DUNIA MELLANIE

DUNIA MELLANIE
DM eps 135


__ADS_3

Dengan santai, Ella memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Ella benar-benar menikmati makannya kali ini. Dengan pandangan mata mengarah keluar. Karena Ella duduk dekat dengan dinding kaca yang menjadi tembok di tempat makan tersebut.


Ella tersenyum melihat siapa yang berjalan datang ke arahnya. "Sudah lama?" Vano mengecup kening Ella dan segera duduk di sampingnya.


Ella tersenyum dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. "Bagaimana Oma?"


"Semakin membaik." Vano menghela nafas panjang.


"Ingin melihatnya?" tanya Vano di jawab cengiran oleh istrinya.


"Heran. Kenapa kalian seperti kucing dan tikus."


"Tom and Jerry kaliii." ucap Ella dengan bibir mencebik.


"Tapi aku sendiri juga nggak tahu. Di mana letak kesalahan ku."


Vano menautkan jarinya ke telapak tangan Ella. "Tidak perlu kau pikirkan. Nanti Oma juga sadar, jika istri dari cucunya ini baik hati." Vano mengerlingkan mata dengan genit.


"Gombal." ucap Ella.


"Asal jangan sampai Oma tahu, jika mantu cucunya yang baik ini bisa membuat nyawa orang hilang." ucap Ella di tanggapi kekehan dari Vano.


"Biarkan saja seperti ini." membuat Ella mencium telapak tangan Vano saat dirinya ingin melepaskannya, tapi di hentikan oleh sang suami.


"Suapi." Vano mengangkat tangannya. Memperlihatkan telapak tangannya dan milik Ella saling menautkan.


"Dasar. Alasan saja." Ella menyuapi Vano dengan makanan yang sedang dia makan.


"Mau aku pesankan?" tanya Ella dengan senyum di bibirnya.


"Tidak perlu." ujar Vano memandang sang istri dengan penuh cinta.


"Kenapa aku baru sadar. Ternyata hidup sangat indah jika seperti ini." batin Vano merutuki kebodohannya. Menyia-nyiakan Ella selama beberapa tahun saat mereka bersama.


Vano mencium punggung tangan Ella. "Jangan pernah berhenti mencintai aku. Jangan pernah meninggalkan aku." ucap Vano dengan sorot mata penuh cinta.


"Tidak akan. Aku akan berhenti mencintai kamu, jika kamu yang meminta. Dan aku akan pergi menjauh, jika kamu juga yang meminta."


"Dan itu, tidak akan pernah terjadi. Karena aku tidak akan rela istriku menjadi milik lelaki lain."


Sepasang mata melihat interaksi Vano dan Ella dari meja lain. Semenjak tidak sengaja bertabrakan dengan Ella di lorong hotel, dia mengikuti ke mana perginya Ella.

__ADS_1


Bahkan dia sekarang juga duduk di restoran yang sama dengan Ella. Penguntit.


"Vano Reyandli. Pengusaha muda sukses. Apa dia Mellanie. Model yang baru saja di nikahi oleh Vano." gumamnya.


Tentu saja dia mengenal Vano. Karena dia juga salah satu pembisnis muda yang sukses. Dan sekarang dirinya sedang berada di negara ini untuk bertemu dengan rekan kerjanya.


"Tapi kenapa berbeda. Tanpa polesan make-up, dia jauh lebih cantik dan menggoda." ucapnya dengan tersenyum smirk menatap Ella yang memakai kaos berwarna biru muda menampakkan lekuk tubuhnya yang seksi dengan celana jeans navy panjang.


Vano dan Ella berjalan meninggalkan restoran.


"Tuan Vano." sapa seorang lelaki saat mereka berada di parkiran.


Vano dan Ella menghentikan langkah kaki mereka dan menatap seorang lelaki seumuran dengan Vano yang telah memanggil nama Vano.


"Pasti anda lupa. Kita pernah bekerja sama. Ditya." ucapnya mengulurkan tangan.


Vano menyambut uluran tangannya. "Maaf Tuan Ditya."


"Panggil saja Ditya." ucapnya di jawab anggukan kecil oleh Vano.


"Nona Mellanie kan. Istri dari Tuan Vano."


"Selamat atas pernikahannya. Maaf, saya tidak bisa datang." Ditya memandang ke arah Ella dengan tersenyum.


"Iya." jawab Ella singkat dan membalas senyum Ditya.


