Diana Permata Terindah Dari Desa

Diana Permata Terindah Dari Desa
Bab 80


__ADS_3

Diana membaca artikel yang memuat berita tabrak lari dari handphone Saras. Diana sangat mengenali wajah wanita yang dia tabrak kemaren, dan dia adalah wanita yang hampir Diana tabrak.


 


Siapa yang menabrak wanita ini? dan menyalahkanku atas kasus ini, rencana mereka benar-benar sempurna.


 


Diana berusaha mencermati foto-foto yang tertaut dalam berita itu.


“Akhirnya alam pun memberi tahu kalau wanita desa sok polos itu adalah seorang penjahat.” Syila tiba-tiba masuk ke dalam kelas, dia menatap tajam pada Diana. “Ternyata begini kelakuan kamu Diana? Ck! Ck! Ck!”


“Kamu jangan menuduh Diana dulu, berita yang dimuat belum akurat kebenarannya,” bela Saras.


“Berita itu sangat jelas, Saras!”


Saras ingin berkata lagi, namun Diana menyentuh bahunya, meminta Saras untuk tenang.


“Setelah menabrak orang, bukannya bertanggung jawab, kamu malah melarikan diri,” ucap Syila sinis. “Beruntung Veronica tidak sengaja lewat di sekitar sana, dia yang membawa  korban yang Diana tabrak ke Rumah Sakit dan menanggung pengobatannya. Tidak menutup kemungkinan kasus-kasus sebelumnya juga sebelas dua belas dengan kasus ini, hanya saja Veronica tidak memiliki bukti untuk membuktikan kalau dia tidak bersalah!"


"Kali ini kamu lalai menutupi kejahatanmu, Diana!" ucap Syila.


“Ternyata dia terlihat polos dan lugu, tapi penampilannya sangat berlawanan dengan sikapnya, lihat saja setelah menabrak orang, dia malah pesta di salah satu clubhouse elit.” Salah satu Mahasiwi memperlihatkan postingan yang berisi foto Diana berada di clubhouse mewah.


Seisi kelas menghujat Diana, karena tidak menolong orang yang dia tabrak, dia malah bersenang-senang dengan beberapa mahasiswa lain, pujian para mahasiswa pun tertuju pada Veronica, karena menolong korban kecelakaan.


Hujatan untuk Diana tidak cukup dari kelasnya saja. Jagat maya pun dihebohkan dengan berita seorang mahasiswi Kedokteran dari Universitas Bina Jaya yang terlibat dalam kasus tabrak lari.

__ADS_1


Diana keluar dari kelas, dia langsung menuju kamarnya, di sana Diana membuka laptopnya, berusaha mencari informasi tentang jalan yang dia lewati saat dirinya hampir menabrak seorang petugas kebersihan. Setelah mendapat alamat di mana kantor yang memiliki akses CCTV di jalan tersebut, Diana segera mengirim pesan pada orang kepercayaannya, untuk memantau pada beberapa tempat yang Diana minta. Setelah selesai, Diana keluar dari kamarnya dan bersiap menuju alamat kantor itu.


Langkah Diana begitu cepat, dia ingin segera sampai ke kantor yang dia tuju.


Tink!


Notifikasi dari handphonenya terdengar, sontak hal itu menghentikan langkah Diana. Saat dia memeriksa pesan yang baru, pesan itu dari sebuah group chat yang beranggotakan 8 orang, mereka adalah mahasiwa lain yang makan siang bersama Diana dan Syila sebelumnya.


*Diana, kamu di mana? Bisa susul kami ke tempat makan siang tadi?


*Kita cari jalan keluar sama-sama Diana.


*Kamu baik, tidak mungkin kamu tega melakukan hal itu.


Diana segera menyimpan handphonenya dan berjalan cepat keluar sekolah, saat sampai di depan gerbang, taksi onlinenya juga sudah menunggunya. Diana mengubah tujuannya, dia minta antar ke Clubhouse yang sebelumnya dia datangi.


*Kalian semua tenanglah, biarkan orang-orang itu dengan argument mereka, lupakan hal ini. Kita lakukan hal yang lebih penting untuk kuliah kita.


*Kita tidak bisa menutup mulut orang-orang, jadi biarkan mereka dengan teriakkan mereka. Karena kita semua sudah terlanjur berkumpul di sini, sebaiknya kita mengerjakan tugas kita sama-sama.


Usul Diana sangat bagus, daripada mereka pusing, mereka setuju untuk mengerjakan tugas, karena banyak orang, setidaknya mereka bisa bertukar pikiran untuk saling bantu.


**


Di Bandara.


Dillah mengantar Ivan menuju bandara, dia berharap Ivan tidak membuka media sosial dalam waktu dekat ini, dia sengaja tidak melaporkan berita yang menyeret Diana, karena Dillah tidak ingin mengganggu konsentrasi Ivan, saat ini biarlah Ivan fokus dengan urusan operasi kakaknya dulu.

__ADS_1


“Aku percayakan semuanya padamu, Dillah.” Ivan memberikan handphone pribadinya pada Dillah. “Jawab saja panggilan atau pesan yang masuk, selama di sana aku tidak bisa menjawab pertanyaan beberapa kerabat tentang kak Angga.”


“Baik Tuan.” Dillah segera menyimpan handphone Ivan.


Setelah pesawat yang membawa Ivan, Angga, kakek Agung dan Sofian berangkat, Dillah segera bersiap kembali menuju kantor.


Tink!


Tink!


Tink!


Handphonenya terus berdering, saat Dillah membuka handphonenya, ternyata itu postingan terbaru dari salah satu group. Di sana sangat banyak foto-foto yang memperlihatkan Diana berada di sebuah clubhouse dan mentraktir semua teman-temannya, Diana terlihat begitu menampakkan kekayaanya. Dilla segera menyimpan handphonenya, dia berniat untuk menemui Diana.


Di clubhouse.


Keadaan sedari tadi hening, hanya ada pembicaraan ketika teman mereka tidak mengerti dengan tugas mereka. Tiba-tiba Syila melempar bukunya.


“Ada apa Syila?” tanya Malvin.


“Kita dimanfaatkan Diana! Untuk membersihkan nama baiknya dia menggunakan kita!” ucap Syila.


“Lihat saja, sedari tadi dia terus bermain handphone, dia pastinya dia memposting kegiatan kita, dia ingin menarik perhatian netizen dengan cara ini!”


***


Bersambung*

__ADS_1


Ada sedikit perbaikan di bab sebelumnya, karena korban yang tertabrak itu seorang perempuan. Maaf ya aku teledor memahami isi kerangka. 🙏


__ADS_2