BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 84


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


"Saya terima nikah dan kawinnya Tiara Ayu Soedibyo dengan mas kawin tersebut di atas dibayar tunai,,,"


Dengan satu kali hentakan nafasnya Levi berhasil mengucapkan kalimat itu dengan lantang dan tanpa ada kesalahan meski dadanya berdegup sangat kencang.


"Lihat bidadariku,,, Putra kita telah menikahi gadis yang dicintainya tanpa mempedulikan apa yang telah menimpanya. Putra kita begitu berbesar hati menerima semuanya dan aku bangga padanya. Seandainya saja saat ini kamu ada di sini,,, Tentu kamu bisa merasakan tangis haru sepertiku,,," Tetesan airmata membasahi wajah Darren kala itu tanpa bisa dibendungnya.


Rayya yang melihat ayahnya menangis langsung menggenggam tangan ayahnya dengan erat. Dia tak berusaha menghapus airmata ayahnya karena dia tau ayahnya hanya sedang bahagia.


Darren membalas genggaman tangan Rayya dengan lembut.


"Ya Rabb,,, berikan hamba kesehatan dan umur panjang agar kelak hamba juga masih berkesempatan menikahkan putri hamba ini. Hanya hamba yang dimilikinya saat ini ya Rabb,,," doanya dalam hati.


"Bagaimana saksi??" tanya penghulu memecah keharuan Darren.


"Saaahhh!!!" semua serentak menjawab termasuk Darren.


Penghulu pun menyatakan bahwa Levi dan Tiara resmi menjadi sepasang suami istri.


"Alhamdulillah,,," Levi dan Tiara mengucap syukur.


Tiara mencium punggung tangan Levi dengan khidmat dan disusul Levi yang mencium kening Tiara dengan lembut. Lagi lagi airmata Darren berjatuhan.


Dirinya masih ingat betul momen ketika dirinya dan Chaira menikah. Akad nikahnya yang juga berlangsung tertutup dan dihadiri keluarga inti,,, Ingat akan dirinya yang grogi berat Usai berjabat tangan dengan penghulu dan menyelesaikan kalimat saat ijab kabul. Lalu dadanya yang sesak langsung lega setelahnya.


Darren juga masih ingat jelas saat Chaira tampak malu dan canggung saat menyentuh dan mencium tangannya untuk pertama kalinya. Lalu dirinya mencium kening bidadarinya itu perlahan. Sinar sinar flash dari kamera awak media berebut ingin mengabadikan momen itu.


Kebiaaan Chaira mencium punggung dan telapak tangannya pun tergambar jelas di ingatan Darren.

__ADS_1


"Mencium punggung tangan suami berarti istri meminta doa restu serta ungkapan hormat kepada suami sayang,,,. Sedangkan mencium telapak tangan menandakan rasa terima kasih seorang istri pada suaminya karena dengan tangan itulah suaminya bekerja untuk mencari nafkah baginya." kata Chaira waktu itu.


Darren masih ingat semuanya dengan jelas.


"Seandainya saja waktu bisa ku putar kembali bidadariku,, Aku rindu sekali kepadamu sayang,,,," tangisan Darren yang tadinya hanya berupa lelehan airmata kini disertai dengan bahunya yang bergetar.


"Ayah,,," panggil Levi yang datang hendak sungkem padanya.


Rayya melepas pegangan tangannya pada Darren dan membiarkan Darren menyambut tangan Levi. Masih dengan tangisannya yang belum mereda,, Darren membiarkan Levi mencium tangannya lalu dengan segala rasa yang dibendungnya sedari tadi Darren langsung menarik tubuh Levi dan memeluknya dengan erat.


"Kamu menikah nak,,, Ingat pesan ayah,,,Jangan pernah menjadi seperti ayah,,," Darren berbisik dan menangis dalam pelukan anaknya membuat para undangan yang hadir ikut menangis terharu.


"Iya ayah,,," Levi yang sudah paham maksud ayahnya hanya menjawab singkat karena dirinya sendiri juga masih menangis.


Darren melepaskan diri dari Levi lalu pandangannya tertuju pada Tiara yang juga langsung mencium punggung tangannya dengan hormat.


"Dampingilah putraku nak,,, Senantiasa ingatkan dia jika dia salah. Hormati dia jika dia mengajarkan dan mengajakmu dalam kebaikan." pesan Darren kepada Tiara.


