Istri Di Atas Kertas

Istri Di Atas Kertas
Kalian salah pilih lawan


__ADS_3

"Mike Lo di mana." ujar Erlan saat panggilan teleponnya sudah di angkat oleh Mike.


"Gue lagi jalan ke kantor kenapa."ujar Mike.


"Markas kita di serang."ujar Erlan.


"APA BAGAIMANA BISA."kaget Mike saat mendengar ucapan Erlan.


"Gue serius bego Lo cepetan ke sini napa."ujar Erlan.


"Iya bentar gue putar balik dulu Lo pikir ini jalan nenek moyang Lo apa bisa putar balik langsung gitu aja."ujar Mike.


"Buruan Mike."ujar Erlan yang sudah begitu panik.


"Iya iya buru-buru amat Lo jadi orang."ujar Mike.


"Cepetan."teriak Erlan di sebrang telepon.


"Sabar bangsat."ujar Mike yang langsung menjauh kan ponsel dari telinga nya karna teriakan Erlan.


°°°°°°°°°°°°°°


"Kalian semua terus waspada jangan ada yang sampe lengah karna lawan kita kali ini sangat licik."ujar Erlan pada orang-orang yang menjaga Markas.


"Baik Boss."jawab mereka serentak.


Erlan terus saja menghubungi Kenzo karna nomor Kenzo sampai sekarang belum juga aktif.


"Eeh bangsat sibuk amat lu jadi orang sampe nomor lu nggak aktif-aktif dari tadi."ujar Erlan saat panggilannya sudah di angkat oleh Kenzo.


"Ngapa sewot aja lagian ngapain juga lu hubungin gue ganggu aja."ujar Kenzo.


"Markas di serang pe'ak."ujar Erlan yang langsung pada intinya.


"APA."kaget Kenzo.


"Kenapa kaget lu."ujar Erlan.


"Kok bisa dan kenapa nggak ada yang kasih gue kabar masalah ini."ujar Kenzo yang kesal kenapa tidak ada yang memberi tau dia soal ini semua.


"Udah nggak usah banyak bacot lu sekarang lu mau ke sini atau nggak."ujar Erlan.


"Gue ke sana sekarang."ujar Kenzo.


"Oke gue tunggu."ujar Erlan.


"Mike di mana."tanya Kenzo.


"Udah jalan ke sini."ujar Erlan.


"Gue ke sana sekarang tetap pantau kondisi di sana sampe gue tiba."ujar Kenzo.

__ADS_1


"Baik."jawab Erlan.


↑↑↑↑↑↑↑↑↑↑↑↑↑↑


"Kak Ara."panggil Lexa pada pengasuhnya itu.


"Iya sayang Kakak lagi di belakang."ujar Ara.


"Kak kita jalan-jalan yuk keluar bosen di rumah terus."ujar Lexa.


"Emang mau jalan-jalan kemana."tanya Ara.


"Gimana kalau kita ke taman aja Lexa mau rileksin pikirin Lexa Kak."ujar Lexa.


"Emang Lexa lagi banyak pikiran."tanya Ara.


"Nggak juga kok Kak cuma lagi mau aja."ujar Lexa yang berusaha menyembunyikan masalah yang sedang dia hadapi di hadapan semua keluarganya.


"Ya udah kalau gitu kita pergi ke taman tapi Kakak harus selesain dulu pekerjaan Kakak."ujar Ara.


"Ya udah kalau gitu biar Lexa bantu supaya kerjaan Kakak cepat selesainya."ujar Lexa.


"Nggak usah ini tinggal dikit lagi kok."ujar Ara.


"Udah nggak apa-apa Kak lagian ini nggak berat juga kan."ujar Lexa.


"Jangan biar Kakak aja."ujar Ara yang masih menolak bantuan Lexa.


"Pokoknya Lexa mau bantu titik."ujar Lexa tanpa bisa di bantah sedikit pun.


Tanpa mereka ketahui kalau Lana melihat semua yang sedang di lakukan oleh Lexa terhadap Ara.


*Kamu anak yang baik sayang Mama bangga sama kamu walaupun kamu bukan lahir dari rahim Mama, Mama tetap sayang sama kamu seperti Mama sayang sama anak kandung Mama. Kamu nggak malu bantuin pekerjaan Ara yang mungkin anak-anak sebaya kamu nggak akan mau lakuin hal yang sama kayak kamu sekarang Nak.*batin Lana yang merasa bangga dengan Lexa yang selalu menghormati orang yang lebih tua darinya.


