
Malam semakin larut, angin malam berhembus semakin kencang, hawa dingin menusuk sampai ke tulang. Tony mengusapkan kedua tangannya.
“Semakin dingin, bagaimana kalau kita ke Pantry sambil menikmati segelas kopi?” ajak Tony.
“Aku malas, tapi kalau memaksakan diri berdiri di sini bersamaku, aku tidak ingin kamu sakit. Okelah kita ke Pantry.”
Keduanya berjalan menuju Pantry, sesampai di sana mereka menyeduh kopi sesuai selera masing-masing. Malam hari Markas terlihat sepi, karena hanya beberapa petugas keamanan saja yang berkeliling.
“Tony, boleh aku bertanya?”
“Silakan, selama aku bisa menjawab, akan aku jawab. Kalau rada sulit, maaf aku tidak bisa.”
“Siapa pengkhianat dalam IMO yang sesungguhnya?” tanya Hadhif.
“Ini pertanyaan sulit yang tidak bisa aku jawab.”
Hadhif kesal dengan jawaban Tony.
“Gunakan keahlianmu bro, kamu akan menemukannya, seperti kamu menemukan pengkhiantanku.”
Hadhif langsung pergi membawa gelas kopinya.
“Kemana kamu?” tanya Tony.
“Melakukan pekerjaanku,” sahut Hadhif.
Tony ingin menyusul. Namun panggilan dari pengurus IMO membuat Tony menahan keinginannya, dia segera mengikuti pengurus IMO yang memanggilnya.
Di dalam ruangannya Hadhif terus berusaha mencari siapa pengkhianat di IMO, dia meretas satu per satu komputer pegawai IMO. Kecuali milik Diana, dia tidak berani melakukan hal itu. Malam semakin larut, Hadhif masih sibuk dengan tugasnya, gelas kopinya pun sudah berulang kali dia isi. Jam menunjukan jam 03.00, Hadhif masih tekun menarikan jemarinya diatas layar keaboard komputernya. Hingga sampai giliran computer Arli.
“Retas Enggak? Lebih baik dia skip saja, dia sangat polos, apalagi status dia istri Tuan Muda, mana mungkin dia berkhianat,” gumamnya.
__ADS_1
Hadhif tenggelam dalam lamunannya, semua komputer sudah dia retas, kecuali punya Arli dan Diana.
“Apa aku harus menyia-nyiakan kerja kerasku hanya karena demi kepercayaanku?” Hadhif menepiskan rasa percayanya pada Istri mantan ketua IMO itu. Saat dia berhasil meretas, dia dikejutkan dengan fakta yang ada di depan matanya.
“Ya Tuhan ….” Hadhif menutupi mulut dengan telapak tangannya, dia sangat terkejut dengan fakta yang ada di depan matanya. Arliyatna, istri Tuan Muda Archer pengkhianat sebenarnya dalam Organisasi IMO.
Dalam setiap jejak, sangat jelas keterlibataN XD. XD, itu adalah kode khusus milik Arli. Beberapa kekacauan sering mengarah pada XD, namun Organisasi selalu memaafkanya, karena Arli hanya bagian kecil dari IMO, dia leluasa karena dia seorang istri Mantan Ketua IMO. Karena IMO masih memandang Archer. Setelah Archer pergi, Arli yang tidak memiliki bakat khusus tetap berada di IMO, apalagi Diana juga sangat melindungi istri gurunya itu.
***
Setelah menitipkan semua berkas penting pada pengacaranya, Arano bergegas meninggalkan kediaman mewahnya. Tanpa melihat keadaan, dia langsung masuk kedalam mobilnya.
Setelah Arano masuk, semua pintu mobil terkunci. Arano menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, bersiap menemui kebebasan barunya.
"Arfan, tambah kecepatan, setelah keluar dari batas kota, tidak masalah kamu melaju santai."
Sesaat kemudian mobil itu menambah kecepatannya. Arano kembali bersantai, namun saat dia melihat jalanan yang dilewati, dia teringat peristiwa kecelakaan yang dialami oleh Charlie saat dirinya memburu Charlie.
Merasa supirnya tidak mendengarkan, Arano marah, dia ingin memukul supirnya, namun saat Arano mendorongnya, ternyata yang berpakaian supir itu adalah manekin.
"Arfannn! Apa yang kamu lakukan padaku!" Arano panik, dia menarik manekin itu dan berjuang berpindah ke posisi supir, namun dia tidak bisa mengendalikan mobilnya. Sekuat Apapun Arano merubah arah, mobil itu tetap melaju ke jalur lain. Arano ketakutan, mobilnya melaju cepat di jalur yang salah.
Arano kembali terbayang, saat dia menyerempet mobil Charlie, hingga mobil Charlie hampir menabrak mobil lain, Charlie banting setir, hingga kecelakaan dahsyat yang menewaskan Charlie terjadi.
Arano semakin panik, dia tidak ingin mengalami nasib yang sama seperti Charlie. Dia berusaha membuka pintu mobil, untuk melompat dari mobil, tapi pintu mobilnya tidak bisa dibuka. Melihat sebuah mobil angkutan besar yang Arano berteriak.
Brakkkkk
Mobil Arano bertabrakan dengan mobil angkutan besar, membuat mobil Arano terlempar dan menghantam dinding pembatas jalan dari beton.
Keadaan yang tadinya sepi mendadak ramai, pengguna jalan yang melintas ingin menyelamatkan pengemudi mobil itu, namun Arano dinyatakan mati di tempat.
__ADS_1
Di sisi lain.
Arfan dan Kakaknya saling tos melihat kecelakaan Arano dari kejauhan.
"Bagaimana Kak, kita pulang?"
"Tentu kita pulang, dendam kita pada si pembuat virus sudah tercapai, saatnya kita menata hidup kita lagi."
***
Di kediaman Agung Jaya.
Rani menyimak kabar duka yang dialami Arano. Apalagi kecelakaan Arano sama persis dengan kecelakaan yang dialami Charlie. Melihat keadaan mobil Arano, Rani merasa melihat foto mobil Charlie saat kecelakaan.
"Apakah Diana datang untuk membalas dendam? Kini semua yang berkuasa kala itu mati dengan sadis."
Rani masih tenggelam dengan pemikirannya, tiba-tiba deringan handphone membuatnya tersadar. Rani segera menerima panggilan telepon itu.
"Ada apa Danu?"
"Aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal padamu, berkat tunangan Ivan, Ivan mau memberiku pekerjaan walau kami harus pergi jauh dari kota ini."
Rani bungkam, dia tidak tahu harus berkata apa.
"Rani, calon istri Ivan wanita yang sangat luar biasa, berhenti membencinya karena dia miskin dan kampungan, kesalahan Diana di matamu hanya itu bukan?"
"Ivan ku sangat berharga, dia tidak pantas dimiliki seorang gadis udik kampungan seperti dia!" Rani sangat kesal, dia langsung memutuskan panggilan telepon mereka.
Arrgggggtttt!
Rani berteriak dan melemparkan apa saja yang ada di dekatnya.
__ADS_1
"Kenapa semua orang mencintai Diana! Ivan ku harus memiliki istri yang tepat! Aku tidak sudi anaku meneruskan hidupnya dengan wanita bodoh itu!"