BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 100


__ADS_3

Selamat membaca 🌹


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌹🌹


Sukacita menyambut anggota keluarga baru begitu terasa di ruangan VVIP salah satu rumah sakit terbaik di kota itu. Tak henti hentinya terdengar gelak tawa yang makin menunjukkan betapa keluarga itu sangat berbahagia.


Bayi yang diberi nama Abhizar Albirru Putra Pahlevi itu benar benar menyebarkan kebaikan sesuai arti namanya. Kebaikan berupa kebahagiaan yang dirasakan di tiap tiap hati manusia yang berada dalam ruangan itu dan semoga juga di hati manusia lain di luar sana kelak.


"Selamat ya Dare,,, Kamu jadi kakek juga sekarang." ucap pak Herman.


"Bukan aku yang jadi kakek tapi kamu,,,Aku kan jadi grandpa,,," Sahut Darren.


"Ah ya sama saja itu mah,,," pak Herman memukul lengan Darren yang melucu.


"Sudah sudah gak usah rebutan sebutan gitu. Kalian itu gak ada yang menang. Cuma ibu yang menang jadi satu satunya oma di sini,,," bu Mila tak mau kalah.


Lagi lagi mereka tertawa bersamaan.


"Haduuh liat deh Birru,,, Itu kelakuan mereka. Menamai dirinya masing masing dengan sebutan yang gak nyambung,,, Masak ayah minta dipanggil kakek dan ibu dipanggil oma,,, Gak nyambung banget kan dek,,," ucap Tiara berbicara pada bayinya yang dipanggil Birru.


Baby Birru yang diajak bicara pun hanya kedip kedip dan menguap dengan lucunya. Dia hanya menggeliat geliat di samping Tiara yang masih hanya bisa rebahan karena luka operasinya.


"Hmm Tiara nyindir ibu sama ayah ya??" bu Mila merengut.


"Hahahha,,, Merasa ya bu??" tanya Tiara.


"Ibumu sih gak mau dengar kata ayah. Kan lebih enak dipanggil kakek nenek. Berasa indonya,,, Kalau oma sama opa kayak drakor aja." sungut pak Herman.


"Ih ayah mah gak paham paham juga. Kan ibu sudah bilang opa ini cuma pakai satu p. Kalau oppa korea kan pake dua p. Beda lah sudah itu,,, Lagian ibu gak mau ah dipanggil nenek. Berasa makin tua saja ah,,," bu Mila tak mau kalah.


"Ya terserah ibu,,,pokoknya ayah mau dipanggil kakek saja." pak Herman tetap pada pendiriannya.


"Tuh kan Birru,,Dengar sendiri kan?? Bikin malu gak sih itu kakek sama oma,,,,??" lagi lagi Tiara berbicara pada bayinya.


"Hmmm ini dah tua tua keladi namanya bu Mila,," sahut Darren menimpali.


"Lah kan memang benar kan pak Dare,,, dipanggil nenek itu berasa tua. Pak Dare sendiri kenapa gak mau dipanggil kakek atau opa?? Milih dipanggil grandpa,,,Biar berasa apa coba,,,,??" sungut bu Mila.


"Ya biar berasa ganteng aja hahahha,,,," jawab Darren dengan tawa lebarnya.

__ADS_1


Mendengar itu lagi lagi mereka tertawa.


"Tapi jangan salah,,, Jangankan generasi kakek nenek yang rebutan nama panggilan,,, Nih ibu bapak si bayi juga sampai sekarang belum deal mau dipanggil apaan,,,hahahha,,," Levi menambahi.


"Iihh pokoknya mama papa,,,Ya Birru ya,,," Sahut Tiara mencium pipi Birru dengan gemasnya.


"Mommy daddy,,,, Biar lebih keren ya Birru,,," Levi tak mau kalah dan mengusap bekas ciuman Tiara di pipi Birru.


"Pokoknya mama yaaa,,," sungut Tiara.


"No,,, Mommy,,," Levi tak mau kalah.


"Hellooooo,,, Kalau kalian ribut ngajak ngajakin aku juga dong,,,, Baby boy,,, Nih onty Ayya udah datang,,," Rayya tiba tiba masuk ke ruangan itu dan merebut Birru dari tangan Tiara lalu menciumi bayi itu dengan gemasnya.


"Onty,,,,,??? Bibi keles,,,," sahut Levi sinis dan mengejek.


"Iiihhh ogah yaaaa,,,, enak aja cantik dan muda gini dipanggil bibi,,," tolak Rayya mentah mentah.


"Ya udah,,, Tante deh,,," tawar Levi.


"Tante giraaang???" Rayya melotot.