"Iya ayah,,," Tiara pertama kalinya menyebut Darren dengan kata ayah meski agak sedikit canggung.


"Aamiin,,, Terima kasih doanya ayah,,," sahut keduanya serempak.


Sungkem pada orang tua Tiara juga diiringi dengan tangis haru. Pak Herman tampak memeluk Tiara dengan erat dalam sedu sedannya.


"Maafkan ayah Ra,,, sungguh maafkan ayah. Ayah bukan ayah yang baik untukmu,,,Ayah mencelakakanmu,,," pak Herman tak sanggup menahan tangisnya di pelukan Tiara.


Tiara pun jadi ikut menangis. Yang tadinya dia masih bisa menahan airmatanya agar tak ikut jatuh menyaksikan Levi dan Darren maka kali ini dia tak sanggup lagi menahan. Airmata itu pun lolos berjatuhan seiring dengan ingatannya akan apa yang terjadi malam itu.


Malam terbodohnya yang baginya hingga kini menyisakan aib bagi dirinya dan menjebak Levi untuk bertanggung jawab. Malam yang secara tidak sengaja juga membuatnya terluka karena tau bahwa ayahnya menerima sejumlah uang dari pria yang menodainya.


"Sudah ayah,,, sudah. Banyak orang di sini,,," bu Mila mengingatkan suaminya bahwa hal itu sepakat untuk tidak dibicarakan lagi apalagi hingga kini memang tak satu pun keluarga yang tau tentang peristiwa malam itu.


"Tiara mau memaafkan ayah??" tanya pak Herman lagi.


Tiara mengangguk sambil menyeka airmatanya. Dia masih sesengukan untuk bisa bicara. Levi memegangi kedua bahu istrinya itu untuk memberikan kekuatan. Setelahnya mereka lanjut sungkem pada bu Mila yang hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi mereka berdua.

__ADS_1


Acara tangis haru pun selesai dan berubah menjadi sukacita kala Bimo dengan suara indahnya dan lantunan musik romantis mengalun dalam ruangan itu. Rayya terpukau melihatnya.


"Kapan mau menyusul kakak??" tanya Levi sambil menyenggol bahu Rayya yang masih tetap memandangi Bimo menyanyi.


"Hah,,,Maksudnya??" tanya Rayya terkejut.


"Ya Ayya,, Sama ituuu,,," Levi memonyongkan bibirnya ke arah Bimo.


"Ngaco deh,,," sungut Rayya malu malu.


"Hmmm ini kakak loh,,, bukan orang lain. Kalau orang lain mungkin percaya saja kalau kamu berkelit,,, tapi kakak tidak." ucap Levi.


"Kakaaakkku sayang,,, Adikmu ini masih pingin sekolah. Kakak lupa adikmu ini sebentar lagi mau ke Paris mau sekolah kuliner. Jadi ya mana sempat mikir mau menyusul dulu,,," Rayya berkelit dengan alasan sekolah.


"Hhmmm kasihan ya Bimo,, musti nganggur kamu tinggalin hahahha,,," ledek Levi membuat wajah Rayya kembali bersungut sungut.


"Sayang,,,Adiknya kok digodain terus sih,,," tegur Tiara yang kali ini memanggil Levi dengan panggilan sayang.


"Gemes sih sayang,,," sahut Levi.


"Cieeee udah main sayang sayang aja nih berdua,,," goda Rayya.


"Kan sudah sah,,, Boleh doooonggg,,," sahut Levi langsung merangkul dan mencium pipi Tiara di depan Rayya.


"Makanya nyusul kalau mau cepat sayang sayangan,,," Tiara menimpali.


"Yaaahh kak Araaaa,,, Kok jadi ikut ikutan kak Levi godain aku sih,,,???!!!" sungut Rayya kesal. Wajahnya langsung manyun lagi.


"Hahahha,,,, Habis kamu lucu sih dek,,," sahut Tiara.


Rayya masih dengan mengerucutkan bibirnya beranjak meninggalkan pasangan baru nikah itu dan menuju ke meja makan yang sudah dipenuhi dengan berbagai hidangan yang sengaja dipesan dari catering yang ditunjuk oleh Darren sendiri.


Dalam urusan ini Darren yang mengambil kendali karena tak mau membuat bu Mila kerepotan jika harus memasak sendiri. Bu Mila sendiri tidak mempermasalahkannya.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌸


__ADS_2