
Selamat membaca πΈ
Maaf banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΈπΈ
Bunga bunga mawar putih yang sudah disusun sedemikian cantiknya menambah indah dan romantis suasana. Lambaian tirai tirai halus berwarna pastel yang bergerak gerak karena tertiup angin lembut juga menambah suasana syahdu.
Di dalam kamarnya Tiara tersenyum memandang pantulan dirinya sendiri di cermin. Kebaya putih yang sangat pas dengan badannya dan kain batik dengan aksen emas turut mempercantik penampilannya.
Make up lembut natural tak terlalu mencolok juga sangat cocok wajahnya yang sebenarnya tak perlu dimake up juga sudah cantik alami.
Rambut yang ditata dan digelung simpel serta menyisakan beberapa helai rambut yang dibiarkan terurai dengan sedikit curly curlynya oleh penata rambutnya juga membuat kesan pada tampilan Tiara. Tidak lupa sebuah hiasan kepala berwarna silver turut disisipkan ke bagian samping kepala oleh penata rambut itu.
Seperti tidak puas Tiara memandangi dirinya sendiri di cermin itu. Dia puas dengan hasil sentuhan penata rias dan penata rambut pilihannya itu.
"Kamu cantik Ra,,," bisik bu Mila yang datang ke kamarnya dan memeluk putrinya itu dari samping.
"Terima kasih ibu,,," Tiara tersenyum dan memandang ibunya tetap dari pantulan cermin.
"Ayo keluar,,, rombongan keluarga Levi sudah datang." ajak bu Mila.
"Iya bu,,," sahut Tiara lembut.
Bu Mila sendiri tampil dengan kebaya kartini kesayangannya dengan rambut yang juga hanya digelung biasa tanpa hiasan kepala apa pun. Make up seadanya yang lumayan menunjang penampilannya.
Dituntunnya tangan Tiara keluar dari kamar dan menunu ke ruang tengah yang sudah disiapkan untuk acara akad nikah Levi dan Tiara. Akad nikah sederhana sesuai dengan permintaan Tiara itu diadakan di rumah pak Herman.
__ADS_1
Saat rombongan Darren tiba,,, Beberapa tetangga yang tak diundang berbisik bisik. Menurut mereka untuk seorang Tiara yang selama ini tidak pernah terlihat didatangi pemuda atau lebih tepatnya dikenal tidak lunya pacar,,,Pernikahan ini terkesan tiba tiba.
Mereka bahkan tak pernah tau adanya lamaran atau sejenisnya sebelum ini. Tiara yang juga belum selesai kuliah juga menjadi pertimbangan bagi mereka.
"Pasti menikah karena skandal,,,Lihat itu calon suaminya saja orang kaya. Mobilnya mewah tapi lihat yang datang,,,cuma dua mobil mewah yang tidak dipenuhi orang. Hantarannya juga cuma sedikit." ucap salah satu emak emak tetangga Tiara.
"Iya bu benar itu,,,Pasti si Tiara ini dinikahi untuk jadi simpanan saja. Maklum orang kaya kan memang gampang untuk berlaku seperti itu." timpal yang lain.
"Iya itu benar,,, Kalau memang bukan karena skandal atau statusnya disembunyikan dari muka publik pasti acaranya super mewah,,,secara kan orang kaya." yang lain menyahut.
"Yang mana sih calon suaminya,,,??" ada yang bertanya begitu.
"Halah ya pasti yang sudah berumur itulah,,, Masih ganteng sih,,,Namanya juga om om. Kan si Tiara mau jadi simpanan.kalau yang muda ya mana mungkin. " ucap satunya yang menuduh Darren lah calon mempelainya.
Berbagai ucapan miring yang untungnya tak terdengar di telingan rombongan Darren itu terus bergulir. Darren memang sengaja datang hanya berenam termasuk dirinya dan Levi hari itu sesuai dengan permintaan Tiara juga yang ingin acara akad nikahnya hanya dihadiri oleh kerabat dekat saja.
