DUNIA MELLANIE

DUNIA MELLANIE
DM eps 150


__ADS_3

Kedua mata Tuan Moreno membesar sempurna, seakan bola matanya hampir keluar dari tempatnya melihat tangan putri kesayangannya terikat dengan penampilan yang kacau.


Sementara Tuan Danto yang berada di belakang badan Tuan Moreno tersenyum melihat semuanya.


Kayla dengan rambut berantakan dan kedua tangan terikat di depan. Ella duduk manis dengan mulut bergerak mengunyah camilan. Vano dengan santai memainkan rambut indah milik sang istri.


Ella sengaja menyuruh anak buah Kayla mengikat tangan Kayla di depan. Dirinya ingin melihat, apakah putri dari Tuan Moreno ini bisa melepaskan ikatannya. Dan jangan salah, ikatan tersebut sangat kendor.


"Tu,,,, Tu-an." ucap bawahan Tuan Moreno terbata melihat bossnya sudah berdiri tegap di belakangnya. Segera mereka menepi dan memberi jalan pada Tuannya.


"Papa..." seru Kayla dengan air mata sudah membasahi pipi, dengan sudut mata melirik pada Ella.


Rahang Tuan Moreno mengeras sempurna. "Kalian diam saja, melihat putri kesayanganku di perlakuan seperti itu." ucap Tuan Moreno dengan mata merah dan nafas memburu, menahan amarah.


Ella menepuk-nepuk pelan telapak tangannya. Membersihkan tangannya dari camilan yang baru saja dia makan. "Selamat datang Tuan Moreno. Selamat datang di kediaman,,,,,, Nona Kayla." sambut Ella menatap tajam ke arah papa Kayla.


Deggg.... "Mata itu." batin Tuan Moreno. Dirinya mengingat seseorang yang memiliki mata seindah milik menantu dari Tuan Danto. Teringat seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya.


Ella melepas ikatan pada tangan Kayla dengan mudah. "Papa..." Kayla berlari dan langsung memeluk sang papa.


Tuan Moreno juga melirik sekilas pada pergelangan tangan putrinya. Tampak tidak ada bekas ikatan. Meskipun rambutnya berantakan.


"Pa." Kayla mendongakkan kepala menatap wajah dari papanya. "Kayla tidak terima. Kayla ingin, papa membalas apa yang dia lakukan pada Kayla." sungut Kayla memandang sinis ke arah Ella.


Ella tersenyum miring. "Sekali lagi putri kesayangan anda mengusik hidupku. Aku pastikan dia pulang hanya tinggal nama." ancam Ella.


Vano berdiri di samping Ella. Kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celana. Dan Tuan Danto, beliau menyenderkan badannya ke dinding. Menatap ke arah sahabatnya yang nampaknya masih sedikit syok melihat mata indah milik menantunya.


Tuan Moreno tersenyum kecut. Dirinya digertak oleh seorang perempuan muda, seusia putrinya. "Siapa dirimu, berani mengancam ku." ucap Tuan Moreno tak kalah sengit.


"Bukan mengancam Tuan. Hanya memperingatkan. Bukankah sangat tidak pantas, anak kesayangan Tuan yang cantik jelita menginginkan lelaki yang sudah beristri. Bahkan sampai rela melakukan permainan ANAK KECIL." ejek Ella sembari menekan dua kata di ujung kalimat.


"Papa..."


"Diam Key." geram Tuan Moreno.


"Tuan seharusnya berterimakasih padaku. Karena aku tidak langsung menghabisi nyawa putrimu." Keduanya saling menatap seperti anak panah yang siap di lesatkan.


"Istri dari Vano Reyandli harus tangguh. Bukan hanya sekedar cantik dan seksi, apalagi tidak berotak." ujar Vano merangkul pundak Ella dengan sudut mata melirik ke arah Kayla.


"Sebaiknya kita pulang, kamu harus istirahat." Vano menatap Ella dengan lembut. "Besok kita pulang." bisik Vano.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Ella. Raut wajahnya yang terlihat sangar kini berubah manis dalam hitungan detik. Membuat Vano dengan gemas mencium bibirnya.


"Van, ada banyak orang." Ella mendorong tubuh Vano menjauh dari dirinya. Tapi Vano tidak peduli. Dia malah mengacak pelan rambut Ella.


"Dasar Vano." gumam Tuan Danto melihat kelakuan sang putra yang bucin. Tapi Tuan Danto juga bersyukur, Vano berubah sesuai keinginannya.


"Sebentar." suara bariton Tuan Moreno menghentikan langkah Ella dan Vano.


Vano maju beberapa langkah ke depan Ella. "Saya bisa meratakan tempat anda, jika sampai putri kesayangan anda menyentuh sehelai rambut istri saya." ancam Vano.


"Pa..." rengek Kayla.


Ella maju ke samping Vano. Tangannya memegang lengan sang suami. "Tuan, jangan terlalu memanjakan putri kesayanganmu. Lihat, untuk membela dirinya sendiri saja dia tidak mampu." ejek Ella.


"Dan anda Nona Kayla. Silahkan anda berusaha berdiri di samping Vano Reyandli. Jika sanggup dan mampu." tantang Ella.


