
Selamat membaca 🌻
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌻🌻🌻
Dion sering melamun sejak pertemuannya dengan Hana. Dion terus berusaha memahami apa maksud perkataan Hana itu. Dion juga terus berusaha memahami kenapa hatinya tidak bisa membenci Hana setelah apa yang terjadi.
"Kenapa hati ini masih saja mencintainya?? Padahal aku tau dia sudah curang padaku. Kenapa juga aku malah terus terngiang ngiang perkataannya?? Buka mata??? Apa ada yang aku lewatkan selama ini??" batin Dion terus bertanya tanya.
"Sayaaaang,,, Aku pingin makan mangga muda. Cariin yaaa,,,Harus dapat pokoknya,,,!!!" perintah Ratna yang muncul dari balik pintu.
"Jam segini??" tanya Dion melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul setengah dua belas malam.
"Kalau anaknya pingin jam segini masak kamu mau protes???" tanya Ratna balik.
"Iya sayang baiklah,,, Begitu saja sudah ngambek sih. Aku pergi dulu ya cari mangga muda untukmu." kata Dion dan berjanji pasti akan dapat walau dia tak tau harus kemana mencarinya.
"Pokoknya harus sampai dapat!!!" teriak Ratna sesaat sebelum Dion melajukan mobilnya.
Dion hanya mengacungkan jempolnya dan berangkat memenuhi permintaan sang istri yang tengah ngidam itu. Sebenarnya Dion merasa aneh kenapa dirinya merasa tidak begitu excited dengan kehamilan Ratna ini.
"Kenapa aku makin lama malah bukannya merasakan ikatan yang lebih kuat dengan bayi dalam kandungan Ratna?? Aku bahkan mulai merasa bayi itu malah seperti beban,, Seperti sekarang ini contohnya. Kenapa aku bukan merasa senang karena istriku tengah ngidam dan anakku ingin aku yang mencarikan mangga. Bukannya teman temanku sering cerita mereka akan sangat senang saat mendapati istrinya ngidam begini???"
Pikiran Dion kemana mana hingga dia lupa tujuan utamanya keluar tengah malam begini.
"Loh kok aku malah cuma main lewat lewat aja sih. Padahal dari tadi kan cukup banyak melewati pedagang pedagang buah di pinggir jalanan. Kalau ke supermarket kan gak mungkin masih buka jam segini. Hmmm fokus Dion fokusss,,,,"gumamnya sendiri.
Dion pun mulai fokus dan memasang mata baik baik tiap kali melintasi pedagang buah. Beberapa kali dia juga harus berhenti dan turun untuk memastikan ada tidaknya mangga muda yang dijual. Dion beberapa kali harus kecewa karena belum ada satu pun yang menjual mangga muda.
Dion kembali memacu mobilnya di jalanan sepi malam itu dengan kecepatan yang lumayan karena dirinya mulai kesal tak kunjung mendapatkan apa yang di carinya. Rasa kantuk yang mulai menyerang juga memicu emosinya.
__ADS_1
Mata Dion yang setengah mengantuk itu menangkap pedagang yang menjajakan mangga yang tampaknya muda. Dengan cepat Dion menoleh dan tak memperhatikan jalanan hingga bruaakkkkk,,,,
Mobilnya menubruk sesuatu. Dion terkejut dan turun dari mobil memeriksa apa yang ditabraknya tadi. Seketika kantuknya hilang begitu melihat sesosok tubuh tergeletak di depan mobilnya.
"Astaga,,, Gue nabrak orang." Dion langsung membalikkan tubuh yang terkulai dan merintih kesakitan itu.
"Pak tolong pak,, Bantu saya memasukkan nona ini ke mobil saya biar saya bawa ke rumah sakit." kata Dion pada beberapa orang yang mulai mengerumuninya.
Dibantu dengan orang orang itu Dion akhirnya berhasil memasukkan wanita yang ditabraknya itu ke dalam mobil. Kondisi lampu dalam mobil yang tidak dinyalakan membuat Dion tak bisa melihat atau mengenali siapa yang ditabraknya itu.
Dion cepat sampai di rumah sakit dan terkejut saat begitu menyadari siapa yang ditabraknya.
"Eva???" Dion terbelalak penuh tanya karena tak mengerti kenapa Eva bisa tengah malam begini berada di daerah itu. Setau Dion Eva tidak tinggal di sana.
"Di,,,Diii,,,Diion,,, Rat,,, Ratna,,," Eva berusaha bicara selama suster membawanya ke ruang inapnya setelah luka lukanya dibersihkan.
