BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 59


__ADS_3

Selamat membaca ❤️


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸❤️


"Ara,,, Kembalikan ponsel itu. Lagipula ponsel murahan begitu saja kok kamu terima. Orang kaya katanya,,, Tapi pelit. Nanti ayah mintakan sama Bobi saja biar Bobi belikan yang lebih mahal." ucap pak Herman di ambang pintu kamar Tiara.


"Bukan pelit tapi memang Ara yang memilih ini ayah. Lagian siapa itu Bobi?? Kenapa juga ayah mau minta sama orang itu??" tanya Tiara.


"Bobi itu calon suami kamu. Ayah sudah pilihkan jodoh buatmu jadi kamu jangan lagi dekat dekat sama berandalan gak tau sopan santun dan tanggung jawab itu. Gak ayahnya gak anaknya,,, dua duanya sama saja!!!" ucap pak Herman.


"Ayah,,, Ara gak mau dijodohkan. Ini sudah bukan zamannya orang tua main jodoh jodohan. Ara berhak menentukan dengan siapa nantinya Ara akan menikah." bantah Tiara.


"Ara!!! Ayah gak suka dibantah ya,,,!! Kalau Ara memamg sayang sama ayah dan ibu,,, turuti saja perintah ayah. Ayah ini memberikan yang terbaik buatmu dan keluarga kita." kata pak Herman dengan nada tinggi.


"Memangnya apa sih salah Levi?? Ara tau persis seperti apa dia. Selama ini kami sudah cukup saling mengenal. Kami sudah lama bersahabat." ucap Tiara.


"Saling mengenal katamu?? Kalau begitu kenapa sampai sekarang dia tidak juga menyatakan perasaannya padamu tapi hanya kamu yang berjuang sendiri dengan hatimu?? Untuk apa Ara kamu sia siakan waktumu demi mencintai laki laki yang gak peka itu??" tanya pak Herman.


Tiara terdiam karena kali ini ucapan ayahnya memang ada benarnya namun bukan berarti Tiara menerima begitu saja rencana ayahnya menjodohkannya.


"Meski Levi belum peka,,, tapi Ara akan menunggunya." ucap Tiara.


"Tidak tau malu!!! Gadis macam apa kamu ini?? Jangan sampai rasa cintamu pada laki laki itu membuat kamu tidak sadar dia sedang merendahkanmu ya. Lihat itu ponsel yang dibelinya untukmu,,!! Ponsel murahan yang dia pikir dengan itu sudah cukup untuk bisa mengajakmu pulang telat. Hari ini pulang telat karena beli ponsel,,, besok besok bisa kamu dibawanya ke kamar hotel!!!" ketus pak Herman.


"Ayah,,, Levi gak seperti itu!!!" bela Tiara.

__ADS_1


"Alah mana mungkin,,, Ayahnya saja bejat dulunya jadi kenapa tidak mungkin kalau anaknya ketularan juga??Ayah ini tau persis siapa ayahnya dan ibunya. Levi itu gak jelas anak istri yang mana,,, Adiknya juga itu yang mana ibunya yang mana bapaknya juga gak jelas. Pokoknya ayah tidak mau kamu dekat dekat apalagi berani jatuh cinta sama anak yang dari keluarga gak jelas itu!!!" tegas pak Herman.


"Kamu hanya perlu untuk menerima Bobi. Besok dia akan datang dari Amerika setelah sekolahnya selesai dan begitu dia datang,,, Ayah mau kamu perlakukan dia dengan baik. Ara,,, ini tentang nama baik keluarga kita. Ayahmu ini sudah banyak dibantu sama ayahnya Bobi jadi ayah minta kamu jangan malu maluin ayah. Ngerti kamu??!!!" sekali lagi pak Herman mengintimidasi.


"Kenapa harus Ara yang jadi korbannya?? Ayah yang punya hutang budi tapi kenapa Ara yang disuruh balas budi??? Tidak adil sekali,,,!!!" bantah Tiara.


"Ara,,,!!! Berani kamu ya,,,!!!" tangan pak Herman sudah melayang hampir menyentuh pipi Tiara saat bu Mila menahannya.


"Ayah sudah,,, Ara juga sudah dong bantah ayah terus,, Malu di dengar sama tetangga." ucap bu Mila.


Pak Herman menarik tangannya dan menatap bu Mila dengan pandangan tajam.