"Maaf, kami permisi dulu. Masih ada perlu." ucap Vano dingin, tetap menggenggam telapak tangan Ella.


"Oh iya, nanti malam akan ada pesta di kediaman saya. Jika tidak keberatan, saya mengundang anda untuk hadir. Nona Ella juga bisa ikut." ucap Ditya dengan kata-kata yang terkesan masih kaku.


"Panggil saja Ella."


"Baiklah."


"Terimakasih atas undangannya. Jika nanti ada waktu, kami akan datang." ucap Vano tanpa ekspresi.


"Ayo sayang." Vano segera mengajak Ella meninggalkan tempat tersebut.


"Senyummm..." Ella menjahil dagu sang suami. Semenjak masuk ke dalam mobil, Vano hanya diam dan fokus menyetir.


"Berasa kayak kuburan." sindir Ella. Tapi Vano tetap diam.

__ADS_1


Ella memandang ke arah Vano. "Van,, senyum dong." ucap Ella mengulangi perkataannya. Tapi Vano hanya diam, acuh pada Ella.


Ella mengeluarkan ponselnya. "Dari pada bosan." gumam Ella masih bisa di dengar Vano.


"Egi." batin Ella saat tidak sengaja Ella melihat seorang lelaki yang berjalan di pinggir jalan.


Bahkan Ella sampai membuka sabuk pengamannya dan membalikkan badan, melihat ke arah belakang. "Bagaimana bisa dia ada di sini." batin Ella kembali duduk menghadap depan.


Vano melirik ke arah sang istri. Sebenarnya Vano ingin bertanya kenapa Ella sampai membalikkan tubuh. Apa yang dilihat oleh Ella. Tapi sayangnya Vano masih enggan membuka mulut.


Semenjak dirinya dan Ella bertemu dengan Ditya. Dan Ella tersenyum pada Ditya, Vano merasa kesal. Apalagi Vano melihat jika Ditya sepertinya tertarik pada sang istri.


Van,,, lelaki mana sih yang tidak tertarik dengan istrimu. Kecuali lelaki seperti Viki pastinya.


Sungguh membuat Vano merasa dongkol. Tapi sayangnya Ella tidak mengetahui dan menyadari sikap diam dari Vano. Dan sikap Vano malah membuat Ella merasa badmood.


Ella memandang lurus ke depan. Tapi pikirannya masih memikirkan sosok laki-laki yang di yakini adalah Egi. "Diakan tidak tinggal di negara ini." batin Ella mengingat saat Egi pamit pada dirinya.


Ella membuka ponselnya. Membuka sosmed milik Egi. Tapi sayangnya Ella tidak menemukan apapun. Lelaki tersebut tidak aktif di sosmed.


Ella malah membulatkan matanya membaca sesuatu di sosmed. Berniat ingin mengetahui tentang Egi, malah mendapatkan berita yang membuatnya tercengang.


PEWARIS TUNGGAL MEDIA ANGKASA MENGHADIRI ACARA BISNIS BERSAMA DENGAN KEKASIHNYA.


"Denis." gumam Ella. Jari lentik Ella membesarkan gambar yang ada di ponselnya. "Bukan Hana." batinnya.


Ella diam. Baru beberapa jam yang lalu dia berkomunikasi dangan Hana lewat ponsel. Lalu ini apa. Kenapa tadi Hana tidak menceritakan apa-apa padanya. Apa Hana menutupi sesuatu darinya.


"What the ****. Apa-apan ini." seru Ella membuat Vano kaget, langsung memandang ke arah sang istri. Bukannya dia yang sedang kesal. Tapi kenapa malah Ella yang marah-marah.


Ella menelpon Denis berkali-kali. Namun hasilnya nihil. "Sial. Pergi ke planet mana tu anak." geram Ella.


"Khemmm..." Vano berdehem. Tapi Ella mengacuhkannya. Saat ini di pikirannya hanya Denis dan Hana.


"Baru beberapa hari gue tinggal, masa gue udah ketinggalan berita." gumam Ella.


Sampai di hotel, Ella bergegas turun dari mobil. Meninggalkan Vano. "Seharusnya gue yang berlagak seperti itu. Kenapa malah dia." Vano melihat Ella berjalan dengan tergesa-gesa.


*****


Denis dengan perempuan lain. Siapa perempuan itu. Lalu Hana. Apa benar, Hana akan mundur dan menyerah mempertahankan hubungannya dengan Denis.

__ADS_1


__ADS_2