DUNIA MELLANIE

DUNIA MELLANIE
DM eps 21


__ADS_3

Di ruang tengah, tampak Ella dan Nyonya Ane sedang berbicara santai.


"Ma, apa papa pernah melakukan kesalahan." Ella membaringkan kepalanya di paha Nyonya Ane.


Nyonya Ane mengelus lembut rambut panjang Ella. "Kenapa kamu bertanya seperti itu sayang."


"Pengen tanya saja." jawab Ella bohong.


"Ya pernah lah. Namanya juga manusia, pasti pernah melakukan kesalahan."


"Maksud Ella, apa papa pernah melakukan kesalahan yang membuat mama sakit hati."


"Pernah. Tapi semuanya bisa kita selesaikan dengan baik. Yang terpenting kita selalu terbuka dan bicara jujur. Karena kunci dari sebuah hubungan, adalah komunikasi yang baik, kejujuran, dan kesetiaan."


"Seandainya papa punya salah, apa mama akan memaafkan papa."


"Kesalahannya apa sayang. Kalau kesalahan kecil, mama pasti akan memaafkan papa. Walaupun papa tidak minta maaf."


"Seandainya papa punya wanita lain."


"Husstt kamu itu. Kok kamu do'ain mama papa gitu sih."


"Bukan do'ain ma. Seandainya. Kan Ella bilang, se-an-dainya ma."


"Kenapa bertanya seperti itu. Apa Vano.."


"Nggak, nggak ada hubungannya sama Vano ma."


"Mama nggak tahu. Karena selama ini, papa selalu setia sama mama. Dan mama percaya." ucap Nyonya Ane.


"Emmm,,, I love you mama."


"Manisnya anak mama." Nyonya Ane mengecup dahi Ella berkali-kali.


"Sayang, mama hanya berpesan sama kamu. Jika suatu saat kamu berumah tangga. Dan jika kamu sedang mengalami masalah dengan suami kamu, mama dan papa akan selalu ada buat kamu."


"Kamu harus belajar menjadi dewasa. Maksud mama, pemikiran kamu. Jangan mudah terbawa perasaan dan juga emosi. Kamu harus bisa mengendalikannya. Apalagi, kamu kan bekerja di dunia hiburan."


"Iya ma. Ella sayang mama."


"Mama juga. Tuan Putrinya mama."


"Astaga, mama hampir lupa. Tadi papa pesan sama mama. Kamu di suruh nemuin papa di ruang kerjanya." Nyonya Ane memukul pelan dahinya sendiri.


"Mama pikun." Ella mencium pipi mamanya dan berjalan ke arah ruang kerja Tuan Haris.


"Sayang. Tanpa kamu bercerita, kami sudah tahu. Mana mungkin kami tidak mencari tahu. Jika anak kesayangannya pergi tanpa memberi kabar, meskipun hanya sebentar." gumam Nyonya Ane sembari memandang Ella yang berjalan menjauh darinya.


Nyonya Ane selalu menelpon Ella atau Hana setiap dua jam sekali, hanya untuk memastikan keduanya dalam kondisi aman dan baik-baik saja.


"Kamu sudah semakin dewasa. Mama mengerti kenapa kamu tidak mau bercerita pada kami. Kamu benar-benar putri mama." Nyonya Ane menghapus air matanya yang jatuh di pipi.


Setelah ponsel Ella dan Hana tidak bisa di hubungi, Nyonya Ane segera memberitahu pada suaminya. Dan menyuruh Tuan Haris untuk mencari tahu apa yang terjadi pada Ella.


Orang suruhan Tuan Haris menceritakan tentang apa yang terjadi pada Ella saat Ella berada di perusahaan Vano. Entah dari mana, orang suruhan Tuan Haris tahu secara detail kejadian di perusahaan Vano.


Hingga Ella yang melajukan mobilnya dengan kencang. Dan anak buah Vano tidak dapat mengejarnya.

__ADS_1


Tuan Haris dengan cepat memberi perintah pada Paman Huki dan bawahannya untuk mencari Ella.


Untuk urusan pertengkaran Vano dan Ella, Tuan Haris maupun Nyonya Ane tidak mau ikut campur di dalamnya. Mereka mencoba membiarkan Ella untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Tapi mereka juga tidak lepas tangan. Mereka selalu memantau putri tunggal mereka.


"Papa." Ella masuk ke ruangan Tuan Haris dan langsung memeluk tubuh Tuan Haris.


"Ada apa pa. Mama bilang papa mencari ku."


"Apa papa tidak boleh mencari kamu. Papa kan juga kangen dengan putri kecil papa."


"Pa,,! lihat. Ella sudah besar. Ella seorang model yang sangat amaaaaat terkenal." Ella memutar tubuhnya dengan merentangkan kedua tangannya.


"Iya iya, papa percaya." Tuan Haris mengacak-acak rambut Ella.


"Sayang, sepertinya kamu harus belajar untuk bela diri secara benar."


"Pasti Paman Huki." Ella berkata dengan cemberut.


"Itu sangat penting. Supaya kamu bisa menjaga diri kamu sendiri. Kalau kamu tidak mau, oke. Papa akan menyuruh anak buah papa untuk menjaga kamu. Dan mengikuti kamu kemanapun lamu pergi."


