Diana Permata Terindah Dari Desa

Diana Permata Terindah Dari Desa
Bab 26


__ADS_3

Hari berlalu begitu saja, kini Matahari kembali menyinari bumi bagian itu. Pagi-pagi Diana mendapatkan pesan dari pengacara Nizam.


*Diana, dua Wanita ular yang selalu mempersulit dirimu, kini bebas lagi, kamu pasti faham, ada bantuan kuat hingga polisi tidak bisa menahan mereka lebih lama.


Diana dengan cepat mengetik pesan membalas pesan pengacara Nizam.


*Biarkan saja, jangan buang waktu dengan mengurusi mereka, kamu pengacara, kamu pasti faham dengan cara mereka.


"'Baiklah Diana, tapi jika kamu ingin menjerat mereka, aku siap membantumu, tanpa harus mengganggumu dengan urusan ini.


'"Jika kamu ingin mereka tidak bisa lepas dari sana, bukan hal sulit bagiku. Tapi, aku harus mendapatkan persetujuanmu dulu.


*Saat ini, biarkan saja bebas. Manfaatkan waktumu untuk yang lebih bermanfaat.


Selesai berbalas pesan dengan Pengacara Nizam, Diana segera menuju kelas. Walau keadaan kelas sepi, Diana tetap duduk manis meja yang dia tempati, yang ada di dalam di kelasnya. Fokusnya tertuju pada handphone yang bergetar, terlihat di sebuah group Profesor yang akan mengisi mata kuliah hari ini terlambat. Keadaan kelas yang sepi, membuat Diana teringat akan tablet pemberian Profesor Russel.


Diana fokus mengamati video terbaru tentang keadaan nenek Yudha, dari video terbaru yang dia terima. Mata Diana terus tertuju pada layar Tablet pemberian Profesor Russel. Merasa ada sesuatu yang janggal Diana segera meraih handphone khusus untuk urusan kedokteran.


*Dari pengamatanku dari Video yang Yudha kirim padaku, di sana sangat jelas keadaan Nenek Zunea sangat menurun.


Drttt!


Salah satu pesan langsung masuk.


"'Terus apa yang harus kita lakukan dok?


*Demi keselamatan nenek Zunea, operasi harus kita majukan. Sangat membahayakan jika harus menunggu seperti jadwal yang kita tentukan. Sebab itu aku selalu meminta Yudha untuk terus mengirimiku video terupdate keadaan nenek Zunea.


*Pada Video sebelumnya, aku sangat optimis. Tapi, melihat keadaan sekarang kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi.


"'Apapun yang terbaik menurut dokter, kami setuju.


Diana sangat fokus dengan rencana operasi yang harus secepatnya dimajukan, dia juga terus menerangkan apa saja yang akan dia lakukan nanti. Hingga dia tidak menyadari banyak mata yang memandangi dirinya.


Sedang di luar kelas ….


Beberapa Mahasiswi mendekati kelas mereka, karena Profesor yang mengajar pagi ini tidak masuk, sebab itu mereka sengaja bersantai di kantin, namun mata mereka disambut pemandangan yang membingungkan. Sangat banyak Mahasiswa berkerumun di depan kelas mereka, hingga pintu kelas itu tertutup oleh kerumunan Mahasiswa yang terus memandangi Diana.

__ADS_1


“Ini kelas kita kok jadi rame gini?” gerutu salah satu Mahasiswi yang baru mendekat.


“Iya, apa Profesor udah masuk ya? Kalau udah alamat ketinggalan kita.”


“Nggak mungkin, andai Pofesor mengajar pun tidak pernah seramai ini.”


"Apa di kelas kita ada artis?"


Salah satu Mahasiswi menepuk bahu Mahasiswa yang ada di dekatnya. “Ada apa sih? Kenapa kalian kayak semut mengerubungi gula?”


“Kami penasaran, sama sosok cantik ini.” Mahasiswa itu memperlihatkan handphonenya, terlihat  foto seorang gadis yang menikmati pemandangan langit senja. Foto itu dibanjiri komentar pujian untuk gadis itu, semua mengagumi kecantikannya. “Sangat cantik, alami. Pokoknya gadis dengan pesona alami seperti dia sangat jarang ditemui, karena udah pada keracunan make-up.”


"Tidak ada yang salah dengan make up, hanya saja jika ada kecantikan natural seperti ini, sangat-sangat istimewa bagiku pribadi."


“Yang Posting siapa?”


“Entah, tapi gadis yang ada dalam foto itu. Tapi, dia ada di kelas ini.”


