BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
Tetap jadi sahabatku


__ADS_3

Drettt,,,,


"Assalamualaikum Chai,,," Ray cepat menjawab saat Chaira menelponnya.


"Waalaikumsalam Ray,,, aku ingin bertemu denganmu. Apa kamu ada waktu? Ada yang ingin ku sampaikan padamu" suara Chaira lembut terdengar.


Ray berpikir sejenak.


"Apa yang ingin kau bicarakan sayang? Kau membuatku sangat takut" batin Ray


"Ray,, halo,, apa kamu masih mendengarkanku?" suara Chaira terdengar kembali.


"Oh ya ya,, aku akan menemui sekarang. Dimana kita bisa bertemu?" tanyaku


"Datanglah ke rumahku saja" jawab Chaira


"Baiklah,,, tunggu aku disana." ucap Ray yang segera menutup telpon setelah mengucapkan salam.


Dia segera bergegas dan untuk pertama kalinya dalam pekerjaannya dia membatalkan jadwal yang sudah dibuatnya sendiri.


Baginya saat ini tidak ada yang lebih penting dari mendengar apa yang hendak disampaikan Chaira.


Dipacunya mobilnya dengan cepat menuju rumah Chaira. Dia begitu bersemangat saat melihat Chaira telah berdiri di depan pintu menyambutnya bersama Levi dan Putri.


"Halo anak anak abi,,, Sini biar abi yang gendong kakak yaaa,,, bunda yang gendong adik" kata Ray menyapa anak anaknya.


Chaira tersenyum melihatnya. Ini bukan pertama kalinya dia melihat Ray memperlakukan putra putrinya sebaik itu.


"Jadi,, ada apa Chai,,, apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Ray sembari duduk memangku Levi.


Ray melirik cincin yang masih tersemat di jari Chaira.


"Dia tidak melepasnya,,, apakah itu artinya dia masih ingin bersamaku?" batin Ray.


"Apa yang kamu pikirkan Ray?" selidik Chaira.


"Tidak ada,, ayo lekas katakan,, ada apa? Jangan bilang kau hanya menjahiliku,, kau hanya rindu padaku" Ray mencoba mencairkan kebekuan hatinya sendiri.


"Memangnya tidak boleh aku merindukanmu?" tanya Chaira.


Ray menatapnya. Ray mencari sesuatu di mata Chaira. Ray ingin tau pertanyaan itu muncul dari hatinya atau sekedar candaannya.


"Ray,, Darren datang tadi pagi" Kata Chaira yang tak mengetahui bahwa Ray sempat datang dan melihat semuanya.


"Lalu?" Ray bertanya.


"Tolong jawab aku yang sejujurnya Chai,,, jangan ada cerita yang kau lewatkan. Aku sudah melihat semua. Aku hanya tak bisa mendengar apa yang kalian bicarakan. Jujurlah,, jangan kecewakan aku" bisik hati Ray.


"Dia memelukku,, bersimpuh di kakiku,, dia memohon agar aku memaafkannya. dia menceritakan semua hal tentang Febby,, Dia juga memintaku untuk rujuk lagi" Chaira menjawab jujur.


Ray bernapas lega karena tak ada yang ditutupinya.


"Kau memang bisa dipercaya Chai,, kau berani mengatakan semua itu padaku" puji Ray dalam hati.


"Lalu apa jawabanmu?" tanya Ray langsung.


"Jujur saja aku sempat ragu Ray,,," ucapnya


"Pada hubungan kita?" tanya Ray lagi

__ADS_1


Chaira menggeleng.


"Ray,,, aku ingin kita segera menikah." Chaira yang berbicara ini seperti bukan Chairaku yang malu malu.


"Apa kau yakin Chai?" Ray memastikan.


"Aku tidak ingin kau mengambil keputusan seperti ini karena kau sedang menghindari Darren,, aku tak ingin kita menikah jika pernikahan kita hanya jadi pelarian. Aku masih sanggup menunggumu walau pun kau memutuskan kembali padanya" lirih Ray.


"Ray,, mungkin menungguku adalah hal yang sudah lama kamu lakukan dan kamu terbiasa dengan itu,,, tapi aku tidak bisa Ray,,


Aku tak bisa lagi jika harus mengalah,,, aku sudah pernah mengalah pada hati dan cintaku saat kamu menyatakan bahwa kamu belum siap menikahiku.


Dan sekarang,, saat kamu sudah melamarku,,, hatiku tak ingin menyerah lagi walau ada Darren,,, Aku tidak ingin mengalah lagi Ray,,, aku sudah merasakan pedihnya hatiku saat aku harus memupus rasa yang ada dihatiku untukmu.


Jadi jangan memaksaku untuk memupusnya kembali,,, Aku mencintaimu Ray,,, sejak dulu,, Maafkan aku jika aku terlalu lama menyita waktumu."


Chaira menyelesaikan semua kalimatnya. Ray terhenyak. Sama sekali tak terlintas di benaknya dia akan mendengar semua itu. Pernyataan cinta itu keluar langsung dari bibirnya.


Chaira ku ini sangat berbeda,,, Chairaku ini telah begitu berani mengungkapkan isi hatinya kepadaku. Hal yang ku tau tak pernah dilakukannya pada Darren.


"Jangan diam saja Ray,,, katakan sesuatu atau aku akan menangis" Chaira mulai tak bisa menahan gejolak di dadanya.


"Tetaplah seperti ini,,," ucap Ray singkat.