Tanpa perintah dari Tuannya, seorang bawahan Tuan Moreno menyerang Ella menggunakan pisau.


Tapi.... Blummmmm......


Vano meraih pistol di balik kemejanya. Tapi terlambat. Ella lebih dulu menangkis serangannya dan mempelanting tubuh bawahan Tuan Moreno di atas lantai.


Bahkan Tuan Danto juga terkejut melihat bawahan sahabatnya menyerang menantunya tanpa perintah dari Bossnya.


Tapi yang lebih mengejutkan mereka adalah gerakan reflek dari seorang Ella. Sangat tepat waktu dan juga berkekuatan.


Ella sama dengan Vano. Insting mereka sangat tajam.


"Aaaaaa...!!!" seru bawahan Tuan Moreno saat Ella masih memegang lengannya, bahkan menguntirnya.


Vano menatap sekitar, waspada jika mereka menyerang kembali. Saat ada yang hendak melangkah mendekat ke tempat Ella, Tuan Moreno mengangkat tangan. Mengisyaratkan mereka harus diam di tempat.


Klekkkk.....


"Aaaa.....!!!!" teriaknya kembali saat Ella mematahkan tangannya.


"Disiplinkan bawahan anda." ucap Ella menatap tajam ke arah Tuan Moreno. Tuan Danto yang bersender di tembok spontan berdiri dengan raut wajah yang sulit di tebak.


"Aaaaa.....!!!!" teriaknya kembali saat Ella menginjak lengan lelaki yang sudah berbaring tak berdaya. Kayla semakin ketakutan melihat raut wajah Ella.


"Kau..." Ella memandang sinis lelaki di bawah kakinya. "Ingin menjadi malaikat pencabut nyawa untuk Mellanie Putri Subagyo." imbuh Ella menyebut namanya lengkap.

__ADS_1


Deggg.... "Su-su-subagyo." batin Tuan Moreno.


Dorrr..... Ella mengambil pistol dari balik kaos yang di kenakannya. Langsung menembak tepat ke jantung lelaki di bawahnya.


Ella beralih menatap tajam Tuan Moreno yang nampak masih syok. Entah syok karena apa. Sementara Tuan Danto memandang Ella dan Vano bergantian. "Jika mereka berdua bersatu. Sungguh, aku tidak bisa membayangkan." batin Tuan Danto.


"Tenang saja Nona Kayla. Ella bisa menjadi malaikat untuk mereka yang berlaku baik padanya. Tapi,,, aku juga bisa menjadi iblis pada orang tertentu." ucap Ella mengingatkan Kayla, memasukkan kembali pistolnya ke balik kaos yang dikenakan.


Vano tersenyum samar melihat sisi iblis dari Ella muncul. "Kamu seksi sekali sayang." bisik Vano membuat Ella memutar bola matanya jengah.


Bisa-bisanya Vano berpikir ke arah situ. Padahal Ella sedang kesal.


"Sebaiknya kalian kembali ke hotel." suruh Tuan Danto pada anak dan menantunya.


"Sekarang kamu pahamkan, kenapa putraku tidak mau menjalin hubungan dengan putrimu." ucap Tuan Danto pada Tuan Moreno.


Tuan Moreno hanya memandang sahabatnya tersebut. "Kalian urus jasadnya." pinta Tuan Moreno lada bawahannya.


"Baik Tuan, kami akan mengurus semuanya."


"Semuanya." ujar Tuan Moreno mengernyitkan dahinya.


"Masih ada dua di dalam kamar pa. Mereka mati di tembak Ella." ucap Kayla lirih, masih di pelukan sang papa.


"Astaga." gumam Tuan Moreno kaget, dirinya tidak menyangka jika Ella dengan mudah membunuh bawahnnya.


"Ha,,ha,,ha,, Seharusnya kamu senang, hanya tiga bawahanmu yang tewas. Ternyata menantuku tidak sungguh-sungguh melakukannya." seloroh Tuan Danto.


Karena Tuan Danto yakin jika menantunya tersebut bisa menghabisi semua bawahan sahabatnya tersebut dengan mudah.


Apalagi terlihat beberapa bawahan Tuan Moreno yang berjalan dengan kaki pincang. Pasti Ella yang melakukannya. Lantas siapa lagi jika bukan Ella.


"Haris, kau benar-benar membuktikan omonganmu." batin Tuan Moreno saat dia sudah di dalam mobil. Dengan Kayla tertidur di pelukannya. Menuju ke kediamannya.


"Kamu membuat anakmu menjadi sama sepertimu. Meskipun dia perempuan." batinnya menghembuskan nafas, memandang ke arah putrinya yang tertidur lelap.


"Pantas jika putra Danto sangat menginginkan putrimu." batinnya mengingat gerakan Ella yang tepat waktu dan gesit.


"Tuan, ada yang ingin saya sampaikan." ucap bawahan Tuan Moreno yang sedang duduk di depan.


"Nona Ella juga seorang penembak handal." ucapnya, membuat Tuan Moreno menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Apa kau benar-benar akan menjadikan anakmu penguasa bawah tanah Haris." ucap Tuan Moreno lirih.


__ADS_2