BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
Abi


__ADS_3

Usai santap malam Ray meminta izin pada Chaira untuk langsung beristirahat di kamarnya. Chaira yang paham bahwa Ray pasti lelah sama sekali tak keberatan.


"Ayo cium abi dulu nak" Ray menyodorkan pipinya pada Levi.


Levi yang sudah mengerti langsung saja berusaha menciumnya. Puas mendapat ciuman Levi Ray segera pamit pada Chaira.


"Aku istirahat dulu Chai,,, selamat malam" ucap Ray


"Selamat malam Ray" sahut Chaira.


Ray langsung menuju kamarnya yang terletak di halaman samping vila yang ditempati Chaira. Chaira yang sudah selesai memberi arahan pada asistennya pun segera menuju kamarnya sendiri.


Dia menyusui Levi dan menidurkannya.


Sementara itu di kamar Ray,,,,


Ray tak bisa langsung tidur. Ingatannya melayang pada pertemuannya dengan Darren tadi pagi.


"Kenapa aku harus bertemu dengannya? Kenapa harus Darren?? Harusnya aku cek dulu latar belakang perusahaan itu sebelum aku mengajak kerjasama" Ray menyesali kecerobohannya


"Susah payah aku berusaha menghapus jejak Chaira ternyata malah aku sendiri yang mendekatkan Darren padanya" batinnya lagi


Ray tak ingin kebahagiaan Chaira terusik lagi. Dia ingat saat itu mereka bicara berdua di taman villa. Sebenarnya tak hanya berdua karena ada Levi di gendongan Ray waktu itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Flashback pembicaraan di taman,,,,


"Chai,,, boleh aku minta sesuatu darimu" Ray bertanya tanpa menoleh Chaira yang duduk di sebelahnya.


Ray tetap asyik membelai dan menciumi Levi yang tertidur. Chaira yang ditanya menolehnya.


"Apa Ray? Jika itu memang hal yang bisa ku berikan atau ku lakukan maka aku tak keberatan" kata Chaira.


Ray menghentikan kegiatannya dengan Levi. Kali ini dipandangnya mata Chaira.


"Izinkan aku menjadi sosok ayah untuk Levi" ucap Ray


Chaira tersentak mendengarnya.


"Ray,,,, " Chaira hendak bicara


"Jangan salah paham dulu Chai. Aku hanya ingin menganggap Levi sebagai putraku sendiri." potong Ray cepat


"Tidak Chai,,, jangan memikirkan tentang pernikahan. Walau kau tau seberapa besar aku menginginkanmu tapi aku tak pernah ingin memanfaatkan apa yang menimpamu untuk bisa menjadikanmu milikku. Aku tak bahagia dengan berpisahnya kau dan Darren. Aku turut sakit Chai,,, aku turut merasakan pedihmu" kata Ray


"Oleh karena itu ijinkan aku memberimu dan Levi tempat untuk menjadi bagian dari hidupku. Ijinkan aku menjadi sosok ayah untuk Levi. Aku tak ingin Levi tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah." lanjutnya

__ADS_1


Chaira yang masih terdiam mulai menitikkan airmata.


"Aku hargai apa pun keputusanmu tentang Darren. Aku akan selalu mendukungmu. Termasuk ketidakinginanmu mengabarkan padanya tentang Levi. Aku bisa paham dan mengerti Chai,,, Aku pun tak ingin memaksamu merubah keputusanmu itu. Tapi aku ingin kau juga ingat,,, kau mungkin bisa melewati semua ini tanpa Darren,, tapi Levi??? Setidaknya hadirkan sosok ayah untuknya. Dia butuh itu Chai,,,, " Ray kembali berbicara


Chaira makin tertunduk dan Ray bisa mendengar isakan tangisnya.


"Apa aku menyakiti perasaanmu Chai?" Ray mulai khawatir melihat Chaira yang tak kunjung berhenti menangis.


Chaira menggeleng perlahan. Wajahnya masih tertunduk.


" Aku,,,, "Chaira berhenti


" Kenapa Chai?"tanya Ray penasaran


"Aku sebenarnya tak ingin kamu terus berlarut larut dan terseret dalam kehidupanku Ray,,, Tapi kamu benar. Levi butuh sosok ayah. Aku ingin mengabulkan permintaanmu tapi aku memikirkan masa depanmu. Aku dan Levi hanya akan menjadi bebanmu" ucap Chaira


Ray tersenyum. Diciumnya Levi berkali kali.


"Masa depanku akan sangat cerah bersama kalian. Bisa menjadi bagian dalam hidup kalian membuatku bahagia. Jadi jangan pernah ragu mengijinkan aku menganggap Levi ini putraku." Ray menjawab dengan penuh keyakinan.


