Diana Permata Terindah Dari Desa

Diana Permata Terindah Dari Desa
Bab 173 Janji Makan Malam


__ADS_3

Archer terus memikirkan segala kemungkinan yang ada.


“Mereka benar-benar mentargetkan dirimu. Peristiwa ledakan, sekarang Lucas, entah besok nanti apalagi. Kita semua malah belum bisa membuka siapa saja yang terlibat. Mulai besok Zhafqar akan mengawasimu di Universitas, aku akan mengatur cara supaya Zhafqar bisa menjadi mahasiswa di sana,” ucap Archer.


"Tidak perlu Tuan Muda, aku bisa menjaga diriku sendiri. Semakin mereka berambisi menyerangku, semakin cepat terungkap siapa sesungguhnya mereka dan siapa saja kaki tangan mereka," ucap Diana.


"Aku tahu kamu hebat Diana, dengan kamu memiliki kekuatan tiada tanding dan mampu menahan seluruh beban yang ada di muka bumi ini, tidak seharusnya kamu selalu sendiri!" Acher emosi dengan sifat keras kepala Diana.


Malam itu tidak ada pembahasan apa-apa lagi, otak mereka sibuk memikirkan siapa pengkhianat yang ada di IMO.


**


Keesokan harinya, seperti kata Archer, Zhafqar benar-benar datang ke Universitas sebagai Mahasiswa.


"Perkenalkan, dia Mahasiswa baru, namanya Zhafar. Zhafar, silakan perkenalkan dirimu," ucap dosen.


Diana memandang dingin kearah Zhafqar.


Zhafar, cih apa tidak ada nama lain, nama itu terlalu mendekati nama aslinya.


Saras tiba-tiba menggoyangkan lengan Diana. Membuat Diana tersadar dari lamunannya.


"Diana, dia tampan sekali ...." Saras terus memandang kearah Zahafqar.


"Di matamu laki-laki yang ada di Universitas ini selalu tampan dan mempesona," ucap Diana ketus.


Saras mencebikkan bibirnya mendengar respon Diana. "Ya, lebih baik aku bisa mengagumi eloknya ciptaan Tuhan, lah kamu? Di matamu semua laki-laki yang ada di muka bumi ini terlihat aneh!"


"Hei kalian berdua, masih mau gosip? Kalau ingin menggosip silakan keluar, aku tidak memaksa kalian untuk mengikuti mata kuliahku!" tegur Dosen.


Diana dan Saras seketika diam. Sedang Zhafqar tersenyum menertawakan Diana. Setelah acara perkenalan sebagai mahasiswa baru selesai, Zhafqar mengikuti mata kuliah seperti mahasiswa yang lainnya.


Tugas yang diberikan Archer kali ini membuatnya bosan. Mata kuliah kedokteran sangat membuatnya pusing, dia tidak menyukai kelas yang dia ikuti. Tapi dengan kecerdasan yang dia miliki, Zhafqar dengan mudah mengerjakan tugas yang diberikan.


Hari pertama Zhafqar kuliah, dia sudah membuat dosen kagum pada kecerdasannya.


Dosen masih memandang lembar jawaban Zhafqar. "Kamu tahu, uang dan jabatan tidak akan menjamin kamu bisa menjadi Mahasiswa Universitas Bina Jaya, tapi melihat hal ini." Dosen mengibaskan lembar jawaban Zhafqar. "Aku mulai memahami kenapa Zhafar sangat mudah menjadi Mahasiswa di Universitas ini."


"Ada yang keliru dengan jawaban saya, Pak?" tanya Zhafqar.

__ADS_1


"Nilaimu mendekati sempurna, namun karena mata kuliah berkaitan dengan mahkluk hidup, sangat sulit untuk sempurna, karena setiap respon tubuh orang berbeda-beda. Andai ini seperti sebuah nilai seperti bahasa, atau perhitungan, maka ini sangat sempurna," puji dosen.


Semua mahasiswa yang ada di kelas bertepuk tangan untuk Zhafqar. Zhafqar berdiri dan merespon semua apresiasi yang tertuju padanya, dia terus tersenyum dan menganggukan kepalanya pelan.


Saat Zhafqar menoleh kearah Diana, seketika senyumannya lenyap, dia memahami bahasa isyarat yang Diana tujukan padanya, agar dia tidak menonjolkan kejeniusannya.


Zhafqar kembali ke kursinya, untuk sesaat dia lupa apa tugas utamanya, dengan menunjukan kecerdasannya sama saja dia menarik perhatian musuh yang sampai saat ini belum mereka ketahui.


Mata kuliah selesai, Zhafqar merasa bosan, tidak ada hal yang menyenangkan yang bisa dia kerjakan. Tidak ada hal yang menarik di sini, atau apa saja yang membuatnya bersemangat. Jam istirahat Zhafqar memilih berkeliling lapangan olah raga di Universitas itu. Tiba-tiba seorang Mahasiswi cantik melintas di depannya, Zhafqar iseng menggodanya.


