
Ivan mulai mengetahui apa alasan keluarga Bramantyo ingin menghabisi Diana. Mereka berambisi mengambil semua harta Diana, sebab ini mereka sangat berambisi ingin membunuh Diana.
Ivan berharap, semoga kakeknya tidak mengetahui peristiwa ledakan yang terjadi di Universitas. Kakeknya akan semakin khawatir kalau mengetahui suruhan keluarga Bramantyo mulai beraksi menghabisi Diana.
Ivan terus terbayang tentang Diana.
Aku tahu sangat banyak rahasia yang kamu sembunyikan, Diana. Sebesar apapun dan serumit apapun rahasiamu, aku tidak peduli. Saat ini aku hanya ingin melindungi dirimu.
Ivan menegakan wajahnya, dia menatap kakeknya dengan tatapan yang sangat lembut. “Kakek, kenapa nenek Zelin yakin dengan diriku dan memilihku untuk menjadi pasangan Diana?”
“Buka laci di sana, ambil map warna kuning yang ada di sana, dan ambilkan handphone kakek.” Kakek Agung menunjuk kearah salah satu lemari.
Ivan segera melakukan hal yang kakeknya minta, dia mengambil map yang kakeknya maksud. Ivan memberikan kedua benda itu, namun kakek Agung hanya menerima handphonenya.
“Bacalah,” ucap kakek Agung.
Ivan membuka map yang dia pegang. Di sana sangat jelas laporan penyelidikan tentang Ivan.
Kedua alis Ivan tertaut membaca semua tulisan yang dia lihat. “Siapa yang melakukan ini? Kenapa menyelidiki tentangku sangat detail begini?”
“Itu utusan Zelin. Sebelum menentukan pilihan, Zelin sudah menyelidikimu lebih dulu.”
"Nenek Zelin menyelidiki tentangku sebelum dia memilihku?" Ivan terlihat sangat terkejut.
Kakek Agung menganggukan kepalanya. "Saat lamaran datang untukmu, bagaimana aku bisa menolak? Aku memang tidak tahu tentang Diana, tapi aku mengenal Zelin. Aku yakin permata yang Zelin rawat sangat istimewa, dan aku tidak punya alasan menolak tawaran perjodohan itu, walau Diana bisu dan gadis desa, aku sangat yakin dia istimewa dan sangat cocok denganmu."
“Terima kasih banyak kek, aku sangat bahagia."
Ivan melirik jam tangannya. "Sudah malam, aku pulang dulu.”
Mama, lakukan sesuatu. Aku tidak mungkin menikahi dia. Apa kata orang-orang ? seorang Ivan Hadi Dwipangga menikahi gadis desa bodoh, udik, dan bisu?
Langkah kaki Ivan terhenti saat mendengar suaranya sendiri.
Kakek Agung mempercepat rekaman yang dia simpan di handphonenya.
Kau tidak punya cermin di rumahmu?
Kalau kau tidak punya cermin di rumahmu, aku punya.
Lihat! Kita tidak serasi.
Kita bagai timur dan barat. Tidak bisa Bersatu dalam sebuah pernikahan. Duniaku dan duniamu berbeda!
Kamu udik, kampungan, dan sangat ahhh!
__ADS_1
Jika kamu menjadi istriku, bagaimana kamu menemui rekan bisnisku?
Rasanya percuma bicara padamu. Gadis yang lebih cantik, dan memiliki karir yang bagus sering mencari celah untuk mendapatkanku, apalagi dirimu yang—
Ivan sangat sesak mendengar semua hinaan yang dia tujukan pada Diana dulu, saat pertama kali bertemu. “Kenapa kakek merekam kejadian saat aku pertama kali bertemu Diana?” Ivan menatap kakeknya dengan tatapan penyesalan. “Saat itu aku sama bodohnya seperti tante Wilda yang langsung membenci Diana. Tolong hapus rekaman itu Kek ...."
“Bukan aku yang merekamnya, walau ku hapus dari sini, itu tidak merubah apapun."
"Maksud Kakek?" Ivan semakin tidak mengerti.
"Rekaman ini ku dapat dari utusan Zelin, dan dia kecewa mendengar penolakanmu pada permatanya.”
"Apa maksud mereka memberikan rekaman itu pada kakek?"
"Utusan Zelin hanya mengatakan, kalau Nyonya Zelin kecewa, dan akan membatalkan pertunangan kalian."
“Tapi itu dulu kek, saat aku belum mengenal Diana.”
Kakek Agung tersenyum, dia semakin yakin cucunya sudah jatuh cinta pada Diana. “Tapi Zelin sangat kecewa, Van.”
“Kakek, adakah jalan untuk menghapus rekaman itu dan menyelamatkan pertunangan kami?”
