Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Bab 119 Status Baru


__ADS_3

"Mas,"


"Hemm," lelaki yang sedang menyisir rambutnya ini menoleh, saat sang istri memanggilnya.


"Emmmm... Bolehkah aku..?" ragu menggelayut dihati wanita yang kini tengah berdiri memasang dasi pada kerah kemeja Adrian itu.


"Apa? Kau mau lagi? Aku harus bekerja sayang, nanti malam kita lanjut lagi ya.. Auww," Adrian berteriak saat cubitan sang istri mendarat dilengannya.


"Aku bahkan masih lelah karena perbuatanmu, Mas," sedikit menarik-narik dasi yang ia pasangkan dileher sang suami, wanita itu mengerucutkan bibirnya untuk mendukung aksi protesnya terhadap praduga salah sang suami.


Cup!


"Kau mau apa sayang? Hemm.. katakan saja,"


"Bolehkah aku menjenguk, Laura?"


Adrian menaikkan alisnya. Laura adalah mantan Adrian meski ia sudah menikah dengan Tony. Dan istrinya ini, tentu sangat tahu hal itu. Bagaimana hubungannya dengan Laura dulu, juga masalah diantara mereka, istrinya juga tahu. Namun mengapa wanita didepannya ini justru ingin bertemu Laura.


"Kau yakin?" dan dijawab anggukan oleh sang istri. "Bukan aku melarang sayang, meski aku tahu Laura sudah berubah. Tapi.. entahlah, aku hanya khawatir ucapannya akan menyakitimu."


Lelaki itu menatap sang istri untuk memperoleh keyakinan akan ucapan wanita itu.


"Aku tidak apa-apa. Aku hanya ingin menjenguknya saja. Bukankah Mas juga sudah berbaikan dengan Tony, meski aku tidak begitu kenal dengan Laura, aku ikut bersedih akan kisahnya," Adrian membawa kepala istrinya itu dalam pelukan. Wanita polos ini selalu bertindak diluar pikirannya.


"Okee.. Kita kesana sama-sama. Ikut aku ke kantor dahulu, baru kita ke Rumah Sakit." Dan disambut senyuman oleh sang istri yang segera berganti pakaian karena tidak ingin sang suami terlalu lama menunggunya.


\=\=\=\=\=\=\=


Tepat jam istirahat makan siang, Adrian dan Ara sampai di kantor. Sehingga banyak orang kantor yang tidak tahu kedatangan wanita yang dulunya asisten pribadi dan beralih menjadi istri pemilik perusahaan tempat mereka bekerja itu.


Tidak ingin menyembunyikan hubunganya lagi dengan Ara, Adrian yang sejak turun dari mobil telah menggandeng mesra tangan sang istri. Lelaki tampan itu tampak bahagia dan tidak canggung sama sekali ketika mata beberapa karyawan yang lewat menatap kaget sambil berbisik.

__ADS_1


Justru wanita cantik disebelahnya itu yang nampak kaku. Dia kembali lagi ke tempat ini dengan status yang berbeda yang tentunya akan menjadi buah bibir dari teman ataupun karyawan lain yang hanya sekedar saja mengenalnya.


Senyum Ara pun tampak seperti dipaksakan. Apalagi ketika memasuki lift dari basement, dimana suaminya itu sengaja tidak melewati akses VIP dan malah masuk ke lift biasa bersama karyawan yang lain.


Di dalam lift, Adrian sempat menarik pinggang sang istri dari belakang hingga yang nampak oleh para karyawan bahwa lelaki itu tengah memeluk sang istri. Sungguh perlakuan sang bos pada Ara membuat mereka panas dingin. Antara iri, dan kagum, bahwa laki-laki cuek semacam Adrian bisa sangat mesra dengan wanita. Apalagi status sosial Ara yang tidak jauh seperti mereka. Mungkin, mereka akan semakin gempar saat tahu jika sang Bos telah menikahi asisten pribadinya sejak lama.


Elang yang mengikuti pasangan suami istri itu dari belakang terlihat beberapa kali menjepit bibirnya. Tentu saja jiwa jomblo lelaki ini memberontak. Sang bos bahkan tidak menyapanya sama sekali sejak berangkat dari rumah tadi. Padahal dialah yang setia menunggu berjam-jam hari ini.


Memasuki ruangan, Adrian melepas gandengannya. Lelaki itu menuju mejanya setelah menyuruh sang istri menunggunya di sofa.


"Kalau Vina sudah kembali, suruh langsung ke ruangan saya. Ada beberapa berkas yang perlu direvisi," titah Adrian pada Elang. Lelaki itu segera keluar setelah mengangguk pada sang tuan.


"Mas. Padahal aku bisa mengerjakannya. Daripada menunggu mbak Vina." Ara menawarkan diri membantu pekerjaan sang suami. Karena dahulu ia pun ikut mengerjakan pekerjaan semacam ini saat masih menjadi asisten pribadi lelaki itu.


