BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 47.


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


"Dare,,, Gue udah sembuh. Akhirnya berkat pengobatan herbal yang gue mix sama metode modern,,, Dokter akhirnya memastikan gue bisa punya anak Dare,,," Siang ini Dion dengan semangat memberi kabar baik ini pada Darren lewat panggilan video.


"Alhamdulillah,, Tapiiiii,,," sahut Darren tak selesai dan menunjukkan wajah cemasnya.


"Apaan???" tanya Dion curiga.


"Percuma kalau elo nya gak nikah lagi wkwkwkkwk" Darren mengusili Dion.


"Sialan lo,,,!!! Eh jangan salah ya,,, Bentar lagi gue kenalin lo sama someone special,,," Dion menyombong.


"Masak sih?? Sudah move on nih ceritanya???" sindir Darren.


"Iyalah,,, Emangny lo???" Dion pun tak mau kalah menyindir Darren.


"Hahahah kita mah beda perguruan dan persilatan,,,"sahut Darren ngeles.


"Jadi siapa nih calon lo?? Orang sana apa orang kita??" selidik Darren mulai penasaran.


"Ih lo tuh kelamaan jadi emaknya anak anak sampai sampai tingkah lo jadi kayak emak emak tuh. Kepo aja,,," ejek Dion.


"Jawab aja apa susahnya sih hmmm,,," Darren mulai kesal.


"Ada deh,, pokoknya inshaallah dia baik dan bisa terima gue apa adanya lengkap sama masa lalu gue."sahut Dion.


"Alhamdulillah kalau begitu. Gue ikut senang ya bro,,,"ucap Darren.


"Thanks bro,,, Oya gimana kabar anak anak?? Mereka pasti sudah punya pacar ya, Gue harap mereka gak mellow kayak bapaknya hahahha,,," sindir Dion lagi.

__ADS_1


"Hahhaha,,, Mereka baik baik saja. Oh ya,, Gue rasa sudah saatnya deh gue ceritain semua tentang gue ke mereka. Mereka sudah cukup dewasa untuk memahami cerita gue bro,,," ucap Darren tiba tiba serius.


"Lo yakin bro?? Lo yakin mereka bisa menerima kejujuran lo?? Lo sudah pertimbangkan kalau tiba tiba mereka membenci lo dan memilih meninggalkan lo??" Dion khawatir.


"Sudah,,, Dan gue akan anggap itu sebagai konsekuensi dari apa yang gue lakukan dulu. Meski mereka nantinya membenci gue,,, Gue akan tetap meminta mereka untuk tinggal di tempat yang sudah gue siapkan untuk mereka. Mereka boleh pergi dari gue tapi tetap di rumah yang gue siapkan." ucap Darren mantap.


"Gue doakan mereka bisa memaafkan lo ya bro biar kalian tetap bersama sama seperti ini."ucap Dion kemudian.


Darren mengangguk dan mereka pun mengakhiri percakapan mereka lalu fokus pada pekerjaan masing masing.


🌹🌹🌹


"Ayah mau bicara apa sama kita??" tanya Levi saat Darren sudah meminta mereka berdua duduk bersamanya.


Rayya juga sudah berada di sana dan merasa malam ini ayahnya agak berbeda dan serius sekali. Namun dia tetap sabar menunggu apa yang akan dikatakan oleh Darren.


"Mungkin kalian lupa tapi ayah tidak pernah lupa,,, Karena ayah sudah berjanji pada kalian jika kalian sudah besar,,Ayah akan ceritakan semua tentang ayah,, bunda dan abi Ray." Darren mulai membuka pembicaraan.


Levi dan Rayya yang memang beberapa kali pernah menanyakan kenapa bisa mereka punya ayah dan abi terdiam dan menunggu Darren siap menjawab semua pertanyaan mereka selama ini.


Tak satu pun Darren tutupi dari mereka. Darren sudah menunggu cukup lama untuk menjelaskan semua pada mereka.


Sesuai dengan yang dikatakannya pada Dion tadi,,,Darren pun pasrah jika nantinya baik Levi maupun Rayya akan membencinya setelah mengetahui betapa ayah yang selama ini mereka banggakan tak lebih hanyalah seorang pria yang telah begitu banyak melukai bunda mereka.