Tiga Wanita yang baru mendekat itu juga tidak bisa menyangkal kecantikan gadis yang ada dalam foto tersebut, niat mereka ingin masuk kelas batal. Karena pintu masuk dikerumuni para Mahasiswa yang masih penasaran dengan sosok gadis cantik yang ada dalam foto tersebut, dan tidak mau memberi mereka celah untuk mengintip, apalagi untuk masuk kedalam kelas.


Perhatian Diana benar-benar tersita untuk nenek Zunea, dengan cekatan jemari Diana mengetik pesan untuk Tim yang akan melakukan operasi dadakannya ini.


Seharian ini Diana sibuk dengan mata Kuliah di kampus, matahari juga sudah tenggelam di ufuk barat. Lelah, namun Diana harus ke Rumah Sakit, untuk memeriksa langsung keadaan nenek Zunea. Saat hampir sampai di Rumah Sakit …., Diana sengaja turun sebelum tujuannya sampai, taksi yang membawa Diana pun berhenti di depan Café.


Diana segera memasuki café tersebut, dia memperlihatkan layar handphonenya, di sana tertulis kopi jenis apa yang dia inginkan.


“Sebentar Nona,” ucap pelayan Café itu ramah.


Tanpa sengaja, mata Diana menangkap dua sosok yang sangat tidak asing, mereka adalah Ivan dan Veronica.


“Jadi, kapan operasi nenek Zunea dilakukan?”


Diana sangat jelas mendengar pertanyaan Veronica pada Ivan.


“Secepatnya, waktunya belum ditentukan, tapi dokter hebat itu akan segera mengabari kami, katanya dia akan memeriksa nenek Zunea secepatnya,” sahut Ivan.


“Kenapa harus dokter hebat yang misterius itu?”

__ADS_1


“Aku bisa melakukan operasi untuk nenek Zunea, tidak perlu menunggu dokter misterius itu, Ivan.”


“Kamu bisa cari tahu sendiri. Prestasiku dalam dunia bedah juga sangat bagus.”


"Aku tidak bisa membuktikan kemampuanku, Van. Kalau tidak diberi kesempatan untuk membuktikan diri."


“Kalau kamu yakin bisa melakukan Tindakan operasi untuk nenek Yudha, kamu bicara langsung pada Yudha.”


Diana diam mendengari percakapan Ivan dan Veronica.


“Permisi, ini kopi Anda, Nona.”


Ucapan pelayan café membuat Diana terrsadar, dia segera membayar pesanannya dan pergi dari sana. Urusannya lebih penting daripada pembicaraan Ivan dan Veronica. Dengan langkah cepat Diana akhirnya sampai di Rumah Sakit, kopi yang dia beli sebelumya, gelasnya sudah tergeletak di tempat sampah. Tujuan Diana adalah ruang VIP tempat nenek Zunea di rawat.


Diana segera memeriksa Wanita tua yang terbaring di ranjang Rumah Sakit itu. Diana merasakan penyakit nenek Zunea semakin parah, dia tidak bisa menunggu lagi. Diana segera meraih handphonenya, dan mulai mengetik pesan di sana, niatnya ingin mengabari timnya, kalau operasi harus saat ini juga dilakukan.


“Diana?”


Panggilan itu membuat jemari Diana terhenti.


“Apa yang kamu lakukan di sini!” Tiba-tiba Veronica juga ada di ruangan nenek Zunea.


“Kamu ingin mencelakai pasienku?”


“Ini tidak bisa dibiarkan, ini adalah bukti kuat, kalau kau menyerangku dengan menggunakan orang-orang terdekatku. Segala tuduhan yang tetuju padaku bisa ku sangkal.” Veronica meraih handphonenya. “Halo, kantor polisi?”


Tutttttttttt!


Suara monitor yang memantau keadaan nenek Zunea berbunyi, saat yang sama pergerakan garis yang terus turun naik menjadi garis lurus. Pertanda detak jantung nenek Zunea berhenti.


Keadaan seketika menjadi genting, Diana dibawa paksa oleh petugas kepolisian, mata Diana tertuju pada nenek Zunea yang semakin sekarat, sedang dirinya diseret oleh pihak kepolisian. Sedang Veronica tersenyum bahagia melihat Diana dibawa paksa petugas kepolisian. Mata Veronica tertuju pada nenek Zunea, rencananya pun seketika muncul.


***


1 Bab 1 hari.


Itu kalau pergerakan popularitasnya bagus, kalau rendah, kemungkinan aku gak dapat kelanjutan cerita ini.

__ADS_1


Mohon dukukan like dan komentarnya, semoga aku kedepannya lolos jika angka like dan jumlah komentarnya tinggi, insya allah lolos. Kalau masih minim, kemungkinan aku gagal😔


__ADS_2