BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S (LEVI & RAYYA) Part 17


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


"Siapa kamu sebenarnya??" tanya Hana setelah berusaha menenangkan dirinya.


"Aku nyonya Dion yang pertama,,,," sahut Ratna mantap.


"Ngaco kamu,,,!! Dion menikahiku dengan status lajang bukan duda!!" ketus Hana.


"Yaaa,,, Memang benar dia lajang di KTP tapi tidak di agama. Kami sudah menikah secara siri jauh sebelum Dion mengenalmu bahkan kami hampir punya anak."sahut Ratna.


"Apa maksudmu hampir??!!" tanya Hana.


"Aku hamil saat itu,,, Dan aku sangat bahagia mengetahui buah cinta kami ada dalam rahimku. Betapa kebahagiaanku terasa hampir sempurna. Tapi status sosial membuat Dion membuat keputusan gila. Dion menyuruhku menggugurkan kandunganku,,,!!! Dion memintaku membunuh anak kami,,,!!!" jerit Ratna.


Hana lemas di kursinya. Pandangannya nanar.


"Kenapa Hana?? Kenapa kamu begitu terkejut?? Tidak pernahkah suamiku itu menceritakan tentangku??" tanya Ratna.


"Dion itu suamiku!!! Bukan suamimu,,,!!!" ketus Hana.


Ratna tertawa keras.


"Apanya yang lucu hah??!!!" tanya Hana yang tak suka mendengar tawa Ratna.


"Bahkan aku sudah memintanya menceraikanmu,,, Aku ingin dia menempatkanku pada posisi yang sebenarnya. Aku istri pertamanya dan aku berhak untuk menerima atau menolak kehadiran istri kedua yang sama sekali tak pernah ku restui,,,!!!" ketus Ratna.


"Apa?? Dasar tidak tau diri,,,!!! Kamu itu bukan istri sah di mata hukum. Kamu akan kalah jika kamu menuntut. Posisiku lebih kuat di sini!!!" jawab Hana.


Ratna kembali tertawa sinis.

__ADS_1


"Yakin?? Bahkan Dion sudah menyanggupi permintaanku itu lho,,, Apa dia benar benar belum menyinggung semua ini?? Atau dia memang sengaja ingin memberimu kejutan ya,,,Uppss,,, Aku jadi tidak enak karena lebih dulu membocorkannya." Ratna kbali tertawa sinis.


"Tidak mungkin,,,!!! Tidak mungkin Dion segampang itu menerima permintaan Ratna untuk menceraikanku,,,Tidak mungkin,,,!!!" Hana menggeleng gelengkan kepalanya berkali kali.


"Sudahlah Hana,,, Akui saja kekalahanmu. Semestinya kamu itu yang harus tau diri. Sekian lama kamu mendampingi Dion tapi kamu tak kunjung hamil kan?? Wajar saja kan kalau Dion memutuskan memilihku yang jelas jelas bisa memberinya keturunan seperti dulu. Kami tidak perlu waktu banyak kok,,," ejek Ratna.


"Lagipula,,, Dion itu anak tunggal yang butuh pewaris kelak. Kamu sudah terbukti tidak ada gunanya jadi istri. Kamu juga sudah terlalu lama menikmati kemewahan jadi nyonya Dion secara gratis. Lama lama juga Dion past' malas lah,,, Ingat Han,, Kehadiran anak itu sangat penting dalam sebuah rumah tangga. Tau diri sedikit dong,,," sindir Ratna lagi.


Air mata Hana mulai bergulir dan membasahi pipi mulusnya. Hamil adalah satu kata yang sangat diimpikannya bisa terjadi pada dirinya meski nyatanya tuhan belum juga mempercayainya untuk menjadi seorang ibu.


"Cukup Ratna cukup,,,!!! Aku memang tidak seberuntung kamu bisa hamil anak Dion dalam waktu cepat. Tapi Dion tidak pernah menyinggung atau pun menuntutku,,, Kami bahkan hendak bulan madu lagi sekaligus terapi agar aku bisa cepat hamil. Jadi tidak mungkin Dion segampang itu mengiyakan apa maumu,,,!! Kamu pasti hanya berbohong,,,!!!" jawab Hana.


"Dion juga bilang padaku bahwa selama ini dia hanya mencoba bertahan denganmu,,, Dion itu sangat ingin sekali punya anak. Tapi kamu,,, Hmmm,,, Gak guna!!" ejek Ratna lagi.


"Aku jadi meragukan kemampuanmu di ranjang,,, Dion begitu malas menceritakan hal itu. Apa benar kamu tidak terlalu pandai memuaskannya?? Karena terakhir dia menyentuhku lagi kemarin dia begitu bergelora seperti menumpahkan semua rindu dan nafsunya yang tertahan selama kamu menjadi istrinya,,,!!!" kecam Ratna.


