DUNIA MELLANIE

DUNIA MELLANIE
DM eps 105


__ADS_3

"Kalian sebaiknya segera ganti pakaian." ucap Nyonya Risma pada Vano dan Reza saat mereka baru saja sampai di butik.


"Ella juga sedang berganti pakaian." imbuh Nyonya Risma seperti mengerti jika putranya sedang mencari kekasih hatinya.


"Ini." Nyonya Risma memberikan dua stel pakaian. Satu untuk Vano. Dan yang satu untuk Reza.


"Mana Ella ma?" tanya Vano yang lebih dulu selesai mengganti pakaiannya. Dan Reza juga baru saja keluar dari ruang ganti.


"Tampan-tampannya putra mama." puji sanga mama pada Vano dan Reza.


"Terimakasih tante."


"Sama-sama sayang."


"Ma,, Ella mana?" tanya Vano lagi pada sang mama.


Belum sempat Nyonya Risma menjawab, seorang perempuan cantik melangkahkan kaki mendekati mereka dengan senyum merekah di bibirnya. Menambah kecantikan di wajahnya.


Siapa lagi kalau bukan Mellanie Subagyo. Kekasih dari Vano Reyandli.


Reza sempat terpesona dengan kecantikan sang model. "Huh,,, sadar Reza. Sadar. Jangan sampai rasa itu muncul lagi." batin Reza menyadarkan dirinya sendiri.


Vano berjalan menyambut sang kekasih. Dan langsung memeluknya. "Ingin sekali aku membawamu ke dalam kamar saja. Kamu terlalu cantik sayang." bisik Vano.


Ella melotot pada Vano saat mendengar perkataan sang kekasih. Membuat Vano semakin gemas.


"Ada mama kamu." ingat Ella pada Vano saat Vano hendak menciumnya.


Nyonya Risma menatap keduanya dengan senang. "Terimakasih sayang, kamu sudah memberikan kesempatan pada putra tante." batin Nyonya Risma.


Vano dan Ella berjalan mendekati Nyonya Risma. "Makasih tante, bajunya cantik." ucap Ella.


Nyonya Risma menggenggam telapak tangan Ella. "Bajunya terlihat cantik karena yang memakai sangat cantik." ucapnya.


"Ma, sepertinya Vano dan Ella tidak jadi pergi ke sana." celetuk Vano dengan raut wajah sedih.


Sontak semuanya memandang Vano dengan tatapan penuh tanya. Termasuk Ella. "Aku ingin membawa Ella ke kamar saja. Rasanya tidak rela melihat dia akan menjadi pusat perhatian di sana."


"Astaga, mama pikir kenapa. Kamu itu." Nyonya Risma memegang dadanya. Sementara Ella mencubit lengan kekar Vano.


"Sebaiknya kita segera berangkat Nyonya." ujar Reza.


"Kamu itu Za, mengganggu saja." celetuk Vano. Membuat Ella dan mama Vano tertawa. Dan Reza hanya tersenyum.


"Maaf tante, mama sama papa tidak bisa menghadiri undangan tante." ucap Ella.


"Tidak apa-apa sayang. Tante tadi sudah bicara sama mama kamu." kata Nyonya Risma.


Kedua orang tua Ella tidak akan hadir dalam pertemuan makan malam keluarga besar Reyandli. Meskipun keduanya di undang secara khusus oleh Tuan Danto.


Pasalnya keduanya berada di luar negeri sejak seminggu yang lalu. Tuan Haris mempunyai pekerjaan di sana. Dan mengharuskan beliau harus meninjau sendiri pekerjaan tersebut.

__ADS_1


Sementara Nyonya Ane seperti biasa, beliau akan mengikuti suaminya kemanapun beliau pergi. Tapi itu terjadi setelah Ella sudah masuk SMP. Karena Ella juga paham kenapa sang mama perlu mendampingi papanya ketika perjalanan bisnis ke luar kota atau luar negeri.


Ella adalah seorang anak yang sangat pengertian dan perhatian kepada kedua orang tuanya.


Sampai di depan tempat acara, ternyata Tuan Danto sudah menunggu sang istri. Beliau terlihat senang saat melihat Vano menggandeng calon mantu idamannya.


"Om, apa kabar." ucap Ella segera berjabat tangan dan mencium punggung telapak tangan Tuan Danto.


Tangan Tuan Danto terulur menyentuh pundak Ella dengan lembut. "Om sangat baik." ucapnya.


Keempatnya masuk ke ruangan. Tuan Danto bersama dengan Nyonya Risma berada di depan. Di belakang mereka Vano bergandengan tangan mesra dengan Ella.


"Nasib jomblo. Sepertinya gue harus menyewa seorang perempuan pas acara seperti ini." batin Reza yang berjalan sendiri di belakang Vano dan Ella.


Menyewa. Kenapa harus menyewa, lebih baik mencari saja. Apalagi tampang Reza juga tampan. Supaya hari-harimu lebih berwarna. Memang pelangi berwarna.


"Mama." ucap Nyonya Risma menghampiri sang mama bersama Tuan Danto, di ikuti Vano dan Ella juga Reza di belakangnya.


Saat Ella ingin bersalaman, Oma Yeti seakan acuh. Seakan tidak melihat kedatangan Ella. Bahkan mengabaikan tangan Ella yang sudah menggantung ingin bersalaman dengannya.


