion kembali dihinggapi rasa bersalah.
"Halo Dion,,, apa kabar? Bagaimana bisnismu? apa semua lancar?" tanya Ray akrab dan menyadarkan Dion.
"Ah yaaa,,, Bisnisku lancar lancar saja. Oh ya kenalkan ini Hana istriku,, Hana ini Ray,,, dan ini Chaira" Dion memperkenalkan Hana
"Halo Chaira,,,Halo Ray,,, " ucap Hana.
Mata Hana terlihat naik turun memperhatikan Chaira.
"Jadi ini wanita yang membuat Dare begitu terpuruk dan betah menyendiri. Aku tak tau apa istimewanya dirimu tapi aku salut padamu. Pesonamu bahkan tak pernah luntur dari benak Darren" batin Hana.
Acara resepsi terus berlangsung dengan sangat meriah. Dion tampak terus bergantian memandangku dan Chaira. Dia sedih melihat kami yang dulunya begitu harmonis sekarang bagaikan dua insan yang tidak saling mencinta.
"Sayang aku permisi ke toilet sebentar ya,,, " pamit Hana.
Di meja bundar itu tinggal ada Chaira yang tengah duduk menyuapi Putri dan Dion saja. Ray tengah sibuk menerima panggilan penting dari anak buahnya yang berada di kantor cabang. Tampaknya ada masalah yang sangat penting hingga malam begini mereka harus membahasnya.
Aku tengah mengantar Levi ke toilet. Dion dengan gurat penyesalannya memandang Chaira yang begitu telaten dan sayang menyuapi Putri.
__ADS_1
"Kamu begitu sabar dan menerima apa pun yang terjadi Chai,,, Bahkan kau sanggup merawat anak dari madumu sendiri. Aku sungguh merasa bersalah kepadamu."batin Dion.
" Ada apa Dion?" tanya Chaira yang menyadari tatapan Dion.
Dion tergagap.
"Ehm,, ehm aku,, aku,, ingin meminta maaf padamu" Dion terbata bata.
"Untuk apa?" tanya Chaira heran.
"Aku minta maaf karena aku lah kalian jadi seperti ini." Lirih Dion.
Chaira tak mengerti dengan maksudnya.
"Chaira,,, aku lah yang memberi ide pada Darren agar tidak mengakui Mike sebagai anaknya kepadamu. Aku tau saat ini kau sudah tau kebenarannya. Tapi aku sangat menyesal pernah meminta Darren melakukan ide gilaku itu. Secara tidak langsung aku lah yang menyelipkan duri dalam pernikahan kalian" suara penyesalan Dion makin terdengar.
"Sudahlah Dion,,, semua sudah berlalu. Aku memaafkanmu tak peduli kau memintanya atau tidak. Semua yang berhubungan dengan masa laluku sudah ku maafkan. Aku tak mau memelihara dendam dalam hatiku. Aku ingin menjalani kehidupanku dengan Ray tanpa beban Dion" jawab Chaira
"Aku tau,,, aku bisa lihat kebahagiaan terpancar dari matamu. Tapi aku tetap tak bisa memaafkan diriku melihat Darren yang terpuruk seperti ini" ucap Dion tanpa berpikir bahwa Chaira akan heran jika Dion mengatakan bahwa aku terpuruk.
Yang Chaira tau aku sudah bisa menerima semuanya. Bisnisku berkembang. Aku juga terlihat baik baik saja walau Chaira tau hingga detik ini aku masih single.
Namun Chaira pikir itu karena aku belum siap saja. Suatu hati aku pasti akan kembali menikah.
"Darren menutup hatinya untuk semua wanita,,, dan itu membuatku bersedih hati. Aku sudah berkali kali mencoba mengenalkannya pada beberapa temanku dan Hana namun semua ditolaknya. Betapa aku ingin membagi kebahagiaanku dengannya." lirih Dion lagi.
"Maaf Chai,,,jika aku boleh jujur,,,Jauh dalam hatiku aku masih menginginkan kalian bisa kembali lagi seperti dulu Chai,,, Apakah kau sudah tak punya sedikit pun perasaan pada Darren?" tanyanya.
Chaira diam namun hatinya terus berbicara.
"Kenapa kamu malah menutup pintu hatimu untuk wanita lain Dare,,, Setelah sekian lama aku tak mengira bahwa kau masih begitu merasa bersalah padaku. Aku memang melihat perubahan besar dalam dirimu. Tapi ku harap perubahanmu itu adalah untuk wanita lain. Kau pun berhak untuk bahagia dan aku akan sangat bahagia melihat kau pun bahagia" batin Chaira.
" Bukalah pintu hatimu untuk wanita lain,,, Carilah pendamping hidup baru,,, Ikhlaskan aku" Chaira mengetik kalimat itu di ponselnya dan mengirimkannya padaku.
Aku merogoh ponselku ketika ku rasakan ada getaran. Ku lihat pesan masuk dari Chaira. Aku segera membuka dan membacanya.
Aku memandangnya yang duduk bersama Dion.
Aarrgghhh,,,
Apa yang dikatakan Dion padanya,,,
Jangan lupa vote, like dan komen yaaaa
Terima kasih 😍
__ADS_1