Diana Permata Terindah Dari Desa

Diana Permata Terindah Dari Desa
Bab 233 Merindukanku?


__ADS_3

Ivan dan Narendra terus terhubung via telepon, sedang Yudha mau pun Nizam sama-sama fokus mengemudikan mobil mereka masing-masing. Apa yang Narendra arahkan pada Ivan Yudha juga mengikuti arahan yang sama. Sedang Nizam menunggu komando dari Ivan. Dua buah mobil itu terus melaju cepat di jalanan.


Di sisi lain.


Tony kembali ke Markas IMO, dia langsung menuju ruang kerja Hadhif. Sesampai di ruang kerja Hadhif, Tony masuk begitu saja tanpa permisi.


“Hadhif! Kenapa berita hoax yang kamu sebarkan bukan berita hoax yang kita buat dan rencanakan bersama?!”


Hadhif tersenyum smirk. “Oh maaf, aku lupa memberitahumu kalau berita kemaren batal aku luncurkan." Perminta maafan Hadhif tidak tulus, bahkan terdengar mengolok-olok.


"Kenapa tidak kabari aku?! Kita ini satu tim!" maki Tony.


"Aku sudah minta izin pada ketua, izin dari ketua sudah cukup bagiku,” sahut Hadhif.


“Bukan izin siapa lebih kuat! Tapi hargai usaha seseorang, Hadhif!"


"Maaf ... maaf ...." Hadhif sama sekali tidak memperlihatkan rasa bersalahnya.


"Aku ikut bersama kalian ke Jerman dalam sebuah kelompok, saat kalian memutuskan apa-apa tanpa aku, aku merasa tidak dihargai, untuk apa kalian mengajakku dalam satu tim jika aku tidak kalian lihat!?”


Brakkk!


Habis sudah kesabaran Hadhif meladeni Tony. Hadhif berdiri tiba-tiba, membuat kursi yang dia duduki sebelumnya terlempar. Rasanya dia tidak bisa lagi menyembunyikan kemarahannya pada Tony. Hadhif mendekati Tony dan mencekik leher Tony.


“Hargai? Apa pantas seorang pengkhianat sepertimu di hargai? Apa pantas orang sepertimu yang mementingkan uang daripada persaudaraan dipandang dengan pandangan penghargaan?!"


Hadhif melepaskan cengkramannya, saat yang sama dia mendaratkan tinjunya di wajah Tony.


Bought! Bought! Bought!


Hadhif terus menghujani wajah Tony dengan bogem mentahnya, membuat sisi bibir Tony berdarah, pukulan bertubi dari Hadhif membuat Tony tersungkur di lantai. Hadhif langsung duduk diatas tubuh Tony, dia mengeluarkan senjata api yang terpasang peredam suara tembakan. Hadhif mengarahkan senjata api itu ke kepala Tony.

__ADS_1


Perlahan Hadhif menarik pelatuknya, dan bersiap mengakhiri nyawa Tony. Namun Tony tiba-tiba meberi perlawanan dan membalikan keadaan, Hadhif melawan, tapi dia kalah dalam segala hal Tony lebih unggul. Tony bisa sampai di kursi wakil ketua, karena ketangkasan dan gesitnya, urusan kecerdasan keduanya memiliki nilai yang sama.


Tony menguasai keadaan, senjata api Hadhif juga berhasil dia rebut. Kini keadaan berbalik, Tony yang berada diatas tubuh Hadhif sambil mengarahkan ujung senjata ke kepala Hadhif.


“Sejak kapan kalian menyadari aku pengkhianat di IMO?” Tony menekan ujung senjata api di jidat Hadhif.


“Sejak di Jerman, aku meretas komputermu dan aku menemukan bukti kamu pengkhianat IMO dan membocorkan identitas ketua karena Bounty yang besar!”


“Aku tidak seperti apa yang terlihat, tapi aku juga tidak memintamu untuk percaya padaku!”


Deringan Handphone Tony membuatnya harus menerima panggilan itu, Toni langsung menerima panggilannya, terlihat nama ED di layar handphonenya.


“Iya Tuan.”


“Apa Diana mengembangkan T779 yang baru di laboraturium IMO?”


“Ketua sudah lama cuti, bahkan dia tidak pernah datang ke markas IMO,” sahut Tony.


“Obat T779 sudah menyebar luas di beberapa negara, dan Cina memiliki stok yang sangat banyak! Hancur sudah mimpi ED Group untuk menguasai obat itu!”


