BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 130


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf typo bertebaran πŸ˜€πŸ™


🌸🌸🌸


"Done,,,, Masakan penuh cinta kasih kita buat papa." Karin berseru.


"Alhamdulillah. Semoga om Adi mau menerima kedatangan kita hari ini dan mau menyantapnya ya Rin."


"Aamiin,,,"


"Terima kasih ya Rayya,,, Sudah mau bantuin aku masak hari ini. Aku senang sekali akhirnya bisa bertemu saudara perempuan sepertimu. Biasanya aku kesepian terus tapi sekarang ada kamu." Karin menggenggam erat kedua tangan Rayya.


"Sama sama Rin. Alhamdulillah,,, aku senang kalau kamu bahagia dengan adanya aku dalam hidupmu. Aku juga senang banget akhirnya bisa ketemu saudara dari keluarga abi."


Keduanya pun saling berpelukan penuh kasih sayang.


"Wah ada apa nih kok peluk pelukan segala kakak adik sepupu ini???" Bimo muncul dan heran melihat keduanya.


"Biasakan ucap salam bang." tegur Rayya sembari melepas pelukannya dengan Karin.


"Iya nih,,, lo udah tua masih aja musti diajarin dulu sama yang kecilan. Bikin malu gue aja lo Bim,,," sungut Karin yang kali ini terdengar akrab dan lepas bebas tanpa adanya beban perasaan apa apa.


Tampaknya Karin memang sudah benar benar merelakan Bimo untuk Rayya. Karenanya kini dia bisa bersikap biasa layaknya teman tanpa ada perasaan apa pun.


"Hahaha,,, Iya deh iyaaaa,,, Assalamualaikum para sepupu yang sama sama bawelnya,,," ucap Bimo.


"Waalaikumsalam,,," sahut keduanya serempak.


"Kalian belum bilang nih dalam rangka apaan kalian berpelukan." Bimo mengingatkan mereka.


"Gak ada apa sih bang. Emang harus ya pas ada sesuatu aja baru pelukan??" tanya Rayya.


"Nggak juga sih hehehe,,," Bimo menggaruk kepalanya sambil nyengir.


"Bim,,, gue mau minta maaf ma lo." ucap Karin kemudian membuat Rayya dan Bimo menoleh bersamaan.


"Buat apaan Rin??" tanya Bimo kemudian.

__ADS_1


"Karena udah bikin pertemanan kita jadi berasa aneh. Ternyata gue lebih bahagia bisa jadi teman lo seperti ini daripada gue nyimpan perasaan aneh itu. Lagian gue kapok juga sih punya perasaan ma lo yang soj kegantengan ini huhhh,,," sungut Karin makin mencairkan suasana.


Rayya dan Bimo kembali berpandangan. Untuk sejenak keduanya bingung dengan perubahan sikap Karin itu tapi akhirnya mereka berdua sama sama tersenyum senang.


"Baru sadar ya Rin kalau bang Bimo emang suka sok kecakepan??" Rayya tidak kalah gokil.


Karin langsung tergelak mendengarnya seolah tengah menertawakan kebodohannya sendiri selama ini karena telah jatuh cinta pada Bimo.


"Yah Ay,,,bukannya belain abang kok malah dukung Karin sih?? Kalau abang emang gak asli cakep mana Ayya mau sama abang??? Hayooo,,,," Bimo tak mau begitu saja disudutkan oleh dua gadis cantik itu.


"Udah udah,,,lo terima aja emang lo gak cakep. Sekarang jangan banyak ketawa aja takut keburu dingin nih masakan gue.Kasihan kan bokap gue makan masakan dingin ntar. Ayo buruan lo ikutan kita gak ke kantor polisi?? Kita mau besuk bokap gue." kata Karin.


"Ikutlah,,, gue kan gak bisa jauh dari bidadari gue ini." lirik Bimo pada Rayya.


"Gombal ih bang Bim,,," sahut Rayya.


"Hmm couple goals belum puas juga ya manesin gue??? Awas aja ntar kalau gue udah jadian sama lakik gue,,, gue panesin balik kalian." sungut Karin.


"Emang udah ada???" cibir Bimo.


"Ada doooong. Gue gak secemen itu keles gak bisa move on dari lo. Wekkk,,," Karin julur lidah.


"Curiga apaan??" Bimo penasaran.


"Pasti orang yang kamu maksud itu yang tadi bikin kamu melamun sampai gak sadar ada aku datang kan Rin???" tembak Rayya.


