
Selamat membaca 🌻
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌻🌻🌻
Pesta pernikahan Dion dan Ratna tampak digelar mewah di sebuah ballroom hotel bintang lima. Kedua pengantin nampak menawan dengan busana pengantin yang mereka kenakan.
Beberapa tamu tampak berbisik bisik menggunjingkan pernikahan mereka ini. Beberapa ada yang melirik ke perut Ratna yang sudah terlihat menyembul meski Eva sang designer sudah berusaha sebaik mungkin membuatkan baju yang bisa menyamarkan kehamilannya.
Tetap saja mata para tamu wanita tak bisa ditipu.
Beberapa juga ada yang membicarakan Hana. Mereka merasa kasihan dan bertanya tanya kemana Hana sebenarnya. Kenapa tiba tiba menghilang bak ditelan bumi.
Meski banyak yang bergunjing tapi banyak juga yang seakan tak peduli dengan kehidupan pribadi Dion. Mereka acuh saja dan hanya datang mengucapkan selamat dan membawakan kedua mempelai kado kado istimewa.
Tampak pula sepasang suami istri yang menghadiri pernikahan ini. Eva tersenyum senang melihat sahabatnya akhirnya kembali dipertemukan dengan suaminya. Eva turut bahagia menyaksikan kebahagiaan lengkap sahabatnya.
Sementara itu Heru berusaha sebaik mungkin menampilkan wajah senangnya juga saat kedua mempelai meminta mereka menemaninya di beberapa sesi foto.
"Jaga emosimu kalau tak mau semua berantakan." bisik Ratna saat Heru sangat dekat dengannya.
"Aku usahakan,,," sahut Heru singkat.
Ratna tersenyum kembali saat potografer mengarahkan mereka semuanya untuk berpose senyum. Dion pun tak kalah memamerkan senyumnya terus ke kamera dan pada siapa pun yang telah hadir di acaranya ini.
Dengan bangga Dion memperkenalkan Ratna pada semua relasi bisnisnya. Tamu tamu terus berdatangan hingga ballroom sangat penuh dengan manusia manusia yang tak pernah tau pernikahan ini dirancang sedemikian rupa oleh Ratna hanya demi membalaskan dendam dan sakit hatinya pada Dion.
Makin malam acara makin terkesan santai. Para tamu ada beberapa yang sudah pulang dan beberapa masih tampak menikmati hidangan mewah yang sudah disediakan.
"Kamu capek gak sayang?? kalau capek duduk saja dulu ya,,," Kata Dion pada Ratna.
"Aku gak capek sayang. Pesta ini membuatku sangat bersemangat." jawab Ratna.
"Tapi kan harus tetap pikirkan bayi kita." Dion memperingatkan.
__ADS_1
"Bahkan bayi kita pun sangat senang." jawab Ratna lagi.
Dion tersenyum dan mengelus perut Ratna lalu mencium keningnya. Keduanya tampak begitu mesra dan tak mempedulikan kamera yang tetap mengabadikan setiap momen kebersamaan mereka.
Heru mendengus kesal.
"Kamu kenapa sih mas kok kayaknya gak senang gitu??" tanya Eva.
"Tidak apa apa. Hanya ingin cepat pulang saja. Aku gerah kumpul sama orang orang kaya ini Va." sahut Heru berbohong.
"Tapi gak enak kalau meninggalkan acara begitu saja. Kita pamitan dulu kalau begitu sama Ratna dan Dion ya." kata Eva.
"Kamu sajalah ya yang pamitan. Aku tunggu di luar saja. Bilang saja aku masih merokok kalau memang mereka mencariku." ucap Heru.
"Sebentar saja mas,,,Ayolah,,," bujuk Eva.
"Tidak Va!!! Dengar gak sih!!!" ketus Heru membuat Eva terkejut dengan sikap Heru yang tak biasa itu.
"Mas,,, Kamu kok bentak bentak gitu?? Malu kan didengar orang orang." bisik Eva merasa tidak enak pada beberapa pasang mata yang menoleh ke arah mereka.
"Na,,, Aku sama mas Heru pamit dulu ya. Sepertinya mas Heru kurang enak badan soalnya." kata Eva mencari alasan tepat.
"Oh iya Va,,, Hati hati ya pulangnya. By the way aku mau ucapin terima kasih banyak untuk gaun pengantin cantik ini. Karyamu luar biasa. Tadi banyak yang tanya siapa designernya dan Dion sudah mengatakan bahwa itu adalah hasil karyamu. Mereka janji akan main ke galerimu suatu hari nanti." Ratna nyerocos tak mempedulikan Eva yang masih bingung dengan sikap Heru.
