
Diana dan Saras terkejut melihat kehebohan yang tidak jauh dari mereka, mereka berdua pun langsung mendekat ke pusat kerumunan. Saras dan Diana sangat terkejut melihat Qiara kejang-kejang.
“Siapa saja tolong ….” Jerit Veronica. Sesaat matanya tertuju pada Diana yang berada diantara kerumunan. “Semua ini gara-gara kamu Diana!”
“Cepat cari Pengacara Nizam, dia adalah si dokter hebat, cepat bawa dia ke sini!” perintah salah satu tamu. Beberapa orang pun berpencar mencari keberadaan pengacara Nizam, sedang yang lain langsung menelepon Ambulan.
“Dia!” Veronica mengarahkan ujung jari telujuknya pada Diana. “Gadis bisu ini telah mencelakai Qiara."
“Stop Veronica! Kamu dokter bukan? Harusnya kamu melakukan pertolongan pertama pada Qiara, bukan koar-koar!” Saras sangat geram, dia langsung mendekati Qiara, dan ingin melakukan CPR pada Qiara.
Saat Saras bersiap melakukan CPR, Diana melarang Saras dengan bahasa Isyaratnya.
“Kenapa Diana?”
Diana menatap jeli keadaan Qiara, dia menyadari Qiara mengalami masalah pada bagian Trakea-nya. Diana mengamati keadaan Qiara.
Trakea Qiara bermasalah, ada pendarahan internal dan menghalangi jalan napas.
Diana melihat keadaan sekitarnya, dia butuh alat yang bisa dia gunakan untuk menyelamatkan Qiara saat ini juga. Sesaat pandangan mata Diana tertuju pada salah satu chef yang menunjukkan kebolehannya menyulap buah menjadi hiasan yang indah, bukan keterampilan chef yang menyita perhatian Diana, tapi pisau kecil yang sangat tajam itu, sesaat pandangannya tertuju pada sedotan yang ada di gelas minuman. Diana menatap Saras, dan memberi isyarat agar tidak melakukan apapun, dia berlari kearah chef, dia mengambil sedotan, tisu, dan sebotol minuman beralkohol. Hanya sekejap barang itu berada di genggaman Diana, tanpa izin pada siapa pun Diana mengambil pisau kecil milik chef dan berlari kembali kearah Qiara.
Diana melempar tisu kearah Saras, dia meminta Saras membuka botol minuman ber-alkohol yang dia bawa.
"Ini." Saras memberikan botol yang terbuka pada Diana.
Diana menyiram pisau kecil yang sangat tajam itu dengan minuman ber alcohol dan mengiris bagian leher Qiara dengan hati-hati.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Saras. Tapi seketika Saras bungkam, saat menyadari Tindakan apa yang Diana lakukan saat ini.
Veronica menutup mulutnya saat melihat Diana memberi sayatan kecil pada bagian leher Qiara, dan memasukkan ujung sedotan pada sayatan tersebut. Dia langsung berlari mencari keberadaan tante Wilda.
Saras takjub dengan Tindakan Diana saat ini, kedua matanya berbinar melihat kejadian di depan matanya, terlihat Diana meniup ujung dari sedotan, sedang ujung yang lain sudah masuk ke bagian dalam sayatan itu.
Sesaat kemudian.
__ADS_1
“Hhhhh!” Qiara bernapas.
Secepat kilat namun juga hati-hati, Diana mengangkat bagian kepala Qiara dan memiringkannya.
Brusssshhhh!
Qiara menyemburkan banyak darah dari mulutnya. Diana membetulkan posisi rebahan Qiara.
Walau belum pulih, tapi Qiara bisa bernapas normal. Diana mengisyarat, agar Saras menangani luka sayatan yang ada di leher Qiara. Dia memberi isyarat pada Saras, agar selalu berada di samping Qiara.
Saras mengerti, dia hanya menganggukkan kepalanya, rasa kagumnya pada Tindakan Diana, membuatnya tidak bisa mengucapkan satu kata jua pun.
