
Berita kedatangan Ella menjenguk Jo di rumah sakit beredar luas hanya beberapa jam setelah Ella masuk ke dalam rumah sakit di mana Jo di rawat.
Bahkan berita tersebut menjadi trending topik. Padahal Ella tidak datang sendirian. Dirinya datang bersama dengan Viki. Kekasih rahasia Jonathan. Tapi entah kenapa, seolah para pencari berita menghilangkan nama Viki saat mereka berdua datang ke rumah sakit.
Demi sahabatnya, Ella rela dirinya di kabarkan dekat dengan Jo. Dan di luar sana banyak netizen yang memuji bahkan mencibir Ella.
"Apa hubungannya dengan Vano berakhir."
"Padahal baru saja bertemu, sudah sangat akrab."
"Namanya juga model, pasti cari sensasi."
"Tidak puas dengan satu pria. Benar-benar."
"Ella benar-benar setia kawan. Dia datang menjenguk Jo yang di rawat di rumah sakit. Pengennya punya temen kayak Ella."
"Sudah cantik, baik lagi."
Masih banyak lagi cuitan dari netizen yang maha benar. Tapi Ella tidak pernah menanggapi semuanya. Karena dirinya sudah terbiasa di goreng dengan berbagai berita. Jadi, biarkan sajalah. Lama-lama juga hilang jika yang di katakan mereka tidak terbukti kebenarannya.
"Sayang,, mau kemana?" tanya Nyonya Ane yang melihat sang putri sudah berdandan rapi.
"Ada pertemuan ma, mau bahas pekerjaan."
"Apa benar berita itu? Kamu dan Jo..."
"Ya nggak lah ma. Masa mama percaya. Jika benar pasti Ella sudah kenalkan dia ke mama sama papa."
"Bukan masalah percaya apa nggak. Mama cuma mau memastikan. Dari pada nanti mama salah jawab ketika ada yang tanya."
"Memang siapa yang tanya sih ma."
"Banyak sayang, kamu lihat. Ponsel mama dari kemarin bunyi terus. Banyak banget temen mama yang nanyain kabar tersebut. Sampai pusing mama. Malahan, belum satupun yang mama balas." Nyonya Ane membuka ponselnya dan diperhatikan pada Ella.
"Nggak usah di balas ma."
"Kamu tu, nanti mama di kira sombong. Mereka kebanyakan istri dari rekan bisnis papamu. Dan juga teman arisan mama." ucap Nyonya Ane.
"Jadi kamu masih sama Vano?" tanya sang mama memastikan.
"Iya ma. Ella pergi dulu." pamitnya pada sang mama.
Hari ini Ella akan akan bertemu dengan salah satu desainer yang akan memakai jasa Ella sebagai salah satu modelnya.
"Ell, sepertinya nanti rame deh." ucap Hana sembari menyetir.
"Nggak macet tuh." Ella melihat jalan di depannya sedikit lenggang.
"Bukan di jalan, nanti di sananya. Pasti sekarang sudah ada wartawan yang sedang menunggu kamu."
"Biarkan saja."
"Besok jadi?" tanya Hana.
"Jadi apaan sih. Tanya yang benar dong."
"Sehari semalamnya Tuan Putri."
"Jadilah. Bisa-bisa Tuan Vano murka. Lagi pula gue bukan tipe orang yang mudah mengingkari janji."
"Terus ngapain nanti minta di antar ke panti asuhan?"
"Ada urusan. Tapi kamu nggak ada urusan kan setelah ini?"
__ADS_1
"Nggak ada. Tapi malamnya ada." ucap Hana dengan wajah berseri. Karen nanti malam Hana sudah ada janji dengan Denis.
"Paham." cibir Ella.
"Oh iya Ell, Egi apa kabar ya. Lama nggak lihat soalnya."
Ella menceritakan pada Hana, di mana Egi mengungkapkan perasaannya pada Ella.
"Sumpah, demi apa Ell. Dan elo tolak. Sayang sekali." ujar Hana.
"Gue nggak bisa mempermainkan perasaan orang Han. Meskipun Egi lelaki yang baik. Lagi pula gue memang masih sayang sama Vano. Jika gue terpaksa menerima cinta Egi karena rasa kasihan. Atau hanya karena gue ingin melupakan Vano. Itu tidak adil untuk Egi. Kalau seandainya gue memang bisa melupakan Vano, nggak masalah. Kalau nggak bisa."
"Iya juga sih Ell, kasihan Eginya. Nanti kesannya, malah elo itu egois." timpa Hana.
"Benarkan Ell." seru Hana saat mobil mereka tiba di parkiran. Tempat di mana mereka akan bertemu dengan seorang desainer.
Sudah banyak wartawan dari berbagai media dan majalah yang sudah berkumpul. Dan Hana yakin, jika mereka pasti sedang menunggu Ella.
"Bagaimana?" tanya Hana.
"Apanya yang bagaimana sih."
"Turun apa nggak."
"Sekarang gue tanya sama elo. Kita jadi nemuin desainer itu apa nggak?"
"Jadilah Ell, bisa-bisa nama elo akan jelek jika ingkar janji." sungut Hana.
"Bagus. Jadi, kita turun apa tetap duduk di dalam mobil?"
"Turun." jawab Hana lemah.
"Padahal gue lagi malas banget mau ngomong sama mereka." ujar Hana dengan pandangan menatap ke arah kerumunan wartawan yang sepertinya sudah siap menyambut kedatangan mereka.
