DUNIA MELLANIE

DUNIA MELLANIE
DM eps 132


__ADS_3

"Capek?" tanya Vano saat Ella turun dari kuda. Dan Mili di kembalikan ke tempatnya oleh mamang.


Ella melepas topi yang menempel di kepalanya. Mengibaskan ke arah wajahnya berkali-kali. Vano mendekat. Mengusap keringat di dahi Ella menggunakan tangannya.


"Kenapa?" Vano menarik tubuh seksi sang istri untuk duduk di atas pangkuannya. Mengambil alih topi yang sedang Ella kibaskan.


Ella masih dengan bibir cemberut dengan jari jemari bermain di lengan sang suami yang melingkar di perut ratanya.


"Apakah sudah enakan?" Vano mengibaskan topi di samping wajah Ella berulang-ulang.


"Ini semua karena mereka." ucap Ella dengan wajah di tekuk. "Aku tak nyaman, dia terus menatap ke arahku." jelas Ella membalikkan badannya." imbuhnya, dan Vano pasti tahu maksud dari sang istri.


Sebenarnya Ella masih enggan untuk menyudahi permainan kudanya. Namun diantara beberapa lelaki tersebut, ada satu di antara mereka yang terus menatap kemanapun Ella berputar dengan intens.


Meski jarak mereka tidak terlalu dekat, namun pandangan mata elang seorang Ella tidak pernah salah.


Merasa tidak nyaman karena di perhatikan oleh orang asing, membuat Ella menaruh Miki kembali ke kandangnya.


Dirinya memang seorang model dan publik figur. Tapi saat dirinya bekerja, Ella akan dengan senang hati tersenyum dan bersikap profesional. Tapi saat seperti ini. Dia paling tidak suka diperhatikan.


"Tapi aku senang." Vano memainkan rambut Ella yang di kuncir di belakang menjadi satu.


Ella semakin mengerucutkan bibirnya. "Kamu bisa turun dari Miki. Dan segera naik ke kuda yang seharusnya." ucap Vano lirih dengan mengerlingkan sebelah matanya.


Mata Ella melotot dengan pipi mengembang menahan senyum. Sepertinya banyak kupu-kupu yang beterbangan di atas kepala Ella. Vano tertawa melihat wajah sang istri. Menarik tubuh Ella dan memeluknya erat.


"I love you my wife." mata Vano memandang jauh ke arah beberapa lelaki yang masih berdiri di tempatnya. Seolah mereka enggan beranjak dari sana.


"Aku lapar." ucap Ella manja.


"Bersihkan badan dulu. Aku yang akan mengurus semuanya." Ella mencium singkat pipi suaminya dan berlalu.


Vano berdiri dan segera menuju dapur. "Siapkan makanan. Akan ku bawa ke dalam kamar."


"Baik Tuan." bibik dengan cekatan menyiapkan beberapa makanan di atas nampan. Sesekali bibik melirik ke arah Vano yang sedang bermain dengan gawainya.


Bibik sedikit merasa heran dengan perubahan sifat Vano. Terakhir datang ke sini bersama Ella. Vano bersikap acuh. Tidak pernah memperhatikan Ella. Dan selalu duduk di ruang tenga menghadap ke laptop tanpa ekspresi.

__ADS_1


Bahkan beberapa kali bibik memergoki Vano membentak Ella karena Ella menjahilinya. Bibik ingat dengan jelas, saat Vano pergi meninggalkan Ella sendirian di vila tanpa pamit.


Membuat Ella dan bibik mencari Vano di setiap ruangan vila. Karena ponsel Vano tidak di angkat saat Ella mencoba menghubunginya. Beruntung mamang melihat kepergian Vano. Sehingga memberitahu Ella jika Vano sudah meninggalkan vila.


"Mungkin karena sekarang sudah menjadi suami istri yang sah." batin bibik melihat perubahan sikap Vano pada Ella.


"Sudah Tuan. Biar saya bantu." Vano mengambil nampan sedikit lebar dengan berisi makanan. Sementara bibik membawa air putih dan dua gelas jus buah beserta buah-buahan.


"Permisi Tuan." ujar bibik setelah menaruh nampan yang dia bawa di atas meja. Vano melangkah ke arah pintu dan menguncinya dari dalam.


"Van." Ella keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono.


"Ini." Ella tak percaya jika Vano sudah menyiapkan makanan di dalam kamar untuk mereka.


"Bukan aku. Bibik." Vano membawa Ella duduk di kursi.


Tapi tetap saja Ella merasa senang. Mendapat perhatian lebih dari Vano. Apalagi sebelumnya, Vano tidak pernah melakukan hal seperti ini.


