Diana Permata Terindah Dari Desa

Diana Permata Terindah Dari Desa
Bab 254


__ADS_3

Saat yang sama Thaby mendengar kalau Diana menjadi salah satu peserta saat seminar nanti berlangsung, Thaby segera bersembunyi agar bisa mendengar beritanya lebih banyak.


“Kalian jangan bercanda, masuk perkumpulan itu sangat susah, tidak cukup hanya pintar dan memiliki nilai yang tinggi, pesertanya telah mengukir prestasi mereka sendiri, sedang aku adalah Mahasiswa dengan prestasi bolos terbanyak.” Diana tertawa kaku.


“Nah ini juga yang membuat kami heran, Diana. Kami tahu nilai ujianmu tinggi, tapi itu saja tidak cukup, katanya sangat sulit untuk menjadi peserta seminar nanti.”


“Mungkin itu salah list saja, tidak mungkin aku termasuk dalam anggota seminar. Sudah dulu ya, kalian membuatku syok dengan kabar itu.” Diana pergi meninggalkan teman-temannya.


Saat Diana pergi, mereka kembali memeriksa daftar, memastikan kalau nama Diana benar-benar ada di list itu. Saat mereka memeriksa ulang, nama Diana tidak hanya ada dalam satu kolom, tapi hampir semua kolom memuat nama Diana.


“Sepertinya Diana benar, list peserta undangan hanya eror, secara yang hadir nanti adalah guru-guru besar dari berbagai Universitas, lihat nama Diana berjejer dengan nama-nama guru besar dunia yang lain."


"Ada apa?" Thaby mendekati beberapa mahasiswa yang bicara dengan Diana sebelumnya.


"Lagi membahas daftar peserta seminar nanti," sahut salah satunya.


"Sepertinya yang membuat list mengantuk, lihat nama Diana ada di mana-mana."


"Mungkin yang membuat daftar selalu memikirkan Diana, sehingga dia tidak sengaja memasukan nama Diana."


Thaby berusaha mengamati daftar itu, seingatnya bukan bagian Universitas yang memasukan nama tamu.


Ketua IMO, dokter ahli bedah hebat Dunia, Ilmuan Negara Jerman? Apakah semua ini prestasi Diana? Thaby tenggelam dalam pemikirannya.


"Ammm, aku mau melapor pada Ayahku dulu, sepertinya ada kesalahan system di sini." Thaby undur diri dan segera kembali ke ruangan Ayahnya.


Sesampai di ruangan Ayahnya, Thaby menceritakan apa yang dia temukan sebelumnya. Abimayu mendengar berita itu hanya diam, dia meminta Thaby untuk kembali ke Asrama, sedang Abimayu segera menghubungi Russel.

__ADS_1


"Iya Pak Abi?"


"Russel, segera kamu periksa, siapa yang memasukan nama Diana di setiap undangan yang memang tertuju untuknya." Pak Abi menceritakan apa yang Thaby terangkan sebelumnya.


Russel segera memeriksa, da dia sangat terkejut dengan daftar peserta seminar itu.


***


Sepanjang langkah yang dia tempuh, pikiran Diana masih berputar tentang daftar tamu itu. Sesampai di kamarnya, Diana langsung membuka laptopnya, dan memeriksa pengumuman seminar yang akan berlangsung di Universitas Bina Jaya.


Sontak kedua mata Diana membulat sempurna saat melihat namanya terisi di kolom Ketua IMO, dokter bedah Rumah Sakit Healty and spirit, pejuang T779, dan masih beberapa nama lagi. Di tengah kepanikannya, Diana langsung menelepon Hadhif.


“Hadhif, apa yang terjadi, mengapa namaku ada di setiap kolom?”


"Ini yang sedang kami bahas, Ketua."


"Bagaimana bisa ini terjadi?" Diana masih syok.


“20 menit lagi aku akan sampai di markas IMO.” Diana bergegas meninggalkan kamarnya.


Diana terus berjalan cepat, namun berusaha memasang wajah santainya, sebisanya dia terus menyembunyikan kepanikannya. Saat sampai di tempat parkir, Diana bertemu dengan Russel.


“Diana, ada masalah.” Ucap Russel.


“Namaku ada dalam setiap daftar, bukan?” terka Diana.


“Hu’um.”

__ADS_1


“Ini aku pergi untuk menyelesaikannya, untuk di kalangan mahasiswa dan Universitas, semua aku percayakan padamu untuk menanganinya.”


“Baiklah, aku akan membantumu di bagian itu.”


Russel segera kembali ke labnya, sedang Diana menaiki sebuah taksi menuju markas besar IMO.


Sesampai di markas besar IMO, Diana disambut Hadhif. Hadhif meminta Diana mengikutinya, hingga mereka sampai di sebuah ruangan khusus untuk introgasi, di sana ada Arli dan Rativa.


“Mereka dalang pembobolan indentitasmu, Diana. Kini beberapa kalangan sudah tahu siapa dokter bedah misterius yang sangat handal, dan ketua IMO adalah kamu,” ucap Tony.


“Apa tidak bisa disangkal?” sela Diana.


“Mereka membuka identitasmu dengan bukti, Diana.” Sela Hadhif. Hadhif menunjukan laptopnya pada Diana.


Di sana terlihat jelas bukti nyata kalau dokter hebat itu adalah Diana. Beberapa foto dan video saat Diana menangani pasien juga tersebar, foto yang paling mencolok adalah saat Diana mengenakan jas putih yang berlogo sebuah penelitian obat dunia.


"Kami tengah berusaha menghapusnya, walau mungkin terlambat, karena sebagian orang pasti telah membacanya," ucap Hadhif.


“Aku hanya membuktikan kalau ancamanku bukan sekedar gertakan saja, aku sudah peringatkan Archer, kalau dia menceraikanku, aku akan membuka  identitas Diana!” ucap Arli.


“Apa berdosa jika aku membunuhnya sekarang?" Tony sangat geram, semua orang berusaha menutupi identitas Diana. Arli malah membukanya, "Dia bukan hanya mengkhiananti IMO, dari bukti yang aku dapat, dia malah mengalihkan perbuatannya pada Arrcher, seolah Tuan muda yang mengatakan siapa ketua IMO dan murid tunggalnya.”


Diana menangkap gelagat mencurigakan dari Rativa, namun saat Diana menyadari tidak cukup waktu untuk menghancurkan peledak yang Rativa pasang di ruangan itu.


“Kalian semua, cari tempat berlindung!” Diana langsung berlari keluar ruangan karena posisinya dekat dengan pintu, sedang yang lainnya mencari tempat aman terdekat mereka.


Doarr!

__ADS_1


Ledakan kecil terjadi di ruangan itu, membuat ruangan itu di selimuti kabut tebal. kesempatan itu di gunakan Rativa dan Arli untuk melarikan diri. Rativa memecahkan kaca jendela dengan cairan khusus, saat kaca pecah, dia menarik tali yang sudang dia sediakan sebelumnya, begitu gesit dia menuruni tali sambil membawa Arli.


Diana terkecoh, dia pikir ledakan itu berdampak besar, saat dia, Tony, dan Hadhif keluar dari persembunyian mereka, Arli dan Rativa sudah melarikan diri.


__ADS_2