DUNIA MELLANIE

DUNIA MELLANIE
DM eps 79


__ADS_3

"Jo.." seru Denis dan Ella bersamaan saat terlihat Jo mulai membuka kedua matanya.


Bukannya mengeluh karena baru saja pingsan dan terjatuh, begitu membuka matanya, Jo malah cengengesan. Memperlihatkan deretan giginya yang rapi dan bersih. Membuat semuanya menjadi sedikit takut.


Ella dan Denis berpandangan melihat tingkah aneh Jo. "Apa dia amnesia." ucap Ella.


"Amnesia." gumam Denis.


"Apa kalau dia amnesia, dia akan lupa semuanya. Termasuk,,,, itu." Denis menatap ke arah Ella. Sementara Ella terdiam dan masih mencerna perkataan dari Denis.


Jo langsung memeluk Ella yang duduk di sampingnya dengan posisi Jo masih terbaring. Dia agak memiringkan badannya.


Vano yang sudah tidak bisa menahan rasa cemburu sedari tadi, langsung mendekat ke arah Ella dan melepas pelukan Jo sembari menarik Ella.


Membuat semua orang melongo melihat tingkah Vano. "Van." ucap Ella.


"Sudah cukup. Aku tidak suka kamu terlalu dekat dengan lelaki lain Ell,,," geram Vano.


Ella ingin membuka mulutnya, tapi seketika dia sadar di mana saat ini dirinya berada. Dia tidak mungkin membuat sebuah tindakan yang akan menjadi topik hot di media.


Apalagi jika Ella berbicara kasar dengan Vano saat ini. Waooowww,,, pasti akan jadi trending topik. Dan itu pasti.


Dengan terpaksa, dia tersenyum dan memegang lengan Vano. "Dia tidak lebih dari teman. Bukan hanya aku saja yang khawatir. Lihat. Semuanya khawatir." ucap Ella pada Vano sembari mencubit pipi Vano dengan keras dan melotot.


Dan yakinlah, cubitan itu sangat keras. Pasti terasa sakit di pipi Vano. Hana dan Denis tertawa samar melihat akting dari Ella. Yang sudah seperti aktris profesional.


Vano mengembangkan pipinya yang terasa sakit. Dirinya tahu jika Ella sengaja mencubit kasar di pipinya, untuk melampiaskan amarahnya. Tapi Vano tidak peduli peduli jika Ella hanya berpura-pura baik padanya.


Vano malah semakin mengeratkan tangannya di pinggang ramping sang model. Yang langsung membuat Ella menarik nafas, menahan rasa kesal karena Vano dengan sangat baik memanfaatkan kesempatan yang ada.


Dengan pelan, Jo bangun dari pembaringannya. "Tenang saja Tuan, saya tidak tertarik dengan kekasih anda sama sekali. Saya lebih tertarik pada anda." ucap Jo dengan santai.


Sontak Jo mendapat pelototan dari Ella karena kesal. Bisa-bisanya Jo berkata seperti itu. Ella takut jika Jo keceplosan. Bisa tamat dirinya. Bahkan bukan hanya dirinya, tapi juga Viki.


Perkataan Jo membuat semua orang di sekeliling menatapnya. Merasa heran dan aneh. Setiap lelaki pasti akan menyukai Ella. Dan itu pasti. Entah karena karirnya sebagai model, parasnya yang cantik, tubuhnya yang seksi, ataupun karena dirinya pewaris tunggal kekayaan sang papa. Tuan Haris.


Denis segera menyenggol lengan Ella saat dirinya sadar jika semua orang memandang Jo. Dan Ella pun segera membuka suara.


"Ya iyalah, pasti kamu tidak berani bersaing dengan kekasih ku Vano. Makanya kamu bilang seperti itu. Iyakan,,, ngaku." ujar Ella.


Jo langsung tertawa hambar. Segera sadar jika perkataannya membuat semua orang berspekulasi sendiri-sendiri. "Tahu saja." kata Jo.


"Lagian Tuan Vano mana mau sama kamu. Sama akiuu sajjaaa." canda seorang kru lelaki.


"Sama kamu. Idiiihhhh,,, sampai dunia kiamat Jo nggak akan lah bisa sama kamu. Masa terong sama timun." celetuk yang lain.


Membuat perkataan Jo menjadi bahan guyonan. Semua orang saling bercanda dan tertawa. Tapi tidak dengan Vano. Dirinya mengamati Ella dan Jo yang selalu bertatapan dan memberi isyarat.


Dan Vano yakin, ada sesuatu yang di sembunyikan mereka dari publik. Dan itu tidak sesederhana yang semua orang pikir. "Aku harus mencari tahu." batin Vano.


*


*


Di kediaman paman Haki, beberapa bawahan Tuan Haris dan juga paman Haki, nampak mempertimbangkan rencana Nona mereka. Ella.


"Bagaimana paman?"

__ADS_1


"Kami hanya takut jika rencana Nona malah akan jadi bumerang untuk Nona."


"Apa tidak sebaiknya paman berbicara terlebih dahulu dengan Tuan Besar."


"Jika sampai terdengar di media, bisa bahaya."


"Kita tunggu nanti siang saja. Nona Ella akan ke sini jika pemotretan sudah selesai." ucap paman Haki.


Semalam, Ella sempat menghubungi paman Haki. Dirinya mempunyai rencana untuk mencari tahu siapa orang yang sudah memberi dukungan pada adiknya Vera. Sehingga dia begitu berani menyerang Ella sendirian.