"Itu dulu sayang. Sekarang berbeda. Tugasmu hanya menemaniku dan melayaniku," ucap sang suami menoleh sebentar memandang wanita yang tidak pernah berubah meski ia sudah menjadi istri pemilik perusahaan ini.


"Aku bosan diam terus. Boleh ya?" Ara bangkit dari duduknya kemudian menghampiri sang suami yang sedang serius memeriksa sesuatu. Hingga permintaan sangat istri sama sekali tidak digubrisnya.


"Sayang?" pekik Adrian yang kaget, namun dengan gerakan cepat ia tarik tubuh sang istri hingga wanita itu terduduk di pangkuannya.


Lengan Adrian yang melingkar erat di pinggang sang istri memudahkan akses nya untuk membawa lebih dekat tubuhnya ke tubuh Ara.


Tanpa membuang waktu, bibir hangat Adrian mencecap benda kenyal dengan warna pink alami yang tidak pernah gagal menggodanya itu.


Tok.. Tok


"Siang Sir. An_" secepat kilat tangan Elang menarik sang sekretaris, ketika dilihatnya tengah berlangsung adegan dewasa diruangan sang bos. Gadis seksi itu sampai hampir jatuh ketika tubuhnya memutar mengikuti gerak tarikan tangan Elang.


"Lang.. itu.. itu..?"


"Ssttttt," Elang meletakkan satu telunjuknya didepan bibir. Kemudian dengan menggunakan matanya, lelaki itu memberi kode pada Vina untuk tidak bertanya lebih jauh.

__ADS_1


Kedua orang yang sedang jatuh cinta itu nampak kaget. Ara langsung turun dari pangkuan sang suami. Dan ia berlari menuju sofa, kemudian duduk disana sambil merapikan dirinya.


Oh My God!


Mengapa ia seperti orang yang ketahuan selingkuh saja. Padahal mereka berdua sudah resmi menjadi suami istri.


Sedangkan Adrian, lelaki itu lebih santai menanggapinya. Hanya sedikit berdehem untuk menetralkan suasana.


"An-da memanggil saya, Sir?" ucap Vina setelah Elang melepaskan cekalan pada lengan gadis itu. Matanya asyik mengawasi teman lamanya yang penampilannya berbeda sekarang.


"Revisi bagian yang dilipat Vin. Saya tunggu sekarang juga," titah Adrian sambil menyerahkan beberapa berkas pada sekretarisnya itu.


"Emmm. Pak, bolehkah saya bertemu Ara sebentar?" Adrian hanya mengangguk tanpa berkomentar apapun. Dan Vina yang sudah tidak sabar ingin bercerita banyak dengan Ara langsung menghambur dan memeluk istri dari Adrian itu.


"Mbak.. aku rindu sekali,"


"Aku juga. Kamu kemana saja, Ra?" gadis itu menarik tangan Ara ingin mengajaknya keluar dari ruangan sang bos. Namun Ara malah berhenti, kemudian melayangkan tatapannya pada sang suami.


Vina yang sekali lagi melihat interaksi mereka berdua semakin yakin, bahwa ada sesuatu antara temannya dengan sang bos. Padahal dulu, kedua orang itu hampir setiap hari perang mulut dan selalu dimenangkan oleh sang bos. Karena Ara selalu mengalah dengan lelaki tampan itu.


Akhirnya, Ara menurut dengan ajakan Vina ketika Adrian menganggukkan kepalanya pada wanita itu.


Begitu sampai di ruangan Vina, yang merupakan kubikel kecil yang menempel di luar ruangan Adrian, gadis seksi itu langsung mencecar pertanyaan demi pertanyaan yang berputar di otaknya.


"Astaga! Apa aku tidak mimpi, Ra?" pekik Vina yang terkejut mendengar cerita Ara, kalau ia telah menikah dengan bos galak mereka.


Ara hanya tertawa, ia sudah menduga kalau sekretaris suaminya itu tidak akan percaya begitu saja karena mereka dulunya yang sperti kancil dan siput.


"Bagaimana si Bos bisa jatuh cinta padamu? Sedangkan setiap hari ia mengerjaimu. Kalau cinta tidak mungkin seperti itu, Ra," Vina masih menolak percaya dengan ucapan Ara. Namun mengingat kembali adegan dewasa yang hampir jadi tontonannya tadi, tidak mungkin temannya itu berbohong.


"Aku yang jatuh cinta padanya, Mbak," jawab Ara meyakinkan.

__ADS_1


"Itu malah tidak mungkin sekali," pekik Vina yang menaikkan satu oktaf nada suaranya. Namun seketika langsung mendapat bekapan tangan Ara akibat kerasnya suara gadis itu.


__ADS_2