
"Gue tau lu kecewa bro,,, tapi apa lu gak bisa sedikit berbaik hati menyelesaikan semua permasalahan lu secara kekeluargaan saja?" Dion pagi itu mengutarakan ketidaksetujuannya akan tindakanku memenjarakan Chaira
Dion merasa sedikit bersalah jika benar Chaira sampai senekad itu karena sakit hatinya terhadap mama dan aku juga Febby.
"Maksud lu apa? Lu mau gue bebasin orang yang udah bunuh mama????" aku melotot padanya
"Bukan gitu bro,,, tapi coba lu pikir lagi alasan dia. Itu semua gara gara lu bro. Seandainya saja lu gak perlakukan dia seperti ini mungkin juga gak akan senekad itu" jelasnya
"Kita sama sama tau seperti apa Chaira,,, gue rasa dia kalau gak lagi tertekan gini gak bakalan tega melakukan hal keji seperti itu. Ya kan??? Dia hanya sedang kalut bro,,,, dan itu ulah lu,, ulah gue juga secara tidak langsung" Dion terdengar menyesal
"Trus lu mau gue gimana?" tanyaku
"Lu cabut aja lah laporan lu,,, Lu bisa kan pertimbangkan semua yang sudah dia lakukan buat lu dari mulai lu kenal sampai kemarin lu masukin dia ke penjara. Lu bandingin sama semua yang sudah lu lakuin ke dia" Dion mulai membuat aku berpikir
Aku diam. Otakku berputar cepat mengingat semuanya. Dari awal hingga akhir.
"Dion benar,, jika kuhitung,,, aku yang lebih banyak menyakitinya. Dion juga benar,,, Semua dilakukannya semata mata karena ulahku. Sebenarnya akulah yang membunuh mama secara tidak langsung" batinku
Dion memandangku dengan teliti. Mencoba menebak apa yang sedang ku pikirkan. Dia sangat berharap aku mau mengikuti sarannya.
"Akan gue pertimbangkan nanti,,, sekarang lu temenin gue." titahku
"kemana??" tanyanya
"hari ini gue menikahi Febby" sahutku tanpa basa basi lagi
Dion hanya diam tak menjawab apa pun dan segera mengemasi barangnya.
"Lu coba telpon Angga deh,,, gue mau dia datang juga." titahku lagi
Dion langsung mengeluarkan ponselnya dan mencoba menelpon Angga.
"Woyyy,, kemana aja sih lu? Main ngilang saja,,, Buruan datang deh ke rumah Darren,,, dia mau nikah lagi" Dion langsung saja nyerocos begitu Angga menjawab telponnya
"Hari ini? jam berapa?" tanya Angga
Dion langsung memberitahu Angga jam nya setelah aku memberi aba aba dengan tanganku. Angga segera mengiyakan dan mengatakan mungkin dirinya akan sedikit terlambat karena kami juga mendadak mengabarinya.
\=\=\=\=\=\=\=
Febby telah siap dengan kebaya putihnya dan aku hanya mengenakan setelan jas simpel. Kami memang hanya mengundang penghulu dan beberapa orang terdekat dan rekan bisnis penting sebagai saksi saja.
Aku sempat mendengar beberapa orang yang hadir membicarakanku dan Chaira. Mungkin mereka heran karena tak melihat kehadirannya. Aku tak mau terlalu mempedulikan mereka.
"Biarkan saja mereka bicara apa pun" batinku
"Saaaahhh" saksi serempak mengucapkan kata itu
Aku segera mencium kening Febby yang mencium tanganku. Mike langsung memeluk kami berdua. Walau dia tak mengerti apa pun yang di dengarnya tapi dia tau mommy dan daddy nya menikah.
"I love you daddy,, mommy" serunya sembari mencium pipi kami bergantian
Resepsi kecil kecilan yang kami adakan cukup membuat para tamu menikmati waktu kebersamaan tanpa terganggu atau terbebani untuk cepat cepat pulang karena bergantian dengan tamu lain.
Aku menemui beberapa rekan bisnisku. Dion juga menemaniku.
"Sedang apa kamu disini? Jangan mengacau!!!" bisik Febby yang melihat Angga datang
__ADS_1
"Tenang saja,, aku hanya menghadiri undangan pernikahan kalian." ucapnya
"Mommyyyy" Mike datang
"Eehgg Mike,,, can you just play with your new friend. Mommy still want to talk with uncle" Kata Febby lembut
Mike mengangguk dan segera berlari menemui beberapa anak yang datang bersama orang tuanya.
"Kau selalu berusaha menjauhkannya" kata Angga
"Bukankah kau suka??" ketus Febby
"Aku tidak bisa lama lama disini" lanjutnya dan segera bergabung dengan tamu tamu
Angga menatap kepergiannya. Dia menghela napas dalam dalam lalu menemuiku.
"Happy wedding bro" ucapnya menepuk bahuku
Aku menoleh dan langsung memukulnya karena telah begitu menghilang. Bukan pukulan berat hanya ringan yang sering kami lakukan. Aku hanya merindukan sahabatku itu. Dion yang menyadari kehadiran Angga juga langsung melakukan hal yang sama.
"Lu wajib cerita banyak setelah ini!!! Awas kalau lu main cabut lagi!!!" ucapku
Angga nyengir saja.
Setelah selesai acara resepsi kami bertiga langsung duduk di taman. Aku dan Dion sangat ingin tau apa yang terjadi pada Angga selama ini.
