Diana Permata Terindah Dari Desa

Diana Permata Terindah Dari Desa
Bab 169


__ADS_3

“Kamu memintaku untuk meminta bantuan padamu saat aku butuh, bukankah aku sudah meminta hal itu?"


“Lalu kenapa kamu tidak meminta bantuanku lagi untuk hal itu? Katakan apa yang kamu rahasiakan, Diana?” Ivan berharap mendapat jawaban atas pertanyaannya.


"Meminta bantuanmu lagi?” diana menatap wajah Ivan dengan tatapan datar. “Terima kasih, bantuanmu sebelumnya sudah lebih dari apapun, dan aku sangat berterima kasih atas bantuanmu sebelumnya.”


"Apa bedanya meminta bantuanku atau dari temanmu?" tanya Ivan lagi.


Diana tidak menjawab pertanyaan Ivan. Dia pergi begitu saja. Ivan terus memandangi punggung Diana yang semakin menjauh dari pandangan matanya.


Aku tahu kamu wanita kuat dan cerdas, Diana. Tapi, apakah keinginanku berlebihan jika aku menginginkan kamu bergantung padaku walau hanya sedikit. Aku tahu, kamu bisa melakukan apa saja tanpa diriku.


Ivan membuang kasar napasnya, berusaha menguatkan bangunan hatinya yang goyah.


***


Diana mempercepat langkahnya menuju ruangan dokter yang mengeluarkan surat Amputasi pada Lucas. Saat Diana akan memasuki ruangan itu Yudha melihat hal itu. Yudha penasaran kenapa Diana masuk ke ruangan tersebut. Yudha perlahan mendekati pintu ruangan itu.


Di dalam ruangan dokter.


Di sana Diana sengaja menahan langkahnya, saat dia melihat Nicholas dan Malvin juga ada di ruangan dokter tersebut.


“Kenapa kalian tidak menanda tangani surat persetujuan Tindakan Amputasi pada Lucas?!” dokter itu terlihat marah.

__ADS_1


“Aku tadi langsung ke kampus berusaha mencari kontak keluarga Lucas, tapi katanya Rektor Universitas sudah berusaha menghubungi Ayah Lucas, tapi tidak diangkat,” terang Malvin.


"Bukankah sudah aku bilang, kamu harus menandatangi surat itu! Penjelasan medisnya serahkan padaku! Aku akan menjawab semua pertanyaan keluarga Lucas kalau mereka mempertanyakan kenapa kedua kaki anaknya diamputasi!"


“Anda dokter atau tukang jagal?” Diana tidak tahan lagi menguping pembicaraan mereka.


“Tanggung jawab surat persetujuan aku serahkan padanya." Ujung telunjuk Malvin mengarah pada Diana.


Dokter itu terlihat marah pada Diana. "Kenapa kamu tidak menandatangi surat persetujuan itu! Kalau Lucas tewas tim dokter yang akan kena imbasnya!"


“Lucas baik-baik saja, atas dasar apa Anda memutuskan ingin melakukan amputasi pada Lucas?" tanya Diana.


Dokter itu terlihat gelagapan.


"Siapa dia?" Dokter menanyakan siapa Diana pada Malvin.


"Dia juga seperti kami, pelajar di Universitas Bina Jaya, jurusan Kedokteran."


Dokter itu menatap tajam pada Diana. “Anda hanya mahasiswi di sini, jaga batasanmu!” maki dokter itu.


“Aku memang hanya seorang mahasiswi, sebab itu aku punya ilmu, dan aku sangat tahu Tindakan Anda keliru. Saya akan membawa kasus ini dan mengadukan Anda!” kecam Diana.


Nocholas dan Malvin menganga melihat Diana berani memaki seorang dokter.

__ADS_1


Di luar ruangan Yudha menganga menonton kejadian itu, sebelum mereka menyadari keberadaanya, Yudha langsung menjauh dari pintu itu, dia mencari tempat aman untuk menghubungi Ivan.


“Ada apa Yudh?”


“Ivan, aku melihat Diana masuk ke ruangan dokter.”


Di ujung telepon sana Ivan tegang, dia berpikir Yudha akan mengetahui siapa Diana. “Terus?”


“Ku dengar sendiri, dia berdebat dengan beberapa orang, sepertinya dokter yang Diana marahi melakukan kesalahan menurut Diana. Kamu tidak mau membantu Diana, Ivan? Lawan Diana dokter loh Van."


“Diana bukan gadis sembarangan. Yudh. Tanpa bantuanku dia bisa menyelesaikan semuanya sendiri. Kamu lupa kalau Diana pernah menghajar 112 orang?”


“Tapi lawan Diana dokter, Ivan.”


“Pertarungan ilmu dan otak ku rasa Diana lebih menguasai, melebihi ilmu bela dirinya.”


Yudha membisu, Ivan memutuskan panggilan mereka secara sepihak. Mengingat kepercayaan Ivan, Yudha berharap keyakikan Ivan benar adanya. Dia segera pergi dari sana.


**


Di dalam ruangan dokter itu Malvin dan Nicholas membisu melihat kemarahan Diana yang begitu berkobar, bahkan Diana bukan hanya mengancam mengadukan hal ini pada kepala Rumah Sakit, tapi dia juga mengancam akan membawa kasus ini ke ranah hukum.


Selesai memarahi dokter yang ingin mengamputasi Lucas, Diana segera pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2