"Ibu kasih tau itu putri ibu,,, Ayah tidak akan membatalkan perjodohan yang sudah ayah tetapkam untuknya. Bagaimana pun juga Ara harus menikah dengan Bobi. Hanya Bobi,,,!!" ucap Pak Herman menegaskan.


"Iya ibu akan coba bicara dan bujuk Ara ya ayah. Tapi ibu mohon ayah beri waktu Ara untuk memikirkan. Jangan langsung dipaksa gini." ucap bu Mila.


"Ibu gak dengar apa yang ayah bilang tadi??? Ayah tidak mau mentolerir apa pun. Ara harus terima Bobi jadi tidak perlu lagi bagi Ara untuk memikirkannya. Ara hanya cukup siap kapan pun Bobi mau menikahinya." ketus pak Herman.


"Apanya yang ibu cemaskan?? Bobi itu dari keluarga yang terpandang dan jelas jelas berkualitas bibit,bobot dam bebetnya. Pendidikan jelas,,, masa depan jelas,, Ara tidak perlu mencemaskan masa depannya kalau sama Bobi." ucap pak Herman.


Bu Mila diam tak menjawab karena sebenarnya jika alasan pak Herman adalah kekayaan Bobi,,, Levi juga tidak kalah kaya. Pak Herman benar benar hanya sedang mengutamakan emosinya dan dendamnya pada Darren saja hingga menutup mata hatinya saat melihat Levi.


"Sudah jangan ajak ayah debat lagi,,, Mendingan ibu segera bicara sama Ara sana." titah pak Herman segera berlalu meninggalkan bu Mila yang hanya bisa geleng geleng kepala saja dengan sikap suaminya.


Bu Mila masuk ke kamar Tiara yang menangis dan menyembunyikan wajahnya di bantalnya.


"Ara,,," panggilnya lembut.


Tiara menoleh dan memeluk ibunya.

__ADS_1


"Ibuuu,,, Ara gak mau dijodohkan bu. Ara cintanya cuma sama Levi,,, bukan Bobi atau siapa pun yang Ara kenal saja tidak." ucap Tiara di sela sela tangisnya.


"Ibu tau Ara pasti sangat berat bagimu begitu saja menerima orang yang belum kamu kenal. Tapi ibu rasa ini hanya masalah waktu saja Ara. Mungkin Ara hanya harus beri Bobi waktu dulu untuk kalian bisa saling kenal dan dekat." ucap bu Mila.


Tiara melepaskan pelukannya dan memandang wajah dan mata ibunya dalam dalam seolah tengah mencari sesuatu di sana.


"Apa maksud ibu bicara begini agar Ara mau melupakan Levi??" tanyanya.


Bu Mila menarik napas dalam dalam.


"Ibu tau Ara sangat menginginkan Levi. Tapi sudah terlalu lama Ara menunggunya bukan?? Levi tidak pernah sekali pun menganggap Ara lebih dari sekedar teman saja bukan?? Ibu khawatir saja,,,Khawatir kalau Ara terus menerus menunggunya dan Levi tidak akan pernah datang untuk Ara. Ibu tidak mau Ara sakit hati sayang,,, Mau sampai kapan Ara menunggunya???" tanya bu Mila.


"Sampai kapan pun bu,,," jawab Tiara mantap meski suaranya masih terdengar serak.


"Ara,,, Apa Ara sudah sadar dengan konsekuensinya??" tanya bu Mila tambah cemas.


"Levi cinta pertama Ara bu,,, Selama ini hanya Levi yang bisa membuat Ara bahagia meskipun tanpa ada ikatan cinta. Bersamanya saja sudah cukup buat Ara bahagia." ucap Tiara.


"Ibu ngerti nak,,, Tapi ayah tetap tak mau kamu menolak perjodohan ini. Ibu cemas dengan kebahagiaanmu tapi ibu juga cemas dengan kesehatan dan kebahagiaan ayahmu juga." lirih bu Mila.


Tiara menggenggam tangan bu Mila.


"Seandainya pun Ara harus tetap menikah dengan Bobi karena Levi tak kunjung datang untuk Ara,,, Ara akan tetap menikah dengan Bobi bu,,, tapi tanpa cinta karena cinta Ara hanya untuk Levi." tegas Tiara.


"Itu bukan rumah tangga namanya Ara kalau tanpa berdasarkan cinta,,," bu Mila menangis karena tak mampu berbuat apa.


"Demi keluarga kita kan bu,,, Ara akan mengalah jika Levi memang tak pernah datang." ucap Tiara sendu.


\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya ❤️


__ADS_2