Kali ini mereka memakai mobil milik Hana. Karena Arik, adik dari Hana sedang tidak ada kelas kuliah. Jadi mobilnya tidak terpakai. Alhasil, sekarang mobil tersebut dipakai Hana untuk mengantarkan Ella.
"Sebentar." ujar Ella saat Hana sudah memegang gagang pintu mobil.
Hana yang mendengar dering ponsel Ella pun mengurungkan niat untuk keluar dari mobil.
"Paman Haki." gumam Ella.
"Ada apa paman?" tanya Ella pada beliau dari ujung ponselnya.
…………
"Nanti malam Ella akan ke sana. Ella serahkan semuanya pada Paman." Ella memasukkan ponselnya ke dalam tas saat penggilan teleponnya sudah terputus.
Paman Haki memberitahu Ella jika sampai saat ini belum ada seorang pun yang menemui Vera. Sementara Vera sendiri masih bersembunyi di salah satu rumah kecil di gang sempit.
Rumah yang di huni Vera adalah rumah asistennya yang sekarang kosong. Karena sang pemilik sedang berada di luar kota karena sedang bekerja.
Dan Vera memanfaatkan ketidak adaannya untuk tinggal sementara di rumah tersebut. Dengan kata lain, Vera masuk ke rumah seseorang tanpa izin dari pemilik rumah.
"Kenapa Ell?" tanya Hana.
"Sampai sekarang belum ada yang datang menemui Vera."
Ella telah menceritakan semuanya pada Hana tentang rencananya. Hana sempat melarang. Ketakutan Hana sama seperti paman Haki. Dirinya takut jika media sampai mengetahuinya.
Tapi bukan Ella namanya jika menyerah dan menerima perkataan Hana begitu saja. Hanapun hanya bisa mewanti-wanti supaya Ella lebih barhati-hati.
"Ell, apa kita ke panti asa hubungannya dengan Vera?" tanya Hana.
__ADS_1
"Kok bisa." ucap Hana saat Ella mengangguk.
"Orang seperti Vera, panti asuhan. Tidak mungkin dia sedermawan itu." gumam Hana.
Hana berpikir jika Vera sering datang ke panti untuk memberikan santunan. Makanya Ella akan mendatangi panti tersebut untuk mencari informasi.
Ella hanya tersenyum melihat Hana tampak berpikir. Dan sepertinya Ella tahu apa yang ada di dalam benak Hana. Tapi Ella yang terkadang jahil, membiarkan Hana berspekulasi sendiri.
*****
"Bik, apa semalam Vano pulang?" tanya Nyonya Risma pada pembantu di rumah.
"Iya Nyonya." jawabnya.
Baru saja Nyonya Risma ingin bertanya pada bibik, terlihat Vano menuruni anak tangga dengan pakaian rapi yang sudah menempel di badannya.
"Ada apa ma?" Vano bertanya karena sang mama menatapnya dengan intens.
"Kami keduluan orang lain kan. Lemah." cibir sang mama.
Bukannya menyahut, Vano malah melenggang pergi. Membuat sang mama naik pitam. "Van, mana sopan santun kamu." bentak Nyonya Risma.
"Vano terlambat ma." ucap Vano.
"Terlambat. Salah siapa. Salah mama. Salah bibik." seru Nyonya Risma jengkel.
Semenjak mendengar berita bahwa Ella menjalin hubungan dengan rekan sesama model. Nyonya Risma tidak henti-hentinya menggerutu. Tuan Danto pun sempat mendapat omelan semalam. Padahal beliau tidak tahu menahu soal berita tersebut.
"Katanya mau menjadikan Ella menantu keluarga Reyandli. Mana buktinya. Malah di serobot sama laki-laki lain. Cupu." omel Nyonya Risma.
"Mereka hanya berteman. Tidak lebih. Vano juga kenal dengan Jo. Vano berangkat ma." jelas Vano singkat.
"Van, maksudnya gimana!?" teriak Nyonya Risma. Karena Vano sudah berjalan meninggalkan dirinya.
"Apa aku perlu telepon Jeng Ane. Tapi,,, aduhhh. Bagaimana ini. Atau aku telepon Ella. Iiihhh. Jadi bingung kan. Ini semua gara-gara anak bandel itu." gumam Nyonya Risma kesal.
*****
Seperti dugaan mereka. Begitu Ella turun dari mobil. Semua wartawan langsung berlari ke arah Ella. Memegang kamera, mik, alat perekam, bahkan ponsel yang ditujukan pada Ella.
Berbagai pertanyaan mereka lontarkan. Tapi Ella hanya tersenyum dan terus melangkah perlahan. Hana di sisi Ella, sebisa mungkin melindungi Ella.
"Ell, apa hubungan kamu dengan Vano sudah berakhir."
"Iya Ell, sejak kapan hubungan kalian berakhir?"
"Apa sekarang kamu sedang dekat dengan Jo?"
"Tolong jawab Ell."
"Kenapa hubungan kalian berakhir?"
"Apa ada orang ketiga dalam hubungan kalian?"
"Apa Jo orang ketiga itu?"
Saat semua wartawan bertanya dan mengerubungi Ella, seorang lelaki menarik lengan Ella. Menjauh dari kerumunan wartawan.
*****
Siapa yang datang dan menarik lengan Ella.
Aaaaa,,,, penasaran.
__ADS_1
🤔🤔🤔