
Selamat membaca ๐ป
Maaf banyak typo ๐
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
๐ป๐น
Dua tahun kemudian,,,
"Dare,,, Aku minta tolong antarkan Hana ke rumah sakit untuk cek kandungan bisa?? Ini cek kandungan terakhir sebelum anak kami lahir. Padahal aku sangat menunggu momen momen ini tapi Sayangnya hari ini Aku ada meeting penting dan dadakan sekali ini." kata Bryan lewat telpon.
"Ok Bry,,, Tenang saja. Lagian hari ini aku juga gak lagi sibuk. Anak anak juga masih sekolah semua."jawab Darren.
"Thanks Dare,,,Maaf kalau aku sering merepotkanmu ya,,," kata Bryan tak enak hati.
"No worries Bry,,, Hana kan juga adikku. Memangnya siapa lagi yang dia punya selain kita berdua?? Kalau kamu tidak bisa,,, Setidaknya aku bisa. Kita ini keluarga jadi jangan itu dijadikan beban." kata Darren.
"Iya Dare,,, But i really feel too much disturbing you selama ini." kata Bryan.
"Santai Bry,,,After all,,,, Family is number one right?? Mungkin lain kali gantian aku yang akan merepotkanmu." jawab Darren.
"Iya Dare,," sahut Bryan.
Mendapatkan hati Hana setelah penantian panjangnya tak membuat Bryan melewatkan atau menunda nunda lagi saat Hana berkata "Yes, I do". Bryan langsung menikahi Hana sehari sebelum bu Irma menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengalami gangguan asma akut.
"Nak Bry,,, Ibu titip Hana. Bahagiakan dia. Jadikan dia satu satunya ratu di istanamu dan di hatimu. Biar ibu dan bapak bisa tenang meninggalkannya." pesan terakhir bu Irma pada Bryan.
"Bryan janji bu,,, Bryan akan laksanakan pesan ibu." janji Bryan kala itu.
Tak hanya Bryan,,, Darren pun dibuat berjanji untuk menjadi satu satunya kakak laki laki Hana sepeninggal bu Irma.
"Kalau Hana membutuhkan bantuanmu,,, Jangan peenah mengeluh ya nak Darren. Ibu titipkan Hana padamu juga." pesan bu Irma pada Darren.
__ADS_1
Sebulan menikah dengan Hana,,, Tuhan telah begitu baik dan percaya untuk meniupkan nyawa ke dalam rahim Hana. Hana menangis bahagia kala dia mengetahui dirinya positif hamil. Bryan pun tak kalah bahagia kala itu karena akhirnya di pernikahan keduanya ini dia juga memiliki anak. Istri pertama Bryan meninggal dalam sebuah kecelakaan saat mereka baru dua bulan mengecap kebahagiaan sebagai pengantin baru.
Lalu saat kandungan Hana memasuki bulan ke sembilan,, Bryan mengajaknya hijrah dari Singapura dan tinggal di Indonesia.
Baru sebulan tinggal di Indonesia karena bisnisnya memaksanya untuk stay di sini namun Bryan merasa sudah sering sekali meminta bantuan Darren. Untuk itu dia merasa sangat tidak enak lagi jika masih melibatkan Darren untuk mengantar Hana ke dokter kandungan.
Sebagai suami Hana yang baru,,,Bryan merasa dirinya tidak becus karena masih saja tidak bisa melakukan semuanya sendiri.
"Tidak apa apa beib,,, Kamu kan memang sedang sibuk dan bukan dengan sengaja tidak mau menemaniku. Lagian kan Darren juga tidak keberatan. Kakakku itu pasti akan menjagaku dengan baik." kata Hana.
"I am so sorry beib,,, Padahal aku sama sekali tak ingin melewatkan setiap momen kehamilanmu ini." kata Bryan.
"Iya beib,,,Anak kita pasti mengerti kalau pun kali ini papanya berhalangan." jawab Hana tersenyum manis.
"Aku antar kamu sampai rumah Darren saja ya biar Darren tidak perlu menjemputmu kesini. Gak enak terus merepotkan dia beib." kata Bryan.
"Iya gimana baiknya saja ya beib." jawab Hana menurut.
Jadwal meeting Bryan memang lebih awal dari jam buka praktek dokter kandungan Hana. Namun Bryan ingin sekalian saja membawa Hana berangkat dan mengantarnya ke rumah Darren saja agar Darren tidak perlu menjemputnya.