Tapi paman Haki masih ragu untuk menjalankan rencana tersebut. Beliau takut jika media mengetahuinya.


*


*


"Maaf semuanya. Karena kecerobohan saya, pemotretan menjadi gagal." ujar Jo tidak enak hati.


"Jika ada model pengganti yang mau menggantikan saya, silahkan. Saya tidak masalah." imbuhnya.


"Elo pikir cari model pengganti gampang." timpal Denis.


Semuanya tampak duduk bersama, mencari jalan keluar dari permasalahan ini.


"Bagaimana jika Ella mengadakan pemotretan sendiri saja."


"Elo gila, di sini bertema sepasang pengantin. Kenapa nggak sekalian elo cari manekin buat model pengganti."


Semuanya sedang bingung karena pemotretan yang gagal ataupun tertunda. Apalagi waktu untuk rilis majalah sudah di tentukan pihak perusahaan.


Asa seseorang yang memberikan ide. Awalnya dia enggan untuk membuka mulutnya. Tapi dia memberanikan diri. "Maaf, saya punya solusinya. Tapi saya takut untuk berbicara." ucapnya.


"Apa?"


Temannya yang tahu siapa orang yang di maksud tersebut langsung melempar kerikil kecil. "Jangan gila kamu." dia tidak mengeluarkan suara, hanya mulutnya daja yang terbuka.


"Benar juga sih Ell." ucap Denis membenarkan perkataan seorang kru.


"Apa?" tanya Ella belum mengerti.


Hana mencubit lengan Denis. "Jangan macam-macam. Jangan cari masalah." bisik Hana yang mengerti perkataan Denis.


"Apa sih?" tanya Ella semakin penasaran.


"Kekasih elo yang gantiin gue Nona Ella." celetuk Jo. Membuat Vano langsung menatap horor ke arah Jo.


Seketika Jo mengalihkan pandangan ke arah lain. Semua kru langsung terdiam dan saling memberi isyarat. Ada juga yang menundukkan kepala. "Jo, cari mati." gumam salah satu kru.


Ella menoleh ke belakang. Karena saat ini posisi Ella sedang duduk di depan Vano. "Memang dia mau." gumam Ella.


"Lagian apa bisa dia jadi model. Aduhhh,, malah nggak laku nanti bajunya. Takut dengan wajahnya." celetuk Ella mengejek Vano.


Bukannya marah dengan perkataan Ella, Vano malah tersenyum misterius. Seperti ada sesuatu yang sedang Vano rencanakan. "Menjadi model dengan Ella. Tidaklah buruk." batinnya.


"Baiklah, saya mau jadi model pengganti Tuan Jo." ucap Vano.


Membuat semua orang langsung tercengang dengan pernyataannya. Bahkan ada yang tidak percaya, sampai menepuk-nepuk pipinya berulang-ulang. Ada yang langsung memandangi Vano tanpa berkedip.

__ADS_1


"Serius."


"Bukan mimpi kan?"


"Seorang Vano, mau jadi model di majalah kita."


"Amazing."


"Bagaimana dengan bayarannya. Berapa milyar kita harus membayar."


"Tapi saya ingin berbicara dulu dengan kekasih saya." pinta Vano dengan senyum dan mengusap pelan rambut Ella.


Lagi-lagi semuanya terpana dengan Vano. Senyumnya yang selama ini jarang di perlihatkan, kini terlihat nyata dan jelas di indra penglihatan mereka. Bukan hanya kaum hawa yang terpesona. Kaum adam pun juga ikut memuji.


"Seharusnya tadi di abadikan."


"Senyumnya."


"Meleleh hati tante..."


"Apalagi yang di rencanakannya." batin Ella. Karena Ella tahu jika selama Vano paling anti dengan kamera.


Bahkan saat mereka masih bersama, Vano hanya mau di foto jika ada pertemuan ataupun reuni. Itupun dengan raut wajah dingin tanpa ekspresi.


Lihat saja. Di sosmed milik Ella, memang ada beberapa foto Vano. Tapi itu dari belakang ataupun samping. Dan itupun Ella ambil tanpa sepengetahuan orangnya.


"Pasti akan ada imbalannya." batin Ella memandang tajam ke arah Vano yang sudah berdiri.


"Kita bicara sebentar. Berdua." Vano mengulurkan tangannya pada Ella.


Dengan terpaksa, Ella menyambut uluran tangan dari Vano. Mereka berdua berjalan beriringan. Menjauh dari kerumunan para kru.


*****


Jooo,,, kalau punya mulut di jaga. Jangan asal nyablak. Bisa berabeee... ๐Ÿ˜ˆ๐Ÿ‘ฟ


Rencana Ella. Kira-kira, apa rencana Tuan Putri ya.... Aisssss.... jadi mikir nih... ๐Ÿคจ๐Ÿคจ


Dan kamu Vano...!


Apa yang ada di otak kamu.


Pasti kamu mau kadi model pengganti karena ada maunya. Pasti. ๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค


******


Buat teman-teman jangan lupa like, komentar, dan masukin novel othor ke dalam novel favorit kalian ya...


Jangan lupa juga kasih setangkai bunga mawar ๐ŸŒน ataupun secangkir kopi โ˜•. Othor nggak nolak looo...


Daaaannn.... terimakasih. Terimakasih. Terimakasih.


Selalu nyemangati othor ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช


Selalu ngedukung othor ๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Selalu setia menunggu othor update ๐Ÿ‘๐Ÿ‘

__ADS_1


Pokoknya kalian, teman-teman terrrrr-best-lah. ๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹


__ADS_2