Darren mengajak Rayya,Bimo,Dion dan seorang wanita yang mengaku sebagai sekretaris pribadinya. Keduanya tidak khusus datang dari luar negeri hanya untuk menghadiri pernikahan Levi melainkan sekalian ada urusan bisnis dengan klien di sini. Oleh karena itu Dion mengajak sekretarisnya itu.
Semua terlihat dari pakaian yang dipakai mereka. Darren, Dion dan Levi dengan setelan jas rapinya,,, Bimo yang walau tanpa jas tetap tampil stylish meski dengan pakaian yang dipinjamnya dari Levi. Lalu ada Rayya dan sekretaris Dion yang juga menyulap diri mereka menjadi anggun dengan dress sutranya yang licin dan mengkilap.
Namun Karena hanya ada dua wanita yang datang maka hantaran yang tampak pun juga hanya dua macam. Lagi lagi itu pun juga atas permintaan Tiara yang tidak mau terlalu banyak meminta. Tapi jika dilihat apa yang ada di dalam kotak hantaran itu tentu para tetangga bisa pingsan mengetahuinya.
Satu buah kunci mobil untuk satu jenis sedan mewah di kelasnya,,, Emas batangan yang juga cukup berat untuk dibawa serta sepuluh lembar cek kosong khusus atas nama Tiara dikemas dalam satu kotak hantaran yang dibawa oleh sekretaris Dion.
Rayya sendiri lebih memilih membawa kotak yang berisikan seperangkat alat sholat yang akan dipakai untuk mas kawin nantinya.
Pihak keluarga Tiara yang diundang juga tidak banyak. Hanya ada adik dari bu Mila yang hadir dengan suaminya dan pihak keluarga dari pihak pak Herman yang juga bisa dihitung dengan jari saja.
Sambil menunggu kedatangan penghulu yang memang masih belum jadwalnya datang,,, Acara dimulai dengan ramah tamah yang berlangsung cukup ceria dengan dihiasi senyum oleh masing masing orang yang berada di rumah itu.
__ADS_1
Levi melirik Tiara yang duduk di sebelah bu Mila. Senyum keduanya mengembang saat Tiara juga melihat ke arahnya. Namun dengan cepat Levi mengalihkan pandangannya saat Bimo menepuk bahunya.
"Sabar napa bro,,, Sudah main mata aja kalian. Iya gue tau Tiara cantik tapi jangan genit dulu dong,,," sungut Bimo yang ternyata memperhatikan keduanya.
"Apaan sih lu ah,,," Levi malu malu digoda seperti itu. Wajahnya memerah.
Tiara yang tau pasti Bimo mengatakan sesuatu tentang mereka juga langsung menundukkan pandangannya dan tersenyum simpul.
Acara ramah tamah pun selesai saat penghulu sudah datang. Semua langsung berpindah ke ruang tengah di mana acara akad nikah akan digelar. Penghulu terlihat sibuk menyiapkan berkas berkas yang diperlukan dibantu oleh asistennya.
Dan setelah semua siap maka penghulu pun memanggil kedua mempelai untuk duduk di hadapannya setelah memastikan kehadiran wali dan saksi juga sudah siap. Penghulu pun mengajarkan pada Levi tata cara akad nikah. Levi memperhatikan dengan seksama dan mempraktekkannya sebelum benar benar akad nikah dimulai.
"Baiklah,,, Saudara Levi,,, bisa kita mulai akad nikahnya??" tanya penghulu.
Levi menarik napas dalam dalam lalu menghembuskannya untuk mengurangi debaran jantungnya.
"Saya siap pak penghulu,,," jawabnya kemudian diiringi senyum dari Tiara.
Penghulu tersenyum dan mulai menjabat tangan Levi yang terasa dingin karena groginya.
"Tenang saudara Levi. Jangan gugup. Tarik napas dulu." ucap penghulu dengan sabar.
"Ya ampuuunnn brooo,,, lu gitu aja dah grogiiiii,,,," sungut Bimo yang duduk tepat di belakang Lebi sambil garuk garuk kepala karena gemas dengan Levi.
"Emang bang Bim gak bakalan grogi kalau begini??" tanya Rayya.
Bimo gugup dan menelan ludahnya.
\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terima kasih atas vote, like dan komennya πΈ