
Chaira memandangku dengan sorot mata penuh tanda tanya. Aku menghela napas lebih dalam.
"Chai,,, tentunya aku tidak perlu lagi memperkenalkan Febby padamu. Tapi aku ingin kamu mengenal putranya. Namanya Mike" Aku kembali menarik napas
Chaira masih diam menunggu kata kataku selanjutnya.
"Febby ini single parent. Ayah Mike tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu,,, tolong kamu fokus pada semua kata kataku selanjutnya" titahku
Chaira terlihat mengangguk.
"Aku ingin menikahi Febby" ucapku
Deggg,,,,
Chaira merasa seakan jantungnya terhenti.
"Aku hanya ingin Febby teman kita ini memiliki suami agar Mike bisa merasakan rasanya punya ayah" tukasku kembali
Kami bertiga memandang Chaira yang masih diam belum merespon. Kami ingin mendengar sesuatu dari bibirnya namun tetap saja dia membisu.
Chaira menundukkan kepalanya. Matanya terasa panas dan pandangannya mulai dikaburkan oleh air mata yang mulai menggenang.
"Padahal aku ingin memberitahumu kabar bahagia ini Dare,,, Tapi ternyata aku terlambat" batin Chaira
"Katakan sesuatu Chai,,, jangan diam saja" tukas Febby
"Iya nak,,, lagipula kamu juga ingin Darren menikah lagi kan? Jadi tidak perlu lagi kamu banyak berpikir. Setidaknya kamu sudah jauh jauh hari mempersiapkan terjadinya momen seperti ini.. Darren sudah baik menuruti maumu,,," kata mama
"Maaaa,,, kenapa mama malah terkesan membela dan menyetujui rencana Darren? Bukankah mama tau niatku menyuruh dia menikah semata mata ingin membuatmu bahagia" batin Chaira
"Setidaknya Darren menikahi Febby untuk tujuan baik,,, membantu Febby dan Mike. Itu jauh lebih baik daripada kamu harus menerima Darren menikah dengan wanita lain yang mungkin lebih menggoda baginya" lanjut mama
Chaira semakin menundukkan wajahnya. Ku lihat tangannya saling meremas. Cadarnya terlihat mulai basah terkena air matanya.
"Baiklah,, ku anggap diammu itu sebagai pernyataan setuju" kataku tak ingin lagi mendengar mama atau pun Febby terus memojokkan Chaira.
Bagaimana pun juga aku tau dalam hatinya dia terluka dan aku tak mau menambah lukanya dengan membiarkan semua orang menekannya.
" Ma,, bantu aku persiapkan acara pernikahan kami. Tidak perlu mewah. Cukup dihadiri beberapa orang terdekat kita saja. Aku mau pernikahan kami bisa dilaksanakan minggu ini" Titahku pada mama
"Iya nak,, akan segera mama urus." jawab mama semangat
" Febby akan tinggal disini mulai malam ini. Bisakah kamu menyiapkan kamar untuknya?" Aku menyentuh kedua bahu Chaira
Chaira mengangguk walau hatinya sangat tidak bisa menerima.
"suamiku sendiri memintaku menyiapkan kamar untuk calon maduku" batin Chaira menangis
Aku segera kembali ke kantor setelah berpamitan pada semuanya. Mama juga segera sibuk menelpon beberapa orang yang bisa mengatur pernikahan kami.
Chaira masih tetap ditempatnya duduk. Namun dia sudah menyeka airmatanya. Febby memandangnya dengan pandangan puas.
__ADS_1
"Chai,,, kenapa kamu tak segera menyiapkan kamarku?" tanya Febby
Chaira menatapnya tajam.
"Cepatlah,,,!!!" titah Febby dan langsung mengutak atik ponselnya.
Chaira bangkit. Dipaksanya kakinya yang melangkah menuju kamarnya. Dia membuka tas nya dan melihat amplop dokter. Tangisnya kembali pecah saat membuka amplop itu.
"Maafkan bunda nak,,, bunda belum bisa memberitahukan kehadiranmu pada ayah dan eyang" ucapnya sembari mengelus perutnya.
Chaira segera menghapus airmatanya dan menyimpan baik baik amplop itu. Dia memutuskan untuk tidak memberitahuku dan mama. Segera setelah itu dia keluar dan menyiapkan kamar untuk Febby di lantai yang sama dengan kamar kami.
\=\=\=\=\=\=
"Dengar aku baik baik,,, Kamu aman sekarang. Tapi aku tetap minta bagian bulananku. Dan untuk membayar jumlah yang diminta orang orang yang sudah mengatur semuanya, itu juga ku bebankan padamu" Kata Febby
"Ok,, aku sama sekali tak keberatan asalkan aku bisa bebas dari tuntutanmu yang satu itu" sahut pria di telpon lalu menutup percakapan mereka.
"Sorry Dare,,, aku terpaksa melakukannya" lirih pria itu
\=\=\=\=\=\=\=\=
Febby menoleh kanan kiri memastikan tak ada satupun orang yang mendengar percakapannya tadi. Dia bernapas lega karena tak menemukan siapa pun disana. Dia melihat Mike yang masih bermain di taman.
