DUNIA MELLANIE

DUNIA MELLANIE
DM eps 39


__ADS_3

"Reza berbicara kebenaran Oma." bela Vano.


"Sebaiknya kamu pecat saja dia."


"Setelah Vano memecat Reza, apa Oma akan menyuruh Vano memberikan posisi asisten pada Lena." tebak Vano.


"Oma tahu, apa yang akan terjadi jika Vano menjadikan Lena asisten Vano. Seharusnya Oma lebih tahu dari Vano. Oma sudah lama berkecimpung di dunia bisnis. Kenapa Oma tidak memberikan saja perusahaan Oma pada Lena. Suruh Lena mengelolanya." cecar Vano.


"Vano yakin. Belum ada satu hari, perusahaan Oma akan gulung tikar." tambah Vano.


"Maaf Tuan, acara Nona Ella sudah di mulai." Reza mencoba mengingatkan Vano.


"Oma tidak akan menyetujui hubungan kamu dengan Ella." kekeh Oma Yeti mendengar Reza menyebut nama Ella.


"Vano seorang lelaki Oma. Tidak membutuhkan wali." ucap Vano dengan enteng.


"Oma ingin kamu menikahi Lena." kekeh Oma Yeti.


"Oma, Vano akan malu. Jika menikah dengan dia. Lihat." Vano menggerakkan tangannya di depan Lena.


"Dia sangat jauh dari Ella. Dari segi apapun." ejek Vano.


Reza tersenyum sambil menundukkan kepala mendengar perkataan Vano. Sedangkan Oma Yeti masih terdiam. Oma Yeti sebenarnya juga mengerti kenapa Vano berkata demikian. Tapi beliau sudah berjanji akan menjaga keluarga Lena.


"Jika Oma ingin balas budi karena ayahnya telah menyelamatkan nyawa Oma, Vano mengerti. Tapi tidak dengan menyuruh Vano menikahi dia. Dan mempekerjakan dia di perusahaan Vano. Masih banyak cara lain Oma. Di sini Oma yang mempunyai hutang pada ayah Lena. Jangan bawa-bawa Vano." ucap Vano, dan berjalan meninggalkan Oma Yeti dan Lena. Reza berjalan mengikuti Vano.


"Brengsek. Sudah nyuruh gue jadi OG. Sekarang membandingkan gue dengan Ella. Sudah cukup gue menderita. Gue akan melakukan apapun untuk hidup bergelimang harta." batin Lena.


"Sayang, maafkan Vano. Oma akan berbicara lagi dengan dia. Kamu sabar ya." Oma Yeti memeluk tubuh Lena.


"Lena menyukai Vano, Oma." ujar Lena berakting.


"Iya, Oma tahu. Kamu wanita yang baik. Hanya saja,,,, baik tidak cukup berada di samping Vano. Kamu juga harus mempunyai pengetahuan yang luas." ucap Oma Yeti.


"Tua bangka. Elo mau bilang gue bodoh. Itukan maksud elo. Keluarga brengsek. Tapi gue harus bermain santai dan sabar. Nenek tua ini satu-satunya ladang uang gue saat ini. Gue nggak mau kerja sebagai pelayan cafe lagi. Gue harus pintar-pintar mengambil hatinya. Demi uang. Dan hidup lebih layak." batin Lena.


"Iya Oma, Lena mengerti. Hehhh,,, sepertinya Lena harus kembali bekerja di cafe lagi." ucap Lena mencoba berakting mencari simpati Oma Yeti.


"Tidak perlu sayang, kamu bisa menjadi asisten Oma lagi. Oma akan gaji kamu seperti dulu."


"Memang itu yang gue inginkan Nenek tua." batin Lena.


"Terimakasih Oma." ucap Lena.

__ADS_1


"Ya sudah, kita pulang saja Len." ajak Oma Yeti.


"Oma, ini apartemen siapa?" tanya Lena penasaran.


"Ini salah satu apartemen milik Vano." ucap Oma Yeti.


"Salah satu. Berarti Vano masih punya yang lain dong. Mobil banyak, apartemen banyak. Perusahaan besar bertaraf internasional. Dasyat. Gue akan sangat beruntung dan bahagia jika bisa mendapatkannya." batin Lena.


Asisten Oma Yeti. Hanya sebutan saja untuk Lena. Sebenarnya, Oma Yeti sudah mempunyai asisten yang bekerja sebagai tangan kanannya untuk mengelola perusahaan yang masih beliau tangani sebelum perusahaan itu beliau berikan pada anak atau cucunya.