“Hai cantik, boleh kenalan?”


Semua orang yang mendengar sapaan Zhafqar, mereka tampak terkejut, karena perempuan yang di goda Zhafqar adalah kekasih seorang Mahasiswa yang lumayan mereka takuti.


"Jika ingin kuliah dengan nyaman, jauhi aku! Dan jangan sekali-kali berani memandangku seperti ini, atau ada yang mencongkel matamu," tegur Mahasiswi itu.


"Waw, aku semakin bersemangat ingin mengenalmu," goda Zhafqar.


"Kamu Mahasiswa baru di sini, demi kebaikanmu, kalau aku melintas di dekatmu, anggap saja aku tidak ada."


Zhafqar semakin bersemangat. "Mana mungkin aku bisa pura-pura tidak melihatmu, kamu adalah ciptaan Tuhan yang sangat mengagumkan," goda Zhafqar.


Mahasiswi itu terlihat panik. "Cepat pergi dari sini!" Dia langsung mendekati laki-laki yang terlihat sangat marah itu.


"Hon, maafkan dia. Dia Mahasiswa baru di sini, jadi dia belum tahu siapa aku," bujuknya.


"Aku memang belum tahu kamu siapa, cantik. Tapi aku tahu kalau kamu adalah ratu bidadari yang ada du Universitas ini," goda Zhafqar.


Mahasiswi itu menepuk jidatnya, dia tidak tahu lagi bagaimana nasib Mahasiswa baru itu karena lancang menggodanya di depan kekasihnya.


"Berani-beraninya kau menggoda kekasihku di depanku! Aku akan memberimu pelajaran!"


“Kau kira aku akan diam saja? Aku akan membalas apa yang kamu lakukan padaku, kau sentuh tanganku, ku patahkan tanganmu. Kecuali kau cium b***ngku, baru aju membiarkanmu melakukannya sepuas yang kamu mau,” ledek Zhafqar.


Semua Mahasiswa yang menonton dan mendengar ucapan Zhafqar berusaha menahan tawa mereka, baru kali ini ada yang melawan preman kampus mereka.


“Bangsattt!” laki-laki itu langsung menyerang Zahfqar, tidak bisa dihindari perkelahian sengit pun terjadi, dan menjadi tontonan mahasiswa yang ada di sana.


"Apa yang terjadi! Hei kalian hentikan!" Tiba-tiba salah satu dosen datang dan melerai keduanya.

__ADS_1


“Kalian sangat memalukan! Sebentar lagi beberapa kru dari industri film akan datang ke sini, mereka sudah izin untuk syuting di Universitas ini! Beruntung saat ini mereka belum datang, kalau mereka tiba saat kalian berkelahi seperti ini sangat memalukan dan mencoreng nama Universitas Bina Jaya!”


“Wah, jadi Wagiswari Wulandari jadi datang ke kampus kita Pak?” tanya salah satu Mahasiswa yang lain.


“Iya, menurut kabar mereka mau melihat tempat di mana nanti yang bagus untuk tempat syuting tanpa harus mengganggu kegiatan belajar di sini,” sahut dosen.


“Wah … keren! Kampus kita semakin terkenal karena salah satu film Agis syuting di sini,” ucap salah satu Mahasiswa yang lannya lagi.


“Sudah bubar! Bubar!” ucap dosen.


Keadaan kembali tenang, perkelahian kilat tadi membuat mood Zhafqar lebih baik. Dia mencari tempat lain untuk beristirahat sambil memantau dari kejauhan keadaan Diana dan orang-orang yang ada di dekatnya.


Wagiswari Wulandari adalah salah satu selebriti yang sangat tersohor di negara itu, sangat banyak pengagumnya karena bakat dan kecantikannya.


Diana dan beberapa teman sekelasnya bersantai di taman kampus, mereka memandangi keramaian yang ada di seberang mereka.


“Ada acara apa? Kenapa sangat banyak kamera di sana?” tanya Saras.


“Kamu lupa, kalau Agis akan syuting film di sini?” sahut salah satu teman.


“Tugas kuliah membuatku lola,” keluh Saras.


“Ehh! Ada gosip baru guys,” ucap salah satu mahasiswa lainnya.


“Gosip apa?” yang lain terlihat kepo.


“Agis tidak jadi syuting di sini hari ini, tadi aku mendengar produser mengeluhkan hal itu, katanya Agis memilih makan malam dengan CEO Agung Jaya Group malam ini.”


“Wah … ini gosip yang hangat,” tanggapan yang lain.


Diana termangu mendengar kabar itu.


**


Di sisi lain ….


Ivan dan Yudha baru saja selesai memimpin pertemuan antar perusahaan. Ivan berjalan cepat menuju ruang kerjanya. “Dillah, apa agenda ku berikutnya?”


Dillah segera memeriksa tabletnya. “Untuk siang ini tidak ada lagi Tuan, tapi nanti malam Anda punya janji dengan salah satu model juga selebritis ternama, Wagiswari Wulandari.”

__ADS_1


__ADS_2