"Titip Hana ya Dare,,," ucap Bryan sebelum meninggalkan rumah Darren setelah dirinya mengantar Hana hingga ke dalam.
"Siap." jawab Darren.
Bryan tersenyum lantas mengucapkan beberapa pesan pada Hana diantaranya mengingatkan minum vitaminnya dan mengabari dirinya secepatnya setelah selesai cek kandungan.
"Aku akan menjemputmu pulang begitu meetingku selesai." ucapnya.
Hana mengangguk dan tersenyum. Tak lupa dia berpesan agar Bryan berhati hati di jalan. Mobil Bryan keluar dari halaman rumah Darren beberapa saat sebelum sebuah mobil mewah berhenti tepat di seberang rumah Darren. Pengemudinya tampak antusias memperhatikan gerak gerik Hana dan Darren.
"Ayo kita masuk saja dulu. Aku mau mandi dan siap siap dulu. Jam buka praktek dokter masih satu setengah jam lagi kan??" tanya Darren.
Hana mengangguk saja.
__ADS_1
"Berarti masih bisa santai santai mandi sambil menyanyi nyanyi nih di kamar mandi."celetuk Darren.
"Awas saja kalau buat aku sampai kelamaan nunggu yaaa,,," jawab Hana sambil memukul lengan Darren gemas .
"Kalau orang minta tolong itu kan gak boleh maksa. Terserah yang nolong dong bisanya kapan hahahha,,," jawab Darren.
"Ngeselinn deh kamu Dareee,,," Hana lagi lagi terus memukuli lengan Darren.
Darren tertawa saja lalu menghentikan tangan Hana yang memukuli lengannya. Darren kemudian mengelus perut Hana dan berbicara pada sang bayi.
"Halo calon ponakanku. Nanti kalau kamu sudah lahir ke dunia ini,,, jangan suka merepotkan om Darren yaa,,," ucapnya.
Hana merengut dan lagi lagi memukulinya. Sesekali juga mencubitnya membuat Darren meliuk liukkan tubuhnya berusaha menghindar. Lalu karena Hana kelelahan Darren pun membantunya masuk ke rumah dengan membimbing tangannya.
Bayi kembar dalam rahimnya membuat Hana agak kesusahan bergerak terutama di minggu akhir kehamilannya ini.
Pengemudi mobil di seberang jalan meremas remas kemudinya. Perasaannya bercampur aduk melihat kebahagiaan yang terjalin di depan matanya itu. Meski telinganya tak bisa mendengar apa saja yang dikatakan oleh Hana dan Darren namun sang pengemudi sudah bisa menyimpulkan hubungan seperti apa yang terjalin di antara keduanya.
"Jadi begini,,, Secepat ini kamu melupakanku Han,,,Dan kenapa harus Darren yang kamu pilih?? Apa tidak ada pria lain selain Darren di dunia ini?? Darren juga,,, Rupanya dirinya sudah ingkar pada dirinya sendiri yang berniat tak akan menikah lagi." gumam Dion yang baru bebas hari ini.
Uangnya membuat dirinya bisa keluar penjara jauh lebih cepat dari hukuman yang sudah ditentukan sebelumnya.Dion berhasil memotong masa tahanannya setengah masa tahanan dengan banyak uang.
Dan hari ini dia berniat menemui Darren karena selama ini anak buahnya masih tetap tak bisa melacak keberadaan Hana. Selama ini mereka hanya melaporkan bahwa Darren masih sibuk dengan bisnisnya dan anak anaknya saja.
"Kenapa mereka bisa kelewatan berita tentang Hana?? Padahal Hana juga disini sini saja. Jadi istri Darren. Tumben mereka tidak becus bekerja begini." gerutu Dion.
Dion pun memutuskan untuk masuk dan menanyakan langsung pada keduanya sebelum asumsinya semakin jauh. Dion tidak mau melakukan kesalahan yang sama seperti Darren menuduh Chaira dulu.
"Setidaknya aku harus tau sebenarnya ada hubungan apa diantara keduanya. Sebelum aku mantap memupus niatku mengajak Hana rujuk walau sebenarnya akunmasih sangat menginginkannya kembali menjadi milikku seperti dulu." gumam Dion.
Dengan langkah mantapnya,,,Dion pun menekan tombol bel pintu.
Ting tong,,, Ting tong,,,
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=
Terima kasih atas vote, like dan komennya ya ๐นโค๏ธ