Diana Permata Terindah Dari Desa

Diana Permata Terindah Dari Desa
Bab 67 Saat Yang Tepat


__ADS_3

Barbara dan Dillah saling pandang, saat ini semua fokus membahas tentang dokumen dan data-data perusahaan yang hilang, Amanda malah mempertanyakan hubungan apa antara Diana dan CEO Edge Group. Ivan pun semakin kesal dengan Amanda.


“Dillah, Barbara. Tolong kalian bereskan semua ini.” Ivan mengisyarat pada berkas-berkas dan keadaan ruangan yang mereka tempati saat ini.


“Baik, Tuan.” Sahut Dillah dan Barbara bersamaan.


Kemudian tatapan Ivan tertuju pada Yudha, Diana, dan Amanda. “Sedang kalian bertiga ikut aku ke ruanganku.


Mereka semua pun melangkah menuju ruangan Ivan.


Ivan berdiri diantara Amanda dan Diana, sedang Yudha berdiri seorang diri di dekat pintu masuk.


“Diana tolong jelaskan secara detail tentang dokumen tadi,” pinta Ivan.


Diana mengambil handphonenya dan mulai mengetik.


"Anda butuh penjelasan apalagi Tuan? Bukankah semua foto-foto adalah ha yang sangat jelas?" sela Amanda.


“Foto-foto adalah bukti yang terbaik, dan jelas di sana kenapa Diana berbuat demikian, Tuan Ivan."


Diana langsung berhenti mengetik, dia tidak mengerti apa maksud Amanda yang menyinggung soal foto. Diana menghapus kata yang terlanjur dia ketik, lalu mengetik ulang.


*Foto apa?

__ADS_1


“Foto dirimu dan Fredy, foto yang begitu mesra,” sahut Amanda. “Dalam foto itu kamu duduk di pangkuan Fredy, owh … so sweat ….”


“Di balik keluguan dan kepolosan kamu, ternyata kamu Wanita malam yang liar, hobby ke club malam dan menempel dengan laki-laki.”


“Tuan Ivan, apa Wanita liar, barbar, dan murrahan seperti dia yang Anda pertahankan? Dia tidak lebih dari seorang jalllang.” Amanda menatap Diana begitu sinis.


Diana tidak menanggapi tuduhan Amanda, dia langsung memutar rekaman teleponnya dengan Amanda.


“Terima kasih Nona Diana, karena mengangkat panggilan saya. Apakah Anda masih di kantor Tuan Ivan? Kalau masih hembuskan napas Anda. Tapi kalau Anda sudah pergi silakan tutup saja panggilan ini."


“Saya boleh minta tolong?"


Ivan dan Yudha sangat mengenali suara Amanda, mereka berdua fokus mendengari isi rekaman yang Diana putar. Diana memperlihatkan layar handphonennya pada Ivan, di mana titik merah yang memacar memperlihatkan di mana titik keberadaan Amanda saat menelepon dirinya. Sangat jelas Amanda tengah berada di sebuah tempat hiburan malam.


Amanda panik dan ketakutan, karena tertangkap basah menjebak Diana dan ketahuan Ivan kalau dirinya berada di club malam. Karena sangat paniknya Amanda, dia berusahan mendorong Diana, namun Ivan begitu sigap melindungi Diana dari serangan Amanda. Dia mencengkramm kuat lengan Amanda, hingga membuat Wanita itu meringis kesakitan.


"Aku diam bukan berarti percaya pada omong kosongmu! Tapi aku mau lihat bagaimana kuburan yang kau gali untukmu sendiri!"


"Sudah lama aku tahu segala kelicikkanmu! Tapi aku diam, dan menunggu saat yang tepat untuk menendangmu dari Perusahaan ini!" Ivan menoleh kearah Yudha. “Yudha, apakah pihak kepolisian sudah ada di lantai ini?” tanya Ivan.


“Sudah, mereka semua ada di luar.”


Amanda seketika panik. “Tuan Ivan, tolong ampuni saya,” ringis Amanda. Dia terus memohon belas kasihan Ivan.

__ADS_1


Ivan mendorong begitu kuat tubuh Amanda kearah Yudha, dan Yudha pun menangkap Wanita itu.


“Bawa dia pergi dari sini! Aku tidak mau melihat wajahnya lagi!”


“Tuan ….” Amanda berusaha meminta belas kasihan Ivan. Tapi Ivan sama sekali tidak menoleh kepadanya.


Yudha menatap Ivan begitu kagum, ternyata sedari awal Ivan diam bukan percaya pada Amanda, tapi ingin melemparkan wanita itu dengan cara yang indah. Yudha tidak menyangka kalau Ivan sudah mengetahui semuanya, bahkan dirinya saja tidak menyadari kalau Amanda selicik ini. Kali ini saat yang sangat tepat untuk menendang Amanda. Rasanya Yudha ingin bertepuk tangan, kagum atas kesabaran Ivan menghadapi ocehan palsu Amanda. Yudha menyeret Amanda keluar dari ruangan Ivan, dan menyerahkan Amanda pada pihak kepolisian.


Di dalam ruangan hanya ada Ivan dan Diana.


“Bisa jelaskan padaku. Apa hubunganmu dengan Fredy?”


Diana meraih handphonenya dan mulai mengetik.


*Apa yang bisa aku jelaskan?


***


Di luar ruangan Ivan.


“Tuan Yudha!”


Yudha menghentikan langkahnya saat mendengar seseorang memanggilnya. Dia pun menoleh. Terlihat di ujung sana ada Barbara dan Dillah berjalan kearrahnya.

__ADS_1


“Tuan Yudha, apa yang terjadi? Kenapa Amanda dibawa pihak kepolisian?”


Yudha pun menjelaskan semua kelicikan Amanda yang berusaha menjebak Diana.


__ADS_2