Semua orang yang melihat kejadian ini sangat kagum, mereka pun bernapas lega, karena Qiara bisa diselamatkan.
Veronica masih berusaha mencari Wilda. Hingga dia menemukan sosok wanita itu tengah berbincang dengan beberapa tamu undangan. “Tante ….”
Perhatian Wilda langsung terfokus pada suara yang memanggilnya, dia sangat terkejut melihat Veronica. “Ada apa Veronica?”
"Qiara Tante ...." Veronica berusaha menormalkan tarikan napasnya.
“Diana Tante ….” Veronica masih berusaha mengatur napasnya. “Diana berusaha meracuni Qiara, tante. Beruntung saat ini Qiara selamat, aku berhasil menyelamatkan dia tante.”
“Apa?!” Wilda semakin geram terhadap Diana. “Kita beri pelajaran pada gadis bisu itu, berani-beraninya dia menyentuh putriku!”
*
Ambulan pun tiba di depan rumah Ivan, kru segera membawa Qiara ke dalam Ambulan. Diana mengetikkan kata dan memperlihatkannya pada Saras.
*Kamu harus jaga dia, temani dia sampai dia mendapat penanganan di Rumah Sakit.
“Baiklah, Diana.” Saras pun ikut masuk ke dalam mobil Ambulan.
Sebagian orang yang tidak melihat kejadian sebelumnya, terhasut oleh ucapan Veronica, kalau Diana ingin mencelakai Qiara, mereka pun mulai mengupat tentang Diana.
__ADS_1
Saat melihat sosok Diana, kemarahan Wilda semakin berkobar, dia ingin menjambak rambut Diana, namun tangannya tertahan, karena seseorang memegang tangannya begitu kuat.
“Apa yang ingin Anda lakukan, Nyonya?”
“Aku ingin memberi pelajaran pada orang yang ingin membunuh anakku!” jawab Wilda.
“Diana menyelamatkan Qiara, bukan membunuhnya!” bela Nizam.
“Kenapa Anda selalu melindungi Diana?” sela Veronica. “Andai Anda lihat tadi perbuatan dia, mengiris bagian leher Qiara.” Veronica sengaja memancing kemarahan semua orang.
“Diana adalah adik tingkatku, apa yang dia lakukan pada Qiara hanya menolong bukan menyakiti, dan kalian sendiri lihat, tindakan Diana itu berhasil bukan?”
Sesaat Veronica terdiam.
Diana adik tingkat si dokter hebat? Jadi karena ini Ivan bersikap manis pada Diana. Karena Diana dekat dengan si dokter hebat.
Di bagian luar, Ambulan yang membawa Qiara sudah melaju, mendengar suara sirene yang mulai menjauh, Diana menarik pengacara Nizam menjauh dari kerumunan, hingga dia menemukan tempat yang di rasa aman.
“Kamu harus ikuti Ambulan itu,” pinta Diana.
“Tapi Diana ….”
Diana membisikkan sesuatu pada pengacara Nizam, hal itu membuat Nizam langsung mematuhi permintaan Diana.
Saat Diana Pengacara Nizam pergi, sejak tadi tatapan tajam Wilda terus tertuju kepada dua orang itu, hingga Diana dan Nizam menghilang dari pandangan matanya, pandangannya terus saja tertuju kearah Diana dan Nizam menghilang.
Wilda memberi isyarat pada keamanannya yang selalu bertugas di sampingnya.
“Iya, Nyonya.”
“Culik gadis itu, aku ingin memberi pelajaran padanya, dia begitu lancang mencelakai putriku.” Wilda mengisyarat pada anak buahnya agar menculik Diana.
***
__ADS_1
Karena kerangka babnya pendek, bab pun juga pendek🤭
Jangan nuduh pengacara Nizam 🤣🤣🤣 Nanti di depan ada, apa rencana si pengacara ganteng 🤣