BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 36


__ADS_3

Selamat membaca 🌻


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌻🌻


Heru heran bagaimana mungkin data diri Eva tidak ditemukan di rumah sakit ini padahal orang orangnya yakin benar bahwa Eva di bawa ke sini karena mereka mengikuti mobil yang membawa Eva sampai ke sini.


Keheranannya makin bertambah karena berkali kali dia meminta resepsionis mengecek ulang namun hasilnya sama. Tetap tidak ada data tentang pasien korban tabrak mobil semalam.


"Kok bisa ya,,,???" gumamnya.


Ratna yang disampingnya pun mendengus kesal karena nada bicara Heru terdengar cemas bukan karena kondisi mereka yang terancam namun hanya mencemaskan Eva istrinya.


"Terus saja pikirkan Eva,,,Eva,, Dan Eva saja. Lupa ya kita ini lagi dalam bahaya. Untung Dion lagi gak ada di kota ini makanya aku bisa nemenin kamu ke sini. Tapi bukannya memikirkan diri kita malah sibuk mikir Eva saja." keluhnya pada Heru.


"Tentu saja aku juga mikirin kita tapi kan kita tetap harus tau di mana Eva dulu biar kita bisa susun strategi lagi." Heru membela diri.


"Terserah,,,!!! Pokoknya ini semua tuh gara gara kamu yang gak becus ngurusin Eva." ketus Ratna kesal.


"Hey,,,Jangan salahin aku terus dong. Ini semua juga rencanamu kan?? Kalau kamu memang lebih lihai kenapa bukan kamu sendiri saja yang urus semuanya?? Kenapa melibatkan aku juga?? Kamu sendiri itu masih bergantung padaku jadi gak usah saling menyalahkan begitu ya,,,!!" ketus Heru tak kalah kesalnya.


"Jadi kamu mau ribut di sini terus atau segera bergerak??" tanya Ratna yang tak bisa menjawab lagi.


"Sebaiknya aku cari sendiri. Kamu pulang saja pastikan suamimu tidak curiga dan masih tidak tau apa apa." ucap Heru.


"Ok. Kabari aku." pesan Ratna.


Heru mengangguk dan hendak berlalu saat Ratna menarik tangannya.


"Apa seperti ini cara berpisahnya?? Sudah lupa kebiasaan kita??" tanya Ratna dengan nada merajuk.


"Aduh Ratna,,, Kamu itu masih sempat sempatnya minta cium segala situasi seperti ini." protes Heru.


"Bukan aku yang mau,,, Tapi anakmu." jawab Ratna tambah merajuk.


Heru menghela napas. Dirinya selalu kalah kalau sudah dihadapkan dengan urusan anak. Akhirnya diraihnya kening Ratna dan diciumnya lembut. Tidak lupa diciumnya juga perut Ratna yang makin terlihat membuncit.


"Jangan nakal ya nak. Jangan buat ibumu marah marah terus." bisik Heru di perut Ratna.


"Iya ayah,,," jawab Ratna mewakili anaknya.

__ADS_1


Heru tersenyum mendengarnya. Meski dia kesal pada Ratna namun dia mendapati rasa bahagianya menjadi calon ayah dari wanita itu.


Heru pun mengantar Ratna sampai masuk ke taksi yang sudah dipanggilnya untuk Ratna. Heru melambaikan tangannya dan tak lupa berpesan pada sopir untuk berhati hati. Selanjutnya dia pun menaiki taksi berikutnya yang berhenti tepat di depannya.


Klik,,,Klik,,,Klik.


Suara kamera beruntun menangkap semua momen kebersamaan mereka.


Orang suruhan Dion tersenyum puas dengan semua hasil jepretannya yang lebih dari cukup untuk membuktikan adanya hubungan terlarang di antara keduanya. Karena keduanya berpisah jalan maka orang suruhan itu memutuskan untuk mengikuti Ratna saja.


Ratna yang ternyata langsung pulang ke rumah saja tetap belum menyadari adanya mobil yang terus mengikutinya sedari tadi. Ratna yakin Dion belum pulang mengingat mobilnya tidak ada di garasi.


"Bos,,, Nyonya pulang. Apa sebaiknya aku tinggalkan saja??" tanya orang suruhan Dion lewat telponnya.


"Pergilah biar ku urus dari sini." jawab Dion.


"Siap bos,,, Sudah ku kirimkan semua yang ku dapatkan hari ini. Silahkan cek di email bos." kata orang suruhan sebelum menutup telponnya.


Dion tak sabar membuka email dari orang itu tepat saat pintu depan di putar kuncinya. Ratna memasuki rumah itu.


"Belum pulang Dion jadi aku masih bisa menyusun rencana lagi." gumam Ratna.


"Dari mana saja sayang??"