“Salah satu Mahasiswa kedokteran mendapatkan riset Diana tentang obat, saat anak buahku meneliti itu apa, ternyata Diana sudah maju jauh di depan kita, sedang kita masih bekerja keras mengejar T779, tapi Diana malah mengembangkan T779-20, sekarang T779 biasa saja sudah launcing di beberapa Negara.”


Walau Tony berbicara dengan CEO ED Group, dia tetap mengawasi Hadhif. “Terus apa tujuan Anda pada Diana? Mengingat apa yang berharga darinya bukan hal berhaga lagi, harta karun itu telah didapatkan banyak orang.”


“Aku saat ini sudah menangkapnya."


Mendengar CEO ED Group menangkap Diana, Tony sangat khawatir.


"Jika dia tidak mau menyerahkan T779-20 maka aku pasti membunuhnya. Bahkan aku sudah menyiapkan racun yang hanya bisa di sembuhkan dengan T779-20, racun itu aku kemas dengan baik, dan akan ku lepas dalam bentuk asap.”


“Tuan butuh bantuanku untuk membujuknya? Mengancamnya percuma, dia sudah terlatih dalam tekanan,” tawar Tony.

__ADS_1


“Tidak, Diana sudah ada dalam cengkramanku, aku bisa melakukan apa saja padanya.”


Setelah Fablo memutuskan sambungan telepon mereka, seketika wajah Tony lemas. Melihat hal itu, Hadhif tertawa terbahak menertawakan Tony.


“Rasakan, tameng yang kalian buat tidak bisa menahan serangan balik para rival ED Group!” Hadhif terus tertawa.


Bought!


Tony melayangkan tinjunya ke wajah Hadhif. “Sudah ku katakan, yang terlihat tidak seperti yang sebenarnya. Aku sedih karena ketua dalam bahaya!”


“Bukankah itu yang kau inginkan? Kau juga berambisi untuk membunuh ketua, bukan?”


Tony tidak bisa menunggu lagi, dia meraih borgol yang ada di pinggang Hadhif, memborgol pria itu pada kursi besi yang menempel di dinding. Tony menyumpal mulut Hadhif dengan lakban, juga memutuskan sambungan telepon. Merasa Hadhif sudah tidak bisa bertindak, Tony segera meninggalkan markas IMO.


Di Pabrik Tua.


Dillah sudah mereka ikat di tiang besi yang ada di dalam pabrik tua itu. Diana masih duduk di kursi empuk yang ada di depan meja kerja Fablo, dan banyak pria berbadan besar mengelilinya dengan sejata api laras Panjang, mereka siap menembak kalau Diana melawan.


“Kamu bahagia sekarang? T779 sudah di distribusikan di berbagai negara, bahkan untuk Negara Cina rata-rata penduduknya sudah mendapatkan obat itu, selamat! Kamu berhasil menghancurkan mimpi Ayahku dan mimpi ED Group sendiri.”


Diana tersenyum melihat berita dunia yang dia tonton dari televisi yang ada di pabrik tua itu. "Itu belum seberapa, masih ada kejutan lain yang akan membuat jantungmu berhenti berdetak," ledek Diana.


Namun melihat berita dunia itu Diana sangat bahagia, akhirnya sebagian mimpinya mulai terwujud.


Terima kasih, Nizam. Akhirnya T779 sudah dibagikan secara gratis di China, semoga dampak virus misterius itu benar-benar tidak mengganggu Kesehatan yang menerima T779, batin Diana.


“Kalau kamu ingin temanmu selamat, berikan pada kami resep T779-20 yang sedang kau kembangkan!” pinta Fablo.


Diana berdecih. “Kamu jangan menghayal terlalu tinggi, Fablo. T779 saja tidak bisa kamu gapai, kamu menghayal bisa memiliki T779-20,” ledek Diana. "Aku tidak sebodoh Agung Jaya yang percaya drama ikan asing Ayahmu yang pura-pura sekarat!"


“Sayangnya Fablo tidak menghayal, Diana. Dia pasti akan mendapatkan T779-20 yang kamu kembangkan.”

__ADS_1


Diana tidak asing dengan suara itu, saat dia menoleh kearah suara itu, kedua bola mata Diana membulat sempurna.


“Jangan terkejut begitu Diana, owh … apakah kamu merindukanku?”


__ADS_2