
Ini bukan hal yang mengejutkan, Diana sudah mengantisipasi hal ini, pastinya mereka yang berambisi untuk membunuh Diana pasti di rekrut ED Group. Diana tersenyum sinis pada orang itu.
“Veronica … ternyata kamu masih hidup? Aku kira kamu bunuh diri, seperti anak buahmu Qiara. Ku dengar Qiara selalu berusaha mengakhiri hidupnya."
Veronica sangat geram mendengar ucapan Diana. “Sayangnya aku tidak sebodoh itu! Walau Universitas Bina Jaya mengeluarkanku, ada ED Group yang senang hati menerimaku.”
Veronica berjalan mendekati Fablo, dan berdiri dengan bangga di samping Fablo.
"Hanya Veronica yang kamu bantu? Nasib Agis bagaimana? Ku dengar dia diblack list dalam semua dunia hiburan, seharusnya Agis juga berdiri bersamamu," ledek Diana pada Fablo.
Fablo geram, dia yakin Diana sudah mengetahui kebangkrutannya. Fablo berusaha memasang raut wajah dinginnya.
"Ow ... aku lupa, ED Group kan bangkrut, bagaimana mereka bisa membayar jasa artis yang saat ini tidak penting? Kan yang terpenting mempertahankan Perusahaan agar tetap berdiri." Diana sangat puas meledek Fablo.
"ED Group memang dalam masalah, dan masalahnya itu, Kamu!" hardik Veronica.
"Setelah masalah itu di singkirkan, ED Group akan kembali berjaya, bukan hanya Kakak tirimu saja yang akan bersinar dalam ED Group, tapi ED Group akan menaungi banyak artis papan atas di Negara ini, mungkin Manca Negara," ucap Veronica.
Diana menertawakan rasa percaya diri Veronica yang sangat tinggi. “Jangan terlalu berharap pada pohon yang hampir mati, yang kamu pegang kuat itu dahan kecil yang sangat lapuk, jika kamu berpegang pada dahan yang lapuk. Saat dahan itu jatuh, kamu juga ikut jatuh.”
Diana menutup mulutnya memasang raut wajah bersalah. “Ups! Kamu kan sudah jatuh dalam lautan malu yang tidak bertepi."
Veronica sangat marah, dia ingin mendekati Diana dan menamparnya, namun ditahan Fablo.
Diana tersenyum smirk. "Kamu selamat dari hukum, atau terjerat hukum, malunya sama. Makanya aku pikir kamu sudah tiada.”
“Ayolah Diana bekerjasama lagi denganku, aku tau kamu sudah mengembangkan T779-20, aku menemukan risetmu tentang obat itu dari Veronica," ucap Fablo.
“Bekerjasama denganmu? Cuih! dalam mimpi pun aku tidak sudi!”
Fablo sangat kesal dengan jawaban Diana.
__ADS_1
“Sudah aku katakan padamu Fablo, percuma memberi penawaran padanya, dia keras kepala! Lebih baik segera bunuh dia!” ucap Veronica.
Habis sudah kesabaran Fablo, dia memerintah anak buahnya untuk memasukan Diana kedalam ruangan kaca. Melihat majikannya di giring seperti itu, Dillah ingin berontak, tapi tidak berdaya melepaskan diri dari ikatan tali yang sangat kuat.
Walau Diana sudah terkurung dalam ruangan kaca yang dikunci, dia tetap berdiri tegak dengan kesombongannya, dia berhadapan dengan Fablo, raut wajah Diana sedikit pun tidak ada ketakutan dia memasang wajah arogannya.
Fablo berbicara di mic, agar Diana bisa mendengar ucapannya dari speaker yang terhubung kedalam ruangan kaca. “Kamu selalu berbuat baik pada semua orang, kamu lupa semua orang berbuat jahat padamu?”
“Dulu kamu membantuku melakukan penelitianku, namun saat hampir berhasil kamu malah meninggalkanku dan mewujudkan obat itu dengan Anton!”
Diana menjawab dengan Bahasa isyaratnya.
*Aku meninggalkanmu di tengah perjalanan kita, karena tujuan kita berbeda, tujuanmu ‘multiply your money’ dan tujuanku ‘good for many people’
Fablo menatap Diana dengan tatapan Dingin, Diana juga menatap Fablo dengan tatapan seolah menantang laki-laki itu.