"Pa,,,,"


"Tidak ada bantahan. Pilih salah satu." ucap Tuan Haris tegas.


"Oke. Ella akan belajar bela diri saja. Lebih ribet jika harus ada penjaga di samping Ella. Pasti semua akan heboh."


"Dan juga ini." Tuan Haris mengeluarkan senjata api dari dalam lacinya.


"Ella sudah bisa pa. Kan dulu papa sendiri yang ngajarin Ella."


"Kamu harus bisa menjaga diri kamu sendiri sayang. Apalagi papa merasakan, mereka mulai bergerak lagi. Dan juga, sudah banyak yang mengenal kamu sebagai putri Haris Subagyo. Dan juga kekasih dari Vano Reyandli." batin Tuan Haris.


Di balik pintu, Nyonya Ane mendengar pembicaraan kedua orang yang sangat di sayangnya.


"Kamu terlahir dari keluarga Subagyo. Meski papa mu sudah lama meninggalkan dunia bawahnya, tapi bisa saja mereka masih menyimpan dendam pada papa mu. Kamu harus menjadi kuat. Meskipun kamu seorang perempuan. Mama tidak ingin kamu terluka. Apalagi sekarang kamu di kenal sebagai calon mantu dari keluarga Reyandli. Kamu harus bisa melindungi diri kamu sayang." batin Nyonya Ane sambil meninggalkan tempatnya berdiri.


"Kapan di mulai pa?"


"Atur dengan jadwal kamu. Sehingga tidak bertabrakan. Dan juga, kamu tidak terlalu capek."


"Siapa yang akan mengajari Ella?"


"Paman Huki."


"Kenapa tidak papa saja?"


"Akan terlihat mencolok sayang. Kamu percaya kan sama papa." Ella menganggukkan kepala menjawab pertanyaan dari Tuan Haris.


"Tempatnya?"


"Paman Huki yang akan memberi tahu."


"Oke. Kalau tidak ada yang di bicarakan, Ella mau ke kamar. Ngantuk." Ella menutup mulutnya yang terbuka menggunakan telapak tangannya.


"Ya sudah sana." Tuan Haris mencium kening putrinya.


Setelah berganti dengan pakaian tidur, Ella membaringkan badannya di atas ranjang besar miliknya dengan mata mengarah ke atas, memandangi langit-langit yang ada di atasnya.

__ADS_1


"Sedang apa Reza berada di tempat seperti itu. Dan rumah itu tampak bersih seperti terawat. Aku harus mencari tahu. Apa yang Vano sembunyikan dari ku. Mungkin suara tembak menembak itu dari orangnya Vano dengan mereka yang menyerang ku."


"Sekarang bukan saatnya mencari tahu masalah itu Ella. Santi. Aku harus segera menemuinya. Dan bertanya. Iya, aku harus menyelesaikannya satu persatu."


Ella segera menghubungi Hana dan meminta jadwal pekerjaan dirinya pada Hana.


Han, segera kirim jadwal pekerjaanku lewat email


^^^Untuk apa?^^^


Hanya ingin lihat.


^^^oke.^^^


Setelah panggilan telepon dengan Hana berakhir, Ella segera melihat email yang dikirim oleh Hana. Ella melihat jadwalnya. Dan mencari waktu untuk memulai latihan bersama Paman Huki.


"Hari Selasa sore hari. Hari Rabu sore hari. Hari Minggu. Gue ambil itu saja untuk latihan."


Segera Ella kembali menghubungi Hana dan memberitahukan pada Hana.


Han, hari selasa dan rabu untuk


sore hari gue nggak terima pekerjaan.


Dan juga hari Minggunya full.


^^^Kenapa?^^^


^^^Elo mau mempersiapkan acara pertunangan elo.^^^


Apaan sih. Ngaco.


Gue cuma pengen istirahat.


^^^Serius.^^^


Iya Hana sayang.


^^^Oke kalau begitu.^^^


Selesai menghubungi Hana, Ella segera mengirim pesan pada Paman Huki tentang jadwal latihan untuknya.


"Senin dan Selasa sore untuk bela diri. Minggu untuk menembak." gumam Ella.


Di rumahnya, Hana tampak bingung dengan Ella.


"Ella kenapa sih. Hari ini elo tu banyak banget ngasih kejutan sama gue Ell." ucap Hana pada dirinya sendiri.


"Tadi tiba-tiba ingin tunangan. Terus sekarang minta jadwal pekerjaan. Dan alasannya pengen istirahat. Ella. Istirahat. Nggak mungkin. Gue kenal siapa elo Ella. Semoga elo baik-baik saja Ell. Gue nggak mau terjadi apa-apa sama elo." gumam Hana.


"Ya ampun gue sampai lupa. Gue kan udah janji sama Ella untuk cari tahu soal Santi. Tanya Reza saja. Eittt,,, tunggu. Reza asistennya Vano. Elo jangan bego Hana."


Hana memegang ponselnya sembari berpikir. Senyumnya tiba-tiba terukir di bibirnya.


"Gue tanya saja orang di perusahaan Vano. Tapi apa alasannya." Hana tampak termenung dan berpikir.


"Hehehe,,, besok pagi-pagi gue ke perusahaan Vano. Bilang saja ada barang yang harus gue anterin ke Santi. Bereskan."

__ADS_1


__ADS_2