"Eh,,, Apaan si,,, Eh bukan,,, Eh jangan ngaco ahh,,," Wajah Karin bersemu merah dibuatnya.


"Hmm pokoknya beneran itu orangnya!! Yakin deh Rayya."


"Siapa sih Ay?? Kasih tau abang dong,,," Bimo makin penasaran.


"Kepo deh lo Bim,,," sungut Karin.


"Biarin,,, Kepo sama urusan calon saudara gue juga gal apa apa kan???" Bimo membela diri.


"Ayo Ay,,, bilang sama abang siapa orangnya?" pinta Bimo.


"Rayya no,,, please don't." Karin menangkupkan sepuluh jarinya memohon agar Rayya tak buka mulut.

__ADS_1


Melihat Karin begitu dan wajah Bimo yang kepo,,,Rayya tak tahan untuk tidak tertawa.


"Udah ah,,, yuk berangkat." Rayya memilih tak mengatakannya pada Bimo.


"Yaaahhhh,,,," Bimo kecewa.


"Yeaaaayyyy,,,,Thanks sister,,!!" pekik Karin senang.


Rayya hanya geleng geleng kepala melihat ulah keduanya sambil memasukkan masakan mereka tadi ke dalam wadah wadahnya. Begitu semua sudah siap,,,ketiga berangkat bersamaan ke kantor polisi.


🌸🌸🌸


Adi mengkerutkan dahinya ketika melihat siapa pembesuknya hari itu. Tiga orang yang sorot matanya kelihatan bahagia itu membuat Adi makin heran.


"Kalian??" ucapnya kemudian.


"Assalamualaikum om. Maaf Rayya bandel karena Rayya tetap datang lagi untuk kesekian kalinya meski om terus menolak. Rayya hanya ingin om tau,,, Seberapa besar om ingin menyingkirkan Rayya dari hidup om,,,sebesar itu juga kasih sayang Rayya sama om,,, Sebesar itu juga keinginan Rayya memuliakan om sebagai pengganti abi." ucap Rayya tulus.


Adi tak sanggup bicara. Hanya diam menundukkan kepalanya.


"Papa,,, Karin juga datang meski mungkin dalam hati papa belum bisa memaafkan Karin dan menyalahkan Karin. Tapi Karin juga ingin papa tau,,,Karin sayang sama papa. Karin takut papa dapat azab yang lebih buruk kalau papa tak segera mempertanggungjawabkan perbuatan papa. Karin ingin papa tau apa yang sudah papa lakukan itu adalah sebuah kesalahan besar." Karin menangis di sela sela bicaranya.


Adi makin menundukkan kepalanya. Bimo memilih diam saja dan tak ingin bicara apa apa karena baginya belum ada hal yang harus dia bicarakan dengan Adi.Suasana hening sesaat karena semua berdiam diri. Larut dalam perasaan masing masing.


"Maafkan papa Rin,,, Papa tidak becus jadi orang tua.Papa pisahin kamu dari kamu." lirihan Adi membuat Karin makin tersedu lalu merangkul tubuh papanya.


"Papa tetap papa terbaik untuk Karin. Tanpa papa,,, Karin tidak tau jadi apa." ucap Karin.


Adi menghapus airmata Karin dan tersenyum.


"Kamu memang anak papa yang paling baik." Adi mencium kening Karin dengan penuh kelembutan disambut dengan senyuman bahagia Karin dan Rayya juga Bimo yang menyaksikan hubungan ayah dan anak itu kini membaik.


"Om juga minta maaf sama kamu Rayya. Om salah selama ini telah memisahkan kamu dan orang tuamu. Om tau,,, kata maaf tidak akan membawa mereka kembali padamu,,, tapi om tidak tau apa ada kata lain yang lebih tepat untuk mengungkapkan rasa bersalah om ini. Om tidak tau apa Ray bisa memaafkan om." Adi menangis menyesali semuanya.


"Om,,, Rayya yakin abi bahagia menyaksikan kita hari ini. Abi pasti makin tenang di sana karena sekarang Rayya punya sosok pengganti abi yaitu om." Rayya memeluk Adi dan Karin yang masih berpelukan.


Kedua gadis itu memberi kekuatan pada Adi agar lebih sabar dan seolah memberitahunya bahwa dia tidak sendirian menjalani hukumannya.


🌸🌸

__ADS_1


Terima kasih atas vote, like dan komennya πŸ™πŸŒΉ


__ADS_2