“Lebih baik habisi dia sekarang, bukankah dengan dia mati T779-20 juga mati?” ucap Veronica.
“Tapi T779 sudah dibagikan di berbagai negara!” maki Fablo.
“Kamu benar juga, dia tidak mau bekerjasama atau tidak, T779-20 tidak bisa ku miliki.” Fablo merasa saran Veronica bagus
“Tuan! Tuan! Apakah Anda sudah melihat berita hari ini?” salah satu anak buah Fablo datang dengan terburu-buru.
“Berita apa?”
Anak buah Fablo tidak bisa menjelaskan berita apa, dia langsung meraih remot tv, dan membuka chanel tv swasta dalam Negri.
Reporter memberitakan kalau seluruh Rumah Sakit yang ada di negara mereka didatangi ratusan drone, 1 drone membawa banyak dosis obat T779. Tayangan televisi pun menyiarkan langsung ratusan drone yang memenuhi langit, drone-drone yang membawa T779 itu mendatangi setiap pelayanan kesehatan, dari Rumah Sakit besar hingga klinik kesehatan biasa.
Tayangan Televisi menyiarkan secara langsung saat Drone mendarat di salah satu Rumah Sakit besar. Semua pihak Rumah Sakit sangat bahagia menerima obat itu, beberapa staff bahkan menangis.
__ADS_1
Fablo syok melihat berita itu, dia memindah chanel, semua berita menayangkan hujan drone yang membawa harta karun T779. Rumah Sakit, klinik Kesehatan resmi atau swasta juga mendapatkan obat T779 itu. Berita siang itu berjudul 'Hujan Bintang-Bintang Di Langit Siang.'
Semua orang sangat bahagia, karena T779 bagai bintang di langit yang sulit mereka dapatkan.
Di Pabrik Tua.
“Akkkkkkk! Bagsaddd kau Diana!” Fablo sangat marah, dia melepar kursi kearah Diana, dan kursi itu memantul di kaca yang memisahkan mereka.
Berita terus mengabarkan, kalau obat itu sudah tersebar merata di Negara mereka, dan akan dibagikan secara gratis. Di dalam kotak kaca, Diana tersenyum bahagia, akhirnya Anton melakukan tugasnya, membagi obat T779 ke seluruh pelayanan Kesehatan di Negara mereka.
“Aku Benar-benar akan membunuhmu!” teriak Fablo.
Diana kembali memberi Bahasa isyarat, namun hanya Fablo yang mengerti.
“Apa yang dia ungkapkan?” tanya Veronica.
“Kata Diana, dia hidup atau mati, mimpi ED Group yang biangnya kelicikan sudah ku hancurkan. Aku hidup atau mati, wanita yang di sampingmu itu tidak akan bisa memiliki pria impiannya.”
Diana tertawa dan meledek Veronica dan Fablo.
Diana kembali memberi Bahasa isyarat.
*Ayo bunuh aku, aku sudah Lelah bertemu orang licik seperti kalian.
Fablo sangat marah, dia segera berjalan mendekati tombol yang ada di depan ruangan kaca, dia melepaskan bom asap kedalam tabung kaca tempat Diana terkurung. Asap tebal berwarna putih itu pun memenuhi ruangan kaca.
Melihat hal itu Dillah menangis. “Nona ….” Jeritnya.
“Tenang saja kacung Ivan, setelah ini giliranmu, setelah itu seluruh keluarga Agung Jaya!” ucap Fablo.
Fablo menoleh pada Veronica. "Andai ada lagi tambahan seperti kertas yang kamu berikan kemaren, sepertinya kita bisa memproduk obat T779-20."
__ADS_1
"Temanku menemukan itu di tong sampah di depan Asrama Diana yang terbakar, karena belum sempurna makanya Diana buang," oceh Veronica.
"T779 bagai malaikat, mana bisa tangan kotor kalian memiliki itu," maki Dillah. "Ingat saat Yudha hampir memberikan obat itu, IMO malah mengacaukannya. Kalian yang licik hanya bisa memandang T7789, tapi tidak bisa memilikinya."