Diana Permata Terindah Dari Desa

Diana Permata Terindah Dari Desa
Bab 168 Mendata


__ADS_3

Di Rumah Sakit Healthy And Spirit.


Ivan masih setia berada di depan ruang operasi, membuat seseorang yang melihat di sana bingung. Dia mendekati Ivan, memastikan yang dia lihat itu benar.


“Ivan?”


Ivan langsung menoleh ke sumber suara itu. “Papa?”


“Aku kira aku salah lihat, kenapa kamu bisa di sini?”


“Ada kecelakaan yang menimpa sepupu Diana, dan dia saat ini menjalani operasi. Parahnya lagi kecelakaan yang menimpanya suatu kesengajaan dan melibatkan perusaah luar negri,” ucap Ivan.


“Ini terlihat berat, Van. Papa akan membantumu menyelesaikan masalah ini.”


“Tidak perlu, papa. Aku akan mengurus masalah ini sendiri.”


“Kamu ingin menunggu di sini apa di ruangan Angga?” tanya Sofian.


“Aku menunggu di sini saja, papa.”


“Ya sudah, papa pergi dulu. Jika butuh bantuan kabari papa.”


**


Beberapa jam berlalu, akhirnya operasi Lucas berjalan lancar. Melihat lampu operasi padam, Ivan terlihat sangat lega. Kelegaannya semakin bertambah melihat Lucas keluar dari ruangan itu dan dia diantar menuju ruang perawatannya. Lucas belum sadar, tapi melihat keadaan Lucas, Ivan yakin laki-laki itu baik-baik saja. Sesaat kemudian Diana keluar dari pintu itu dengan seragam operasi.

__ADS_1


Ivan terpana dengan pemandangan itu, dokter bedah yang dia cari selama ini ternyata adalah wanita yang selalu ada di sampingnya.


“Sudah ada informasi tentang kecelakaan Lucas?”


Pertanyaan Diana membuyarkan kekaguman Ivan pada Diana.


“Amm … lebih baik ganti bajumu, aku tidak sanggup melihat banyak orang yang semakin mencintaimu setelah mereka tahu siapa kamu sesungguhnya.”


“Baiklah, tunggu aku di sini.” Diana memasang kembali masker wajahnya dan berjalan cepat menuju salah satu ruangan.


Beberapa saat kemudian Diana kembali dengan pakaian santainya.


“Bagaimana operasi Lucas?” tanya ivan.


“Semua berjalan lancar, sampai masa pemulihan Lucas harus menggunakan tongkat dulu.”


“Bagimana kasus itu?” tanya Diana.


“Pelakunya sepertinya orang luar negri, supir itu mengatakan nama sebuah perusaahaan luar negri. ED Farmasi.”


Wajah Diana seketika berubah begitu dingin saat mendengar ED Farmasi, atau sering di kenal dengan ED Group. Diana mengambil handphonneya dan langsung menelepon seseorang.


“Halo, aku ingin memberimu tugas,” ucap Diana datar.


“Tugas apa Nona?”

__ADS_1


“Selidiki sebuah perusahaan obat yang ada di luar negri. Nama perusahaannya adalah ED Group”


“Baik Nona.”


Diana menyudahi panggilannya dan kembali menyimpan handphonenya.


“Kenapa kamu meminta orang lain menyelidiki perusahaan itu? Padahal aku juga bisa melakukannya untukmu. Aku lumayan mengenal Perusahaan itu, bukan hal sulit bagiku untuk mencari informasi tentang mereka," protes Ivan.


“Aku tidak mau terlalu merepotkanmu, Ivan. Untuk kasus ini saja kamu meninggalkan pekerjaanmu dan memilih menemaniku di sini. Ingat Ivan, banyak keluarga yang menggantungkan hidupnya di Perusahaan kamu, jangan sampai hidup mereka berantakan karena pemimpinnya yang tidak bertanggung jawab."


"Aku tetap mengutamakan tugas utamaku, Diana."


"Aku meragukan itu, hatiku mengatakan kamu akan asyik menyelidiki kasus ini dibanding pekerjaanmu."


Ivan seketika diam.


"Terima kasih atas tawaranmu, tapi maaf aku tidak mau merepotkan kamu lagi."


“Aku tidak merasa repot, Diana. Tapi apakah ada yang kamu sembunyikan dariku?”


"Menyembunyikan?" Diana terkekeh. “Bukankah aku menyembunyikan banyak hal darimu?” tanya Diana balik.


Ivan bingung menjawab apa, dia berusaha membahas yang lain. “Jika kamu membutuhkanku, kamu jangan sungkan untuk memintaku, aku akan melakukan apa saja untukmu, Diana."


"Ya, aku tidak meragukan itu," balas Diana.

__ADS_1


"Untuk dirimu aku tidak akan merasa repot, andai dirimu memintaku mendata semua orang yang ada di muka bumi ini, pasti akan ku lakukan.”


__ADS_2