
Selamat membaca 🌹
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌹🌹
"Maaf Tiara,,, Kamu sebaiknya tidak usah ikut dulu ya. Ayah memintaku untuk datang sendirian saja ke rumah sakit. Kalau kamu memang mau menjenguk adikku,,,Mungkin bisa besok atau hari lain saja." ucap Levi pada Tiara.
Gadis berambut sebahu yang tadi berpose berdua dengannya di medsos.
"Ok Levi,,,Gak masalah. Aku bisa mengerti. Dalam kondisi seperti ini memang lebih diutamakan kehadiran keluarga inti dulu." ucap Tiara manis.
"Ara bisa pulang sendiri kan??" tanya Levi memastikan.
Levi hanya merasa tidak enak membiarkan Tiara pulang sendiri karena tadi dirinyalah yang menjemput gadis itu ke rumahnya.
"Iya bisa kok,,,Jangan khawatir."Tiara tersenyum manis.
"Kalau begitu nanti tolong sampaikan salam maafku dan kejadian sebenarnya pada ibumu ya. Aku merasa tidak enak pada beliau karena aku tidak mengantarmu pulang." ucap Levi.
"Iya nanti aku sampaikan. Mama pasti mengerti. Sudah jangan lama lama mengkhawatirkanku." ucap Tiara sambil tertunduk malu.
Levi pun mengangguk cepat dan langsung masuk ke mobilnya tanpa menyadari semu merah di pipi Tiara tadi. Levi terlalu fokus pada apa yang sebenarnya terjadi pada gadis kesayangannya di rumah tadi.
"Apa yang terjadi sebenarnya sama kamu Ayya,,,?? Apa Ayya segitu kesalnya sama kakak sampai Ayya jadi sakit???" Levi bertanya tanya dalam hati.
Levi merasa bersalah menolak permintaan Rayya untuk ikut dengannya tadi. Levi memang berniat tak mengajaknya karena Levi memang hanya ingin berkumpul dengan para sahabatnya sekaligus coba mengalihkan pikirannya dan hatinya dari Rayya.
Di tengah jalan menuju ke kafe tempat pertemuannya dengan semua sahabatnya,,, Tiara menelponnya dan memintanya menjemputnya sekalian karena dia juga ingin ikutan ngumpul.
Tiara gadis yang lebih suka berpenampilan kasual dengan celana jeans dan sepatu canvasnya memang lebih suka juga bergaul dengan teman teman laki lakinya. Oleh karena itu dirinya tidak merasa risih meski hanya dia satu satunya gadis dalam acara ngumpul teman tadi.
Meski lebih banyak punya teman laki laki,,, bukan berarti Tiara menjadi gadis tomboy nan badung. Tiara tetap gadis manis yang dalam hatinya mengagumi Levi sejak lama.
Meski belum pernah mendapatkan lampu hijau dari Levi karena dirinya juga tidak pernah punya nyali mengatakan perasaannya pada Levi,,, Namun Tiara tetap sabar dan tak pernah berpindah hati.
__ADS_1
"Sabar Ara,,,Tetap berusaha dan berdoa semoga Allah menakdirkan Levi menjadi jodohmu kelak." batin Ara saat dirinya melambaikan tangannya pada mobil Levi yang meninggalkannya.
Lagi lagi Tiara hanya bisa gigit bibir saat Levi sama sekali tak menyadari lambaiannya.
"Cintamu bukan bertepuk sebelah tangan Ara,,, Hanya belum bersambut saja. Semangat Ara,,,!!" kata hatinya sendiri.
Tiara pun lantas memanggil taksi untuk mengantarnya pulang.
🌹🌹🌹
"Assalamualaikum ayah,,,Apa yang terjadi sebenarnya??" tanya Levi tak sabar begitu sampai di rumah sakit dan Darren duduk tertunduk.
Darren menjawab salam itu dan menghela napas dalam dalam.
"Ini salah ayah yang terlalu keras sama Rayya. Ayah tadi terlalu terkejut dengan apa yang dikatakan Rayya tentangmu Levi,,," kata Darren.
"Tentang Levi?? Apa itu ayah??" tanya Levi.
Darren kembali menghela napas dan memegang bahu Levi.
Deggg,,,,
Jantung Levi serasa berhenti berdetak mendengarnya.
"Apa sebutan bagi hubungan kalian?? Apa Levi paham?? Ayah bertanya seperti ini karena ayah tidak mau mengulang kesalahan yang sama seperti yang ayah lakukan pada adikmu tadi." ucap Darren.
