BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 38


__ADS_3

Selamat membaca 🌻


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌻🌻


Dion menghentikan mobilnya tepat di depan kantornya setelah puas berkendara kesana kemari tanpa tujuan. Dilihatnya sebuah mobil polisi sudah lebih dulu terparkir di sana.


Dion baru saja hendak melangkah masuk saat dua polisi sudah menghadangnya.


"Maaf pak,,, Kami harap bapak bekerjasama dan ikut dengan kami ke kantor polisi untuk memberikan keterangan atas meninggalnya nyonya Ratna." kata salah satu polisinya.


"Dasar Ratna,, Sudah mampus saja masih bikin gue susah. Gak puas puas lu hancurin hidup gue,,," geram Dion dalam hati.


Dion menurut saja saat polisi membimbingnya masuk ke mobil polisi. Dalam diamnya Dion juga sepenuhnya sadar dirinya tengah berada dalam masalah serius kali ini. Bahkan memungkinkan dirinya harus mendekam di penjara dengan tuduhan pembunuhan meski tidak disengajanya.


"Meski lu sudah mampus tapi gue doain lu gak pernah tenang di sana Na,,, Dasar wanita murahan." geram Dion terus menerus dalam hati sepanjang jalan menuju ke kantor polisi.


Segala caci maki dan umpatan diluapkannya walau hanya dalam hati saja. Dion menjadi sangat diam bahkan saat interogasi juga dia hanya menjawab seperlunya saja.Dirinya tidak memungkiri memang dirinyalah penyebab kematian Ratna.


Dion mengakui bahwa dirinya emosi menghadapi sikap sang istri. Dion menceritakan semuanya pada polisi dengan harapan kejujurannya ini bisa memperingan hukumannya kelak. Didampingi pengacara handalnya Dion yakin bisa segera bebas dari penjara yang sudah ada di depan matanya.


Dion memang harus bisa cepat bebas agar bisa mencari Hana dan meminta maaf padanya atas semua kesalahannya dan kebodohannya atau bahkan jika memungkinkan Dion ingin mengajaknya rujuk.


🌻🌻🌻


Singapura.


"Waaaahhh,,, Kalian buat kejutan ya buat tanteeee???" Hana memekik girang melihat siapa yang mengunjunginya di butik miliknya.


"Tanteeee,,,," Kedua anak itu pun menghambur ke pelukan Hana.


Puas menciumi mereka Hana pun langsung mengambilkan beberapa macam snack dan minuman untuk mereka yang tersedia di lemarinya. Untuk seseorang yang suka ngemil,,, Hana tidak pernah kehabisan stok makanan minuman.


"Wow,,, So miss Hana,,, Kamu bahkan hampir menyaingi Chaira ya. Butikmu besar dan mewah. Baru juga beberapa bulan sudah bisa buka butik sebesar ini. Di Singapura lagi. Wow,,, Big applause buat kamu Han,,," Darren memuji Hana dan bertepuk tangan.

__ADS_1


"Thank youuuu,,, Dari dulu aku suka modelling dan fashion hanya saja kemarin kemarin belum ku kembangkan saja bakatku. Hanya sebatas membuat rancangan baju yang ku upload di sosmedku saja. Karena lumayan banyak yang tertarik jadi ya aku beranikan diri untuk membuka butik saja dengan modal seadanya hahaha,, Siapa sangka bisa jadi sebesar ini dalam waktu singkat." Hana mulai ceriwis.


"Tuhan memang maha adil ya Dare,,, DIA mengambil milikku yang berharga namun kemudian melimpahkan semua kemudahan ini untukku." lirihnya kemudian dengan senyum manisnya.


"Sudah ada rencana untuk ke depannya??" tanya Darren.


"What you mean??" tanya Hana pura pura tidak paham arah pertanyaan Darren.


"Married,,," Jawab Darren menaikkan bahunya.


Hana tertunduk dan menghela napas lalu menghembuskannya sebelum mengangkat wajah cantiknya kembali menatap Darren.


"Belum tau,,, Tapi kemungkinan besar bisa saja aku jatuh cinta padamu lagi hahahha" Hana menggoda Darren yang begitu serius menatapnya.


"Silahkan saja kalau mau menyianyiakan hidupmu menunggu yang tidak akan pernah mau membuka hatinya lagi,,," ujar Darren dengan nada menyombong namun mengimbangi candaan Hana itu.


Keduanya pun lalu terkekeh menertawakan kehidupan masing masing yang penuh drama kehidupan. Hana juga ceritakan masalah hasil tes labnya dengan Dion yang hingga saat ini belum pernah diungkapkannya jujur pada Dion.