"Oh hey,,,Kamu sudah pulang sayang?? Kok gak bilang bilang sih?? Mobil kamu di mana??" berondong Ratna yang langsung memeluk Dion.


Dion tak menjawab sepatah kata pun bahkan tak membalas pelukan itu. Menyadari sikap Dion yang tak biasa,,, Ratna melepas pelukannya dan menatap wajah Dion.


"Ada apa sayang??" tanyanya curiga seketika saat otaknya mulai bisa menebak penyebab Dion begitu.


"Kamu yang ada apa??" tanya Dion balik.


"Aku gak ngerti sayang." Ratna memasang wajah polosnya.


"Sini kamu,,,!!!"


Dion dengan kasar menyeret lengan Ratna menuju ke meja di mana laptopnya terbuka dan di layarnya terpampang banyak foto hasil jepretan orang suruhannya tadi. Didorongnya Ratna hingga terduduk di kursinya.


"Aawww,,, sakit Dion. Kasar banget sih!!! Aku lagi hamil lho,,, Kamu lupa??!!!" protes Ratna sambil mengusap usap lengannya yang panas akibat cengkraman Dion.


"Lihat itu!!!" bentak Dion menunjuk ke laptopnya.


"Apa apaan ini,,, Siapa yang sudah berani fitnah aku begini??? Katakan Dion,,,,!!" Ratna memposisikan dirinya sebagai korban.

__ADS_1


Dion hanya mencibir.


"Kamu tidak bisa jelaskan??? Biar aku saja kalau begitu yang jelaskan!! Aku selalu meminta orangku untuk mengikutimu dengan harapan mereka bisa menjagamu tapi malah ini yang ku dapatkan,,, Kamu selingkuh sama Heru. Murahan sekali kamu jadi wanita,,, Lupa kamu Heru itu suami Eva temanmu???" ketus Dion.


"Sayang aku bisa jelaskan,,,, Aku hanya,,,"


"Hanya apa??? Gatal??? Genit?? Jablay???" berondong Dion.


"Dion cukup!!! Aku ini ibu dari anakmu,,, Jangan sembarangan bicara!!" ketus Ratna tak terima dikata katai Dion.


"Cihhh,,,Ibu??? Lihat ini,,, Aku bahkan mandul!!!! Aku tidak bisa punya anak!!!" Dion melempar sebuah amplop bertuliskan nama sebuah laboratorium.


Ratna memungut amplop yang jatuh itu dan membaca isinya. Dion di diagnosa menderita sejenis gangguan kesuburan yang disebut Terato zoospermia yang artinya sangat susah bagi Dion bisa memiliki anak.


"Kamu menuduh Hana yang mandul selama ini,,, Ternyata aku!!! Aku yang mandul!!! Aku Naaaa,,, Akuuu!!!! Dan sekarang kamu mengatakan bahwa kamu adalah ibu dari anakku?? Anak yang mana??? Anak ini atau anak yang dulu?? Melihat semu foto ini bahkan aku makin yakin Herulah ayah bayi ini.Dan satu lagi,,, Entah kenapa aku malah berpikir anak yang kau kandung dulu itu juga bahkan bukan anakku,,,!!!" kecam Dion.


Ratna memucat. Semua rahasianya terbongkar. Dion bahkan sekarang curiga bayi yang dulu dikandungnya yang memang bukan bayi Dion. Ratna dulu hamil bukan dengan Dion melainkan dengan orang lain.


Ratna pernah punya hubungan terlarang juga sebelumnya dengan orang yang sudah tidak Ratna ketahui di mana keberadaannya saat ini.


"Jawab!!! Jangan diam!!!" bentak Dion membuat nyali Ratna ciut.


"Bukan anakku kan??? Keduanya!!!" bentak Dion lagi.


"Kalau iya kenapa??? Kamu mau apa???" balas Ratna nyolot.


Plaaakkk,,,


"Brengsek,,, Dasar wanita tidak tau diri..Kamu membuat aku membuang berlian,,, Kamu buat rumah tanggaku hancur,,," Dion menampar keras wajah Ratna dan menjambak rambutnya.


Saking emosinya Dion juga mendorong tubuh Ratna hingga perutnya menghantam meja kayu jati di depannya. Ratna mengaduh kesakitan dan memegangi perutnya.


Darah segar mengalir di sela sela pahanya.


"Dion tolong aku,,,Sakit Dion,,," rintih Ratna.


Dion tak bergeming bahkan hanya menatap Ratna dengan mata penuh kilatan amarah. Tanpa menghiraukan Ratna yang terus kesakitan Dion malah pergi meninggalkan Ratna dan menyetop taksi lalu pergi.


Ratna berusaha keras bangkit meraih tasnya dan mengambil ponselnya. Dirinya pun lalu menelpon ambulan.


\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya yaa 🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2