"Levi paham ayah. Itu disebut dengan saudara sepersusuan." jawab Levi dengan suara yang terdengar serak.
"Benar Levi,,, Lantas apa Levi tau dalam hubungan seperti itu ada larangan untuk saling mencintai atau oun menikah??" tanya Darren lagi.
Levi mengangguk pelan dan wajahnya makin tertunduk meski dia tak paham kenapa tiba tiba ayahnya membahas masalah ini dan bukan menjelaskan apa yang terjadi pada Rayya.
"Syukurlah kalau kamu paham nak,,,Artinya ayah tidak perlu khawatir hal yang serupa akan terjadi padamu juga." ucap Darren.
"Hal serupa apa ayah??" tanya Levi makin tak mengerti.
"Setidaknya karena kamu sudah paham,,,Maka kamu tidak akan pernah memiliki cinta dalam artian dewasa pada Rayya. Artinya selama ini cinta yang kamu berikan pada adikmu hanya sebatas cinta kakak pada adiknya karena kamu sudah paham bahwa kalian tidak bisa berharap lebih dari kedekatan kalian selama ini. Saudara sepersusuan haram hukumnya jika menikah." kata Darren.
__ADS_1
Jantung Levi makin berdetak tak beraturan.
"Rayya telah salah mengartikan cintamu selama ini. Rayya menginginkan lebih dari sekedar kakak adik. Dia mencintaimu dan menginginkanmu Levi." ucap Darren lalu menceritakan semua yang terjadi tadi.
Tangan Levi terasa dingin setelah mendengar semuanya.
"Ayah hanya terkejut sampai ayah terlalu keras bicara pada Rayya tanpa menjelaskan dulu padanya. Ayah gagal jadi ayah yang baik." lirih Darren menundukkan kepalanya.
Melihat itu Levi pun makin merasa bersalah.
"Ayah,,, Bukan ayah yang gagal jadi ayah yang baik untuk kami tapi kamilah yang gagal jadi anak yang baik untuk ayah." ucap Levi.
Darren kembali mengangkat wajahnya.
"Kami??" ulangnya.
Levi mengangguk dan tertunduk.
"Iya ayah,,, Kami. Karena sejujurnya yang memiliki rasa cinta dewasa yang sama itu bukan hanya Rayya,,, Tapi Levi juga demikian. Hanya saja mungkin Levi lebih bisa mengontrol diri Levi dan mencari tau dulu sebelum Levi benar benar terperosok dalam cinta yang salah ini."lirih Levi.
Darren merasakan sesak dalam dadanya mengetahui perasaan kedua anaknya.
"Saat Levi tau hukumnya haram,,, Jujur dalam hati Levi sangat terpukul ayah. Kesal kenapa tuhan mempermainkan hati ini??? Kenapa DIA menciptakan cinta dalam hati ini jika untuk wanita yang salah,,,Padahal Levi tidak pernah sekali pun jatuh cinta selama ini. Hanya Rayya yang mengganggu hati Levi." Levi menceritakan itu dan makin membuat dada Darren sesak menahan perih.
"Tapi akhirnya Levi memutuskan mengalah ayah,,, Demi ayah,,,Levi tidak mau ayah menanggung kesedihan dan kekecewaan teramat dalam karena tindakan bodoh Levi. Levi akan berusaha mengarahkan cinta yang Levi punya ini untuk orang yang benar dan dihalalkan bagi Levi ayah,,, Levi takut melanggar aturan yang Maha Kuasa ayah." ucap Levi.
Darren senang mendengarnya namun tetap saja perih di hatinya tak kunjung mereda. Dipeluknya erat laki laki muda yang membuatnya kecewa sesaat namun kemudian bangga dengan pikiran dewasanya.
"Terima kasih nak atas rasa takutmu pada Rabb kita. Terima kasih untuk iman kuatmu yang mampu mengalahkan rayuan setan di sekitarmu. Terima kasih telah meringankan beban dan dosa ayah yang belum mampu meluruskan jalanmu." ucap Darren.
"Maafkan Levi ya ayah,,, Maafkan kelalaian Levi." ucap Levi.
"Ayah juga minta maaf ya nak telah begitu terlambat menyadari apa yang telah terjadi di antara kalian." keduanya saling berpelukan.
\=\=\=\=\=
Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌹
__ADS_1