"Tapi Ray,,, " Chaira masih berusaha menolak


"Panggil aku Abi hanya didepan Levi,,, Dan aku akan memanggilmu bunda didepannya. Biarkan Levi merasa dia memiliki keluarga yang utuh Chai. Ingat,,, kau tak perlu menikah denganku. Kau tetap bebas menentukan masa depanmu dab Levi. Jadi jangan terbebani dengan ini." Ray berusaha meyakinkannya


"Kita akan jelaskan semua pada Levi saat dia sudah bisa mengerti semuanya Chai" lanjutnya sembari memandang wajah polos Levi.


"Bisa bersama kalian saja aku sudah sangat bahagia. Aku tak perlu status kejelasan hubungan kita. Aku hanya butuh ijin darimu atas permintaanku ini" lirih Ray


"Baiklah Ray,,, kamu boleh menganggap Levi putramu dan kamu boleh mulai membiasakan dia memanggilmu abi. Aku tidak keberatan. Malah aku sangat berterima kasih untuk cintamu padanya. Itu sangat berarti untuknya Ray." ucap Chaira


Mata Ray berbinar mendengarnya.


"Halo anak Abi,, jagoan abi." Segera diciumnya kembali Levi berkali kali hingga Levi terbangun dan menangis.


"Rayyyyy,,,, kamu membuatnya terbangun" Sungut Chaira yang langsung mengambil Levi dari gendongan Ray.


Levi yang menangis mulai tersenyum saat Chaira menggendongnya.


"Wahhh anak abi nakal yaa,,, mintanya digendong bunda terus" Ray mencubit gemas pipinya.


Levi kembali menangis akibat cubitan itu.


"Raaaayyyyy,,, nakal sekali sih!!!" Chaira menepis tangan Ray


Ray menangkap tangannya dan menggenggamnya. Dibawanya ke dadanya dan ditempelkannya.


"Aku selalu mencintaimu Chai,,, Tak peduli dengan siapa pun kau menentukan pilihanmu melanjutkan hidupmu,,, aku ingin kau selalu tau dan mengingat,,, Aku selalu mencintaimu" lirih Ray

__ADS_1


Chaira membiarkan jemarinya tetap menempel di dada Ray.


"Ray,,, aku,,, "


"Tidak Chai,,, jangan menjawab dan bicara apa pun. Aku tidak memerlukannya. Aku tak pernah ingin tau seperti apa perasaanmu padaku tapi aku yakin cinta yang ku punya ini sudah cukup untuk kita" Ucap Ray.


Mereka saling berpandangan hingga tangisan Levi menyadarkan mereka.


"Bisakah kamu lepaskan tanganku Ray,, aku harus menyusui Levi" pinta Chaira sopan


"Baiklah,,, aku akan menunggumu di meja makan. Setelah kau selesai segeralah menyusul. Aku memesan banyak makanan hati ini untuk kita semua disini." ucap Ray


Chaira mengangguk. Dia segera menyusui Levi begitu Ray sudah menjauh.


\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=


Kembali ke masa sekarang,,,,


Ray tak pernah menyesal mengambil keputusan untuk menjadikan dirinya sebagai ayah Levi. Bahkan dia merasa seperti sudah berumah tangga.


Ada anak dan istri yang menunggu saat pulang kerja. Ray tak pernah menyayangkan walau semua itu tanpa adanya status dan ikatan yang jelas antara mereka.


Ikatan hati yang sudah tersimpul kuat sudah cukup menghangatkan keluarga kecil buatan mereka.


Namun kehadiran Darren mulai mengusiknya. Ray tak ingin Darren merusaknya. Ray bukan ingin memiliki Chaira sendiri. Tapi Ray memikirkan apa Darren bisa menerima semuanya?


Hingga detik ini bahkan Darren belum tau bahwa dia memiliki putra. Entah sampai kapan Chaira ingin menyembunyikannya. Ray tak pernah bertanya.


Yang jelas apa pun keputusan Chaira dia akan selalu mendukungnya, mendampinginya dan melindunginya.


Terlintas senyum kecut Darren saat Ray memintanya menyampaikan salamnya untuk Chaira. Darren terlihat bersedih hati mendengar Ray menyebut nama Chaira.


"Apa dia sudah merasa kehilangan Chaira?" pikir Ray


"Apa yang harus ku lakukan? memberitahu Chaira atau berusaha mencari tau perasaan Darren pada Chaira seperti apa?" Ray bingung dengan dirinya sendiri.


Satu sisi dia ingin Chaira segera tau tentang pertemuannya dengan Darren agar dia bisa mengambil langkah yang tepat.


Namun di sisi lain Ray juga ingin tau dan penasaran dengan perasaan Darren.


"Mungkinkah masih ada rasa cinta untuk Chaira darinya? Mungkinkah ada keinginan untuk memperbaiki rumah tangganya bersama Chaira?" pikirnya


"Lalu jika sudah tau semua jawabannya,,, apa yang akan kau lakukan Ray? Melepas Chaira? Atau menahannya??" Ray semakin pusing


"Aaaarrggghhh sebaiknya aku tidur saja dulu. Mungkin besok pagi pikiranku lebih jernih" lirihnya


Jangan lupa vote, like dan komen yaaaa

__ADS_1


Terima kasih 😍


__ADS_2