Hahahaha,,, Lagi lagi gelak tawa saja yang terdengat menggema di ruangan itu.


"Waalaikumsalam,,," jawab semua serempak.


"Loh ini nak Rayya??" tanya bu Mila yang kaget melihat penampilan Rayya terkini.


Tentu saja tadi bu Mila dan pak Herman terkejut melihat wanita bercadar main masuk dan mengambil cucunya.


"Hehe iya bu,,," Rayya mengangguk sopan.


"Wah ibu gak nyangka nak,,," kata bu Mila lagi lalu berbasa basi menanyakan sekolah Rayya.


"Kamu cepat banget sampainya nak?" Darren mengelus kepala putrinya yang kini berhijab lengkap itu ketika Rayya sudah selesai berbincang dengan bu Mila.


"Iya ayah,,, Begitu ayah kabari Rayya langsung ambil penerbangan paling cepat. Kebetulan sekolah juga lagi libur besok. Tapi ya gitu deh,,, gak bisa lama lama di sininya. Harus cepat balik Paris lagi." keluh Rayya.


"Gak apa apa,,, Yang penting kan sudah dapat gendong ponakannya,,, Iya kan tante bibi??" Levi merangkul Ayya dan menggodanya.


"Onty Ayya beautiful,,, Ingat itu ya baby boy,,, By the way siapa nih nama ponakan ganteng onty nih,,,,??" Rayya mencubit gemas pipi Birru.


"Birru onty,,," sahut Tiara mewakili bayinya.

__ADS_1


"Cakep banget sih Birru,,, Kayak grandpa nya,,,hehehe,,," Rayya tersenyum melirik Darren yang langsung mengelus kepalanya lagi dan menariknya ke bahunya.


Rayya selalu senang dielus kepalanya oleh Darren apalagi dibawa ke bahu kekarnya. Rayya selalu merasa tempat itulah satu satunya tempat nyaman dan menenangkan di dunia ini. Rayya merasa selalu terlindungi di sana.


"Kok mirip grandpa sih,,, Yang buat kan daddynya,,," Sungut Levi tak terima.


"Bodooo,,, yang penting cakep kayak grandpa,,," Rayya tak mau mengubah pendapatnya.


"Ngeselin deh ini anak,,," sungut Levi lagi lagi mengundang gelak tawa di ruangan itu.


Birru yang merasa terusik dengan tawa tawa riuh itu pun menangis di gendongan Rayya membuat ontynya itu panik tak tau harus bagaimana. Dengan cepat diserahkannya Birru pada mamanya yang dengan sigap memberikan susu.


Kondisi Tiara yang masih belum bisa duduk membuatnya belum bisa memberikan asi ekslusifnya pada Birru.


"Sabar ya Birru,,, Nanti kalau mama sudah bisa duduk mama kasih asi mama ya,,," ucap Tiara dengan nada keibuannya.


"Iya mommy,,," sahut Levi meledeknya.


Mendengar itu Tiara langsung manyun dan mendelik pada Levi.


"Mama yaaaa!!!" tegasnya.


"Lihat deh Birru,,, Mommy kalau lagi marah serem deh mukanya,,," Levi masih saja menggoda Tiara.


"Awas ya kamu,,, Puasa terus pokoknya habis ini!!!!" ancam Tiara.


"Jangan dooong sayang,,, Ampuuunnn,,,,Jangan lama lama puasa ya.Cepat sembuh yaaa,,,ya ya ya,,," rengek Levi.


"Iihh puasa apaan sih,,,,??? Kan gak lagi ramadhan,,," Rayya menyela dengan nada penasaran.


"Iihh bocil mau tau aja ih,,, Ini percakapan 21+ tauuu,,," seru Levi.


"Iiihhhh pornoooo,,,,!!!" ketus Rayya.


"Hahahhah,,,," Levi tertawa puas melihat Rayya yang bergidik dan langsung meninggalkan keduanya menuju ke sofa tempat para orang tua tengah duduk.


"Nah onty cantik sudah punya calon belum nih,,,,?" tanya bu Mila begitu Rayya duduk di sebelahnya.


"Hehe belum bu,,, Masih fokus belajar dulu. Kasihan ayah nanti kalau Ayya nikah muda juga,,, Tambah bisa dipastikan deh itu ajaran ayah yang dulu nikah muda heheheh,,," sahut Rayya sambil mengangkat dua jarinya membentuk simbol angka dua pada Darren.


"Rayyaaaa,,, Buka kartu ayah aja,,," sungut Darren malu malu.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Terima kasih atas vote, like dan komennya 🌹


__ADS_2