Diana Permata Terindah Dari Desa

Diana Permata Terindah Dari Desa
Bab 167 Mutilasi


__ADS_3

Diana masih tenggelam dalam pemikirannya, siapa yang melakukan ini pada Lucas. Diana teringat sosok Ivan. Laki-laki itu sangat cepat untuk menggali informasi. Tanpa pikir Panjang, Diana langsung menghubungi Ivan.


“Halo Diana, rasanya aku bermimpi melihat dirimu meneleponku,” ucap Ivan.


“Ivan, boleh aku meminta bantuanmu?”


“Hal ini yang aku tunggu, Diana. Aku merasa menjadi laki-laki sejati saat kamu membutuhkanku.”


“Lucas mengalami kecelakaan, melihat kejadian ini, ku rasa kecelakaan ini di rencanakan. Apalagi ada surat yang menerangkan kalau Lucas harus di Amputasi. Padahal keadaan Lucas tidak seburuk itu, sepertinya ini melibatkan banyak orang, termasuk dokter yang memberi surat persetujuan itu.”


“Apa yang bisa aku lakukan untukmu, Diana?”


“Bisa kamu selidiki kasus ini?”


“Aku akan berusaha semampuku, Diana.”


“Terima kasih sebelumnya, tapi aku harus menyudahi panggilan kita. Aku ingin mengoperasi Lucas dulu.”


“Semoga operasimu berjalan lancar, Diana.”


Setelah menyudahi panggilannya, Diana langsung menuju ruangan khusus miliknya yang ada di Rumah Sakit itu, dia meminta timnya untuk mempersiapkan operasi pada Lucas.


"Tapi dok, Lucas sudah ditangani dokter lain."


"Aku tidak mau tau, Lucas adalah pasienku, kalau dia ditangani dokter yang menanganinya saat ini, akan ku seret kalian semua ke penjara dan membusuk di sana," kecam Diana.


Apa yang Diana mau itu yang terjadi, dokter yang menangani Lucas pun tidak bisa berbuat banyak, karena Ketua Rumah Sakit berpihak pada dokter misterius itu.


**

__ADS_1


Sedang di sisi lain, Ivan mulai melakukan tugasnya, dia mengutus orang ahli kepercayannya untuk menggali kasus ini. Beberapa menit berlalu, mereka menemukan identitas supir yang menabrak Lucas. Ivan juga menonton detik-detik sebelum kecelakaan, terlihat mobil itu memang sengaja menabrak Lucas.


Dugaan Diana benar, ini tidak murni kecelakaan, tapi ini kecelakaan yang disengaja.


“Menurut informasi, supir yang menabrak Lucas juga berada di Rumah Sakit,” ucap anak buah Ivan.


Ivan bergegas menuju Rumah Sakit, dia ingin mengintrogasi supir itu. Sesampai di Rumah Sakit Ivan menanyakan supir yang dia cari pada petugas.


“Di sana, Tuan.”


“Bawa dia ke ruangan khususku,” titah Ivan.


Apa yang Ivan perintahkan, itulah yang terjadi. Supir tersangka penabrakan itu sudah berada di ruangan Ivan.


“Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?” cerca Ivan.


“Melakukan apa, Tuan?” supir itu balik bertanya.


“Ini murni kecelakaan, Tuan. Saya juga tidak menginginkan hal ini terjadi.”


Bouggtth! Bouuggghttt!


Berulang kali pukulan Ivan mendarat di wajah supir itu, sehingga supir itu jatuh dari kursi yang dia duduki.


“Cepat katakan! Siapa yang menyuruhmu! Atau kamu ku mutilasi di sini! Jika kesabaranku habis, aku akan memutilasimu dan tidak akan ada yang mengetahui hal itu.”


Supir itu tampak ketakutan. “Iya, saya hanya menjalanlan perintah seseorang.” Dia mulai menceritakan siapa yang memintanya mencelakai Lucas.


Ivan langsung menelepon keamanan Rumah Sakit, dan meminta mereka mengamankan supir itu. Merasa tugasnya selesai, Ivan berjalan menuju ruang operasi, dia tidak sabar untuk menunggu Diana di sana. Saat menuju ruang operasi, Ivan berpapasan dengan Nizam.

__ADS_1


“Ivan, kau apakan tersangka itu?” tanya Nizam.


“Tidak aku apa-apakan, aku hanya membuat jera supir yang telah mencelakai Lucas.”


“Sudah ada perkembangan kasusnya?”


“Nanti berkas lengkapnya akan disiapkan,” sahut Ivan.


Ivan teringat kalau Diana pernah bilang kalau tato yang ada di tubuhnya perbuatan Nizam. “Nizam boleh aku bertanya sesuatu?”


“Silakan.”


“Kenapa tato Diana dan tato yang ada di tubuh Lucas sama? Kata Diana itu kamu yang melakukan padanya.”


Nizam membuang napasnya kasar. “Bukan aku mulanya, Diana dan Lucas di tato oleh kepala suku, mereka bilang itu adalah jimat keberuntungan dan suatu pemberkatan. Mereka memberkati Diana dan Lucas, karena mereka cucu dokter skill dewa itu. Tapi saat selesai, tato itu terlihat jelek, lalu aku meperbaiki tato itu agar terlihat indah.”


“Pelaku penabrakan segera di bawa ke kantor polisi, sebelum mereka membawanya silakan kamu introgasi dia.” Ivan menyebutkan tempat di mana keamanan mereka menahan pelaku itu.


“Baiklah, lebih baik aku mengintrogasi tersangka itu dulu.”


Kini di depan ruang operasi hanya ada Ivan.


***


Di tempat lain.


Malvin baru sampai di Universitas, tiba-tiba sebuah pesan masuk.


*Sudah kamu tandatangani surat persetujuan itu?

__ADS_1


\=Belum bos, tadi temanku yang ada di sana, biar Lucas semakin membencinya, karena dia kehilangan kaki sebab persetujuan wanita itu.


*Bagus juga idemu.


__ADS_2