"Sayang."panggil Kenzo dari lantai atas tempat kamar mereka berada


*Aduh itu bayi besar ngapain pake manggil-manggil aku segala sih bisa ketahuan aku kalau aku lagi ngintipin Ara sama Lexa.*batin Lana yang gedek dengan kelakuan suaminya itu.


"Sayang."panggil Kenzo lagi bahkan lebih keras dari sebelumnya.


"Ihhhh sebel deh."ujar Lana yang langsung beranjak untuk menemui suaminya itu.


"Sayang."panggil Kenzo untuk ketiga kalinya.


"Iya Mas aku di sini nggak usah teriak-teriak kayak gitu bisa nggak."ujar Lana.


"Heheheh maaf sayang ya habisnya kamu aku panggil-panggil kamu nya nggak nyaut-nyaut.""ujar Kenzo.


"Aku tadi ke belakang makanya aku nggak denger kamu manggil aku tadi."ujar Lana berbohong.


"Ooooo Mas cuma mau bilang Mas mau keluar sebentar ada urusan yang nggak bisa Mas tinggal."ujar Kenzo yang harus berbohong juga pada istrinya.

__ADS_1


"Kemana."tanya Lana.


"Ya ke kantor lah sayang kemana lagi."ujar Kenzo yang berusaha tidak gugup di hadapan Lana.


"Lama nggak."ujar Lana.


"Nah itu sayang masalahnya Mas nggak tau lama apa enggaknya."ujar Kenzo.


"Kamu ihhh sebel deh."ujar Lana kesal dengan jawaban suaminya yang belum pasti.


"Kamu kan tau sayang kalau Mas akhir-akhir ini sibuk."ujar Kenzo yang berusaha memberi pengertian pada Lana.


"Ya udah kamu pergi aja."ujar Lana.


"Kamu nggak marah kan sayang."ujar Kenzo.


"Nggak sih tapi Mas harus bawain aku makanan yang aku minta gimana."ujar Lana.


"Aaaa kamu mah gitu kalau Mas keluar kamu pasti minta makanan yang di pinggir jalan terus, sayang Mas kan udah pernah bilang sama kamu kalau makanan itu nggak baik buat kamu sama calon bayi kita sayang."ujar Kenzo.


"Ya udah kalau gitu nanti malam Mas nggak usaha tidur satu ranjang sama aku Mas tidur di kamar tamu aja."ujar Lana.


"Sayang aaa kamu mah."rengek Kenzo.


"Sana pergi "ujar Lana.


"Ya udah iya Nanti Mas beliin kamu mau makan apa."ujar Kenzo yang tak ingin kalau istrinya ngambek karna keinginannya tidak di turuti.


"Nggak jadi."ujar Lana jutek.


"Sayang jangan ngambek gitu dong Mas udah telat banget nih sayang."ujar Kenzo.


"Udah sana aku bisa beli sendiri kok nanti."ujar Lana dan langsung meninggalkan Kenzo sendirian di sana.


Kenzo yang kesal dengan sikap Lana yang menurutnya seperti anak kecil yang sering ngambek karna hal sepele malah membiarkan saja istrinya pergi dari hadapannya.


Kenzo langsung berangkat ke markas karna sekarang kondisi markas tempat yang sangat penting baginya sedang di serang.


"Lan gimana kondisi di sana sekarang."ujar Kenzo setelah panggilannya di angkat oleh Erlan.


"Masih aman sih tapi anak buah kita udah kelelahan ngelawan mereka semua."ujar Erlan yang begitu panik saat melihat anak buahnya satu persatu kalah.


"Lo tunggu gue bentar lagi gue sampe."ujar Kenzo.


"Oke."jawab Erlan.


"Mike udah sampe belum."tanya Kenzo.


"Udah tinggal Lo aja yang belum."ujar Erlan.


"Gue ke sana sekarang."ujar Kenzo.

__ADS_1


"Gue tunggu."ujar Erlan.


Kenzo langsung mematikan sambungan teleponnya dan menambah kecepatan laju mobilnya agar bisa segera sampai sebelum semuanya ancur berantakan karna ulah geng anaconda.


__ADS_2