Lena cukup berada di samping Oma Yeti. Menemani setiap aktifitas Oma Yeti. Bahkan, saat Oma Yeti sedang berbelanja. Lena juga akan membeli beberapa pakaian. Itupun Oma Yeti yang akan membayarnya. Saat Oma Yeti makan, Lena akan duduk di samping Oma Yeti untuk makan juga.


Sementara menjadi sekertaris Vano, Lena harus berhadapan dengan banyak berkas yang dia sendiri tidak tahu apa maksud isi dari setiap berkas tersebut. Lena merasa pusing dan bingung. Bahkan Lena juga tidak menguasai bahasa, selain bahasa Indonesia.


Aduhhhh Leennnn.... Tidak bisa apa-apa kok nggak mau di berikan jabatan kebersihan. Sebagai OG maksudnya. 😜😜


Reza mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Karena mereka sudah sangat terlambat datang ke acara Ella.


Di kursi belakang, nampak Vano beberapa kali melihat ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Dia duduk dengan gelisah dan tidak nyaman.


Sesampai di parkiran, Vano dan Reza bergegas melangkahkan kaki mereka memasuki gedung acara.


"Jangan lupa bunganya." Vano berjalan sambil merapikan pakaian yang melekat di badannya.


Didalam, acara sudah hampir selesai. Dan sekarang adalah model terakhir yang akan membawakan gaun terbaik rancangan Nyonya Tiwi. Dan model yang mendapat kepercayaan tersebut adalah Ella.


"MELLANIE..." teriak pembawa acara tersebut mempersilahkan Ella untuk melangkahkan kakinya di depan para undangan.


"Masih sempat." gumam Vano mendengarkan nama Ella di panggil.


Vano dan Reza duduk di kursi belakang. Karena kursi depan dan tengah sudah penuh.


Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi Ella yang sedang berlenggak lenggok di atas panggung.


"Sempurna."


"Benar-benar cantik dan seksi."


"Pikiran gue berfantasi hanya dengan melihat senyumnya saja."


"Meleleh hati abang,, adekkkk."


Terdengar cuitan dari beberapa undangan yang duduk di kursi undangan. Entah dari undangan wanita maupun lelaki. Mereka semua mengagumi kecantikan Ella. Tapi juga ada beberapa yang bersikap dan menunjukkan rasa tidak suka pada Ella.

__ADS_1


Sebagai penutup acara, Nyonya Tiwi naik ke atas panggung dan beberapa model memberikan buket bunga pada beliau. Termasuk Ella.


"Terimakasih sayang."


"Sama-sama tante."


Selesai acara, Ella kembali ke belakang. Tuan Haris dan Nyonya Ane menyusul putrinya.


"Maaf, kami tidak bisa menemui Ella. Salam dari kami ya jeng." ucap Nyonya Risma.


"Iya, nggak apa-apa." ujar Nyonya Ane.


"Ma, pa. Tante, om." sapa Vano.


"Kamu dari mana saja Van." ujar Nyonya Risma geram.


"Vano tadi ada pekerjaan ma, sedikit terlambat. Tadi Vano duduk di belakang."


Nyonya Ane malah memandang ke arah Reza. "Benar Nyonya." kata Reza menguatkan perkataan Vano.


"Ya sudah, kamu temui Ella. Papa sama mama ada urusan. Kami permisi dulu Har." ucap Tuan Danto.


"Terimakasih sudah menyempatkan hadir. Kamu hati-hati Danto." ucap Tuan Haris.


"Pasti."


Tuan Haris, Nyonya Ane, Vano dan Reza menuju ke belakang untuk menemui Ella.


"Kalian." teriak Nyonya Ane saat melihat Ella berpelukan dengan dua lelaki.


Tangan Vano menggenggam erat bunga yang berada di tangannya. Reza yang melihatnya segera mendekat ke arah Vano dan mencoba mengingatkan Vano untuk menahan emosi dan rasa cemburu.


"Tuan, bunganya akan rusak nanti. Tuan harus bersabar." bisik Reza.


Segera Vano mengatur kembali nafas untuk meredam emosinya.


*****


Oma,,,, Oma memang sudah tua, tapi Oma kan tidak buta. Masa tidak tahu jika Lena itu liccccix...😏😏


Kenapa Nyonya Ane sampai berteriak melihat Ella berpelukan. Apa karena Ella berpelukan dengan dua orang lelaki sekaligus. ðŸĪŠðŸĪŠ


Mungkin jika Ella berpelukan dengan seorang lelaki, Nyonya Ane akan slow motion aja deh....😝😝

__ADS_1


Vano,,,, sekarang giliran kamu bersabar. Karena kesabaran Ella sudah menipis untuk kamyuu. 😁😁


__ADS_2