
Pikiran Diana terus melayang, memikirkan si pengkhianat, Ivan, pamannya, juga ED Group.
Apakah mereka semua berkaitan, atau hanya kebetulan saja?
Apa mungkin Ivan tahu tentang IMO karena Informannya memang hebat? Atau Ivan tahu dari pengkhianat yang ada di IMO karena dia tergoda Bounty dari Ivan?
Diana berusaha mengumpulkan sisa kesadarannya. “Hadhif, kamu pinta Zhafqar untuk mencari tahu siapa pengkhianat yang ada di IMO.”
“Baik, Ketua.” Hadhif langsung menghubungi orang yang Diana maksud, dan menyampaikan tugas yang Diana berikan padanya.
“Pemilik ED Farmasi adalah orang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.” Archer melirik pada Diana. “Caramu selama ini menangani perusahaan itu terlalu lembut Diana,.”
“Aku harus bagaimana Tuan?” tanya Diana.
“Aku sarankan, kamu gandeng seorang pengusaha untuk meladeni ED Farmasi.”
“Pengusaha?” Diana kembali tenggelam dengan pemikiraanya.
“Yup, pengusaha yang memiliki karir yang cemerlang dan tidak punya kaitan dengan IMO, agar ED Group tidak curiga. Aku yakin sampai detik ini ED Group masih memantau pergerakan kita,” ucap Archer.
__ADS_1
Apa harus aku meminta bantuan Ivan untuk menghadapi ED Farmasi?
Ah rasanya sulit, aku belum mengetahui sejauh mana keteribatan Agung Jaya dalam kasus kematian ibuku.
Terlebih Ayahku meninggal saat ingin menemui keluarga Agung Jaya.
Atau aku harus mempercepat pernikahanku dengan Ivan, bukankah jika sudah menjadi menantu resmi keluarga Agung Jaya, aku mempunyai akses penuh ke brangkas dokumen perusahaan mereka?
Kenapa sesulit ini Tuhan, aku hanya ingin tahu siapa saja yang terlibat dalam kematian kedua orang tuaku.
Diana terus tenggelam dalam peperangan suara hatinya.
"Diana."
"Iya Tuan muda," sahut Diana.
"Apa yang kamu pikirkan?"
"Aku hanya berpikir, apakah bocornya identitas Tony, bocornya informasi tentang IMO saling berkaitan?"
__ADS_1
"Tidak menutup kemungkinan Ketua, karena imbalan yang rivalmu berikan hanya untuk sebuah Identitas, ada seseorang yang menjanjikan Bounty yang sangat besar. Jika sudah berurusan dengan uang, yah ... kesetiaan mulai tergadai."
"Saat ini, identitasku juga mulai bocor," ucap Diana.
"Bocor bagaimana?" Archer terlihat panik.
"Apakah ini karena kebodohanku?" Tony terlihat sedih.
"Bukan kesalahan kamu, Tony. Tapi juga karena kecerobohanku. Saat aku berada di toilet Universitas, sepertinya ada yang memotretku diam-diam, dari hal itu muncul sebuah berita." Diana mengambil handphonenya, lalu memperlihatkan berita viral tentang dirinya dan Lucas. "Yang berniat jahat padaku, mulai menerka-nerka, kalau Lucas punya hubungan denganku, karena tato kami sama."
Archer langsung membaca kabar viral di kalangan Mahasiswa Universitas Bina Jaya.
"Sekarang dampaknya terasa, Lucas sengaja ditabrak, dan yang menabrak itu adalah utusan ED Group."
"Apa? ED Group?" Archer sangat kaget.
"Bukan hanya itu, Paman Fardhan juga ada bertemu dengan laki-laki yang bersama Lucas saat kecelakaan, aku semakin bingung, apakah paman Fardhan dan CEO ED Group bekerjasama untuk melenyapkanku?"
Diana memandangi rekan-rekannya bergantian. "Apalagi mereka tidak akan membiarkan aku hidup sampai berumur 23 tahun, karena dalam surat wasiat almarhum Ayahku, semua aset Bramantyo Group akan berpindah otomatis, seluruhnya akan menjadi hakku."
__ADS_1
Archer mengacak rambutnya begitu kasar. "Satu Fardhan saja musuh yang sulit, begitu payah perjuangan Nenekmu melindungimu dari cengkraman dia, sekarang ditambah lagi dengan keterlibatan ED Group."
Archer berulang kali menghela napasnya. "Kenapa hidupmu begitu menyedihkan Diana? Seharusnya orang baik sepertimu hidup nyaman karena selalu menolong orang lain."