"Feb,,, tante keluar dulu ya. Tante harus menemui teman tante yang menyiapkan pernikahan kalian" suara mama mengejutkan Febby
"oh ya tante,, apa perlu Febby ikut? " tanyanya
"oh ya,,, panggil saja mama. Jangan tante lagi. kamu kan ibubdari cucuku" kata mama mengecilkan suaranya tak ingin Chaira mendengar
"iya ma" sahut Febby tersenyum licik
Mama segera pergi setelah mencium Mike dan berpesan agar Febby memberitahu Chaira bahwa dirinya pergi sebentar.
"Satu persatu sudah ku taklukkan,,, tinggal kamu saja Chaira" batin Febby ketika melihat Chaira yang sibuk memasang seprai untuk kamarnya.
"ehem,,, gimana Chai? Apa kau baik baik saja dengan semua ini? " Febby mulai memancing
"mana ada wanita yang baik baik saja menghadapi hal seperti ini. Tapi setidaknya kamu harus bersyukur karena kamu tidak berada di posisiku" sahut Chaira menghentikan kegiatannya
"aku?? tentu saja aku tak akan pernah di posisi seperti ini,,, aku bukan wanita bodoh yang bisa dengan gampang dibohongi suaminya apalagi sampai membiarkan hal seperti ini menimpaku" tukasnya
" Apa maksudmu? " tanya Chaira
Febby tak menjawab dan hanya tertawa.
"Chaira,,, Chaira,,, apa kamu tidak merasa suamimu itu telah membodohimu???" tanyanya lagi dan tertawa lagi dengan lebih keras
"Cukup!!! katakan saja apa yang kau ketahui" Chaira mulai tidak sabar
"Ok,,, aku akan mengatakannya padamu tapi aku tak mau jika Darren sampai tau bahwa aku lah yang memberitahumu!! " Febby mengintimidasi
__ADS_1
"Baiklah,,, aku janji. Katakan saja segera" Chaira semakin tidak sabar
"Tunggu disini" titah Febby yang langsung keluar meninggalkan Chaira
Chaira duduk di tepi ranjang.
"Ujian apalagi ini ya Rabb,, berilah hamba kekuatan" batinnya
Febby melempar amplop coklat besar yang dibawanya ke ranjang. Chaira terkejut.
"Apa ini?" tanya Chaira
"Buka saja,,, isinya adalah sebuah kebenaran yang harus kau tau tentang suamimu" tukas Febby
Chaira meraih amplop itu dan pelan pelan membukanya.
"Kuatkan hamba ya Rabb,,, Tabahkan hati hamba melihat apa pun yang akan hamba lihat ini" Chaira berdoa sebelum mengeluarkan isi amplop itu
Matanya kabur sesaat sebelum airmatanya jatuh bergulir melihat apa yang ada didepannya.
Tangannya gemetar namun tetap dipaksanya melihat foto foto itu. Dalam foto itu dilihatnya suaminya dengan tubuh tak terbalut apa pun sedang memeluk tubuh febby yang juga tak terbalut kain apa pun.
Foto yang diambil dari beberapa pose dan arah itu menunjukkan betapa suaminya dan Febby sangat intim.
"Apa apaan ini Feb??" tanyanya lirih
" Tenang saja,,, itu bukan terjadi baru baru ini kok. Itu terjadi sekitar 7 tahun lalu. sebelum kecelakaan yang menimpa Darren. Kami sangat menikmati malam kami saat itu hingga dia tak ingin pulang. Dia belum puas menikmati tubuhku" ucap Febby yang membuat hati Chaira memanas
Chaira mengingat malam sebelum suaminya kecelakaan. Suaminya itu memang tidak pulang.
Chaira menutup wajahnya.
"Ya Rabb,, ampuni hamba yang tak mampu menjaga suami hamba dari godaan wanita ini. Ampuni hamba yang saat ini memiliki perasaan kecewa terhadap suami hamba yang telah menyembunyikan perzinaannya dari hamba" Tangis Chaira semakin menjadi
"Heyyy,,, tahan dulu,, jangan habiskan dulu airmata mu karena aku masih punya kejutan untukmu" Febby tak berhenti menyiksanya
Disodorkannya satu amplop lagi. Chaira gemetar menerimanya. Tanpa banyak tanya dibukanya dan dibacanya secarik kertas itu.
Hatinya makin hancur. Luluh lantak semuanya. Remuk semua. Hatinya sungguh tak bisa menerima semuanya.
Jelas tertulis dan tersimpulkan disana,,, siapa Mike.
Chaira segera berlari menuju kamarnya. Febby tersenyum puas melihatnya seperti itu.
"Aku ingin tau apa kamu masih bisa bertahan disini?" ucapnya
\=\=\=\=\=\=\=
"Apa salahku padamu Dare?? Kenapa kamu setega ini padaku??? Aku sedang hamil saat itu tapi kamu berselingkuh dariku. Dan kini saat aku hamil lagi kamu malah akan menikah lagi dengan selingkuhanmu dulu. Apa artinya pernikahan kita selama ini bagimu??? Kamu keterlaluan Dare,,,, " Chaira memukul mukul bantalnya
Jangan lupa vote, like dan komen yaaaaa
__ADS_1
Terima kasih 😍