Ella menarik kembali tangannya saat Oma Yeti malah membuang muka. Saat Vano ingin menegur, Ella mencekal lengan Vano dan menggeleng. Ella tidak ingin terjadi keributan. Apalagi di sini, keluarga Nyonya Risma sedang berkumpul.


Tuan Danto memandang ke arah Ella. Beliau tersenyum melihat Ella menghentikan Vano yang ingin menegur Oma Yeti. Ella mengangguk pelan dan membalas senyum Tuan Danto.


"Van, nanti kamu antar Lena pulang." ucap Oma Yeti membuat Ella penasaran akan jawaban sang kekasih.


"Kita baru saja masuk. Belum ada niat untuk pulang."


Ingin rasanya Ella tersenyum melihat ekspresi Oma saat mendengar jawaban dari Vano. Tapi Ella menahannya.


Ella dan Vano saling pandang. Mereka sangat tahu betul dan mengenal siapa perempuan yang baru saja membuka mulutnya tersebut. Reza yang berada di dekat Vano juga memandang ke arah perempuan itu. Begitu pula Tuan Danto dan sang istri.


"Mama." ucap seseorang segera berjabat tangan dengan Oma Yeti.


"Oh iya, kenalkan. Dia Santi. Istriku." ucap Galih. Adik dari Nyonya Risma. Yang berarti Om dari Vano.


"Selamat datang di keluarga kami." ucap Nyonya Risma dengan ramah.


Santi hanya tersenyum samar menanggapi perkataan Nyonya Risma. Tangannya tetap bergelayut manja di lengan sang suami.


Oma Yeti memandang dengan tatapan tidak suka. Tapi beliau hanya diam. Tidak berkata apapun.


Tak lama kemudian, beberapa anggota keluarga yang lain datang. Termasuk mantan istri dari Om Galih. Beliau datang bersama putranya. Anak dari hasil pernikahannya dengan Om Galih.


Tante Dewi, mantan istri Om Galih menyapa semua orang dengan ramah. Bahkan, terlihat dengan jelas Oma Yeti sangat menyayanginya. Meskipun statusnya kini adalah mantan istri dari anaknya.


"Kamu Ella kan?" tanya Tante Dewi dengan ramah.


"Iya Tante, saya Ella." ucap Ella dengan senyumnya.


Raut wajah Oma Yeti berubah seketika saat Tante Dewi menyapa Ella. Tapi bukan Ella namanya jika dia ambil pusing dengan perubahan yang di tunjukkan oleh Oma Yeti.

__ADS_1


"Marcell." seru Nyonya Risma menegur seorang remaja yang berdiri di samping Tante Dewi.


Marcell, anak dari Tante Dewi dan Om Galih.


Marcel melangkah ke depan dam bersalaman dengan anggota keluarga yang lain. Saat bersalaman dengan Ella, Marcel sempat berhenti dan menatap Ella.


"Wangi ini." batin Marcell.


"Khemm." Vano berdehem, Marcell segera melepaskan tangannya. "Maaf." ucap Marcell.


Sambil menunggu anggota keluarga yang belum datang, mereka berbincang di sebuah kursi yang berbentuk setengah melingkar.


"Marcell sekarang kelas berapa?" tanya Nyonya Risma.


"Baru lulus tante. Sebentar lagi masuk perguruan tinggi." jawabnya.


"Oh iya, Van. Kapan kalian akan menikah?" tanya tante Dewi.


"Segera." jawab Vano singkat.


"Kalian sangat serasi."


"Terimakasih tante."


"Kamu lihat Marcell. Nanti kalau cari perempuan seperti Ella. Cantik, pintar, baik. Pokoknya paket komplit. Mama suka perempuan seperti itu." ucap tante Dewi.


Sementara Marcell memandang Ella dengan tatapan wajah datar. Tanpa ekspresi.


"Cantikan juga gue." batin Santi sambil melengos.


"Makasih low sudah puji mantu saya." ucap Nyonya Risma.


Semua orang yang hadir di acara tersebut selalu memuji Ella dan Ella. Membuat Oma Yeti dan Lena hanya memasang wajah masam mereka.


Demikian dengan Santi. Dari tadi merengek manja pada suaminya untuk pulang. Dirinya sudah tidak tahan mendengar setiap pujian yang di lontarkan untuk kekasih dari mantan atasannya tersebut.


Acara makan malam pun selesai. Dan kini semuanya sudah kembali ke rumah masing-masing. Tapi masih ada beberapa orang yang masih berada di parkiran. Bersiap untuk pulang.


"Van, kamu antar Lena. Oma akan langsung balik ke rumah." suruh Oma Yeti.


"Reza." ucap Vano.


"Baik Tuan." ucap Reza. "Mari Nona Lena." ajak Reza dengan sopan.


Bukannya segera berjalan, Lena malah memandang ke arah Oma Yeti. "Vannn..." seru Oma Yeti.


"Apa bedanya siapa yang mengantar Lena pulang. Yang terpenting Lena sampai rumahnya dengan selamat." ucap Vano dingin.


"Jika kamu tidak mau di antar Reza, pulanglah sendiri. Saya bukan sopir kamu." imbuh Vano.


Dengan rasa kesal bercampur malu, Lena melangkahkan kakinya.

__ADS_1


"Ma, Galih pulang dulu." pamit pm Galih pada Oma Yeti. Oma Yeti hanya mengangguk tanpa berucap.


Oma Yeti melangkahkan kaki ke tempat mobilnya berada. Matanya memandang ke arah Vano dan Ella dengan tatapan tidak suka.


__ADS_2