"Ratna di rumah Va,, Kamu mau aku menelponnya dan datang ke sini menemanimu???" potong Dion.
"Rat,,,na,,, ja,,,jaa,,hat."Eva masih sangat lemah dan kemudian pingsan.
"Vaaa,,, Apa maksudmu?? Vaa,,,," Dion mengguncang guncang tubuh Eva yang pingsan.
"Maaf pak,,, Sebaiknya pasien jangan diganggu dulu. Pasien butuh waktu untuk memulihkan diri dulu. Tidak ada luka serius namun pasien masih trauma. Sepertinya pasien mengalami tekanan yang sangat kuat sebelum mengalami kecelakaan." kata dokter.
"Baik dok,,," sahut Dion.
"Sebaiknya bapak urus segala sesuatunya di bagian pendaftaran dan data dulu ya." pesan dokter.
Dion hanya mengangguk dan menatap wajah Eva yang begitu pucat itu. Tampak Eva tengah terguncang dan tertekan. Lama tak mendengar kabar darinya sejak terakhir bertemu dengannya di pesta pernikahannya,,Dion cukup miris melihat kondisi tubuh Eva yang tampak banyak berkurang berat badannya dan beberapa lebam di beberapa bagian tubuhnya.
"Apa yang terjadi padamu Va,,, Kenapa Ratna tak pernah menyinggung tentangmu jika memang terjadi hal buruk padamu selama ini,,,??Bukannya kalian bersahabat erat??" batin Dion.
"Tapi tunggu,,,Apa maksudmu bilang Ratna jahat??? Aku tidak salah dengar,,, Aku yakin kamu mengatakan hal itu tadi Va,,, Bangunlah segera Va biar kamu bisa ceritakan semuanya padaku." gumam Dion menyentuh tangan lemah Eva.
__ADS_1
Dreeettt dreeetttt,,, Ponsel Dion bergetar.
"Halo sayang,," Dion menjawab panggilan dari Ratna.
"Kamu di mana sih sayang kok belum balik juga???" tanya Ratna.
"Aku masih nyari nyari mangga untukmu,, Katanya aku harus cari sampai dapat. Tidurlah dulu kalau kamu sudah mengantuk. Aku akan langsung pulang begitu dapat mangganya yaa,,," ucap Dion sama sekali tak menyinggung kejadian sebenarnya.
"Pulang saja,,,Aku sudah tidak ingin mangga lagi. Aku takut di rumah sendirian." titah Ratna kemudian.
"Baiklah sayang. Aku segera pulang." jawab Dion.
Dion segera menemui perawat dan meminta agar Eva dijaga selama dirinya tidak ada. Dion berjanji akan kembali besok pagi. Dion memastikan Eva mendapatkan pelayanan terbaik di rumah sakit ini.
"Sebaiknya aku tanyakan dulu kabar Eva pada Ratna. Aku ingin tau apa Ratna tau sesuatu atau tidak. Aku akan tetap merahasiakan kecelakaan ini dulu sampai Eva siuman dan mengatakan semuanya."batin Dion.
Sampai di rumah Dion bersikap biasa saja dan tak mau membuat Ratna curiga.
"Maaf ya anak papa,,,Papa gak dapat mangganya malam ini. Besok papa cariin lagi yaa,,,"Dion mengecup perut Ratna.
"Hmmm ngantuk nih anaknya,,,Mau bobo sama papa,,,"rengek Ratna manja.
"Ayoookkk,,," ucap Dion langsung membopong Ratna ke ranjangnya.
Dion benar benar berlaku seperti biasanya meski hatinya masih terus bertanya tanya ada apa sebenarnya. Dion bahkan masih memeluk Ratna yang terlelap.
"Aku harus cari tau,,, Aku yakin ini semua ada hubungannya dengan Hana juga. Perasaanku berkata begitu. Melihat Eva,,, tiba tiba aku selalu ingat Hana. Mungkin ini saatnya aku menuruti perkataan Hana kemarin. Buka mata,,,Cari tau kebenarannya." gumam Dion dalam hati sambil tetap membelai rambut Ratna yang sudah makin lelap tidurnya.
"Apa pun itu,,, Ku harap bukan sesuatu yang buruk." gumamnya lagi dalam hati sebelum memejamkan matanya yang kembali terasa berat oleh kantuk.
\=\=\=\=\=
Terima kasih atas vote, like dan komennya yaa 🌻🌻
__ADS_1