BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 49


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌹


"Selamat pagi ayah,,," Rayya menyapa Darren yang tengah sibuk membuat sarapan untuk mereka.


"Selamat pagi anak ayah,,, Gimana bobonya semalam? Nyenyak?? Mimpiin bunda sama abi gak??" pertanyaan itu selalu keluar dari bibir Darren tiap paginya.


Tidak pernah ada yang aneh dari pertanyaan yang tiap hari ditanyakannya itu kecuali sikap Rayya pagi ini setelah mendengarnya. Rayya diam bahkan menundukkan kepalanya.


"Ada apa Rayya??" Tanya Darren lembut dan menyibakkan anak rambut Rayya yang jatuh menutupi pipi putri cantiknya itu.


Rayya menggeleng pelan dan tetap tertunduk.


"Apa ayah ada salah kata??" tanya Darren lagi.


Lagi lagi hanya gelengan kepala dari Rayya yang didapatkannya.


"Lalu ada apa sayang?? Coba cerita sama ayah." ucap Darren lembut dan membimbing Rayya duduk di kursi yang selalu menjadi tempat favorit Rayya sejak kecil jika sedang menemani Darren di dapur.


"Dulu bunda sama ayah masih sama sama kuliah kan pas pertama kali bertemu??" tanya Rayya pelan.


"Benar sayang. Kenapa sayang??" tanya Darren lembut dan mengambil posisi duduk tepat di sebelah Rayya.


Hari ini memang hari minggu dan semuanya libur. Baik Darren dan anak anak. Darren tidak ke kantor,,, Anak anak pun tidak ke sekolah.


"Kalau orang pertama jatuh cinta itu kapan sih bagusnya ayah??" tanya Rayya lagi.


Darren tersenyum mendengar pertanyaan putri cantiknya itu. Tampaknya Darren sudah bisa mengambil kesimpulan dengan arah pertanyaan Rayya itu.

__ADS_1


"Putriku sudah jatuh cinta rupanya." batinnya.


"Bisa merasakan jatuh cinta itu adalah salah satu anugerah tuhan yang datangnya tidak bisa diduga sayang. Ada yang jatuh cinta sejak kecil pada sahabatnya,,, Ada yang saat di bangku sekolah walo sering disebut cinta monyet tapi terkadang tidak sedikit cinta monyet itu membawa sepasang manusia hidup bersama dan cinta itu abadi sampai akhir hayat. Ada juga yang harus sabar karena belum pernah menemukan seseorang yang membuatnya jatuh cinta,,," jawab Darren penuh sabar.


Meski dirinya tau arah bicara Rayya namun dia tidak mau melangkahi. Dia mau Rayya merasa nyaman menjadikannya tempat curhat.


"Ray,,, Ku harap kamu tidak iri melihat betapa putri kita ini bisa menerimaku sebagai ayahnya. Mungkin jika kamu masih hidup,,,Kamulah yang saat ini akan duduk di sebelahnya memeluknya dan mendengarkan semua ceritanya. Bukan aku,,, Jangan takut Ray,,, Aku akan berusaha sebaik mungkin memerankan peranmu."batin Darren.


"Ayah bersyukur dipertemukan dengan bunda baru saat kalian kuliah??" tanya Rayya lagi.


"Tentu saja sayang. Bahkan jika ayah disuruh memilih dan ayah bisa tau bahwa usia bunda tidak panjang,, Ayah akan meminta pada Rabb kita agar mempertemukan ayah dan bunda sejak awal. Agar ayah punya banyak waktu bersama bunda. Dan jika bisa diulang lagi,,, Ayah tidak akan menyakiti bunda." Sudut mata Darren mulai nanar oleh airmata yang tiba tiba menggenang.


"Ayah cinta banget ya sama bunda??" Rayya mengusap airmata Darren yang lolos itu.


"Sangat sayang. Sayangnya ayah bukan pria hebat yang mampu bersyukur telah dihadiahi bidadari tercantik dalam hidup ayah pada masa itu. Sayangnya ayah malah terlena dengan wanita lain." Darren kembali menyesali perbuatannya.


"Yang penting kan ayah sudah bertobat dan tidak pernah mengulangi kesalahan yang sama. Bunda di surga pasti sangat bahagia karena walau bunda sudah tidak ada,,, Cinta ayah kekal untuknya. Bunda sangat beruntung bisa mendapatkan cinta yang begitu berlimpah dari ayah." kata Rayya dengan nada suara yang berbeda.