"Kalian melakukannya kemarin???" tanya Hana memastikan dirinya tidak salah dengar.


"Tidak salah kok,,,Aku kan masih istrinya. Jadi ya sudah sewajarnya aku melayani suamiku." sahut Ratna dengan tersenyum tanpa rasa bersalah sedikit pun.


"Kapan???" lirih Hana sambil menyeka airmatanya.


"Kapan kalian ada waktu untuk bercinta di belakangku???" ketus Hana.


Suara Hana makin meninggi seiring dengan emosinya yang makin memuncak.


"Aku sudah bilang kemarin kan,,,?? Apa harus ku katakan lengkap semuanya dengan detail kapan dan bagaimana kami melakukannya?? Kamu yakin kamu akan kuat mendengarnya??? Kalau aku boleh saran untuk kamu,,, Sebaiknya jangan mencari tau dan Lebih baik kamu segera kemasi barang barangku dan pergi sebelum harga dirimu sebagai istri terinjak injak. Aku tidak akan segan memamerkan kemesraanku dengan Dion di depanmu. Aku pastikan kamu juga akan merasa sangat cemburu tiap kali perut rataku ini makin membuncit pleh buat cinta kami,,," kata Ratna sembari mengelus perutnya.


"Cukup!!!! Keluar kamu,,,!! Keluar dari kamarku,,,!!!" usir Hana.


"Jangan sombong begitu Han,,,Ingat ya,,,Rumah ini rumah suamiku,,, Dan aku akan dengan gampang meminta Dion sendiri yang mengusirmu seperti aku memintanya menceraikanmu." ujar Ratna.


Ratna bangkit dari kursi itu.


"Ini foto pernikahan kami dulu,,,Biar kamu makin yakin dan tidak menuduhku berbohong." ucap Ratna.

__ADS_1


Ratna meletakkan dua lembar foto yang terlihat ganpir pudar warna di atas ranjang Hana lalu melangkah menuju pintu.


Ratna melangkah keluar sembari melambaikan tangan dan mengedipkan matanya nakal pada Hana.


"Bye wanita kedua,,, Siapkan dirimu!!!" pesan Ratna sebelum menghilang di balik pintu.


Hana melemparkan bantalnya ke pintu itu untuk menumpahkan kekesalannya. Diambilnya dua lembar foto yang memperlihatkan betapa Dion sangat antusias berjabat tangan dengan seorang pria tua yang tampaknya bertindak sebagai penghulu.


Di foto satunya Dion tampak tersenyum dan memeluk Ratna. Foto itu tampaknya di ambil setelah selesai akad nikahnya. Hana bisa menyimpulkannya setelah melihat tanggal dan jam yang tertera di foto itu.


Hatinya hancur mendengar dan melihat semua ini bukan dari Dion sendiri melainkan dari Ratna.


"Kamu jahat Dion,,,Kamu menyembunyikan semua ini dariku. Kamu bahkan kembali berhubungan dengan wanita itu,,,Tega kamu Dion!!!" hati Hana menjerit.


Hana mengemasi barang barangnya secukupnya sembari berurai airmata. Emosinya membuat dirinya tidak tahan lagi untuk menunggu penjelasan dari Dion. Hana sangat marah hingga tak berpikir panjang.


"Lebih baik aku psrgi dari sini biar kamu bisa bebas dengan wanitamu itu!!!" batin Hana saat menatap foro pernikahan mereka.


Diambilnya foto itu dari dinding dan dibantingnya ke lantai hingga pecah.


"Pembohong!!!!" teriak Hana saat membanting foto itu.


Tak puas dengan membanting foto,,,Hana juga membanting ponselnya dengan harapan Dion tak akan bisa menghubunginya lagi.


Ratna yang mendengar suara gaduh hanya tersenyum dan menunggu tontonan berikutnya. Ratna tak perlu kecewa karena tak lama kemudian Hana terlihat keluar dengan menyeret kopernya.


"Keputusan yang tepat Han,,," teriak Ratna sambil mengacungkan dua jempolnya pada Hana.


Hana menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahnya tanpa menjawab sepatah kata pun. Hana meninggalkan rumah yang disediakan Dion untuknya sstelah mereka menikah tanpa sepatah kata pun.


Ratna tersenyum penuh kemenangan melihat Hana keluar dari rumah mewah itu.


"Hmmm,,,akhirnya aku bisa jadi nyonya rumah." gumam Ratna sembari mengelus sofa empuk yang di dudukinya.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸


__ADS_2