"Aku ikutan duduk boleh?" Febby menghampiri kami
"Apa Mike sudah tidur?" tanyaku sebelum mengiyakan. Aku tak mau dia mengabaikan Mike karena larut dalam percakapan kami
"Sudah sayang" sahutnya lembut
" Kalau pingin bilang" sahut Febby ganti menggoda
Aku tersenyum saja melihat istri baruku dan sahabatku akrab. Tapi aku langsung berhenti tersenyum saat melihat tatapan Angga pada Febby.
Dia menatapnya tajam dengan pandangan yang tak bisa ku artikan.
"Hey,,," aku menegurnya
Angga yang tersadar langsung berusaha menutupi apa yang dipikirkannya.
"Jadi kapan lu mau cerita sama kita kita?" tanyaku memutuskan tak memusingkan arti tatapan Angga tadi.
" Iya nih,,, lu kenapa sih main ngilang aja?" sungut Dion
"Gue,,,, gue,,, " Angga bingung mau mulai dari mana
Febby mulai merasa tak nyaman dengan situasi seperti itu. Dadanya berdebar.
"Gue dijodohin ma nyokap bokap" Kata Angga
"Lah terus?? apa hubungannya sama lu yang ngilang dari kita??" Aku tak mengerti
"Ya karena gue kabur dari perjodohan itu. Gue gak mau kalian memberitahu nyokap keberadaan gue nantinya" jawabnya
Aku tak sengaja menangkap reaksi berlebihan dari Febby setelah mendengar perkataan Angga. Dia seperti terkejut. Alisnya berkerut.
__ADS_1
"Kenapa lu kabur? si cewek kagak bohay???" Dion menggoda
Kami yang mendengarnya langsung tertawa. Dion berhasil membuat suasana mencair.
"Gue pinjam toiletnya dong" kata Angga
Aku menunjuk letak kamar mandi.
"Nah kan,,, ngomongin bohay aja langsung dah minta ke toilet. Masih aja mesum!!!" goda Dion lagi yang langsung dibalas dengan pukulan oleh Angga
"Sayang aku ke kamar dulu ya lihat Mike" kata Febby kemudian
"Iya" sahutku
"Jangan lama lama ya sayang,,, aku tunggu dikamar yaaa,,, kan ini malam pertama kita" Dion mencoba menirukan gaya bicara Febby dan mengubah suaranya seperti perempuan.
Febby merengut. Aku hanya tertawa melihat tingkah lucu sahabatku. Febby segera meninggalkan kami berdua.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Apa maksudmu kabur dari perjodohan??" tanya Febby berbisik saat menemui Angga di depan pintu kamar mandi
" Ya,, aku kabur karena aku mencintaimu Feb. Aku gak bisa lupakan kamu. Apalagi Mike,,," jawab Angga
"Jangan macam macam kamu,,, aku sudah menikah dengan Darren. Kamu sudah terlalu terlambat mengatakan hal itu!!! " ketus Febby
"Tapi itu tidak mengubah kenyataan bahwa akulah daddy nya Mike,,, kamu tidak bisa terus menerus menjauhkannya dariku. Aku menyesal Feb telah begitu terlambat menyadari bahwa aku tak bisa mengingkari perasaanku terhadapmu. aku ingin bisa bersamamu lagi." ucap Angga
"Jangan gila kamu!!!" ucap Febby
"Sejak kamu mengatakan Mike mengidap leukimia aku semakin sadar Feb,, bahwa aku takut kehilangan dia dan dirimu. Mike membutuhkanku Feb,, Aku daddynya,,, " kata Angga
"Dia sudah punya daddy dan dia tidak membutuhkanmu!!! Kamu sudah mati,,, mati sejak pertama kali kamu tak mau mengakui Mike,,, sejak kamu lebih memilih perjodohanmu dan mencampakkanku,,, " balas Febby
"Dan ingat!!! aku tak lagi butuh uang bulanan darimu. Sudah cukup selama ini kamu menghinaku dan Mike dengan uangmu. Dulu aku memang membutuhkannya terutama saat usaha keluargaku bangkrut dan aku jatuh miskin. Tapi sekarang jangan harap kamu bisa menghinaku lagi. Aku nyonya Darren,,, ingat itu!!! " Febby memperingatkan
Febby segera meninggalkan Angga dan masuk ke kamar Mike.
"Aku tak akan tinggal diam Feb,,, silahkan kamu menikmati masa indahmu menjadi nyonya Darren,, tapi aku tak akan terus diam. Suatu saat aku akan mengatakan kebenarannya pada Darrem walau nantinya dia akan membenciku" batin Angga
"Aku ayah Mike,,, aku Feb,, bukan Darren"
\=\=\=\=\=\=\=\=
"Sudah puas mainnya?" goda Dion pada Angga yang baru kembali bergabung
"Bukan otak gue ya yang mesum,,, lu tu lebih mesum!!! " balas Angga
Kami tertawa bersama dan saling melepas rindu sesama sahabat. Tapi tak lama kemudian kami bubar. Dion dan Angga pulang kerumah masing masing.
Dan aku,,,
Aku memilih untuk tidak menyusul Febby ke kamar Mike tapi tidur sendiri di kamarku. Pikiranku melayang pada Chaira.
"Dion benar" aku mengingat semua perkataan Dion di kantor tadi
Jangan lupa vote, like dan komen yaaaa
__ADS_1
Terima kasih 😍