Diana Permata Terindah Dari Desa

Diana Permata Terindah Dari Desa
Bab 65 Apa Salahnya Mencoba?


__ADS_3

Diana, Ivan, dan Amanda masuk ke sebuah ruangan khusus. Di dalam ruangan itu sudah ada Dillah dan Yudha.


“Diana, bisa kamu jelaskan apa yang kamu lakukan malam itu saat kamu sendirian di perusahaanku?” tanya Ivan.


Diana hanya tersenyum kecil, dia mulai memahami kenapa dirinya dipanggil Ivan ke perusahaannya.


“Saat malam Anda seorang diri di sini, dokumen penting perusahaan hilang, bahkan saat ini ada yang menghapus data-data penting perusahaan Agung jaya,” tambah Amanda. “Bisa Anda jelaskan apa yang Anda lakukan malam itu?”


Tapi Diana hanya diam. Dia ingin tahu sedalam apa sumur yang Amanda gali untuknya.


“Baiklah, karena Nona Diana tidak ingin menjelaskan apapun, lebih baik kita hubungi pihak yang berkaitan dengan masalah ini, Tuan Fredy, CEO Edge Group,” ucap Amanda.


Diana langsung mengetik begitu cepat dan memperlihatkan layar handphonenya pada semua yang ada di ruangan itu.


*Tidak perlu menghubungi dia.


“Kenapa Anda tidak mau kami memanggil dia? Apa Anda ingin melindungi kekasih Anda?” tanya Amanda. Dia sangat bahagia karena Diana seperti melindungi Fredy.


Ivan hanya diam, hatinya sangat terluka melihat foto-foto sebelumnya, apalagi saat ini Diana seperti melindungi Fredy.


Diana sibuk mengetik, dia tidak memperhatikan raut wajah semua orang yang menatapnya.


*Aku bisa menyelidikinya dan mengatasinya sendiri tanpa harus melibatkan Fredy.

__ADS_1


Amanda bertepuk tangan, dia menertawakan kepercayaan diri Diana yang terlampau tinggi. “Wow!”


*Apakah data yang hilang bisa dipulihkan? Tanya Diana.


Amanda mencebikkan bibirnya. “Dokumen itu dihancurkan mana mungkin bisa dipulihkan?”


“Nona Diana, lebih baik Anda katakan apa tujuan Anda,” sela Barbara.


*Boleh aku pakai komputer itu?


Dillah menoleh kearah Ivan, meminta persetujuan Ivan, melihat Ivan mengangguk pelan, Dillah pun segera menyalakan kumputer yang ada di ruangan itu untuk Diana.


“Nona Diana, saya mengagumi kegigihan Anda untuk membuktikan kalau Anda tidak bersalah, saya hanya tidak ingin mempersulit Anda, lebih baik Anda akui saja,” bujuk Barbara. "Andai Anda mengakui semuanya, kita akan cari jalan keluarnya bersama-sama."


Melihat usaha Diana yang tidak mau mengakui. Barbara mendekati Ivan. “Tuan Ivan, bagaimana kalau kita hubungi keluarga Nona Diana, telepon ibu tirinya atau neneknya?” usul Barbara.


"Aku yang bertanggung jawab atas Diana, karena aku yang membawanya ke sini," ucap Ivan.


"Maaf Tuan, ini urusan kantor, tolong pisahkan hubungan pribadi Anda dengan Nona Diana untuk saat ini." Amanda menoleh kearah Barbara. “Ini urusan perusahaan Barbara, tidak berkaitan dengan masalah pribadi. Iya kita menghormati dia sebagai tunangan Ivan, Tapi di sini kita tidak membawa ikatan antara Diana dan Tuan Ivan, berhenti terlalu menghormatinya.”


“Usul Barbara bagus, harus ada pihak yang menjadi penanggung jawab Diana, Tapi untuk menelepon ibu tiri Diana, itu bukan suatu penyelesaian, meminta nenek Zelin untuk datang juga sangat mustahil, di usia beliau yang tidak muda lagi, kasihan beliau kalau harus menempuh perjalanan jauh.” Yudha membuat otaknya bekerja keras. “Yang kalian butuhkan adalah yang bertanggung jawab atas Diana bukan?”


Barbara dan Dillah mengangguk bersamaan.

__ADS_1


“Karena Ivan tidak diperkenankan, biar aku yang bertanggung jawab penuh atas Diana,” ucap Yudha mantap. Yudha menoleh kearah Diana. “Lakukan apa yang kau mau Diana, aku percaya pada kemampuanmu.”


Diana tersenyum, dia mengetik kata ‘Terima kasih’ dan memperlihatkannya pada Yudha.


Diana memulai hal yang ingin dia kerjakan. Yang lainnya hanya melihat Diana yang mulai menarikan jemarinya diatas keayboard computer.


“Apa yang sedang kamu lakukan, Diana?” tanya Yudha.


Diana mengambil kertas dan menulis dengan cepat.


*Memulihkan data yang hilang.


“Apakah dengan memulihkan data dapat mengurangi kerugian perusahaan?” tanya Yudha.


“Andai dia bisa mengembalikan semua data yang hilang, bukan hanya mengurangi kerugian, tapi menyelamatkan perusahaan, Tuan,” jelas Amanda. “Tapi, mana mungkin data yang terhapus, juga dokumen yang sudah dihancurkan bisa dipulihkan?” Amanda  meremehkan usaha Diana.


Diana mengambil kertas yang lain, dan menulis lagi.


*Apa salahnya mencoba dulu?


Ivan hanya diam, dia meraih kursi dan duduk di sana, menyaksikan apa yang ingin Diana lakukan. Sedang Dillah dan Barbara saling pandang, sangat mustahil untuk mengembalikan data-data yang sengaja di hapus, juga dokumen yang sudah di hancurkan.


Yudha masih setia berdiri di samping Diana. Dia tidak yakin dengan usaha Diana, namun dia berusaha mendukung Diana, demi rasa cintanya pada nenek Diana.

__ADS_1


__ADS_2