"Maksudmu??" tanya Chaira


"Jangan hanya menjadi istriku,,, Tapi tetaplah menjadi sahabatku juga,,, Yang tak pernah merasa ada batasan dengan diriku,, yang bisa dan mau mengatakan isi hatinya,,, agar aku tau harus bagaimana memperlakukanmu.


Aku bahagia mendengar pernyataan cintamu padaku,,, aku bahkan bahagia mendengar keberanianmu mengakui bahwa dulu pun kau telah mencintaiku.


Terima kasih Chaira untuk cintamu,,, terima kasih telah memilihku,,, telah mempercayaiku. Aku tak akan pernah letih mencintaimu."


Ray pun menyelesaikan kalimatnya. Hatinya lega mengetahui Chaira lebih memilihnya daripada Darren. Chaira yang menangis bahagia mendengar penuturan Ray itu menghapus airmatanya.


"Raaaayyyyy,,,, " Chaira merajuk karena Ray masih saja menggodanya saat begini.


Ray tertawa melihat Chaira yang menangis namun tertawa.


"Lihat deh nak,, bunda nangis tuh,, gak malu sama kakak sma adik yang gak nangis yaaahhhh" Ray masih saja menggodanya.


"Ray!!! Jadi kapan kamu akan menikahiku??? Sudah dua kali aku menanyakannya!!!" kata Chaira yang sudah jengkel digoda terus terusan.


"Segera sayang,,, aku tak ingin kau diambil lagi sama Darren. Aku tak ingin dia melakukan segala cara untuk mendapatkanmu kembali seperti yang dikatakannya padaku" kata Ray


Chaira heran mendengarnya.


"Apa dia menemuimu?" tanyanya


Ray mengangguk.


"Apa yang dikatakannya padamu Ray?" selidik Chaira


"Dia ingin aku mengalah untuknya,, dia ingin aku melepasmu,,, membiarkan kalian kembali demi anak anak" ucap Ray


"Apa kamu menyetujuinya??" tanya Chaira lagi


Ray menggeleng pasti.


"Mana mungkin aku mau mengalah begitu saja,, kecuali memang kamu yang mau aku melepasmu,, maka akan ku lepas jika itu membuatmu bahagia. Aku mencintaimu tanpa syarat Chai,, kau tak perlu membalas cintaku jika memang kau memilihnya dan hidup bahagia dengannya. Tapi sekarang kau sendiri yang mengatakan bahwa kau mencintaiku,,, jadi akan ku buat kau sebahagia mungkin. Tak akan ku lepaskan untuk pria yang hanya akan menyakitimu lagi dan lagi" kata Ray

__ADS_1


"Pertahankan aku Ray,, aku ingin menjalani sisa hidupku bersamamu,,," pinta Chaira


"bersama anak anak kita juga tentunya" Ray menambahkan.


"Aku janji padamu,,pada diriku sendiri dan pada Tuhan,,, Aku akan berusaha jadi imam terbaikmu,, abi terbaik untuk mereka,,, Pelindung terkuat untuk keluarga kecil kita." lanjut Ray mantap


"Terima kasih Ray" kata Chaira.


"Kalau seperti ini aku tak tahan lagi untuk segera menikahimu,, agar aku bisa puas memelukmu" goda Ray lagi.


"Kalau begitu cepatlah pergi dari sini dan urus semuanya segera" goda Chaira balik.


Tetaplah seperti ini sayang,,,,


Tetaplah jadi sahabat terdekatku,,,


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mama bahagia bukan kepalang ketika Ray mengajak Chaira mengunjungi rumah Ray. Beliau bertambah bahagia saat Ray mengatakan tujuannya membawa Chaira serta adalah ingin membicarakan segala keperluan pernikahan dengan mama.


"Kami minta restu mama. Kami tak ingin menunda lagi pernikahan kami agar tak jadi fitnah lagi ma" kata Ray mewakili.


"Mama bahagia sekali nak,, akhirnya kamu akan menikah juga,, dengan satu satunya wanita yang kau cintai,,, Penantian panjangmu terjawab sudah nak,,,, Mama merestui pernikahan kalian" mama mengucapkannya dengan terisak bahagia.


Ray membiarkan Chaira memeluk mama.


"Terima kasih ma" ucap Chaira


"Tidak nak,, mama yang berterima kasih padamu karena telah menerima Ray,, memberikan kebahagiaan kepadanya,,, dan pada mama juga" ucap mama sembari menciumi pipi dan kening Chaira.


Ray lega,,


Ray bahagia,,


Kedua wanita yang dicintainya itu sama sama saling mencintai,,,


" Lancarkanlah urusan pernikahan kami ya Rabb,," ucap Ray


"Aamiin,,," jawab Chaira


Bismillah,,,,


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ray mengijinkan Chaira menemui Darren tanpa dirinya. Chaira ingin menyampaikan penolakannya sendiri.


"Boleh sayang,,, aku percaya padamu" ucap Ray


Chaira segera menghubungi Darren begitu mendapat ijin Ray.


"Dare, temui aku" pinta Chaira


"Tentu Chai,,, tunggu aku!!!!" Ucap Darren semangat.


Darren menyempatkan diri membelikan Chaira cincin dan bunga. Dia yakin Chaira ingin menemuinya karena akan menerima ajakan rujuknya.


"Chaira mencintaiku,, aku tau itu"


Darren tersenyum sepanjang perjalanan menuju rumah Chaira. Dirinya sudah tak sabar menjadikan wanita itu miliknya lagi.

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaaaa


Terima kasih 😍


__ADS_2