“Walau kamu memiliki peretas yang canggih untuk menghapus rekaman itu dari Zelin, percuma. Zelin sudah memanggil Diana untuk pulang ke desa, setelah libur kuliah, kemungkinan Diana kembali ke rumah Neneknya.”
“Kakek, aku mohon bantu aku, jangan sampai pertunangan kami putus.”
“Kakek ….” Ivan sangat putus asa.
“Pulanglah, sudah malam. Maaf, aku tidak bisa membantumu.”
Ivan menyeret kedua kakinya meninggalkan rumah kakeknya. Hatinya sangat tidak tenang, saat dia tahu apa alasan nenek Zelin memilihnya hanya demi keselamatan Diana.
Ivan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi mobilnya. Harapan terbesar dari dalam hatinya, dia hanya ingin tetap bersama Diana.
Ivan bertekad melindungi Diana sepenuhnya. Bahkan dia sudah berbohong pada Yudha dan Dillah demi keamanan Diana. Dia tahu Diana ketua IMO, tapi Ivan berusaha menjaga rahasia itu sekuat yang dia bisa.
"Kamu pasanganku atau bukan, aku tetap berusaha melindungimu Diana. Tapi, harapan terbesarku, kamu tetap menjadi pasanganku dan terus bersamaku."
Drttttt!
Getaran handphone membuat konsentrasi Ivan buyar, dia segera meraih benda yang terus bergetar itu. Melihat nama Dillah, Ivan segera menerima panggilan itu.
“Iya Dillah.”
“Tuan, sepertinya ada yang membantu rencana kita untuk menghancurkan Perusahaan Bramantyo dari dalam, bahkan mereka mulai beraksi.”
__ADS_1
“Siapa mereka, Dillah?”
“Saya belum tahu, Tuan.”
“Kamu selidiki terus tentang keluarga Bramantyo. Aku tidak tenang sebelum tahu siapa sesungguhnya dalang peledakan itu.”
“Baik Tuan.”
“Kamu selidiki juga apa saja yang terjadi di keluarga Bramantyo dalam waktu 15 tahun yang lalu.”
“Baik, Tuan. Saya akan memulai penyelidikan sekarang.”
“Beri aku nomor telepon Lucas, aku ingin bertemu dengannya, dan juga kirimkan semua dokumen penyelidikanmu tentang Lucas.” Ivan mengirimkan alamat Restoran yang dia tuju.
Dillah segera mengirimkan nomor telepon Lucas. Sambungan telepon Ivan dan Dillah berakhir. Saat dia menerima nomor Lucas, Ivan mengetik pesan dan mengirim pesan itu pada nomor Lucas.
**
Lucas berjalan sendirian menelusuri trotoar.
Tink!
Suara pesan yang masuk, membuat Lucas bergegas mencari benda yang mengeluarkan suara itu. Satu pesan baru dari nomor asing, membuat kedua alis Lucas tertaut, dia heran menerima pesan asing.
*Lucas, bisa kita ketemu? Penting sekali. Tolong datang ke Restoran ini. Ivan.
“Ivan? Kenapa dia meminta bertemu denganku?” gerutunya.
Lucas menyetop sebuah taksi, dan dia segera menuju Restoran yang Ivan maksud. Sesampai di sana keadaan terlihat sepi. Hanya ada seorang pemuda tampan yang berdiri sendirian di tengah ruang Restoran.
“Ada hal apa sehingga Anda memanggil saya malam-malam begini?” tanya Lucas dingin.
“Kenapa kamu membenci Diana?” tanya ivan.
“Apapun alasanku, Anda tidak usah ikut campur!” ucap Lucas tegas.
“Aku berhak ikut campur, asal kamu tahu, kemalangan yang menimpamu dan ibumu, hal itu tidak berkaitan sedikitpun dengan Diana.”
Kedua bola mata Lucas membulat sempurna mendengar ucapan Ivan.
“Saat kamu masih kecil, ibumu dan Ayahmu bercerai. Saat usiamu 10 tahun, ibumu menikah lagi. Tapi pernikahan itu malah membawa petaka baginya dan putranya Lucas yang masih kecil. Laki-laki yang menjadi suaminya selalu melakukan kekerasan padanya juga putranya Lucas.”
Mata Lucas mulai berkaca-kaca membayangkan titik pahit dalam hidupnya.
“Setelah Ayah tirimu masuk penjara, kehidupan kalian mulai tenang lagi bukan?”
__ADS_1
“Masuk penjara tidak semudah itu, Lucas. Harus ada kesalahan jelas dan bukti kuat untuk memenjarakan seseorang! Kamu tahu siapa pahlawan yang bekerja diam-diam dan telah menyelamatkanmu dan ibumu dari laki-laki psycho itu?” Ivan melempar semua bukti dari segala ucapannya ke hadapan Lucas.
“Apa pantas seseorang yang telah menolong kalian, kamu balas dengan kebencian?”