"Aku sebenarnya tidak tega membiarkan Dion sampai tertipu begitu tapi apa mau dikata?? Semua usahaku menjelaskan padanya malah berujung tuduhannya pada kita. Malas juga aku akhirnya. Ya biar sajalah kalau begitu mau seperti apa dirinya. Aku cuma bisa mendoakan semoga dia bahagia dengan hidupnya sekarang." tandas Darren.


Hana lantas mengajak mereka pulang ke apartemennya begitu mereka sudah puas bercerita panjang lebar di butik.


"Ibu pasti senang bertemu kalian."seru Hana.


"Iya tante,,,Nanti kata ayah kita mau diajak belanja bersama sama." kata Levi.


"Oh ya,, Belanja apa sayang??" tanya Hana sambil menyetir mobilnya.


"Baju baluuuu,,," sahut Rayya kecil.


"Waahh kalau begitu nanti kita habiskan uang ayah sama sama yaaa,,," kata Hana senang.


"No ante,,, Angan dihabiskan. Kacian ayah capek keljanya,,, Kata bunda cama abi dulu,,, tidak boleh boyos. Uang ayah juga halus ditabung buat nanti Ayya cama kak Levi cekolah,,," Rayya kecil tidak memahami bahwa ucapan Hana itu hanya sekedar gurauan.


Hana melirik Darren yang di sampingnya duduk tersenyum.


"Aku gak percaya anak sekecil ini sudah bisa sebegitunya berpikir. Chaira benar benar hebat mendidik putra putrinya. Pantas saja kamu tidak pernah bisa move on darinya meski dirinya sudah berada di surgaNYA." gumam Hana.

__ADS_1


"Jadi bagaimana?? Masih mau berencana mencintaiku??" goda Darren.


"Ogahhh,,, Mending aku terima saja si Bryan. Upppsss,," Hana menutup mulutnya sendiri.


"Hmmm diam diam sudah ada yang nama Bryan yaaa,,, Siapa ituuu???" tanya Darren yang sempat mendengar jelas Hana menyebut nama itu.


"Ada dwwweeehhhh,,,," sahut Hana belum mau jujur.


"Gaya main rahasia rahasiaan,,, Awas aja besok besok datang ke aku buat curhat yaaa." ancam Darren.


"Hahaha kali ini aku cuma mau slowly aja. Gak mau buru buru dulu." jawab Hana.


"Siapa pun dia,, Aku cuma bisa berdoa semoga Bryanmu ini bisa jauh lebih baik dari sahabat songongku itu. Bisa memberikan kebahagiaan buatmu biar kamu gak jatuh cinta lagi ke aku hahaha,,," ucap Darren membuat Hana nyengir.


"Tetep Aaamiiiinnnn,,,," sahut Hana senang.


Bu Irma memasang senyum lebar ketika melihat tamu istimewa yang datang. Darren mencium tangan tuanya dengan takzim dan penuh kerinduan akan sosok wanita dan suaminya yang dulu membuat jiwanya perlahan membaik sejak semua kejadian buruknya dulu.


Pelukan dari Levi dan Rayya untuk bu Irma juga membuat airmata bahagia mengalir di pipi bu Irma. Bu Irma tak pernah lagi menangisi takdir yang dituliskan tuhan untuk Hana. Bu Irma yakin akan selalu ada hikmah dibalik semua ujian ini.


Wajah renta itu tampak bahagia melihat senyum manis Hana yang makin hari makin mengembang terutama juga sejak Bryan hadir dalam hidup Hana.


Seutas doa panjang untuk kebahagiaan sang putri tunggal juga tak pernah terhenti dari bu Irma setiap harinya. Bu Irma sangat berharap kelak Bryan tidak seperti Dion.


Bryan adalah rekan sesama Designer yang dikenal Hana di sebuah pameran fashion di kota ini. Meski belum mendapatkan lampu hijau dari Hana setelah dirinya menyatakan perasaan cintanya namun Bryan tetap bersabar menanti jawaban dari Hana.


"Jangan lama lama nanti keburu di ambil wanita lain loh,,," goda Darren.


"Kalau gitu ya balik ke kamu lagi wekkkk,," balas Hana.


"Mulaiiii yaaaa,,,,!!!" sungut Darren.


Hana dan bu Irma serta anak anak hanya tertawaelihat ekspresi Darren yang manyun begitu.


\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya yaaa 🌻

__ADS_1


__ADS_2