"Ya ya,, terima kasih ya. Aku harus segera pergi. Kita ngobrol lagi lain kali. Happy wedding buat kalian dan semoga pernikahan kalian langgeng yaa,,," Eva dengan cepat memeluk Ratna lalu mencium pipinya kanan dan kiri.
"Terima kasih Va,,," sahut Ratna senang.
"Sampaikan pada Dion juga ya,,, Bye Ratna." Eva langsung meninggalkan Ratna dan tak menunggu Dion yang masih tampak berbincang dengan beberapa relasinya.
Ratna memandangi kepergian Eva.
"Heru pasti kesal dan cemburu melihat kemesraan kami. Tapi baguslah dia lebih memilih pulang cepat daripada emosi di sini." batin Ratna.
Ratna hendak menyusul Dion saat matanya melihat kehadiran sepasang pria wanita dan kedua putra putrinya.
"Mereka???!!!!" Ratna tak bisa menyembunyikan ekspresi tidak sukanya melihat siapa yang datang terutama saat melihat beberapa tamu mulai berbisik bisik melihat ke arahnya.
__ADS_1
"Hai Na,,, Selamat yaa atas pernikahan kalian. Aku minta maaf kalau kehadiranku mengganggumu tapi aku rasa kamu tidak perlu merasa begitu karena aku datang tulus ingin memberikan ucapan selamat pada kalian."kata Hana yang malam itu tampak sangat anggun dengan gaun hitamnya.
"Tidak usah sok manis begitu,,," Ratna menampik tangan Hana yang terulur ingin menjabat tangannya.
"Sopan sedikit Na,,," tegur Darren yang melihatnya.
"Kamu juga,,, Sudah dilarang datang masih saja datang isi bawa wanita ini lagi!!!" ketus Ratna.
"Sudah ku bilang kan kami kesini baik baik ingin mengucapkan selamat pada kalian. Aku tidak dendam padamu Na. Aku sudah menganggap ini semua bagian dari takdir hidupku." kata Hana.
"Tidak dendam yaa,,,?? Tentu saja tidak karena kalian sudah lebih dulu bahagia daripada kami. Lihatlah diri kalian,,, cocok sekali ya,,, Pria peselingkuh dengan dua anak peninggalan istrinya dan kamu Hana,,, Wanita mandul yang sudah sangat putus asa sampai mau menerima si peselingkuh ini,,, Benar benar pasangan yang cocok." Dion menyela dan bertepuk tangan hingga membuat para tamu memperhatikan mereka semua.
"Bro,,, Jangan sembarangan bicara. Gue sudah,,,," Darren coba mengingatkan namun Dion dengan cepat mengangkat tangannya untuk memberi isyarat agar Darren diam.
"Jadi,,,Kalau pasangan serasi ini sudah tidak ada perlu lagi,,,Silahkan tinggalkan acara ini. Tapi coba aku tebak dulu,,,Jangan jangan kamu kesini untuk meributkan harta gono gini ya??? Benar kan Han?? Tapi jangan harap kamu bisa dapatkan sepeser pun hartaku setelah perselingkuhan yang kamu lakukan padaku." ketus Dion.
Hana hanya tersenyum.
"Aku tidak butuh hartamu Dion,,, Aku bisa cari harta sendiri. Aku datang kesini tulus mendoakan agar pernikahanmu ini bahagia." ucap Hana datar.
"Ayo Dare,,, Kita pulang. Kasihan anak anak kalau terus berada di sini." kata Hana kemudian.
Darren mengangguk dan mendekati Dion.
"Happy wedding bro,,," ucapnya langsung berlalu.
"Buka matamu Dion,," ucap Hana lirih namun terdengar jelas di telingan Dion saat Hana menjabat tangannya.
Sebuah aliran kehangatan tiba tiba menyapu darah Diob saat halusnya jemari Hana menyentuh jemarinya. Perasaan rindu tiba tiba datang menggelora. Suara lembut Hana yang menyapa telinganya membuat hatinya tentram.
Dion terpaku menatap kepergiaan Hana dan Darren.
"Bangun,, Banyak tamu melihat kita. Jangan rusak suasana!!! Katanya mereka tidak akan datang tapi nyatanya datang dan membuat kacau saja. Jadi kamu juga jangan membuat suasana makin tidak nyaman dengan sikap diammu itu!!!" bisik Ratna kesal.
\=\=\=\=\=\=\=
Terima kasih atas vote, like dan komennya yaa 🌻🌻🌻
__ADS_1