"Makan dulu." Vano mengisi piring Ella dengan beberapa makanan.


"Mau kemana?" Vano melihat Ella hendak berdiri dari duduknya.


"Tidak perlu. Biarkan seperti ini. Sebentar lagi kita akan berolah raga. Lebih baik kamu mengisi perut dulu."


"Lagi pula nanti kamu tidak memerlukan apapun di badan kamu." Vano tersenyum menggoda pada Ella.


"Baiklah." Ella mengambil piring dari tangan Vano. "Sini, biar aku saja." Ella duduk di pangkuan Vano. Memasukkan sendok berisi makanan ke dalam mulutnya dan mulut sang suami bergantian.


"Kenapa berhenti?" tanya Vano melihat Ella terus menyuapi dirinya.


"Bukankah sebentar lagi kita akan berolah raga. Tidak nyaman dengan perut terlalu penuh."


Vano memegang tangan Ella yang terangkat dengan memegang sendok berisi makanan. "Benar juga." Vano mengambil sendok tersebut dan menaruhnya di atas piring.


"Kemana?" Ella berada di gendongan Vano. Membawa Ella ke dalam kamar mandi. Dan ternyata Vano mengajak Ella untuk menyikat gigi.


Ella terkekeh setelah keluar dari dalam kamar mandi. "Vann..." seru Ella saat tangan Vano melepas tali kimono di tubuhnya.

__ADS_1


Membuat tubuh Ella bagian depan terlihat nyata tanpa penghalang. Ella dengan gaya seksinya menyelesaikan pekerjaan Vano. Melepas kimono dari badannya, membiarkannya terjun bebas ke atas lantai.


Ella mengambil nampan si atas meja dan memindahkannya ke atas nakas. Berjalan tanpa sehelai benang yang menempel di tubuhnya. Dengan gaya seksinya.


Vano tersenyum miring dan segera melucuti semua pakaian yang tertempel di tubuh kekarnya.


"On." ucap Ella melihat senjata milik Vano sudah berdiri sempurna.


Ella mendaratkan pantatnya di atas meja. Dengan menyilangkan kakinya dan menggigit bibirnya. Vano mendekat.


Membawa tubuh Ella untuk duduk di atas pahanya. Keduanya saling bertatapan penuh hasrat. "Puaskan aku honey." bisik Ella sensual, membuat Vano memejamkan mata karena mendengar suara Ella dan hembusan nafas Ella yang mengenai lehernya.


Vano sedikit membuka pahanya. Membuat bokong Ella berada di antara paha Vano. "Atas apa bawah." jari tangan Vano bermain di paha mulus sang istri.


"Semuanya." ucap Ella menggesekkan dadanya ke dada Vano.


Tangan Vano merayap menuju benda favoritnya. "Aaaahhh." desah Ella saat kedua bukit kembarnya di remas dengan tangan kekar milik suami.


Plup..... Vano sudah tidak tahan untuk tidak masukkan buah ceri tersebut ke dalam mulutnya. Menjilat, menghisap, dan memainkan buah ceri di dalam mulutnya. Membuat Ella merem melek.


Tangan Ella tak tinggal diam. Dipegangnya pusaka milik suami. Dan di manjakan dengan mengelusnya berulang.


Vano mengeluarkan buah ceri dari dalam mulutnya. Beralih pada bibir seksi dari sang istri yang sedari tadi mengeluarkan suara penyemangat untuk dirinya.


Keduanya beradu lidah di dalam rongga. Membelit dan menghisap. Permainan lidah yang sangat mahir.


Keduanya menyudahi permainan lidahnya. Jemari Vano dengan lembut mengusap bibir basah milik sang istri.


"Sayang." ucap Ella dengan nafas masih tersengal.


Tangan Vano kembali membelai payudara Ella. Membuat buah ceri milik Ella kembali mengeras. Vano tersenyum melihat Ella memejamkan mata.


Kembali Vano bermain di dada Ella. Tubuhnya seperti tersengat aliran listrik saat hembusan nafas Vano kembali mengenai dadanya yang telanjang.


"Van..." Ella menekan kepala Vano. Membuat wajah Vano semakin tenggelam ke dalam ***********. Membuat permainan lidah Vano semakin menggila.


Vano mendongakkan kepalanya ke atas saat tangan Ella terlepas dari kepalanya. Tersenyum miring melihat ekspresi sang istri.

__ADS_1


Vano mengangkat tubuh Ella dari pahanya. Membaringkan tubuh seksi sang model di atas meja. Vano duduk jongkok di samping tubuh sang istri.


Jari jemarinya membelai wajah hingga ujung kaki. Lidahnya bermain di perut milik sang istri. Membuat Ella menggeliat.


__ADS_2