"CHAIRA FAJIRA,, Meski dia sudah tidak ada di dunia ini bersama kita,,, Namun nama bunda kalian yang selalu hidup dalam hati dan jiwa ayah,,, Tak akan pernah terganti. Ayah mencintai bunda kalian sampai akhir hayat ayah,," Darren menyeka airmatanya sembari memandang foto Chaira yang dipeluknya sedari tadi.


Levi dan Rayya terhanyut suasana. Airmata Rayya pun mulai menitik.


"Setidaknya seperti itulah kalimat yang ayah ucapkan pada bunda kalian dulu sewaktu dirinya tengah menyerahkan seluruh hidupnya pada sang maha kuasa." ujarku pada Levi dan Rayya.


"Selama ini ayah tetap bertahan dalam kesendirian. Ayah tak menikah lagi walau ada beberapa wanita yang hadir. Ayah merasa senang karena ayah berhasil menjaga hati ini hanya untuk bunda." Darren bangga pada keberhasilannya.


"Kenapa ayah?? Apa karena penolakan kami dulu??" tanya Levi dengan nada bersalah.


"Sebenarnya tanpa kalian menolak dulu ayah pun memang memilih untuk fokus membesarkan kalian. Lagipula ayah memang tak ingin menghadirkan sosok bunda baru untuk kalian karena ayah tau bunda telah begitu baik mengurus kalian semasa hidupnya. Biar bunda saja yang menjadi satu satunya bunda kalian. Ayah pun tak ingin mental kalian terbebani kalau punya bunda baru." jelas Darren.

__ADS_1


"Ayah tau kalian telah berusaha keras memahami kenapa bisa memiliki ayah dan abi. Tapi ayah minta kalian juga jangan pernah menyalahkan keputusan bunda untuk menikah dengan abi Ray seperti ayah yang sudah merelakannya walau dulu itu sangat membuat ayah terpuruk." pinta Darren.


"Kita semua harus paham,,, Sebagai seorang wanita, bunda butuh pelindung dan pendamping. Walau banyak wanita diluar sana yang mampu untuk menjadi orang tua tunggal dari anak anaknya." lanjutnya.


Kedua anak itu pun mengangguk membenarkan.


"Kalian juga harus tau,,, Ayah akan terus bekerja keras dan mempersiapkan rumah dan tabungan untuk kalian jika nanti,,, siapa tau kalian tidak bisa menerima perlakuan buruk ayah dulu pada bunda. Kalian boleh menjauhi ayah tapi ayah minta kalian tetap tinggal di rumah yang sudah ayah siapkan untuk kalian." lirih Darren.


Levi dan Rayya berpandangan.


"Ayah telah membuang banyak waktu melewatkan pertumbuhan kalian dulu jadi sekarang ayah tak mau melewatkan satu pun perkembangan kalian." lanjut Darren.


Levi mendekat dan menggenggam tangan Darren.


"Levi sama Rayya tidak akan kemana mana ayah. Kami akan selalu ada di samping ayah." ucapnya.


"Apa pun yang telah ayah lakukan pada bunda dan kami dulu,,, Levi telah memaafkan ayah sejak ayah telah berusaha keras dan benar benar membuktikan pada kami bahwa ayah menyesali perbuatan ayah. Ayah telah berusaha semampu ayah untuk menjadi ayah terbaik untuk kami. Kami merasa tak membutuhkan sosok bunda lagi karena ayah sudah melakukan semuanya dengan baik." kata Levi kemudian.


"Terima kasih nak,,," Darren mencium kepala Levi.


"Rayya juga ingin mengucapkan terima kasih banyak pada ayah yang sudah sedemikian baik merawat dan menyayangi Rayya. Rayya yakin abi tersenyum disana. Rayya mewakili abi disana sekali lagi mengucapkan terima kasih ayah. Rayya sayang ayah" Rayya pun mendekat dan memeluk Darren.


"Alhamdulillah,,, Ayah juga sayang kalian semua" ucapku sembari merangkul mereka berdua. Airmata bahagia mulai berlinangan.


"Ayah jangan nangis lagi. Rayya sedih lihat ayah begini." ucap Rayya sembari mengusap airmata Darren.


"Iya sayang." sahut Darren mengangguk. Dipeluknya kedua buah hatinya itu dengan erat.


"Terima kasih tuhan karena telah melunakkan hati kedua anakku,,,


Terima kasih telah membukakan pintu maaf dari kedua anakku untukku,,," Darren bersyukur dalam hati.


\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌸🌹

__ADS_1


__ADS_2