Nada itulah yang bisa ditangkap Darren. Seolah Rayya tengah memberinya clue bahwa percintaannya kali ini pun menemui jalan buntu.


"Terima kasih ya ayah untuk cinta ayah pada bunda. Ayah benar benar tulus dan tak berharap bisa bersama bunda. Cinta ayah tak mengekang bunda." kata Rayya kemudian.


"Tidak nak kamu salah,,," sela Darren.


Rayya menoleh dengan pandangan penuh tanya.


"Salah jika kamu mengira ayah tak mengharapkan bisa bersama bunda. Ayah masih selalu berharap sayang. Hanya saja ayah tidak bisa melawan takdirNYA. Hingga kini pun ayah masih terus berharap kelak ayah bisa kembali di persatukan dengan bunda di surgaNYA." Darren menjelaskan.


"Rayya tidak mengerti ayah,,, Kenapa ayah bisa berdiam diri dulu saat bunda menikah dengan abi. Kenapa ayah tidak perjuangkan cinta ayah??" tanya Rayya.


"Karena ayah percaya,,,Abi adalah jodoh yang lebih baik bagi bunda saat itu sayang. Ayah memang cinta bunda,,, Tapi cinta juga tak harus saling memiliki. Ada kalanya cinta itu juga tidak harus dikatakan atau pun ditunjukkan. Kadang dalam diam dan dalam doa saja pun cukup asalkan orang yang kita cintai itu bahagia meski bukan dengan kita,,, Meski tidak jadi milik kita." jawab Darren.


"Lalu apa yang harus kulakukan?? Menyimpan cinta ini dalam doa atau mengungkapkannya pada kak Levi??" batin Rayya.

__ADS_1


Darren memandangi Rayya yang tampaknya tengah berpikir. Dia tau putrinya tengah galau memikirkan cintanya yang mungkin menemui cobaan.


"Rayya belum jawab pertanyaan ayah tadi lho,,," tegur Darren membuat Rayya tersadar dari lamunannya.


"Hah,,, Pertanyaan apa ya ayah??" Rayya benar benar tidak bisa mengingat.


"Rayya kenapa gak bisa bobo?? Ada apa??" ulang Darren.


"Hehehe,,, Maaf ayah." Rayya tak menjawab lagi dan malah menggaruk garuk kepalanya lalu nyengir kuda merasa malu malu.


"Heemmm,,, Apa anak ayah ini lagi jatuh cinta??" Darren langsung menanyakannya karena merasa sudah tepat waktunya.


"Ehhmmm entahlah ayah. Rayya belum tau apa ini yang namanya jatuh cinta atau hanya sekedar sayang biasa."jawab Rayya kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Darren.


"Jadi anak ayah gak bisa bobo gara gara lagi galau nih,,,Gak mau cerita sama ayah siapa orangnya??" tanya Darren sambil mengelus kepala Rayya.


"Malu ah Rayya,,," Rayya langsung bangun dan berdiri.


"Ayo kita masak saja ayah,,, Buat apa ya,,, Omelet?? Pancake?? Atau apa?? Ayah jangan diam saja dan senyum senyum gitu dong." protesnya melihat Darren hanya memandangi dirinya saja sambil sesekali senyum senyum.


Darren hanya tertawa saja melihat Rayya yang langsung salah tingkah karena malunya.


"Iya deh kita masak saja. Ayah gak maksa kalau putri ayah belum mau jujur siapa pangerannya. Tapi ingat ya sayang,,, Ayah akan kapan saja siap mendengarkan curhatanmu." Darren mencubit hidung Rayya.


"Hehehe iya ayah,,, Nanti pasti Rayya kasih tau ya,,," kata Rayya kemudian.


Keduanya pun lalu langsung sibuk menyiapkan semua bahan yang diperlukan untuk membuat sarapan mereka hari ini. Saking sibuknya mereka tak sadar sedari tadi Levi sudah berdiri di balik dinding dapur mendengarkan semuanya.


"Rupanya Rayya sudah jatuh cinta juga,,, Siapa laki laki yang begitu beruntung bisa merebut hati Rayya?? Ya Rabb,,, Kenapa aku merasa sakit dan cemburu. Bantunaku buang rasa ini ya Rabb. Aku hanya ingin terus menyayanginya dan selamanya menjadi kakaknya saja. Jangan permainkan hati ini ya Rabb,,," Levi menyandarkan dirinya ke dinding itu.


\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya yaa 🌹❀️

__ADS_1


__ADS_2